NovelToon NovelToon
Cewek Gendutku

Cewek Gendutku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Teen School/College / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Budy alifah

Gita adalah cewek gendut dan tomboy, dia sangat sangat pede dengan penampilannya bahkan dia tidak peduli jika ada orang yang menghinannya.

Suatu hari, Gilang cowok paling populer, ganteng, baik hati, cool datang ke kelas Gita dan mengajak ngedate.

Apakah Gita akan menerimanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Tolong

 “Ta, bangun ini sudah jam berapa? Kamu mau

terlambat ke sekolah.” Mamanya membangunkan Gita.

Gita perlahan membuka matanya, dia menguap lalu mengucek matanya. Dia melihat jam

bekker di atas meja  kecil samping kasur.

“Ha, hampir setengah tujuh.” Katanya langsung lari ke kamar mandi.

“Makanya kalau bangun itu yang pagi, malam nggak usah begadang. Kalau di kasih tahu suka

ngeyel.” Omel mamanya.

“Siapa sih yang begadang Ma, tahu aku kesiangan kenapa mama baru bangunin.” Tidak ada

lima menit Gita sudah keluar kamar mandi.

“Mama udah bangunin kamu dari tadi, kamunya aja susah di bangunin. Kamu cepat banget

di mandi nggak sih?” Mamanya mengerutkan kening curiga sama anak gadisnya itu.

“Mandi Ma.”

“Kok cepet.”

“Ya kan yang penting kena air.” Gita menarik tas dengan tangan kiri dan tangan

kanannya menyiup tangan mamanya.

“Gita..Gita, jadi cewek kok jorok banget sih.’

“Ma, Raka masih nungguin Gita kan?”

“Raka kan sedang pulang ke rumahnya, gimana nungguin kamu.”

Plak! Gita menepuk jidatnya pelan, “Ah, iya lupa.Bakalan telat ini mah.” Gita

langsung lari secepat kilat.

Sepeninggalan Raka Gita menjadi serba sendiri, dia mulai merasakan kesepian dan selalu merasa

ada yang kurang dalam hidupnya. Di rumah maupun di Sekolah sama saja merasa

sepi.  Gita harus lari ke depan untuk mencari angkot atau taksi karena di rumah sudah tidak ada orang. Semua

berangkat pagi, hanya Gita yang selalu mengulur-ulur waktu.

Dan hari ini keberuntungan Gita di jalan karena nggak harus menunggu angkot terlalu

lama. Sepanjang jalan Gita terus melihat ke arah jam tangannya, kakinya

menghentak-hentak  pelan.

“Bang, bisa lebih cepat nggak? Lima menit lagi bel bunyi nih.” Kata Gita sambil

mendekat ke kursi belakang abang sopir angkot.

“Ini juga udah cepet neng, kalau mau cepet itu naik pesawat.”

“Naik pesawat tambah ribet Bang, nanti turunnya gimana masa iya terjun payung.” Gita

menimpali omongan sopir angkot.

“Bener juga, dah sampai neng.”

“Akhirnya, nih Bang ongkosnya makasih.” Gita memberikan uang lalu berlari ke gerbang.

Gita melihat ke jam tangannya lagi melihat gerbang sudah tertutup rapat, “Aduh...

lupa hari senin nih.”  Gita berputar arah

ke pintu gerbang belakang karena  setiap

hari senin bel bel masuk sekolah sepuluh menit lebih cepat di bandingkan hari

biasa. Dia tersenyum lumayan lebar melihat pintu masih terbuka sedikit.

Dia berjalan mengendap-endap untuk masuk ke lapangan dan ikut baris di kelompok

kelasnya.

“Ehem!” Gita menoleh pelan sambil mengangkat tangannya saat ada yang berdehem di

belakangnya.

“Kak Gilang,” Gita nyengir. Dia merasa sedikit senang karena yang tugas menertibakan

Gilang. Dia bisa meminta bantuan untuk masuk ke barisan teman sekelasnya.

“Berdiri lo, ikut gue.” Kata Gilang.

“Kak, lo mau bawa gue kemana?”

Gilang menunjuk ke arah barisan paling ujung dan terpampang nyata di depan teman-teman

dan para guru.

“Please, bantuin Gita kali ini aja.”

“Nggak bisa, lo berani telat harus mau menanggung resikonya.” Jawab Gilang datar.

“Sekali ini aja please, gue nggak akan mengulangi lagi.” Gita mengangkat dua jari

berbentuk v.

“Sekali nggak tetap nggak, buruan ikut atau Pak Rudi akan membawa lo ke sana.” Ancam

Gilang.

“Kak please, nanti gue traktir makan deh.”

Gilang menatap tajam Gita, kali ini dia tidak tertarik dengan tawaran Gita. Dia

menarik tas Gita dan membawa Gita di barisan anak-anak yang tidak disiplin dan

juga tidak rapi.

“Ada apa dengan Gilang, biasanya dia mau tolongin gue.” Gita menatap heran Gilang

yang berjalan di depannya sambil menarik tasnya.

++++

Panas matahari ini lumayan terik membuat peluh Gita semua keluar, Gita menselonjorkan

kakinya yang pegal sambil mengipasi wajahnya dengan buku.

“Kenapa lo bisa telat?” tanya Fara sambil memberikan jus jeruk pesanan Gita.

“Gue bangun kesiangan.” Katanya lalu meneguk es jeruk sekali habis.

“Gita, beneran Raka mau pindah sekolah?” Arvian.

“Kata siapa?” Gita kaget beberapa hari tidak kontek Raka sekali mendegar kabar mau

keluar.

“Tadi gue chat sama Raka, dia bilang mau pindah sekolah. Raka pasti bercanda kan Git.”

Arvian memastikan perkataan Raka.

 Gita lalu terdiam, dia ingat waktu dirinya mengusir Raka dan mengatakan tak ingin ketemu dengan dia. Dan tak menyangka Raka mengiyakan keinginanya.

“Apa dia menganggap ucapan gue sungguh-sungguh.” Gumam Gita pelan.

“Memangnya kenapa Git, kalian berantem?” tanya Anita.

“Iya, kemarin gue marah-marah sama dia karena ninggalin gue di mall dan gue bilang

nggak mau ketemu dia lagi.” ujarnya.

“Tinggalin di mall?” Anita mendelik.

“Iya Anita, makanya gue kesal banget.”

“Hah... kalian ada-ada aja sih. Lo lagi Git, gegabah banget coba ngomong kayak gitu.”

Kata Fara.

“Ya namanya juga orang emosi, biasanya Raka juga nggak pernah serius dia.” Gita

berubah sedih.

“Gini aja, nanti kita ke rumah lo dan bujukin dia.” Kata Arvian.

“Dia nggak di rumah gue, beberapa hari lalu pulang ke rumah mamanya.” Jelas Gita.

“Terus gimana dong?”

“Nanti deh, gue telpon dia.”

++++

Gita melambaikan tangan kepada Anita dan Fara yang pulang duluan. Gita berjalan

mendekati Devan.

“Van, jadikan kita pulang bareng?” tanya Gita sambil berdiri di samping meja Devan.

“Aduh.. sorry Gita. Ternyata hari ini gue mau jemput mama gue di bandara.”

“Em.. jadi lo nggak jadi nganterin gue pulang?” wajah Gita yang awalnya sumringah

berubah kecut.

“Iya, sorry banget. Lo bisa kan naik taksi dulu. Gue janji besok pagi gue jemput.”

Devan mengangkat dua jari berbentuk v.

“Iya kok nggak apa-apa, salam ya buat mama lo nanti gue main ke rumah lo deh kalau

kalian udah pulang.”

“Iya Gita. Gue duluan ya.”

“Iya, hati-hati.”

Gita mendengus pelan, dia menyesal banget nggak jadi bareng Fara. Dia jalan sambil

menendang tasnya dalam hati ngedumel terus.

“Ini kenapa langit mendung juga, tadi panas banget sekarang mendung banget.” Gerutu Gita

sambil melihat ke atas.

Gita kembali melanjutkan perjalannannya sambil memikirkan mau naik taksi atau

angkot.

“Makin gelap aja langitnya, gimana kalau angkot dan taksinya lama.” Gita berjalan

sambil menggaruk kepala.

“Eits.. gue minta tolong sama Kak Gilang saja.” Gita berlari saat melihat Gilang sedang

di parkiran sendiri. Gita memberanikan diri untuk minta tolong meskipun dia sebenarnya

takut.

“Kak.” Panggil Gita lalu menggigit bibirnya.

“Hem.” Jawabnya ketus.

“Bisa minta tolong nggak anterin gue pulang?”

Gilang melirik kearah Gita, dia tidak percaya mendengar Gita meminta tolong kepadanya.

Selama ini dia angkuh banget sampai dia memohon pun Gita selalu menolak.

1
Novia
yuhhuuuuhhhhh
manggonim
ahhh suka bgt sama ceritanya,biasanya pertengahan cerita boring tp beda asik bgt dari awal sampai akhir
manggonim
bau bau sad boy nihh si farhan
Wiliam Zero
Novelnya bagus,ngak bosen bacanya 👍
Azka Kurnia
Keren banget ceritanya,,, jadi inget jaman sma dulu...
Mbing
kayanya Raka tahu sesuatu nih
Mbing
novelnya bagus, ringan, lucu , thor
Andriyati
sepertinya devan suka qila makanya baikin gita
Dwi Zwei
Luar biasa
Sunarmi Narmi
Itulah uniknya Gita dn kawan" ..jadi seru
Sunarmi Narmi
Lihat hubungan kalian kok manis banget ya Thor..tak bosan aku bacanya..pngen ketawa trus 😆😆😆
Sunarmi Narmi
Ambyar kau Vian...di hajar tiga Putri bar bar yg unik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Suhuuu kan bljar di Jogja..jauh bestie /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
ngapain ngak bljar nnt Film bokeh Far...Git 🤫🤫🤫🤫
Sunarmi Narmi
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
Kenapa ya klo ada yg bentak gita aku jdi mewek...kecerobohan kan bukan mau kita Thor..😭😭😭 kasihan bita kan anak baik
Sunarmi Narmi
Ngak ada Raka ngak seru Thor.../Speechless//Speechless//Speechless/
Sunarmi Narmi
Kelakuan mu memang bener" ya Raka...tpi aku Suka /Angry//Angry//Angry//Angry//Facepalm//Tongue//Tongue/
Sunarmi Narmi
Gemblong gemblong /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Hammer//Hammer//Hammer/
Sunarmi Narmi
Mau ketawa takut ditimpuk Authornya..saling menyalahkan tpi lucu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!