Kisah seorang dokter yang bernama Raja kembali ke masa 30 tahun yang lalu. Karena sebuah artefak bersejarah milik anaknya yang seorang arkeolog.
Raja kembali ke zaman saat dirinya berusia delapan belas tahun, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Dimana kedua orang tuanya masih hidup. Begitu juga dengan kedua adiknya. Di kehidupan kali ini Raja berjanji, dia akan merubah sikapnya yang kurang peduli dengan orang-orang yang disayanginya.
Dia juga akan berusaha mencegah kematian Ayahnya King yang seorang dokter dan adik perempuannya Ratu, yang meninggal akibat depresi berat setelah diperkosa oleh teman-teman sekolahnya.
Raja juga ingin lebih dekat dengan adik bungsunya yang terpaut cukup jauh usianya dengan dirinya. Dimana adik bungsunya, Sultan di kehidupan masa lalunya, dia lah yang selalu menjaga putra tertuanya, Kaisar.
Dan Raja juga ingin putra keduanya bisa melihat indahnya alam dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#MENANTIKAN PERTEMUAN DENGAN RANIA
Aku mengunjungi rumah Kakek Baron, dengan mengayuh sepeda. Sama seperti dulu, di sana ada Paman Shogun yang sedang mencari Kakek, untuk meminta restu pernikahan untuknya. Paman ingin melamar pujaan hatinya itu. Dengan pembicaraan yang alot akhirnya kesepakatan seperti dulu kembali terjadi.
Ayah dan Kakek punya hubungan yang buruk. Bukan hanya dengan Ayah saja, tetapi dengan Paman Shogun juga begitu. Sifat Kakek yang otoriter kepada semua keluarganya, yang menjadi mereka tidak suka kepadanya. Sampai kedua anaknya melakukan pemberontakan setelah remaja. Semenjak itu hubungan mereka makin memburuk. Setiap bertemu pasti mereka akan berdebat berkepanjangan, sampai salah satunya merasa muak dan memilih pergi.
Aku merasa aneh, kenapa tidak ada yang berubah di bagian ini. Semuanya sama dengan kehidupan keduaku, tidak ada bedanya sama sekali. Apa karena tidak ada hubungannya dengan kematian seseorang? Aku terus berpikir kenapa ini bisa terjadi? Aku harus mencatat bagian penting ini.
*****
Kakek pun datang menjenguk Ayah, di rumah sakit. Mereka awalnya canggung, tapi aku buat suasana di sana lebih cair. Dengan banyak bercerita tentang hal-hal yang lucu. Aku tahu apa saja yang bisa membuat mereka senang. Dari pengalaman di kehidupan pertama dan kedua yang pernah aku jalani sebelumnya.
Keras kepalanya Kakek, kini bisa aku tangani. Beliau juga terlihat lebih bahagia, di kehidupan ketiga ku ini. Itu membuat aku sangat senang. Jauh banget sama di kehidupan pertamaku. Kakek selalu berwajah muram, jarang tersenyum, apalagi berkata ramah kepada orang yang sudah berbuat salah kepadanya.
Kakek juga nggak cuma-cuma mengeluarkan uang untuk biaya pernikahan, Paman Shogun. Beliau pernah berkata ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi keluarganya. Tentu saja Paman Shogun senang, dia tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Untuk barang-barang hantaran pun diberikan yang terbaik untuk calon menantunya itu.
*****
Aku sekarang, menjalani hari-hari dengan penuh semangat. Sebab keadaan Ayah, sudah mulai pulih dan Kakek juga sudah menjalin tali silaturahmi kembali dengan kerabat keluarga.
Sekolah pun, aku menjalaninya dengan penuh suka cita. Aku menjalin pertemanan dengan baik. Bahkan kini, aku malah mengajari teman-teman yang mau belajar mata pelajaran yang mereka tidak mengerti. Sama di kehidupanku yang kedua. Sengaja aku buat acara belajar berkelompok, setelah pulang sekolah.
Klub basket juga masih aku ikuti karena selain menambah jumlah pertemananku dengan sekolah lain. Aku juga bertemu dengan Rania dalam acara pertandingan bola basket antar sekolah.
Aku penasaran, apa di kehidupan ketigaku kali ini juga, akan bertemu dengan Rania lebih cepat atau sebaliknya. Tentu saja aku menginginkan pertemuan kami lebih cepat.
"Raja, besok Sabtu sore kita akan mengadakan pertandingan basket dengan sekolah lain. Ikutannya!" ajak Nino kepadaku begitu dia duduk di kursi yang ada di depanku.
"Oke. Aku akan ikut," jawabku dengan penuh semangat.
Aku berharap saat melakukan pertandingan basket dengan sekolah lain, bisa bertemu kembali dengan Rania. Wanita yang sangat berarti dalam dua kehidupanku, yang pertama dan kedua. Semoga saja di kehidupan ketiga kali ini juga dia masih, Rania sang pencuri hatiku. Gadis impianku yang akan memberikan warna dalam kehidupanku.
Aku sudah tidak sabar menantikan datangnya hari Sabtu. Rasanya, benar-benar seperti sedang menunggu hadiah istimewa, yang telah dijanjikan akan diberikan buat kita.
"Rania, aku sangat merindukanmu. Sudah sangat tidak sabar hati ini. Mudah-mudahan kamu tidak pernah berubah. Sama seperti dahulu."
******
Hai teman-teman, aku minta maaf! karya aku yang satu ini terabaikan. Karena aku sedang sibuk mengerjakan tugas. Aku mengikuti 2 kelas belajar Menulis atau Literasi. Ditambah kerangka yang aku buat novel ini hilang. Jadi, aku harus buat ulang lagi.
Rencananya, aku mau menyelesaikan dulu 2 karya aku: TRIO KANCIL dan DIPAKSA MENIKAHI CUCU MANTAN SUAMI.
Baru aku akan lanjut karya ini.
Terima kasih atas perhatiannya.
salam dari ku
CINTA TAK PERNAH MATI
Terooeskan kak santi 💃🏻💃🏻💃🏻
Semangaat troos ya kak 💪🏻💪🏻😘
Lanjoooet kak semangat!
Kuy lanjooet kak 💃🏻💃🏻💃🏻
Lanjooet kak semangat!! 💃🏻💃🏻
Melaju terooos kak 💃🏻💃🏻💃🏻
Jangan kasi kendor 🤭🤭