NovelToon NovelToon
IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:910.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: annin

WARNING!!!
NOVEL INI MUNGKIN MENGANDUNG KEKERASAN YANG TIDAK LAYAK DI KONSUMSI ANAK DIBAWAH UMUR. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!
ANAK KECIL DILARANG MAMPIR!


Ivona Carminda, seorang gadis dari dunia nyata yang tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya. Anehnya, saat ia tersadar, ia bukan lagi dirinya. Sebab jiwanya telah mengisi tubuh seorang gadis dalam novel yang ia baca, yang secara kebetulan memiliki nama yang sama dengannya.

Ivona si pemilik tubuh, adalah gadis menyedihkan yang tersisih oleh keluarganya sendiri. Difitnah dan disakiti hingga harus merasakan kejamnya dirawat di rumah sakit jiwa. Kehadiran Ivona dari dunia nyata membuat keadaan si pemilik tubuh berubah. Ia tidak lagi membiarkan dirinya tertindas apalagi tersakiti. Hadirnya Alexander Alberic semakin menambah kisah Ivona menjadi lebih berwarna, pria yang tak tertulis dalam kisah novel itu mendadak muncul sebagai pahlawan.

Akan kah ada romansa yang mengisi kisah Ivona dalam membalas perlakuan keluarganya?

Ikuti terus cerita ini yak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.34 Menemukanmu

Sekujur tubuh Jonas gemetaran, saat ia mendongak dan matanya bersirobok dengan Alexander. Ia tidak bisa membayangkan jika Alexander benar-benar menghukumnya atas kesalahan bodoh yang ia buat. Sekarang saja sudah terlihat jelas aura kejam dan tak berbelas kasih dari pria itu saat mematikan rokok di pundak Jonas dengan sengaja.

Melihat ketakutan Jonas, Alexander jadi berpikir tentang hal lain. Ivona. Yah ... gadis itu membuat ia memikirkan hal lain jika ia benar-benar mengambil langkah untuk menghukum Jonas. Ia tidak ingin Ivona takut kepadanya karena melihat cara kejamnya menghukum Jonas. Setelah menimbang, akhirnya Alexander melepaskan Jonas.

"Pergilah, jika aku masih melihatmu melakukan hal yang sama pada orang lain, jangan salahkan aku jika menghukum mu dan juga keluargamu yang tidak bisa mendidik mu!"

Mata Jonas kini berbinar setelah mendengar pengampunan dari Alexander. "Te-terima kasih, Tuan," ucap Jonas saat para pengawal Alexander menyeretnya keluar dari private room.

Di ruang privat yang lain, tempat Ivona menunggu sudah tersusun rapi buah-buahan dan susu. Semua disiapkan oleh pelayan atas perintah dari Alexander. Ivona menatap nyalang ke seluruh ruangan pribadi itu, matanya memindai setiap sudut ruang mewah yang disediakan untuknya. Ivona tahu bahwa pria yang memintanya menunggu memang memiliki kekayaan yang tak diragukan, tapi apakah perlu menyiapkan ruang pribadi untuk dirinya yang bukan siapa-siapa.

Toh, ia hanya sekedar menunggu karena ia tak punya urusan dengan Tuan Muda kaya itu.

Memikirkan tempat menunggunya saat ini, Ivona jadi teringat saat Alexander membawanya ke kamar hotel yang mewah. Saat itu dengan gampangnya Alexander berucap 'president suite room', dan kamar itu langsung tersedia untuknya bermalam. Teringat kamar hotel, membuat Ivona teringat juga tentang hutangnya pada Alexander. Uang yang dulu Alexander tinggalkan untuknya ia anggap sebagai hutang dan belum sempat ia kembalikan.

Sekarang karena sudah bertemu lagi, Ivona berencana mengembalikan hutang tersebut dan pergi dari tempat ini. Kalau harus menunggu Alexander pastilah lama dan belum tentu pria itu mau menerima uangnya kembali, karena dalam pesannya Alexander tak menganggapnya sebagai hutang. Namun bagi Ivona ia tak suka merepotkan orang apa lagi jika harus berhutang budi.

Akhirnya, Ivona putuskan untuk meninggalkan pesan saja pada pengawal yang berjaga di depan private room. Ivona belum sempat berbicara, saat pengawal itu mendapatinya akan pergi, dan ia berkata, "Maaf Nona, Anda tidak diijinkan meninggalkan ruangan ini tanpa perintah dari Tuan Alexander," sergah pengawal itu sebelum Ivona keluar.

"Aku sudah tidak ada urusan lagi di tempat ini, jadi aku akan pergi, aku juga ingin menitipkan sesuatu untuk Tuan Alexander," jawab Ivona.

"Mohon maafkan saya, saya hanya melaksanakan tugas dari Tuan Alexander untuk menjaga Anda. Silakan Anda kembali ke dalam dan menunggu Tuan Alexander kembali." Pengawal itu tetap tidak mengijinkan Ivona pergi.

Ivona tidak bisa melakukan apa pun selain kembali masuk dan menunggu Alexander kembali. Ivona pun mengambil gelas susu yang ada di depannya lalu meneguk setengah dari isinya. Di saat yang sama, Ivona melihat Alexander datang. Ia pun langsung mengusap bibirnya yang basah karena susu, dan berdiri menyambut kehadiran pria itu.

Alexander tersenyum tipis melihat cara Ivona mengusap bibirnya dengan dengan kasar. Pria itu mendekat agar bisa melihat lebih jelas bibir merah muda milik Ivona. Tatapan Alexander dengan jelas tertuju pada bibi ranum gadis itu, yang membuat Ivona merasa tidak nyaman.

"Apa ada yang aneh?" tanya Ivona penasaran, apa yang membuat Alexander tersenyum tipis sembari menatap lekat bibirnya.

Tangan kekar Alexander terulur, menyentuh sudut bibir Ivona. Jari pria itu dengan lembut menyusuri bibir gadis di depannya. Entah apa yang terjadi, Ivona bergeming. Seolah tersihir dengan sorot mata pria serupa dewa itu, ia tak melawan saat tiba-tiba Alexander mendekatkan wajahnya. Jantung Ivona berdetak lebih cepat dari aturan yang seharusnya. Pikirannya hampa, tak lagi bisa membayangkan tentang apa yang akan Alexander lakukan. Ivona terdiam tanpa suara.

Namun, semua tak terjadi. Hal yang biasa dilakukan oleh pria dan wanita dalam satu ruang pribadi, karena akhirnya Alexander kembali mengangkat wajahnya dan tertawa.

Hal itu membuat Ivona tersadar akan sikapnya yang memalukan, bahkan mungkin sekarang ini pipinya tengah memerah seperti tomat. "Dasar murahan," rutuknya dalam hati. Bisa-bisanya ia dipermainkan oleh Alexander, si pria tua ini.

Demi menutupi rasa malunya, Ivona langsung membicarakan mengenai mengembalikan utang, "A-aku menunggumu karena aku ingin membayar hutangku," ucap Ivona cepat.

"Aku tidak suka berhutang pada orang asing, jadi hari ini aku akan ____"

Namun, belum selesai Ivona berucap tentang hutang yang ia miliki, Alexander sudah lebih dulu menarik tangannya dan membawanya keluar.

Ivona yang tersentak semakin bingung dengan apa yang harus ia lakukan. "Hei ... kita mau ke mana?" tanya Ivona sembari menyamakan langkahnya dengan langkah lebar Alexander.

"Ikuti saja," jawab pria itu lugas.

Ivona hanya menurut saat Alexander membawanya masuk ke dalam mobil limousine Lincoln milik pria itu. Ivona memicingkan mata indahnya karena merasa ada yang aneh.

"Ke mana kita akan pergi?" tanya Ivona saat Alexander sudah duduk di sebelahnya.

"Aku akan membawamu pulang ke rumahku," jawab Alexander jujur.

"Apa?" pekik Ivona.

"Aku hanya ingin membawamu ke tempat yang aman," ucap Alexander selanjutnya.

Sejujurnya Ivona tak mengerti maksud Alexander yang berkata ingin membawanya ke tempat yang aman, tapi setelah memikirkan lagi Ivona bersedia ikut dengan Alexander. Selain karena merasa Alexander bukanlah pria yang suka aneh-aneh, ia juga sedang tidak ingin kembali ke rumah dan menghadapi keluarganya.

"Baiklah, aku akan ikut denganmu, dan kali ini aku akan membayar sewa rumah padamu," ucap Ivona.

Alexander tak menjawab ucapan Ivona soal sewa rumah, ia hanya membalas ucapan gadis itu dengan lengkungan di bibirnya.

Malam itu gerimis tengah turun, saat Alexander membawa mobilnya melaju meninggalkan Muse Bar. Pria itu melirik Ivona yang duduk dengan manis di samping kemudi, ia melihat mata Ivona yang memerah seperti kurang tidur.

Di kehidupan nyatanya Ivona sering insomnia. Dokter mengatakan kapasitas yang diterima otaknya terlalu besar, dan hal itu mungkin bisa melukai pusat otaknya. Jika terus seperti ini, dia tidak akan berusia panjang. Namun, bagi Ivona bisa hidup sampai berusia 40 hingga 50 tahun juga sudah cukup.

Karena macet, Alexander menyuruh Ivona untuk tidur sebentar. "Tidurlah dulu, nanti akan aku bangunkan jika sudah sampai."

Ivona menoleh sekejap pada Alexander yang terlihat perhatian, tapi tak berani berucap apa pun. Belum juga memejamkan mata, ia mendengar Alexander memanggilnya, "Nana," panggil Alexander.

Ivona yang merasa asing dengan panggilan itu kembali menoleh.

Alexander menepuk pundaknya. "Tidurlah di sini."

Ivona membelalakkan matanya tak percaya, ia terus menatap Alexander penuh tanya.

"Kau boleh menjadikannya bantal," lanjut Alexander menjawab pertanyaan Ivona yang tak terucap.

Karena Ivona tak bereaksi, Alexander sendiri yang membawa tubuh Ivona mendekat. Ia meletakkan kepala gadis itu di pundaknya, seperti apa yang sebelumnya ia katakan. Awalnya Ivona ingin menolak tapi Alexander menahannya.

Kini Ivona hanya bisa pasrah, ia turuti apa yang Alexander inginkan. Setidaknya berpura-pura tidur juga tidak masalah untuk menyenangkan Alexander dengan niat baiknya. Semakin lama, semakin Ivona merasa tidak bisa jika tidak memejamkan mata, sebab aroma maskulin yang menguar dari tubuh Alexander tanpa sadar justru membuatnya tertidur.

Alexander melihat Ivona yang terlelap di sampingnya sebelum ia mengirimkan pesan pada seseorang.

[Aku sudah menemukannya, dan akan membawanya pulang.]

Setelah itu Alexander langsung meletakkan ponselnya secara sembarangan.

1
PHSNR👾
dunia bawah tanah, sebangsa mayat hidup gitu kaahh 😭😭
annin: Hehehe, aku malah gak ngeh. Btw, kenapa dulu gak ada koreksi yak kalau ada kata nyeleneh itu. 🤣
total 1 replies
blora kota
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
blora kota
masalah ga ada habisnya
blora kota
nah ini br keren
Princesza Mikaila
mkst menjilat bibir itu apa ya , thor ? bza nda di ganti kosa kata na dgn nyengir aja , jd kek alay gt kl jilat bibir
annin: Maaf, Kak, sebelumnya aku jelaskan dulu ya. Ini adalah novel saat aku mengikuti Misi Kepenulisan dari NT. Nah kata yang menurut kakak tidak nyaman dan terkesan alay, itu adalah outline yang ditentukan oleh pihak NT saat itu. Makanya tidak aku rubah.

Aku hanya mengembangkan saja. Soal dialog yang ditentukan pada outline tidak aku rubah. Begitu, Kak.

Maaf jika terkesan kurang nyaman dan alay, tapi aku tidak bisa merubahnya.🙏
total 1 replies
Andriyati
vix itu adalah vanya
Jeffie Firmansyah
cerita nya seru... dibacanya seolah terhanyut mengikuti alur kisah nya semangat Thor...keren GG abiss/Good/
annin: Terima kasih untuk supportnya Kak Jeffie Firmansyah. Sehat selalu untuk kaka dan keluarga.🙏
total 1 replies
Rina Angraini
Buruk
annin: Terima kasih untuk penilaiannya kak Rina Angraini, sehat selalu untuk kaka dan keluarga🥰
total 1 replies
Nurul Pky
Luar biasa
tudehun
/Smile/
un3's
Luar biasa
Seven8
kalah sama gukguk
annin: Iyah, yang penting punya guk2 dari pada punya Kaka🤣
total 1 replies
rosemarie
∞∞/ 10 HUAAA, BAGUSS BANGET CERITANYAA:< seruuuu sekalii sampe marathon buat habisin ceritanyaa, alurnya itu loh ga ngebosenin dan bikin dag dig dug terus ++ baperr, lucuuu. sukaa banget lah sama ini, debess sihh. makasii thor, semangatt berkaryanya/Drool//Drool/
annin: Terima kasih kak Rosemarie atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga🥰❤️❤️❤️
total 1 replies
ana Rohana
kok mirip ceritanya sama author sebelahnya /Doge/
annin: Iya Kak, memang novel ini dibuat dalam rangka ikutan misi kepenulisan. Semua tokoh dan alur sudah ditetapkan oleh NT jadi sama. Dulu ada 4 karya kalau gak salah, tapi sekarang tinggal 2, punyaku dan punya penulis yang kaka maksud( Maaf aku lupa namanya).
total 1 replies
Ymir
wah, untuk awalan cerita ternyata seru juga/Smirk/
yun he
Luar biasa
annin: Iya, Kak. Nggak apa, santuy ajah😅
total 3 replies
Naura Azkia Irwan
ceritanya keren aku suka bangettt
Fadila1973 Akbar
lanjut thor
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!