Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Jangan lupa dukung karya aku ya....
Makasih
🌛🌛🌛
Derson melepaskan pelukannya lalu meraba wajah via lalu berjalan ke bib*r via yang lembut itu, seketika derson mendekatkan bibirnya pada bibir via.
cukup lama derson menghisap bibir bawah via sampai bibir atas via dengan sangat lembut, dan memasukkan lidahnya kedalam mulut via untuk mengamsen gigi via didalam sana, tanpa sadar via membalas ciumun derson itu.
"sayang aku mau saat aku pulang nanti kamu mau melayani ku layaknya pasangan suami istri" bisik derson ditelinga via hal itu berhasil membuat wajah via merah merona.
"aku tidak janji, tapi aku usakan" ucap via pelan.
"aku pergi ya sayang jaga diri baik-baik" derson mlangkahkan kakinya menuruni anak tangga berjalan menuju parkiran helikopter dibelakang rumah.
Setelah memastikan derson sudah sampai dilantai satu, Via berjalan kembali kekamar untuk istirahat berhubung sekarang sudah sore dan sebentar lagi malam akan tiba.
Via mendudukan bokongnya diatas sofa sambil menonton film kesukaannya yaitu film korea, TV didalam ruangan itu sangat besar sehingga siapa yang ikut menonton disana akan merasa puas.
Dret... Dret... Dret....
Suara hp Via bergetar bertanda ada telfon masuk. Via langsung berjalan kearah dimana hpnya diletakkan, Via melihat nama yang tertera disana.
Ibu mawar calling....
"Hallo Ma".
"Hallo sayang, apa kabar dimana suami mu?" tanya Mawar dari seberang telfon dengan suara yang lembut.
"Barusan pergi ma ke amerika serikat mengurus pabrik disana sekalian mau menjemput Lily".
"Apa lily sakit? kenapa harus dijemput?" tanya Mawar kuwatir mengingat sang anak sudah lama tidak pernah berjumpa.
"Lily baik-baik saja kok mah, cuman Lily akan melanjutkan study dikota ini" jawab Via tidak mau membuat sang mertua kuwatir keadaan anaknya.
"Apa kamu sudah bicara sama Derson perihal mama sayang?".
"Udah Ma, tapi Derson menyangkalnya dan malah marah-marah padaku dan melarang ku bertemu dengan mama".
"Astaga anak itu keras kepalanya dari dulu tidak berubah" ucap mawar prutasi sudah berbagai cara ia lakukan untuk bisa kembali memeluk anaknya yang sudah lama ia tinggalkan dengan alasan yang belum diketahui Derson.
"Yaudah mama matikan telfonnya dulu ya sayang, mama hanya berharap Derson bisa berubah seiring berjalannya waktu. Bye...".
"Mudah-mudahan ma, bye mama".
Klik... telfon dimatikan oleh Mawar saat Via sudah mengatakan bye, dengan lemas Mawar duduk diatas sofa, sudah berulang kali Ia gagal untuk membujuk anaknya itu tapi sedikitpun tidak pernah dilirik oleh Derson atau pun mendengar ucapan dirinya.
"Kenapa ma? kok lemas begitu?" tanya Jhosua saat melihat mama tirinya itu duduk lemas diatas sofa.
"Mama merindukan anak mama yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mama peluk, hanya kamu dan Isla yang saat ini bisa mama peluk, itupun adik kamu saat ini sangat jauh dari kita, apa perlu kita pindahkan supaya kembali sekolah disini?" tanya Mawar kepada sang anak tiri yang sangat peduli padanya.
"Suatu saat Derson dan Lily bakal kembali sama mama hanya memerlukan waktu saja, mama yang sabar ya, dan masalah Isla Jhosua tidak yakin kalau Isla mau pindah sekolah disini, dia begitu menyanyangi kakek dan nenek dan tidak tega meninggalakan mereka berdua disana bersama pelayan" ucap Jhosua.
Jhosua yang perduli dengan mawar selalu mendengarkan keluh kesah mawar, sudah bertahun-tahun Jhosua mendengar kalau mamanya itu merindukan putra dan putrinya. dan tidak hanya sekali mamanya itu berusaha menjumpai sang putra bernama Derson tapi Derson selalu mengabaikan Mamanya sendiri.
"Kita makan dulu Ma, Papa sudah menunggu kita dimeja makan, kasian papa sudah mulai lapar, dan mama juga harus makan untuk menjaga kesehatan" Jhosua menjulurkan tangannya mengajak sang mama kemeja makan.
"Terimakasih sayang, memang kamu yang terbaik" ucap Mawar tersenyum bahagia, karena walaupun dia kehilangan kasih sayang dari putranya, dia masih bisa mendapatkannya dari anak tirinya.
Saat ini Alfi menunggu mereka dimeja makan pandangannya langsung tertuju pada sang istri yang berjalan menuju meja makan.
"Mata mama kamu kenapa begitu, kamu buat nangis ya?" tanya Alfi kepada Jhosua.
"Nggak pernah sejarahnya Jhosua buat buat mama menangis, mama hanya merindukan anak-anaknya yang lain" jawab Jhosua sambil menarik kursi untuk Mawar.
"Apa kamu merindukan iswla? kalau kamu rindu besok pagi kita kesana sekalian mau jenguk mama dan papa" ucap Alfi.
"Apa papa nggak kerja?".
"Kerjaan lagi senggang jadi papa bisa pergi minggu ini".
"Baiklah kita pergi besok pagi, Jhosua nanti kamu pesan tiket untuk kita. sekarang kita makan malam dulu papa sudah lapar kerja seharian".
Mendengar ucapan Alfi Mawar langsung mengisi nasi dan lauk kedalam piring Alfi dan juga Jhosua, tidak lupa juga dia mengisi piringnya untuk ia makan. ketiga orang itu makan dengan diam hanya dentingan sendok yang terdengar diruangan itu hingga mereka selesai makan.
🌛🌛🌛
Pagi ini Derson sudah sampai diaperteman milik Lily, Derson mencari-cari sang adik didalam rumah tidak ketemu, Derson melangkahkan kakinya kebalkon ternyata sang adik ada disana duduk dengan mata yang sembam sambil termenung.
"Dek ini masih pagi kamu ngapain disini?" ucap Derson lembut. Lily langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat sang kakak sudah berdiri tegak didekat pintu.
Lily berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Derson lalu memeluknya dengan erat.
"Kak Lily kangen kakak, Lily minta maaf sama kakak ya" lagi-lagi Lily menangis dipelukan sang kakak.
"Sudah jangan menangis lagi kalau kamu begini terus kakak nggak sabar untuk membunuh laki-laki yang berani mengganggu mu" ucap Derson memeluk sang adik dengan erat sambil menguatkan hati Lily yang sedang remuk dan hancur.
"Apa malam itu james membuatmu sakit atau terluka?" Derson tidak tega kalau sampai James berbuat kasar pada Lily akibat paksaan dari Derson.
Lily hanya menggelengkan kepalanya lalu menjawab sang kakak.
"Dia tidak membuatku sakit, tapi sampai saat ini hati ku yang sakit kak, kenapa orang-orang itu tega berbuat seperti itu kepadaku".
"Kakak akan buat pelajaran bagi mereka yang telah menghancurkan mu, kakak akan membuat mereka menyesal telah berani menggangumu" ucap Derson menahan amarahnya didepan sang adik.
"Apa James ada berkata kasar padamu setelah malam itu?" Derson tidak mau kalau sampai James berkata kasar kepada sang adik dan langsung bertanya sang adik.
"Nggak ada kak, kak James hanya lebih sering diam dari biasanya, kak James juga berbicara jika aku yang mengajaknya berbicara. mungkin dia jadi segan untuk melihatku".
Mendengar ucapan Lily hati derson sedikit tenang setidaknya James tidak menambah beban pikiran Lily, Derson langsung mengajak sang adik untuk masuk kedalam apartemen.
"James mana hari ini kakak sama James ada kerjaan?".
"Mungkin sebentar lagi dia akan datang, dia selalu tidur dihotel dan akan datang kesini kalau ada perlu, kakak duduk dulu aku buatkan susu hangat untuk kakak" ucap Lily lalu berjalan kedapur.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya