NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Mencari bukti

"Kau ... kau berani melawanku? Demi dia?!"

"Bukan melawan, Ayah. Tapi membela apa yang benar," jawab Arjuna mantap. Ia menundukkan kepalanya sedikit, memberi hormat pamit yang dingin dan formal.

"Maafkan Aku, Ayah, Ibu. Kami pamit. Kami tidak akan mengganggu ketenangan rumah ini lagi sampai waktunya tiba."

Arjuna berbalik badan, berjalan pergi dengan gagah, membawa Kirana yang diam terharu dan tak percaya di sampingnya. Dia berjalan keluar dari rumah besar itu, melewati lorong panjang itu, meninggalkan kemewahan, meninggalkan ancaman, dan meninggalkan keluarga yang menolaknya.

Saat mereka sampai di halaman depan, saat pintu mobil tertutup dan mobil itu mulai melaju meninggalkan gerbang besi itu ... baru air mata Kirana tumpah sepenuhnya. Dia menangis, bukan karena sedih atau takut, tapi karena rasa haru yang luar biasa, karena rasa syukur yang mendalam.

Dia memeluk lengan Arjuna erat, menyandarkan wajahnya ke bahu pria itu, membasahi kemeja rapi itu dengan air matanya.

"Kenapa ... kenapa kau lakukan ini semua, Arjuna? Kau rela menyerahkan segalanya ... kekayaan, keluargamu, masa depanmu ... demi aku? Aku cuma membawa masalah, Arjuna. Aku cuma membawa aib dan bahaya ... kenapa kau tidak tinggalkan saja aku di pinggir jalan seperti dulu? Kenapa kau harus ikut terseret ke dalam neraka ini?"

Arjuna menghentikan mobilnya sebentar di pinggir jalan yang sepi. Dia mematikan mesin, lalu berbalik sepenuhnya menghadap Kirana. Dia menghapus air mata gadis itu dengan lembut, menangkup wajah itu agar menatap matanya.

"Berhenti bicara seperti itu, Kirana. Kau bukan masalah. Kau bukan aib. Kau adalah kebanggaanku. Dan ingat ... aku tidak menyerahkan apa-apa. Justru aku baru saja mendapatkan segalanya. Karena selama aku memilikimu ... aku punya segalanya. Uang bisa dicari, nama bisa dibangun kembali, tapi hati ... hati ini hanya mau satu pemiliknya. Dan pemiliknya adalah kamu."

Arjuna menghela napas panjang, tatapannya berubah tajam dan penuh firasat buruk.

"Dan satu lagi ... di sana tadi ... saat Ayah berbicara ... saat Ibu tiriku bicara ... aku menangkap sesuatu, Kirana. Ada yang aneh. Ayah terlalu marah, terlalu benci, terlalu ingin menyingkirkanmu. Tapi Ibu ... dia terlalu tenang, terlalu dingin, dan ada kilatan senyum puas yang samar saat Ayah mengancamku."

Arjuna mendekatkan wajahnya, suaranya berbisik berat.

"Ada sesuatu yang tidak beres, Kirana. Aku curiga ... Ibu tiriku, wanita yang menikahi Ayahku setelah keluargamu hancur ... entah kenapa aku merasa dia ada hubungannya dengan semua ini. Dia yang mengatur cerita pengkhianatan itu."

Mata Kirana melebar. Dia teringat wajah wanita itu. Wajah yang terlihat sopan tapi matanya dingin dan penuh perhitungan.

"Jadi ... dia ..."

"Ya," potong Arjuna cepat. "Musuh kita bukan cuma masa lalu. Musuh kita ada di sekitar kita, Kirana. Dia orang terdekat, orang yang dipercaya, orang yang punya akses ke segalanya. Dan dia yang paling takut kalau kau kembali dan menguak kebenaran."

Arjuna menyalakan mesin mobil lagi, menatap jalanan di depan dengan tekad baja.

"Kita baru saja diusir, Kirana. Tapi justru ini keuntungan kita. Sekarang kita bebas. Kita tidak terikat aturan keluarga lagi. Kita bisa bergerak bebas, mencari bukti, menyusup, dan memburu kebenaran itu tanpa ada yang mengawasi. Kita mulai perang yang sesungguhnya sekarang, Kirana."

____________________________________

Di kediaman Adhitama, di ruangan pribadi di rumah besar itu, Ibu tiri Arjuna, Ratna, duduk santai di kursi empuknya sambil memegang secangkir teh hangat. Dia tersenyum tipis menatap keluar jendela ke arah gerbang yang baru saja dilewati mobil Arjuna. Di sampingnya berdiri seorang pria tua berwajah keras, orang yang dulu sering terlihat di dekatnya.

"Mereka pergi, Nyonya. Tuan Muda Arjuna memilih gadis itu. Dan Haryo sudah mengusir mereka berdua," ucapnya pelan.

Ratna tersenyum puas, matanya berkilat jahat dan penuh kemenangan.

"Rencana kita berjalan mulus. Dengan begini, Arjuna kehilangan perlindungan kekuasaan dari keluarga Adhitama. Dan gadis sialan itu ... dia keluar dari persembunyiannya. Sekarang mereka berdua lemah dan sendirian di luar sana ... sangat mudah untuk aku singkirkan selamanya. Hancurkan mereka berdua ... dan tidak akan ada lagi yang tahu kebenaran. Nama Adhitama milikku. Kekayaan ini milikku. Dan rahasia itu akan terkubur selamanya."

________________________________________

Udara pagi terasa sejuk menyelinap lewat celah jendela kayu yang agak reyot. Di sebuah rumah kontrakan kecil sederhana di pinggiran kota, jauh dari kemewahan dan hiruk-pikuk pusat bisnis, Arjuna terbangun dari tidurnya. Dia membuka mata, menatap langit-langit kayu yang tidak terlalu tinggi, lalu tersenyum sendiri.

Semalam, setelah diusir dari rumah besar keluarga Adhitama. Arjuna memutuskan untuk hidup mandiri, ia ingin benar-benar merasakan apa artinya berjuang. Meskipun sebenarnya ia masih punya aset pribadi yang ia rahasiakan dari publik.

Arjuna bangkit dari kasur tipis yang beralaskan kain selimut panjang. Dia berjalan menuju dapur kecil yang hanya berjarak beberapa langkah dari kamar tidur. Di sana, dia melihat sosok yang selalu menjadi pusat dunianya.

Kirana sedang berdiri di depan kompor sambil mengaduk panci berisi bubur panas. Rambut panjangnya diikat asal-asalan, dia memakai baju kaos tua yang agak longgar, dan di wajahnya tidak ada sedikit pun jejak kesedihan atau penyesalan karena harus hidup sederhana. Justru ... ada senyum damai yang menghiasi bibirnya.

Arjuna bersandar di kusen pintu dapur, menyilangkan tangan di dada, menatap lekat-lekat wanita itu dengan rasa syukur yang meluap-luap.

"Kau tahu ... dulu aku pikir kebahagiaan itu ada di rumah besar, mobil mewah, dan tumpukan uang. Tapi melihat pemandangan ini sekarang ... melihatmu memasak di dapur kecil ini ... rasanya aku adalah pria paling kaya di dunia," ucap Arjuna pelan, suaranya berat dan penuh kekaguman.

Kirana menoleh, tersenyum lebar melihat Arjuna yang baru bangun dengan rambut sedikit berantakan. Dia mengipasi wajahnya sedikit karena kepanasan uap masakan.

"Dasar mulut manis. Baru sehari hidup susah, sudah bicara puitis begini. Kalau besok kita harus benerin motor orang buat makan, jangan pasang muka masam ya, Tuan Muda," jawab Kirana sambil tertawa renyah. Dia menuangkan bubur panas ke dua piring.

Arjuna berjalan mendekat, merangkul pinggang ramping Kirana dari belakang, meletakkan dagunya di bahu gadis itu dengan manja.

"Tuan Muda yang kau kenal dulu sudah mati, Kirana. Yang ada sekarang cuma Arjuna ... pria biasa yang siap kerja apa saja demi wanita yang dicintainya. Dan percayalah ... tangan ini sudah siap kotor noda oli. Dan sekarang waktunya aku jadi asisten seutuhnya."

Kirana tersenyum haru, dia memutar badan menghadap Arjuna, lalu mengusap pipi pria itu lembut.

"Kau tidak perlu melakukan itu semua sendirian. Kita berjuang sama-sama, ingat? Kau punya otak bisnis yang hebat, aku punya keahlian tangan dan jaringan di jalanan. Gabungan kita ... tidak ada yang tidak mungkin. Ratna, Haryo, kekayaan, kekuasaan ... kita akan rebut kembali semuanya dengan cara kita sendiri."

Mereka duduk bersebelahan di meja makan kecil. Diiringi suara sendok beradu dengan piring, mereka berbagi rencana. Makanan sederhana itu terasa menjadi hidangan paling lezat yang pernah Arjuna rasakan.

"Langkah pertama kita," kata Arjuna serius sambil menaruh sendoknya, "Kita harus memutuskan hubungan resmi dengan Grup Adhitama. Kita mulai perusahaan baru. Kecil dulu, tapi kokoh. Aku sudah punya nama: Perusahaan Wijaya Adhitama Group. Mengembalikan nama keluargamu di barisan paling depan."

Mata Kirana berbinar mendengar nama itu. Nama yang dulu dihapus, kini akan bangkit kembali.

"Bagus. Tapi modalnya?" tanya Kirana.

Arjuna menyeringai sedikit, senyum licik khasnya yang kembali muncul.

"Kau lupa? Aku ini pewaris tunggal, dan selama bertahun-tahun aku berbisik-bisik dengan uangku sendiri. Ada aset-aset kecil yang aku beli atas nama pribadi, ada saham-saham kecil di perusahaan lain yang tidak tercatat di buku besar Ayah. Mungkin nilainya tidak seberapa kalau dibandingkan kekayaan utama, tapi cukup untuk modal awal. Ditambah lagi ... aku yakin Pak Hendra dan beberapa orang kepercayaan lama yang jujur ... mereka akan memilih ikut kita daripada bekerja di bawah perintah Ratna yang licik."

Kirana mengangguk setuju. Pak Hendra, sekretaris tua yang dulu membantu Arjuna menyelidiki Kirana, adalah orang yang setia pada mendiang kakek Arjuna. Dia tahu betul kebusukan Ratna, dan dia sangat membenci ketidakadilan.

"Dan langkah kedua ..." Kirana mencondongkan badannya ke depan, suaranya menjadi rendah dan tajam, "Kita cari bukti. Kita cari dokumen, surat, atau apa pun yang membuktikan bahwa ayahku tidak bersalah!"

Arjuna mengangguk mantap. Dia tahu persis di mana letak kuncinya.

"Arsip lama. Semua dokumen sejarah perusahaan, kontrak kerja sama, surat-surat pribadi ... semuanya dipindahkan ke gudang penyimpanan rahasia di bawah tanah rumah besar itu. Tempat yang hanya bisa dibuka dengan kunci khusus. Ayah tidak akan mengizinkan kita masuk, tapi Ratna ... dia sering ke sana. Dia yang paling sibuk mengurus 'barang-barang lama' itu."

Arjuna menatap Kirana dengan pandangan menantang.

"Kamu bilang kamu itu Elang yang jago masuk ke tempat sulit? Nah, ini tugas pertamamu, Nona Montir. Kita harus masuk ke sana. Malam ini."

Mata Kirana menyipit berkilat, senyum licik dan penuh semangat mengembang di bibirnya.

"Pantas saja aku jatuh cinta sama kamu ... kamu memang punya selera petualangan yang sama denganku. Oke. Malam ini. Kita kunjungi rumah besar itu lagi. Tapi kali ini ... lewat jalan belakang."

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!