NovelToon NovelToon
Jangan Panggil Aku Janda

Jangan Panggil Aku Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:195.2k
Nilai: 5
Nama Author: Duajempol

Pikiran Nara masih saja penuh dengan ajakan menikah dari direktur gilanya itu, Nara jadi tidak begitu konsen dalam bekerja.
Kenapa aku bisa sesial ini pergi ke perjodohan malah ketemu sama bos sendiri?!

Masalahnya Nara hanya wanita yang menyamar sebagai sahabatnya.

Akankah perjalanan cinta Nara dengan statusnya sebagai janda berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duajempol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinderella

"Loh kok masuk lagi?? Ayok pergi bareng!" Kakek mengikuti Rey yang kembali masuk, dia terus saja mengoceh karena melihat Rey yang melepas jas kerjanya dan memberikannya pada Bastian.

"Saya sibuk!!" Ketus Rey benar benar kesal, sedangkan Bastian berwajah senang, lalu Rey langsung duduk di meja kerjanya.

"Okeh karena kamu sibuk jadi nanti sembari pergi mampir ke perjodohan yah, tidak lama. 30 menit saja! Hanya 30 menit!" Kakek menghempaskan bokongnya di sofa empuk dalam ruangan Rey.

"Pak presdir, saya rasa anda juga sudah mendengar bahwa saya sibuk!" Wajah Rey masam.

Mulai lagi perjodohannya deh!!

"Lagipula kan saya sudah bilang bahwa saya punya pacar!!"

"Aku tidak akan tertipu lagi!" Dengus kakek, "Mana? Kalau ada bawa dia padaku!"

"Untuk sementara tidak bisa karena pekerjaan saya menumpuk!" Rey langsung mengambil tumpukan teratas dokumen yang sudah menjulang di meja kerjanya dan membuat Bastian memasang wajah bahagia.

"Orang yang kerjaannya menumpuk tadi mau kemana?"

"Toilet!" Jawab Rey asal.

"Pakai lift?" Kakek menang telak.

Rey mengeratkan pegangan bolpoin di tangannya, kesal hingga mungkin pucuk kepalanya sudah berasap.

"Bastian, tolong buatkan aku teh." Kakek menoleh pada Bastian.

"Kenapa anda minta teh?? Anda tidak berniat pergi?" Rey mengernyitkan alisnya.

"Sudah lama aku tidak melihat pekerjaan cucuku." Jawab kakek sekenanya, "Bastian, mana teh untukku?!"

Kakek memasang wajah yang garang seperti singa menatap Bastian, matanya seakan memberi perintah untuk membuatkan teh.

Sedangkan Rey juga memasang wajah garang seperti harimau yang menatap Bastian dan matanya seakan memerintahkan Bastian untuk menyuruh presdir pulang saja.

Bastian hanya berdiri di tengah perseteruan perang dingin ini. Selamatkan saya tolong....

****

Entah kenapa pagi ini bakery sedikit sepi, mungkin akhir bulan dimana para karyawan gajinya sudah menipis jadi sedikit mengirit dengan tidak banyak jajan diluaran. Nara duduk disalah satu bangku dan memeluk gagang sapunya, dia menghela nafas panjang. "Sepi yah..." Gumamnya pelan dan mungkin memang dalam artian lain. "Padahal aku yang melarang dia datang, tapi kok aku yang sedih yah..." Ucap Nara lesu. "Sepertinya aku harus bilang ingin bertemu meski tetap jadi sasaran balas dendammya. Hmmm dasar Naranika plin plan!" Nata bangkit berdiri dan memukul mukul kedua pipinya. "Meski badan ini cape tapi aku tidak boleh malas malasan ayo kerja kerja kerja!!"

'Cling!' Bel pintu masuk berbunyi.

Nara membesarkan matanya, "Dir... Andra. Kamu sudah selesai berbelanja??" Nara membuang jauh jauh rasa kecewanya akibat harapan sesaat.

"Sudah!" Jawab Andra riang, "Aku belanja dengan sangat perfect dong!" Bangga pria muda itu.

Nara membantu Andra menyusun bahan baku di dapur, setelah selesai dia bersandar di sisi oven besar dan menghela nafas. Andra yang menyadari kakaknya terlihat gelisah juga mengganggunya, "Kak, apa kakak sedang menunggu seseorang??"

Nara melirik Andra gusar, "Ngomong apa sih kamu.."

"Ga usah pura pura deh! Keliatan banget tau." Perkataan Andra membuat Nara semakin gugup.

"Me.. memangnya kamu tau apa??"

Aku keliatan banget yah?! Sampe sampe Andra aja tau.

"Kakak suka kan... sama kak Hansen! Bingo!!" Andra menunjuk Nara dan terlihat puas.

Nara hampir saja jatuh ke lantai shock mendengar ucapan Andra. "Bingo kepalamu! Sekarang sudah ga lagi yah!"

"Hah??? Kalau sekarang uda ga lagi, berarti ada pria lain dong?? Apa kakak selama ini berkencan pura pura? Bohong karena malu ketahuan cinta bertepuk sebelah tangan??" Andra memasang wajah iba. "Kakak ga perlu malu."

"Siapa juga yang bohong ga malu." Geram Nara.

"Di dekat kakak kan ga ada pria lain." Andra semakin iba pada Nara.

Nara menepuk pundak Andra, "Coba kamu ingat baik baik deh.."

Andra berpikir keras, "Hmmm pria di dekat kakak yah? Hmm.. meskipun aneh tapi ga mungkin banget kalau direktur."

Nara memasang wajah tersinggung menatap Andra tajam. "Kenapa direkrur tidak mungkin??!" Semprot Nara kesal.

Andra bersidekap dan menatap Nara malas lalu menghela nafas panjang. "Kakak itu ga tau atau pura pura ga tau yang namanya istilah 'beda dunia'? Orang kaya mereka itu punya dunia mereka sendiri, another world dan orang seperti kita tidak akan pernah bisa masuk."

"Hei!! Kakakmu ini juga tergolong hebat yah tidak kalah dengan yang lain!" Nara tidak terima.

"Kalau itu aku juga tau. Tapi kakau dibanding sama direktur.... duh. Jangan bilang kakak mau bermimpi seperti cinderella yang bertemu pangeran kuda putih???" Selidik Andra.

Nara menatap Andra serius dan menepuk pundak Andra. "Narendra Atmadja, kamu jangan pernah meremehkan cinderella." Lalu Nara duduk menyilangkan kakinya seolah akan berdongeng. "Kisah Cinderella, kamu pikir Cinderella itu tiba tiba menjadi tuan putri?? Dulu dia juga berkerja mati matian, terlebih sejak kecil dia mengerjakan semuanya sendirian! Ibu peri yang kasihan melihat dia dan mengirimnya ke pesta. Awalnya dia juga tidak dikasih ijin sama ibu tirinya padahal dia juga sudah membuat bajunya sendiri, bahkan dia juga pergi setelah pekerjaan rumahnya selesai. Dia itu sangat kuat dan bertanggung jawab tau!!!" Ujar Nara berapi api.

Andra yang tidak terpengaruh sedikitpun tetap bersidekap dan balas memandang Nara dalam. "Jadi maksudnya kakak mau menggoda direktur dengan penuh semangat gitu??"

"Bu.. bukan begitu, maksud.." Nara menjadi gugup seakan disidang kesalahannya, "Udah sana cepat panggang roti lagi!!!"

"Ga usah disuruh aku juga akan kerja huuuu." Decih Andra.

Tidak terasa sore hari sudah tiba, keadaan bakery cukup ramai mengingat pulang kantor banyak juga yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan teman bercengkrama menikmati minuman manis dan cake.

'Cling!' Bel pinti berbunyi.

"Naraaaa!!! Aku datang!" Natha muncul dengan semangat dan membuat wajah Andra lebih bersemangat juga.

"Ah hai Nat, kamu sendiri??"

"Aku juga datang!" Bastian muncul dengan senyum sumringah, juga hingga membuat Andra memasang senyum kesal.

"Ah hai. Tuan Bastian." Natha menyadari bahwa Nara menyapa Bastian tetapi matanya melirik kearah pintu terus.

"Ada yang datang lagi." Ucap Natha

"Hah siapa??" Nara menjadi sedikit semangat.

Pasti direktu!!

"Hansen." Natha memperhatikan raut wajah Nara yang berubah langsung menjadi kecewa. "Apa ada orang lain lagi yang kamu tunggu??"

"Hah? Apa.. owh tidak!" Sangkal Nara, "Sedang apa Hansen diluar??"

"Entah, dia meminta aku memanggil kamu. Katanya ada yang ingin dibicarakan."

Mendapat pesan dari Natha, Nara berjalan keluar menemui Hansen yang berdiri di samping jalan dekat Bakery Nara. "Hans? Kenapa tidak masuk? Ada apa?"

"Nara..." Hans mengadahkan kepalanya begitu melihat Nara sudah menghampirinya.

"Kamu kenapa??" Nara melihat raut wajah Hans yang tidak biasa.

"Kamu ada waktu sebentar??"

"Ada, ada apa??"

"Apa si direktur itu ada di dalam??"

"Hey, kamu memanggil atasan orang dengan sebuat 'si' itu tidak sopan!" Kesal Nara. "Hari ini direktur tidak datang."

Hans berjalan mendekati Nara hingga Nara bisa melihat raut wajahnya yang frustasi.

"Hans, ada apa??"

"Aku... aku putus dengan kekasihku."

"Hah?? Kenapa kok bisa? Ayok masuk dulu kita bicara di dalam." Nara memutar tubuhnya untuk mengajak Hans berjalan masuk.

"Tunggu!" Hansen menahan tangan Nara. "Disini saja, ada yang mau aku bicarakan berdua." Hans mengusap tengkuknya, "Aku putus dengan pacarku karena.. kamu."

1
Sisca Audriantie
😍😍😍
Dimas Pradipta
thor maaf ini jiplak dari film proposal ya
Puspa Ayundari
hahhahaha astagaa..kok lucu banget kalo dibayangkan
Binti Rofikoh
modus itu buat deketin nara
Binti Rofikoh
bagus tor,
Rina Asih
bagus banget
dementor
tampaknya kita semua korban k-pop ya?? author pun kayaknya korean wave juga.. 🤭🤭🤭🤭
Maria Aufa
seruu!!
endang sari
ok
Fauziz Juliadri
blom baca sih kayak ny kisah nya Sama ya sama komik yg prh aku baca,?
Erni Nofiyanti
nara kamu ko lucu bget yah
Erni Nofiyanti
bastiar bisa oon jga y
Erni Nofiyanti
aku baru tau kalau ada jantung yg sensitif.
Erni Nofiyanti
dasar Nara somplak
Erni Nofiyanti
asli KK lucu bget.
aku baca bab ini pas lagi makan Ampe keselek,gara2 Nara baca UUD.
Erni Nofiyanti
aku mampir KK
KK jgn sampe Nara dan Natha musuhan karna cowo.
hitamanis
kok q jadi kngen film narnia ya😂😂
sinta patricia
flo sdh sy baca..sngat bgus critanya.. setelah flower sy mampir di crita nara in..smua kisah kereen endingnya.sy sukaaaa..👍👍🙏🙏tq
sinta patricia
😀😀modusnya kereeen direktur..
momy ida
kata nya punya harga diri.... tapi tetep y ujung ujung nya nanyain duit"Kamu berani bayar aku berapa"🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!