NovelToon NovelToon
DATAR

DATAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: dionesia

Bercerita tentang Dian cewek SMA yang di panggil Datar oleh cowok yang dia suka.

Bermula dari ,
*sabuk pengaman yang lepas,
*ledekan yang tiada habisnya,
*bantuan konyol,
*suka,
*cemburu,
*salah paham,
*Jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyasar

Rifki tiduran dikursi santai depan kolam sambil memandang Dian yang memainkan kaki telanjangnya di dalam kolam renang yang sesekali melihat Rifki yang langsung memejamkan matanya.

"Rifki!" Panggil Dian yang duduk dipinggir kolam sambil melambaikan tangannya. Ia tampak sudah mulai bosan duduk disana.

"Kenapa?" tanya Rifki bangkit berdiri pura-pura mengucek matanya seolah dirinya dari tadi tidur.

"Sudah sore aku mau pulang." jawab Dian mengulurkan tangannya ke Rifki yang sekarang berdiri didepannya.

"Kamu gak mending nginap---"

"---Rifki! potong Dian langsung membuat wajah Rifki berubah tersipu malu.

"Aku gak ada maksud apa-apa kok ngajak kamu nginap." sangkal Rifki yang berpikir panggilan Dian terhadapnya seperti menganggap dirinya berperilaku seperti sugar Daddy yang meminta seorang gadis untuk tinggal menemani malamnya. Ups!

"Kamu ngomong apa sih?" Tanya Dian yang masih menjulurkan tangannya. Ia hanya memanggil nama cowok itu untuk memintanya segera meraih tangan untuk membantunya berdiri.

"Eh?!Kamu bukannya---" ucap Rifki terputus melihat Dian yang tidak menanggapi ajakan menginapnya.

"Tangan aku pegal nih!" ucap Dian mengulurkan tangannya lebih tinggi lagi agar segera diraih Rifki yang terpaku menatap dirinya.

"Oh iya!" ucap Rifki meraih tangan Dian dan membantu gadis itu berdiri.

"Kamu lagi mikirin apa sih?" Tanya Dian.

"Gak mikir apa-apa." jawab Rifki. "Masih sakit gak?" tanya Rifki memapah Dian masuk kedalam rumah.

"Nyut-nyutan." jawab Dian yang memayunkan bibirnya kedepan.

"Pasti mikirin Nadin lagi." gumam Dian dalam hati melangkah dengan pelan-pelan. Rifki memapahnya hingga ke ruang makan yang membuat Dian menelan ludah.

"Buset!" gumam Dian dalam hati melihat berbagai hidangan seafood hingga ayam yang diolah dengan berbagai jenis masakan.

"Non Dian masih butuh yang lain gak?" Tanya Bibi Sri yang datang dengan nampan berisi cumi asam manisnya membuat Dian menelan ludah.

"Ah iya benar!Kalau ada yang gak sesuai seleramu biar digan---"

"---Gak ada!." potong Dian mencubit Rifki.

"AW!" desis Rifki.

"Ini udah lebih dari cukup kok." tambah ya lagi melihat ke Bibi Sri.

"Di habisin ya Non." ucap Bibi. "Ini Tuan Muda yang minta buat di masakin untuk Non Dian." tambahnya lagi sekaligus pergi meninggalkan keduanya.

"Kamu mau buat perut aku meledak ya?" Tanya Dian yang dipapah Rifki ketempat duduknya.

"Bukan begitu." jawab Rifki.

"Lalu apa?" tanya Dian.

"Aku gak tahu apa yang kamu suka." jawab Rifki. "Jadi aku suruh aja Bibi Sri siapin yang ada didapur buat kamu." ucapnya menjelaskan yang sebelumnya langsung meminta Bibi memasak apa yang menjadi andalannya untuk disajikan pada Dian. " Aku juga gak menyangka Bibi Sri bakal memasak sebanyak itu." tambahnya lagi.

"Oh begitu!" sahut Dian.

"Aku pikir kamu menganggap aku Ba*i!" gumam Dian menyomot cumi asam manis dan memasukkan kemulutnya.

"Hmmp!" gumam Dian meresapi kenikmatan masakan Bibi Sri. "Kamu coba deh!" ucap Dian mengambil cumi dan menyuapkannya pada Rifki.

"Gimana?" tanya Dian yang kemudian menyendok cah pokcoy tumis tiram lalu menyuapkannya ke mulutnnya dengan sendok yang sama membuat wajah Rifki merah merona tersipu malu.

Lalu tanpa sadar Dian kembali memakain sendok yang baru saja keluar dari mulutnya menyuap Rifki kembali.

"Datar!" ucap Rifki menahan tangan Dian yang memegang sendok berisikan ayam mentega goreng.

"Ya!" sahut Dian.

"Aku bisa makan sendiri." ucapnya membelokan suapan itu kemulut Dian.

"Okey." jawab Dian dengan polos. Semetara Rifki otaknya udah traveling entah kemana gak jauh beda dengan Denis yang menaikkan salah satu alisnya.

"Mau turun di hotel atau---" ucap supir taksi terputus yang sudah berhasil menghentikan perang mulut diantara kedua penumpangnya.

"Bukan hotel pak!" sangkal Nadin pada supir taksi. "Turun dialamat yang dia bilang tadi." ucapnya lagi melihat ke Denis.

"Okey!" sahut Supir yang akhirnya bisa menyetir dengan tenang. Tak berapa lama taksi yang mereka tumpangi pun berhenti disimpang jalan besar depan sebuah gapura komplek perumahan.

"Ini Pak!" Ucap Denis menyerahkan uang ke supir taksinya. Lalu menarik Nadin ikut keluar dari dalam taksi. "Makasih ya pak!" ucapnya menutup pintu.

"Kamu kok tarik aku keluar!" bentak Nadin yang harusnya tetap didalam untuk pulang kerumahnya.

"Naik taksi lain aja!" sahut Denis melepas tangannya dari Nadin dan melangkah maju sedikit lebih depan mencari-cari taksi didepan komplek tempat tinggalnya.

"Bego!" umpat Nadin pada Denis yang segera menoleh padanya.

"Kamu ngatain aku bego." ucap Denis mendekat.

"Iya!" sahut Nadin mengiyakan. "Kamu nurunin aku dari Taksi lalu sekarang malah mau cari taksi yang lain." ucapnya menjelaskan kebodohan yang dilakukan Denis.

"ctak!" sentil Denis pada kening Nadin membuat Cewek jutek itu membalas dengan memukul Denis dengan tasnya.

"Aku cuma khawatir supirnya punya niat lain sama kamu." ucap Denis kembali mencari taksi untuk Nadin.

"Kamunya aja yang otaknya kemana-mana." gerutu Nadin yang akhirnya paham maksud Denis menurunkan dan mencari taksi yang lain untuknya.

"Terserah!" sahut Denis yang membiarkan beberapa taksi lewat didepannya begitu saja.

"Bodoh!" umpat Nadin yang melihat Denis yang tidak menghentikan taksi yang jelas-jelas lewat dengan lambat didepannya.

"Aku emang bodoh." balas Denis yang mengatainya bodoh sambil menghentikan taksi kenalan yang ia tunggu dari tadi.

"Eh nak Denis." sapa supir itu membuka jendela. "Mau kemana sore begini masih pakai seragam sekolah?" Tanya Mang Adem yang merupakan kenalan Denis.

Mang Adem adalah supir taksi yang juga tinggal dikompek perumahan yang sama dengan Denis. Sebelum Denis memiliki motor Mang ademlah yang bertugas mengantar jemput Dian dan Denis kesekolah kalau David pergi keluar kota.

"Ini Mang minta tolong diantar ke rumahnya." balas Denis membuka pintu dan menarik Nadin untuk masuk.

"Pantesan dari tadi yang lain gak distop." gumam Nadin terima-terima aja dengan perlakuan Denis yang main tarik dan memasukkannya kedalam taksi.

"Oke. amanlah itu." sahut Mang Adem melihat ke Nadin yang duduk sambil memperhatikan Denis.

"Hati-hati ya mang." Ucap Denis.

"Iya."

"Maksudnya hati-hati sama penumpangnya." ledek Denis pada Nadin. "Anaknya galak." sambung Denis meledek Nadin yang gak terima dan langsung membuang mukanya menghindar.

"Pacar nak Denis ya?" tanya Mang Adem balas menggoda Denis yang terlihat begitu peduli dan khawatir pada Nadin. Sampai-sampai dirinya menunggu Mang Adem lewat.

"Bukan Mang." jawab Denis menutup pintu sambil memperhatikan Nadin yang memalingkan wajahnya.

"Masa sih?" tanya Mang Adem kepo.

"Anak Nyasar ini mang." jawab Denis bercanda. "Tolong dibantu ya mang." ucapnya lagi membuat Nadin diam-diam tersenyum mendengar Denis yang mengkhawatirkannya.

"Nyasar ke hati nak Denis ya."

"Ah mang Adem bisa aja." balas Denis menutup pintu taksi.

1
Nala
Thor makasih sudah membuat cerita yang bagus saat diluar sana bertebaran cerita ceo ceo terus yg alurnya gitu-gitu aja,,,
cerita dian sama rifki ini benar-benar penyegaran bagi aku.
aku juga uda baca novel "Bukan suami pengganti" novel aksi yng bagus.... dan smpai sekarang nunggu up keduanya.

aku tunggu selalu lanjutan karya ini 😊😊 sehat sehat y author
Nur Kayati
Endi Yo r up up....
Nala
tapi jujur aq masih menunggu datar 😬 walaupun lama gpp wes
Nala
wah kelihatannya seruuu
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Semangat thor👍
Nala
kapan sih thor up lagi... aq tunggu loh kabarnya dian
Nala: kaka author,,, ini aq masih mode menunggu loh,,, semangat up yaaa 😁🤗👍🏻
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Dian... Rifki.... kalian kemana???
knp blum hadir?? bukankah kita dh janjian... bwt ketemu lg secepatnya... di sini???
lm
lama nian tak jua kembali. ... rindu hadirmu...
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf yaaa...Lg ada kesibukan tapi bakal diusahin🙏🙏
total 1 replies
Nala
dug dug ser
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey hari ini yaaa wkwk
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oh no... oh no... oh no no no no... 🤣🤣🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf ya belum update 🙏 besok diusahan
total 1 replies
Nala
up up... se. ma. ngat ya thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Disaasssssnnnnnnnn!!!!!!!
knp sih kmu itu lola???
Nala
semangat author,,, jan ndak ketebak alurnya,,
cepet lanjut yak,,,
ceritamu bikin mood booster bagiku,, like, like, like
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oke thor, semangat up!!! 👌💪
Nala
ayo thor up up again
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey cintahhh
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
assshhhhh.... lagi....!.... lg....!!!... lg...!!! 😁😁😁😄😄😄😄
yg bnyk dong thor upnya.... biar revisinya sekalian.... 😅😇
kangen tau sm mrk yg dh alpa bbrp hr... rasanya dh setahun gk jumpa... rindu berat... 😘😘😘😛😛
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
dian ma rifki lama lama jadian ni🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: masih panjang kak😂
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Thor... jgn lupakan Datar yups!!! ttep ditungguin lho.... yg unboxing jg sih... sukses 👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤: owalaaaahh-hhhh😁😁😁
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
emang ngapa, gk boleh??? Denis sj bs seenaknya keluar masuk rumah gtu..
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: hahahaha
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
bner tuh. mang... 🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay yuhuu
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
thor... jgn menggantung hatiku trlalu lama... aku takut ketinggian... 😁
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay!okay! wkwkkw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!