NovelToon NovelToon
Dewa Abadi

Dewa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Misteri
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di dunia kultivasi yang kejam dan tak berbelas kasih, takdir mengikat dua jiwa dari dunia yang sepenuhnya berbeda: Zeng Niu, seorang pemuda berdarah dingin dari kelas bawah yang mewarisi Dao Bencana dan Petir Hukuman Langit, serta Zhao Ying, putri dari Tiran Ketiadaan Surga Atas yang jatuh ke dunia fana dengan kultivasi yang tersegel.

Terdampar di Benua Selatan yang dipenuhi kabut dan kutukan, keduanya harus bertahan hidup dari buruan ahli Nascent Soul dari Suku Li Kuno. Perjalanan berdarah melintasi Hutan Seratus Ribu Gunung Siluman hingga ke gelapnya Kota Reruntuhan Tanpa Tuan memaksa Zeng Niu untuk terus mendobrak batas fisiknya demi menjadi perisai bagi sang dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Amukan Sang Monster

Keheningan yang menyelimuti Arena Langit pecah oleh sorakan riuh dari barisan murid Pelataran Luar. Pemuda berjubah hitam yang selama ini dipandang sebelah mata, yang diisukan telah mati dan kembali dengan kultivasi rendah, baru saja meremukkan seorang elit Pelataran Dalam hanya dengan satu ayunan tumpul!

Di area faksi Pedang Bayangan, Bao Tu tertawa terbahak-bahak hingga perut gemuknya berguncang. "Hahaha! Lihat wajah Ma Teng! Dia terbang seperti ayam yang ditendang! Sudah kubilang, kecepatan tidak berguna jika kau menabrak gunung!"

Qian Fugui mengusap keringat di dahinya, diam-diam menghela napas lega. "Syukurlah... Daoist ini nyaris jantungan. Pedang hitam jelek itu ternyata berguna juga."

Namun, raut wajah Tetua Mo Yin dan Zhao Ying tetap serius.

"Kemenangan yang indah, tapi Gui Huan tidak akan membiarkan ini berlarut-larut," gumam Mo Yin, matanya menyipit menatap ke arah tribun kehormatan. "Dia pasti menyadari bahwa Zeng Niu mengandalkan kekuatan fisik murni untuk menghemat Qi. Lawan berikutnya tidak akan sebodoh Ma Teng."

Benar saja, di atas tribun, wajah Tetua Agung Gui Huan sangat suram. Ia meremas bola besi di tangannya hingga penyok.

"Anak itu... dia tidak menggunakan Niat Pedang atau teknik spiritual tingkat tinggi. Dia hanya menggunakan pemahaman ruang dan otot fana yang aneh," desis Gui Huan. Ia menoleh ke salah satu Tetua di belakangnya dan memberikan isyarat rahasia.

Tetua itu mengangguk dan diam-diam mengalirkan seutas Qi ke dalam Papan Undian Langit.

Di atas arena, Zeng Niu masih berdiri tegak. Luka sayatan angin di lengannya telah berhenti berdarah berkat regenerasi Tulang Besi Berkarat-nya. Ia menatap Kuang Ren yang masih mendengus marah di pinggir arena.

"Cepat panggil lawan selanjutnya," ucap Zeng Niu memecah keributan, mengarahkan ujung tumpul Pedang Nisan Hitam ke arah tribun. "Qi-ku mulai mendingin. Aku tidak suka menunggu."

WUUUNG!

Papan giok di langit kembali berputar dengan kecepatan tinggi. Kali ini, putarannya terasa sedikit dipaksakan sebelum akhirnya berhenti pada sebuah nama yang membuat banyak murid bergidik ngeri.

[Zeng Niu (Paviliun Pedang Bayangan) VS Yin Mang (Paviliun Rawa Hitam)]

Mendengar nama itu, wajah Lin Xiaoyu memucat. "Sial! Yin Mang! Dia adalah murid elit peringkat tiga! Kultivasinya berada di Foundation Establishment Tahap Akhir! Yang lebih buruk, dia adalah spesialis racun dan formasi jebakan. Ini adalah kutukan bagi petarung jarak dekat berotot besar seperti Zeng Niu!"

Dari seberang arena, sesosok pria tinggi kurus dengan kulit sepucat mayat melangkah naik. Matanya berwarna hijau kekuningan layaknya ular berbisa, dan ia mengenakan jubah abu-abu longgar yang mengeluarkan aroma busuk samar.

Yin Mang tidak membawa pedang atau kapak. Di tangannya hanya terdapat sebuah kendi hitam berukuran kecil.

"Zeng Niu," desis Yin Mang, suaranya serak dan basah. "Kudengar kau menjahit Dantianmu dengan racun. Sungguh memalukan. Hari ini, aku akan menunjukkan padamu apa itu racun sejati yang bisa melelehkan tulang kerasmu itu."

Zeng Niu tidak menjawab. Ia hanya mengubah kuda-kudanya, memegang gagang pedang seberat dua ribu lima ratus kati itu dengan kedua tangan. Instingnya memperingatkannya; pria di depannya ini jauh lebih berbahaya dari Ma Teng.

"Mulai!" teriak wasit.

Tanpa basa-basi, Yin Mang langsung menghancurkan kendi hitam di tangannya ke lantai batu arena.

PYAAAR!

Cairan kental berwarna ungu kehitaman meledak keluar dari kendi tersebut, namun alih-alih menyebar seperti air biasa, cairan itu langsung bereaksi dengan Qi Tahap Akhir milik Yin Mang.

[Teknik Kutukan: Domain Tulang!]

Dalam hitungan detik, seluruh permukaan batu giok arena seluas danau itu meleleh! Lantai keras itu berubah menjadi rawa lumpur beracun yang menggelembung dan mengeluarkan uap asam.

Kaki Zeng Niu seketika amblas hingga sebatas betis.

"Sial!" umpat Bao Tu dari pinggir arena. "Itu curang! Dia mengubah medan pertarungan!"

"Itu adalah bagian dari tekniknya. Tidak melanggar aturan fana sekte," jawab Zhao Ying tenang, namun matanya memancarkan cahaya perak yang siap bertindak jika Zeng Niu berada dalam bahaya fatal.

Di atas arena, Zeng Niu mencoba mengangkat kakinya, namun lumpur ungu itu memiliki daya hisap yang luar biasa kuat, layaknya rahang ribuan iblis kecil. Terlebih lagi, bobot Pedang Nisan Hitam di punggungnya kini menjadi bumerang! Beban dua ribu lima ratus kati itu membuatnya semakin cepat tenggelam ke dalam rawa.

"Hahaha! Otot besarmu tidak berguna di sini!" tawa Yin Mang, yang tubuhnya melayang seringan daun di atas permukaan rawa berkat teknik gerak khususnya.

Yin Mang mengayunkan tangannya, membentuk tiga cambuk air beracun dari rawa tersebut dan melecutkannya dari jarak jauh ke arah Zeng Niu.

CTAAAR! CTAAAR!

Zeng Niu memutar pedang besarnya untuk menangkis. Benturan antara pedang meteorit dan cambuk air itu terjadi, namun karena cambuk itu terbuat dari air lumpur, ia tidak hancur, melainkan memercikkan tetesan asam mematikan ke lengan dan wajah Zeng Niu!

TSST!

Jubah hitam Zeng Niu bolong-bolong, dan kulit perunggunya mulai melepuh. Asam ini jauh lebih kuat dari racun kalajengking biasa; ia dirancang khusus untuk meleburkan pertahanan fisik dan menyusup ke dalam meridian.

Zeng Niu menggertakkan gigi menahan perih. Setiap kali ia mengayunkan pedangnya, kakinya semakin amblas, kini sudah mencapai selutut.

"Hei, Orang Bodoh!" teriak Lei Ling dari dalam Lautan Kesadaran, terbangun karena hawa racun yang masuk. "Qi-mu sedang dikorosi! Pedang batumu tidak bisa memotong air! Jika kau tenggelam sampai ke dada, kau akan mati lemas dalam lumpur beracun itu!"

Aku tahu, balas Zeng Niu dingin dalam batinnya. Karena memotong air tidak berguna, maka aku akan menguapkannya.

Yin Mang tersenyum licik dari kejauhan. "Menyerahlah, Zeng Niu! Semakin keras kau melawan, semakin cepat kau tenggelam. Tulangmu akan menjadi pupuk untuk rawaku!"

Zeng Niu berhenti mengayunkan pedangnya. Ia menancapkan Pedang Nisan Hitam lurus ke dalam rawa di depannya, menggunakannya sebagai pilar penyangga. Napasnya berubah ritmik dan sangat panjang.

Dantian barunya yang berbentuk danau perak mulai berputar dengan kecepatan ekstrem. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan Qi-nya. Menghadapi kultivator Tahap Akhir, ia harus menggunakan sebagian kekuatan aslinya.

"Tingkat Satu..." gumam Zeng Niu, otot-otot lengannya mengembang. "...Tingkat Dua."

[Teknik Naga Tempur: Cakar Naga Pembelah Laut!]

Zeng Niu tidak mengangkat pedangnya dari rawa. Ia justru mencengkeram gagangnya dan menyalurkan seluruh tenaga kinetik Tingkat Dua, dipadukan dengan ledakan Qi Foundation Establishment Awal-nya, langsung ke dalam pedang meteorit yang tertancap itu.

Bersamaan dengan itu, ia memerintahkan Lei Ling.

Sedikit saja. Beri aku satu percikan petirmu.

"Dengan senang hati!"

Seutas kilat ungu yang setipis rambut melesat dari Lautan Kesadaran Zeng Niu, mengalir melalui lengannya, dan masuk ke dalam Pedang Nisan Hitam. Meteorit laut dalam adalah penghantar energi yang sangat buruk, namun saat disuntik dengan petir surgawi dan ledakan naga, energi itu tertahan di dalam bilah tumpul tersebut hingga mencapai titik kritis.

Zeng Niu memutar gagang pedang itu di dalam lumpur dengan satu putaran penuh!

KRAAAAAAAAASH!

Sebuah ledakan tenaga dalam murni yang bercampur dengan sengatan petir ungu meledak dari dasar rawa!

Suhu di sekitar Zeng Niu melonjak drastis dalam seperseribu detik. Air rawa beracun itu mendidih dan menguap seketika, menciptakan pilar uap panas yang membumbung setinggi puluhan tombak! Daya hisap rawa hancur lebur oleh ledakan fisik tersebut, mengembalikan lantai batu giok asli yang kini retak seribu.

"A-Apa?!" Yin Mang terbelalak. Domain kebanggaannya dihancurkan dengan paksa dari dalam?!

Sebelum Yin Mang bisa memulihkan keseimbangannya di udara, bayangan hitam melesat menembus kepulan uap panas.

Zeng Niu yang kini terbebas dari hisapan rawa, menggunakan sisa momentum tolakan kakinya untuk melompat sejauh sepuluh tombak. Ia tidak terlihat seperti kultivator yang kelelahan; ia terlihat seperti iblis yang baru saja lepas dari neraka.

Pedang Nisan Hitam diayunkan dari atas ke bawah. Tidak ada teknik rumit. Tidak ada belas kasihan. Murni kecepatan dan bobot dua ribu lima ratus kati!

"TIDAAAK! Perisai Giok—!"

BLAAAAAM!

Yin Mang bahkan tidak sempat merapal mantra pertahanannya secara penuh. Sisi tumpul pedang raksasa itu menghantam dada Yin Mang dengan telak.

Suara tulang yang hancur serentak menggema ke seluruh penjuru arena, lebih nyaring dari sebelumnya. Yin Mang memuntahkan darah hitam layaknya air mancur, tubuhnya terhempas ke lantai arena, lalu memantul dua kali sebelum akhirnya berhenti di ujung ring, benar-benar tak sadarkan diri dengan dada cekung.

Hening.

Seorang murid Foundation Establishment Awal baru saja mengalahkan murid Tahap Menengah dan Tahap Akhir secara beruntun, hanya menggunakan sebatang besi tumpul!

Di atas arena, kepulan uap mulai menghilang. Zeng Niu berdiri dengan Pedang Nisan Hitam bertumpu di bahunya. Napasnya terengah-engah parah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan keringat bercampur darah menetes dari luka-luka lepuh di wajah dan lengannya.

Menggunakan Naga Tempur Tingkat Dua secara beruntun dan melawan domain rawa telah memakan banyak energi fisiknya. Kakinya sedikit bergetar, meski ia paksakan untuk berdiri tegak layaknya pilar baja.

Di tribun kehormatan, raut wajah Gui Huan menjadi luar biasa gelap. Taktik pengurasannya berhasil, Zeng Niu jelas kelelahan, namun bayaran untuk menguras pemuda itu adalah hancurnya reputasi dua murid elit faksi utamanya.

"Tetua Agung..." Jian Kuang menggeram rendah, matanya menatap Zeng Niu dengan kebencian memuncak. "Bocah itu sudah berada di batasnya. Dia hanya mencoba berdiri karena harga diri. Jangan buang waktu dengan papan undian palsu itu lagi."

Di bawah tribun, Kuang Ren tidak bisa lagi menahan hasrat membunuhnya. Monster berotot setinggi dua tombak itu mengayunkan kapak ganda bergeriginya, memancarkan aura Foundation Establishment Puncak yang menekan napas para murid di sekitarnya.

Tanpa menunggu pengumuman dari Papan Undian Langit, Kuang Ren melompat tinggi dan mendarat di atas arena dengan bunyi dentuman yang membuat sisa lantai giok hancur.

DUAANG!

"Persetan dengan undian dan aturan!" raung Kuang Ren, suaranya berat dan buas layaknya beruang gila. Matanya yang merah menatap Zeng Niu yang sedang terengah-engah. "Kau mencuri waktu permainanku, Zeng Niu! Hari ini, aku tidak akan membiarkanmu pingsan. Aku akan merobek anggota tubuhmu satu per satu di depan gurumu!"

Melihat lawannya yang sebenarnya akhirnya turun gelanggang, Zeng Niu mengangkat wajahnya. Seringai algojo itu kembali terkembang, memamerkan gigi-giginya yang sedikit ternoda darah.

"Bagus," bisik Zeng Niu, mencengkeram erat gagang Pedang Nisan Hitam, menolak untuk sujud pada kelelahannya. "Mari kita lihat, tulang siapa yang akan retak lebih dulu."

1
eka suci
lanjuuut 💪💪
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
hancurrrkannn manggg niuuuuu
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
renyahhhhh ngkaliiii suaranyaaa....
saniscara patriawuha.
bandemii aeee ndaseee ngantiii ajurrrrr....
Rinaldi Sigar
lanjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
gasddd polllll
Sang_Imajinasi: okehh🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
nahhh lohhhhh....
Arinto Ario Triharyanto
telan aja dulu pil nya, pengen tau efeknya gmn
Sang_Imajinasi: iyah 🤭🤭
total 2 replies
eka suci
pengumuman pengakuan 😥
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣👍👍
eka suci
tenang ya niu sang putri menemani, walaupun perjalanan masih jauh untuk level fana udah out of the box🤭
🔴༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 6 gift ☕ Lanjut Crazy Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih mbah atta🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
eka suci
waahhhhh langsung menyalakan suar💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!