NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut

3 hari sudah terlewatkan, Aulia yang hari ini akan masuk bekerja nampak terlihat sangat rapi. Berjalan menuruni anak tangga langkah kaki Aulia sangat baik hari ini, Dia bertekad akan fokus dalam kariernya

"mba, aku lihat hari ini sepertinya aulia sedang baik" ucap Angel sedang sarapan

Bunga hanya bisa mengangkat kedua alisnya seraya meletakkan segelas susu untuk Angel

"pagi semua, abang mana.?" seru Aulia sambil membuka kursi untuk duduk di meja makan.

"abang sudah berangkat pagi sekali, dia sedang ada rapat penting dengan klien di kantor" ucap Bunga sambil menyendokkan sarapan buat Aulia

"mba sudah makan.?" tanya Aulia yang melihat Bunga sudah merangkul berkas dan juga tabletnya.

"mba sudah selesai, mba duluan yah" ucap Bunga sambil tersenyum kepada kedua Adik tercintanya.

saat itu juga tiba-tiba Angel buru-buru beranjak dari kursi membuat semuanya terkejut.

"angel" seru Aulia dan juga Bunga

"maaf, maaf, aku harus buru-buru, dah semua" ucap Angel sambil bergegas menuju pintu keluar tak lupa snelli (jas dokter) dan tasnya Dia bawa.

melihat tingkah Angel membuat Aulia dan juga Bunga hanya bisa geleng-geleng kepala

"ya sudah mba dulun yah" ucap Bunga pergi dari meja makan.

"iya" ucap Aulia sambil menghabiskan minumannya

tak berselang waktu Aulia kini sudah berada di kemudi mobilnya melaju menuju Kantor.

"hans, bisa tolong ke meja saya" ucap Andreas sambil menekan tombol intercom

"baik pak" balas Hans segera bergegas

ketukan pintu terdengar, Andreas pun memberi perintah untuk masuk

"hans, ini berkas kontrak kerja yang kemarin, bisa kamu bereskan sisanya" perintah Andreas

"baik pak, dan ini dari tuan mike" ucap Hans sambil memberikan berkas putih itu di meja hadapan Andreas.

"apa ini.?" tanya Andreas

"itu laporan operasional perusahaan cabang yang ada di bali, pak rian meminta agar tuan bisa pelajarinya" ucap Hans

"baiklah, aku akan pelajari dulu, kamu bisa kembali" perintah Andreas sambil membuka berkas itu.

"tapi tuan, ada yang ingin saya sampaikan" seru Hans

kini perhatian Andreas tertuju pada Hans

"apa itu?" tanya Andreas

"ini tentang kecelakan yang menimpa tuan, memang benar selama ini dugaan tuan jika ada yang sengaja dan merencanakan semuanya" ucap Hans dengan yakin

"apa kamu yakin soal itu?" ucap Andreas nampak tak tenang dengan jawaban Hans

"saya sudah menelusurinya, sejauh ini yang tersisa dari petunjuk itu dia seorang lelaki yang mengenal tuan" ucap Hans

kini Andreas sudah tersulut emosi yang tak karuan, membuat tangan di balik meja itu mengepal begitu kuat.

"seseorang yang mengenal ku? siapa dia, telusuri lebih lagi, dan ingat jangan sampai ada yang tahu" perintah Andreas dan menyuruh Hans untuk keluar dari ruangannya.

.......

"pagi bos, jadwal hari ini bos tidak begitu banyak" ucap Mey saat melihat Aulia baru keluar dari dalam Lift

sambil berjalan Mey menjelaskan apa saja yang akan Aulia kerjakan seharian ini.

"untuk jam 9 nanti kita akan rapat bersama pihak restauran dan sekitar di jam 2 bos ada janji dengan salah satu kolega bisnis" ucap Mey membuat Aulia terhenti dan membalik kan badannya

"selebihnya?" tanya Aulia

"tidak ada bos, tapi beberapa berkas ada yang harus bos pelajari dan tanda tangani" ucap Mey dengan senyuman khasnya.

Aulia mengerti dengan semua itu dan hanya tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.

"baiklah, ingatkan aku" ucap Aulia sambil berlalu dari balik pintu ruangannya.

drreett drreett

"baiklah, kamu bisa keluar" seru Angga yang melihat layar ponselnya

"iya sayang" sapa Angga

"kamu bisa kan sebentar?" ucap Ayla dari balik ponsel

"apa kamu tidak sibuk.?" Angga balik tanya

"aku sudah mengosongkan jadwal operasi ku hari ini, aku free" ucap Ayla terlihat senang.

"ya sudah, kalau kamu sudah akan pergi segera hubungi aku" ucap Angga

"baik, aku akan selesaikan beberapa kunjungan pasien dulu, bye" ucap Ayla sambil menutup panggilan teleponnya.

saat baru selesai menelepon, terlihat Angel melewati Ayla, tak menunggu waktu lama Ayla pun memanggil Angel.

"dokter angel" seru Ayla, biar bagaimana pun mereka harus profesional dalam bekerja.

Angel yang di panggil langsung mencari sumber suara dan mendapati Ayla sedang memegang ponselnya.

"iya dok, apa ada yang bisa saya bantu" ucap Angel

Ayla menunggu beberapa perawat lewat dulu baru dia akan menjawab.

"ngel, mba sebentar mau pergi, titip pasien yah, dan juga kamu bisa dampingi dokter arya sebentar siang untuk operasi, mba sudah bilang pada dokter arya tadi" ucap Ayla membuat Angel bengong.

Angel begitu kagum pada sosok Ayla dan kini akan segera menjadi kakak nya saat Abangnya mempersunting Ayla.

"ngel, kok bengong?" tanya Ayla

"eee., tidak mba, angel hanya" ucap Angel membuat Ayla tersenyum.

"oke, tapi kamu dengar kan yang mba bilang tadi" ucap Ayla

Angel tersenyum dan mengangguk

"baiklah kalau begitu kita periksa pasien dulu" ucap Ayla, kini keduanya kembali seperti atasan dan bawahan. Angel sempat kaget saat Abangnya memperkenalkan Dr. Ayla sebagai calon Kakak Iparnya,

Angel tak habis pikir bahwa sebagai Dr. Ayla akan bisa jadi Calon Keluarga Wijaya, dunia begitu sempit pikir Angel.

"dokter Angel, maaf, anda di panggil keruangan dokter Arya barusan" ucap salah satu perawat yang melintas di hadapan Keduanya.

karena berhubung Ayla mendengar maka Ayla segera menghubungi Arya tanpa sepengetahuan Angel,

"halo, dokter arya, masih ada waktu 10 menit untuk dokter angel kesana kan?" sapa Ayla tanpa basa-basi.

"dokter ayla, oh, apa anda bersama dokter angel, baiklah, aku akan menunggu" ucap Arya yang terkejut jika Ayla mengetahui itu.

Ayla nampak senyum-senyum sendiri saat mematikan Handphone miliknya.

Ayla mengetahui jika Arya ada sesuatu pada Angel, tapi Ayla tak tahu jika Angel sudah memiliki kekasih yang Ia ketahui.

"ada apa dok?" tanya Angel penasaran atas percakapan mereka.

"10 menit lagi kamu akan ke ruangannya, kita ke kamar pasien dulu yuk" perintah Ayla yang membuat Angel tak bisa menolak.

bagaimana pun Angel masih beberapa bulan lagi akan lepas dari status dokter residentnya.

seperti biasa, Adrian akan sangat sibuk dengan statusnya sebagai wakil presiden perusahaan, apa lagi setelah Kakek Kusuma tak lagi bekerja, kini Kakek hanya bekerja lewat rumah dan menandatangani surat-surat yang memang harua Dia tangani sebagai Owner Utama Perusahaan Kusuma Group.

Adrian terlihat berkarisma jika sudah di dalam ruangannya dengan setumpuk dokumen.

terlihat, Andreas masuk dan meletakkan segelas kopi di depan meja Adrian.

Adrian sempat menengok Andreas yang menengadahkan minumannya dan meneguknya.

"ada apa kemari?" tanya Adrian mengambil gelas kopinya.

"hanya ingin saja" ucap Andreas sambil duduk di sofa

kini Adrian melepas pekerjaan nya dan berdiri menuju sofa sambil meneguk kopinya.

"sepertinya pekerjaan seorang pemimpin lebih banyak" seru Andreas

"seperti itu lah" celetuk Adrian

membuat keduanya saling menatap

"ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Adrian

"aku ingin tahu siapa yang membawa ku ke RS saat itu?" tanya Andreas secara tiba-tiba.

reaksi Adrian sangat menarik perhatian Andreas, Adrian terpaku dan langsung bertanya-tanya.

"apakah dia sudah mulai mengingat?" gumam Adrian dalam pikirannya

"rian?" seru Andreas

"saat itu, kami mendengar dari mike, untuk yang menolong mu orang di sekitar kecelakaan mu" ucap Adrian dengan pasti

"tapi, apa kamu sudah kembali ingat?" tanya Adrian penasaran

Andreas hanya mengangguk dengan perlahan, membuat Adrian makin penasaran.

"maaf, jika aku membuat mu syok, sudah 3 bulan aku mulai ingat semuanya, bermula dari" ucap Andreas sambil mengeluarkan sebuah foto Aulia.

"itu.?" ucap Adrian tak bisa berkata-kata

"ya, aku sudah tahu dirinya, tapi aku belum sepenuhnya pulih, aku minta tolong pada mu, kemana larinya kotak hitam di dalam kamar ku?" ucap Andreas yang membuat Adrian benar-benar kehabisan kata-kata.

"wah, aku benar, benar-benar kehabisan kata-kata di buat mu" seru Adrian tak menyangka.

"kotak itu ada pada ku, aku memang bermaksud akan mengembalikan itu saat kau sudah ingat semua" ucap Adrian lagi

"tapi, apa sejauh ini kamu tidak kenapa-napa saat memori mu teracak?" tanya Adrian lagi dia benar-benar penasaran.

"kali terakhir aku pingsan saat ingin berkunjung pada kakek, itu yang sangat buruk" jawab Andreas

kini Adrian paham bereaksi dengan anggukan kepala.

"apa ini, arya benar-benar tidak memberitahu ku" gumam Adrian.

"jadi.?" tanya Adrian

"aku sudah menemukan bahwa dibalik kecelakaan ku itu ada unsur kesengajaan" ucap Andreas cepat.

"hans sudah menemukan beberapa informasi dan sistem yang memang ada kesengajaan, dan sejauh ini, pelakunya adalah orang yang mengenalku" ucap Andreas lagi.

kini wajah Adrian nampak sangat berpikir dan mencerna apa yang barusan Andreas katakan.

"apa kamu yakin?" tanya Adrian

yang hanya di anggukan kepala oleh Andreas dengan mantap.

"lantas apa yang ingin kau rencanakan?" tanya Adrian yang masih belum bisa memastikan semua ini.

"aku ingin kau tidak menghalangi ku jika saat nya aku sudah menemukan orang itu" ucap Andreas dengan wajah penuh kepercayaan diri.

Adrian tidak bisa berkata-kata dia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"baiklah, aku pergi dulu" ucap Andreas melangkah menuju pintu keluar.

"tunggu! apa kau sudah berbicara pada dia?" tanya Adrian merujuk pada Aulia

kini Andreas menatap Adrian.

"apakah dia tidak bilang kepada mu, kali ini kau harus menjaganya untuk ku, sekali lagi terima kasih di saa terpuruknya kau selalu ada untuk dirinya" ucap Andreas langsung membuka pintu dan beranjak dari hadapan Adrian.

mendengar apa yang barusan Andreas ucapkan membuat Adrian kehilangan keseimbangan tubuh, kini Adrian bertumpu pada meja kerjanya.

cepat-cepat Adrian menekan ponselnya memanggil nama Aulia

"iya, halo rian" sapa Aulia

Adrian tak bisa berbicara, Aulia terus berbicara karena tak ada sahutan dari balik ponselnya.

"rian, kau tidak apa-apa" ucap Aulia kini menghentikan pekerjaannya.

"rian, rian are you oke?" tanya Aulia sekali lagi membuat dirinya khawatir.

kini Adrian mengambil napas panjang.

"iya aku tidak kenapa, maaf aku terlalu fokus pada layar monitor" ucap Adrian kini duduk menenangkan diri.

"ada apa, tumben kamu menelepon ku, apa ada sesuatu?" tanya Aulia.

"eee, bisa kita bertemu sebentar" ucap Adrian

"kamu bilang saja tempatnya di.." ucap Aulia terputus

"biar aku yang ke tempat mu" sela Adrian

"baiklah" ucap Aulia

"bye" ucap Adrian memutuskan sambungan telepon.

Aulia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Adrian tapi Aulia tidak sempat untuk berbicara di telepon, Aulia akan memaksa Adrian untuk berbicara saat tiba nanti.

Adrian juga merasa di bohongi oleh teman sekaligus Dokter yang menangani Andreas selama ini yaitu Dokter Arya.

karena masih belum percaya akan semuanya, Adrian kini bergantian menelpon Arya.

"halo arya.?" ucap Adrian saat telepon tersambung.

"iya saya sendiri, ada apa rian.?" ucap Dokter Arya saat menerima telepon di balik meja kerjanya yang sedang sibuk memperhatikan hasil rongseng pasiennya.

"aku mau tanya, apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Adrian,

Adrian tipikal pria yang tidak pernah seenaknya dalam berbicara pada orang, walau dirinya mengetahui apa yang terjadi tapi Adrian selalu menerima penjelasan orang itu terlebih dahulu.

Arya tahu jika Adrian sudah berbicara seperti itu pasti Dia sudah mengetahui apa yang sudah Ia sembunyikan.

"begini rian, gue bisa jelasin semuanya" ucap Arya tak enak hati

Adrian hanya menunggu dan mendengar semua penjelasan Arya, bahwa selama ini Dia di cegat dan tidak boleh memberi tahu kepada siapa pun termaksud keluarga besar Andreas.

"jadi begitu, baiklah sebentar kita bertemu di tempat biasa" ucap Adrian terlihat santai.

"baiklah" ucap Arya terlihat pasrah sambil menutup sambungan telepon.

saat jam makan siang tiba, terlihat Adrian bersiap untuk pergi ke kantor Aulia.

"eee., mike aku keluar sebentar, kamu handle dulu selama aku keluar" ucap Adrian begitu Mike masuk ke ruangannya.

"baik tuan" ucap Mike sambil mengangguk kecil.

30 menit kemudian nampak Adrian memasuki lobby utama kantor Aulia, terlihat Adrian menuju ke bagian resepsionis.

"ada yang bisa di bantu pak adrian.?" ucap Resepsionis itu.

di kantor Aulia tidak asing lagi mereka sudah mengenal salah satu pewaris group kusuma apa lagi Adrian yang semakin di kenal sejak Ia menangani perusahaan milik keluarganya itu.

"ibu aulia, saya sudah ada janji" ucap Adrian memberi senyum ramah.

"silahkan, bapak naik ke lantai 12 disana ruangan ibu aulia" ucap Resepsionis itu mempersilahkan.

Adrian pun kembali memakai kacamata hitamnya dan menuju lift khusus tamu atau pun kolega untuk perusahaan Aulia.

walau Aulia hanya menangani anak cabang perusahaan keluarganya, tapi gedung perusahaan Aulia sangat besar dan juga mewah,

jika siapa saja yang baru pertama kali masuk pasti mengira itu adalah perusahaan yang berdiri sendiri.

ting.

suara Lift terbuka ke lantai 12 tempar ruangan khusus CEO. terlihat Mey sudah berdiri menyambut Adrian dengan ramah,

sebelumnya Mey sudah di beri tahu oleh Resepsionis jika ada tamu yang datang untuk menemui Bos mereka.

"selamat siang pak adrian, silahkan ikut saya" ucap Mey sambil menuntun Adrian menuju ruangan Aulia.

tiba di depan pintu, terlihat Mey mengetuk pintu dan masuk.

"bos, pak adrian sudah tiba" ucap Mey

"baiklah, suruh masuk saja" ucap Aulia yang masih asik mengutak-atik laptop dan juga komputernya.

saat Adrian masuk, Mey pun menutup pintu dari arah luar dan kembali ke tempatnya.

"jika masih sibuk, aku balik saja ya" seru Adrian yang belum melangkah dan masih memperhatikan aktivitas Aulia.

"sorry, oke aku lepas dulu, ayo duduk dulu" ucap Aulia sambil menghentikan aktivitasnya dari layar laptopnya.

sambil berjalan menuju sofa Aulia sebelumnya menyuruh Mey untuk membawa makan siangnya.

"hey, apa kabar kamu.?" tanya Aulia pada Adrian yang masih terpukau dengan furnitur maupun interior ruangan Aulia.

"baik, kamu sendiri.?" ucap Adrian.

"baik, kamu lihat apa sih, rian..?" seru Aulia yang bingung dengan kepala Adrian yang masih mengitari ruangan Aulia.

"eee., tidak, hanya aku sedikit amazed saja baru kali ini aku kesini dan waahh banget" puji Adrian yang takjub akan desain ruangan Aulia.

"makasih, aku merasa tersanjung, mungkin karena aku wanita kali yah, jadi lebih detail untuk masalah kaya gini" ucap Aulia sedikit memuji dirinya.

Adrian hanya tertawa kecil, tak lama Mey membawa OB untuk masuk dengan kedua nampan berisi makan siang dan juga minuman untuk Bos nya beserta tamu yang datang.

setelah menyajikan makan siang, Mey permisi beserta OB.

"oh ya, hampir lupa ada apa nih, tumben banget kamu ke sini" ucap Aulia selepas meneguk minumannya.

"aku, memangnya tidak boleh apa, aku jalan-jalan ke sini" ucap Adrian.

"bukan begitu, apa ada sesuatu yang sangat serius" ucap Aulia penasaran tapi sambil mengaduk spaghetti kesukaannya.

"begini, sebelumnya aku masih penasaran bagaimana bisa kamu ketemu dengan andre.?" tanya Adrian sedikit memancing Aulia akan rasa penasaran nya.

"maksud kamu.?" tanya Aulia tak mengerti.

"yaaa., begitu lah, aku sudah dengar jika kamu sudah bertemu dengan nya lagi baru-baru ini" ucap Adrian sedikit terbuka.

"oh, tentang itu, saat itu dia bilang pada ku bahwa dia lupa ingatan selama ini dan lupa akan aku" celetuk Aulia asal sambil makan makanan nya.

"maksudnya.? tanya Adrian makin penasaran.

"sudah lah rian, aku malas bahas dia, aku tahu jika dia hanya berpura-pura akan semua nya agar terlihat tak berdosa saja" ucap Aulia kesal sambil menghabiskan makannya.

"maaf, aku hanya pensaran saja" ucap Adrian menyesal membuat mood Aulia berubah.

sejenak Aulia tak menanggapi, tapi Aulia sadar ternyata Adrian kemari hanya ingin membahas hal yang sangat tak penting itu.

"oh., jadi kamu kemari hanya ingin tahu itu.?" tanya Aulia semakin kesal

Adrian yang ketahuan langsung bertindak seolah tak ingin terbongkar misinya kemari.

"tidak, bukan itu, aku kemari karena memang ada yang ingin aku bahas dengan mu" elak Adrian.

"apa coba.?" tanya Aulia menantang

"tentang proyek yang sudah kita bahas kemarin" ucap Adrian.

"ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepada mu" ucap Adrian sambil mengeluarkan iPad mini nya dari saku jas nya

ternyata Adrian sudah menyimpan senjata agar tak di ketahui oleh Aulia bahwa dia memang sebenarnya ingin tahu masalah Andreas.

"jadi, andre benar-benar sudah mulai pulih kembali" gumam Adrian dalam hati sambil mendengarkan pendapat Aulia atas masukannya.

selang beberapa waktu, telepon di atas meja Aulia berdering.

"iya, kenapa Mey.?" ucap Aulia

"bos., di luar ada pak Maxim ingin bertemu segera" ucap Mey

"bilang padanya tunggu, aku akan mengurus disini dulu" ucap Aulia sambil menutup telepon.

Mey pun menyalakan kembali intercom yang tersambung ke resepsionis di Lobby.

setelah mendapat jawaban dari lantai atas, Maxim merasa sangat gusar dengan tindakan Aulia.

Maxim pun mencoba menelpon Aulia, tapi di reject oleh Aulia.

"mmmm., rian, apa..aa kita masih lama" ucap Aulia sedikit ragu saat Adrian menjelaskan beberapa berkas kerjasama mereka.

"oogghh., kenapa, aaagghh, apa ada pertemuan klien.?" tanya Adrian.

"ya sudah, kalau memang begitu, aku permisi" ucap Adrian lagi sambil merapikan berkas-berkas nya.

"sorry, sorry banget aku bukan...nya" ucap Aulia sangat tak enak hati.

"sudah, aku paham nanti kita bisa lanjut lagi ya, aku permisi dulu" ucap Adrian sambil memegang puncak kepala Aulia.

"mmm., makasih ya, nanti aku calling lagi" ucap Aulia sambil tersenyum.

Usai Adrian turun untuk menuju perusahaan kembali, Aulia pun menyuruh orang di Lobby mengizinkan Maxim naik.

saat Maxim menunggu di depan Lift dan pintu Lift pun terbuka.

Adrian dan juga Maxim sama-sama terkejut melihat satu sama lain.

"KAMU.." ucap Adrian terpaku

"Adrian" ucap Maxim sambil tak percaya dengan apa yang dia lihat.

"oh., jadi kamu yang ingin menemui pemilik perusahaan ini" ucap Adrian sambil melangkah keluar Lift.

"dan kamu yang dari tadi mengunjungi Aulia" ucap Maxim sambil menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.

"ada maksud apa kamu bisa berhubungan lagi dengan Aulia.?" tanya Adrian menghalang jalan Maxim menuju pintu Lift yang tertutup.

"aku dengan Aulia sudah melakukan kerjasama jauh dari Aulia bekerja disini dan aku minta kamu jangan pernah datang dihadapan Aulia lagi" bisik Maxim tepat di telinganya.

mendengar itu, Adrian meremas tangannya.

kemudian Maxim pun masuk saat pintu Lift terbuka kembali.

"cchhiihh., ternyata dia muncul kembali mengganggu Aulia dan juga Kakak ku" ucap Adrian melangkah menuju parkiran.

saat Adrian mengingat kembali perlakukan Maxim saat dulu di sekolah, Ia langsung menghentikan langkahnya membuka pintu mobil dan berpikir sejenak.

"apa jangan-jangan dia yang memisahkan Aulia dan juga Kak Andre.?" gumam Adrian dalam pikirannya.

"tidak mungkin, aku harus mencari tahu" ucap Adrian sambil bergegas .masuk kedalam mobil.

Diperjalanan, Adrian sangat gusar dan langsung menghubungi Mike untuk mencari tahu.

saat telepon tersambung.

"hallo., Mike, ada sesuatu yang harus kamu kerjakan" ucap Adrian

"apa itu tuan.?" tanya Mike menanggapi.

"hal ini jangan sampai orang tahu termaksud keluarga ku" ucap Adrian lagi.

"baik tuan" ucap Mike

"sebaiknya kamu harus mencari tahu semua tentang Maxim Pradana" ucap Adrian

"baik tuan" ucap Mike

Adrian kemudian mematikan ponselnya, dan masih terjebak dengan lalu lintas.

"aku harus mencari tahu dulu, apa semua yang di katakan oleh Kak Andre itu benar atau hanya spekulasi saja" gumam Adrian nampak gusar di balik kemudi mobilnya.

........

Tok tok tok

"iya masuk" ucap Aulia dari balik ruang kerjanya.

terlihat Mey membuka pintu.

"bos, pak Maxim sudah tiba" ucap Mey.

"suruh masuk saja Mey" ucap Aulia yang masih sibuk mengurus penginputan data.

Maxim pun melangkah masuk dengan memperhatikan Aulia.

entah mengapa Maxim begitu menyukai potret akan Aulia entah apa pun itu yang Aulia lakukan.

"hey cantik, tidak mau menyapa ku ya.?" ucap Maxim masih berdiri tak jauh di meja kerja Aulia.

Aulia pun menghentikan aktivitasnya, dan mengangkat kepalanya dengan senyum.

"maaf kak, aku bukannya tidak ingin tahu sendiri kan pekerjaan ini melelahkan" ucap Aulia sambil menatap Maxim.

kemudian Maxim melangkah mengitari meja kerja Aulia dan mememgang tangan Aulia untuk bangun dari kursinya.

"ada apa kak.?" ucap Aulia tiba-tiba.

"sudah bangun saja" ucap Maxim

kemudian Aulia bangun dan Maxim pun memeluk tubuh Aulia dengan begitu kasih sayang.

"aku tahu kamu capek, kan aku sudah bilang semua pekerjaan yang menyangkut kita berdua biar aku saja yang tangani" ucap Maxim yang masih memeluk tubuh Aulia

"iya aku tahu, tapi kan aku tidak selamanya harus seperti itu, apa kata karyawan ku dan juga bawahan ku, nanti mereka cemburu, bos ganteng mereka terlalu over kepada ku" ucap Aulia yang masih didalam pelukkan Maxim.

Maxim pun melonggarkan pelukannya dan memegang kedua pundak Aulia.

"hey, aku itu sayang banget sama kamu, kamu tahu kan itu, jadi untuk menebus rasa lelahmu gimana kalau kita keluar" ucap Maxim.

sambil memutar otaknya Aulia ingin sekali berdalih untuk tidak pergi dulu bersama Maxim.

"mmm., gimana ya.." ucap Aulia

"eemmhh." Maxim masih menunggu ucapan Aulia

"bisa tidak kalau tanggal merah saja kita keluarnya, tuuhh" ucap Aulia sambil menunjukkan berkas yang ada di meja kerjanya.

Maxim pun melihat apa yang di rujuk pada Aulia.

"mmm., baiklah, kali ini aku mengalah" ucap Maxim sambil menuju sofa.

"oh ya, tadi diluar aku ketemu Adrian." ucap Maxim begitu duduk.

"oh., itu, kantor pusat sudah lama bekerjasama dengan perusahaan milik Kusuma, dan ada salah satu proyek yang mengharuskan aku ikut terlibat" ucap Aulia.

"lagian, aku kan bawahan dari kak Angga" ucap Aulia lagi.

Aulia duduk tepat di depan Maxim.

.......

Di Resort milik Wijaya, Bunga nampak sibuk didalam ruangan nya.

"Suci bisa ke ruangan ku sebentar" ucap Bunga lewat telepon yang ada di sudut meja kerjanya.

tidak berselang waktu lama Suci tiba di ruangan Bunga.

"iya ada apa Mba.?" tanya Suci yang baru menutup pintu.

"laporan yang aku minta tadi kamu bawa.?" tanya Bunga kembali.

"bukannya saya sudah kirim lewat email Mba kemarin.?" ucap Suci mengecek Tablet yabg yang Dia pegang.

"tunggu aku periksa dulu" ucap Bunga memeriksa layar laptopnya.

"sudah kan Mba.?" tanya Suci memastikan.

"mmm., iya, oh ya apa ada kendala selama aku tidak ada kemarin.?" tanya Bunga lagi

"sejauh ini aman Mba, seminggu yabg yang lalu Pak Leon yang datang monitoring evaluasi sama kami" ucap Bunga.

"oh ya, baiklah, kamu bisa kembali, sedikit lagi aku akan keluar melihat evaluasi kalian oke" ucap Bunga tersenyum.

"baik Mba, aku permisi dulu" Ucap Suci meninggalkan tempat.

Bunga sempat memikirkan Leon tapi urung dia teruskan, yang ada nanti tidak bisa konsentrasi dalam bekerja.

.......

Di rumah Sakit.

setelah menerima pesan dari Kekasihnya, Ayla sudah rapi dan sudah mengganti pakaian snelli dengan pakaian santai tapi sangat anggun.

tiba di Lobby RS, Ayla yang berjalan menuju pintu keluar sudah melihat mobil Angga yang baru saja terparkir membunyikan klakson mobil.

pip pip..

"hey sayang" ucap Ayla nampak senang dan berlari kecil menuju mobil.

tiba di dalam mobil dan memakai sit belle.

"kita berangkat.?" tanya Angga yang nampak senang melihat suasana hati Ayla yang juga berseri-seri.

"mmmm" ucap Ayla hanya mengangguk

di dalam ruangan operasi, Angel yang sudah sekitar 2 jam mendampingi Dokter Seniornya bernama Arya nampak sangat serius dalam melakukan operasi, biasanya dia mendapingi Calon Kakak Iparnya tapi kali pertama Dia melakukan bersama Dokter Laki-laki.

4 Jam berlalu, operasi Bedah Jantung usai mereka lakukan bersama.

Diluar ruangan, tepatnya di lorong menuju runagan Angel. Dokter Arya memanggjlnya dengan sedikit berlari mungkin mengejar Angel tadi.

"Dokter Angel" teriak Dokter Arya.

"iya Dok, ada apa.? apa masih ada operasi lagi.?" tanya Angel yang sedikit panik melihat Dokter Arya berlari kearahnya.

Dokter Arya sempat tersenyum dan mengatur ritme jantungnya.

"tidak, aku hanya ingin mengajak makan malam saja" tawar Dokter Arya

"oohh., aku kira" ucap Angel melirik jam tanganya.

"sekarang sudah sore yah, pantas saja aku sudah lapar" gumam Angel pelan.

"eemm., kalau begitu mau yah, kita makan malam dulu" ucap Dokter Arya.

"kita makan di kantin saja, bagaimana.?" tawar Arya yang melihat raut wajah Angel sedikit bingung.

"mmmm., baiklah, aku ke dalam dulu ambil ponsel" ucap Angel membula pintu ruangan nya dan mengambil ponsel beserta dompet.

mereka berdua berjalan bersamaan dengan sedikit rasa canggung, saat tiba di dalam kantin.

"Dokter mau makan apa.?" tanya Dokter Arya

"eegghh., Dok sepertinya tidak perlu deh panggil aku dokter jika sedang tidak bekerja, kan Dokter Arya yang lebih senior di sini" ucap Angel tak enak hati.

"kalau begitu kita sepakat panggil nama saja kamu angel dan aku arya oke" ucap Arya meminang masukkan Angel.

"baiklah, Dok.. eee., arya" ucap Angel masih ada rasa canggung.

"ya sudah, kamu makan apa.?" tanya Arya sekali lagi.

"biar aku yang pesan" ucap Arya lagi

"mmm., spaghetti bolognese saja" ucap Angel.

"oke, ditunggu ya" ucap Arya beranjak menuju kasir kantin.

saat tiba makanan mereka, Arya dengan telaten meletakkan makanan dan juga minuman Angel.

"silahkan di makan" ucap Arya dan meneguk minuman coffe latte nya.

Angel terlihat tersenyum dan mengangguk kemudian mereka makan bersama.

"oh ya, habis ini Angel buat apa.?" tanya Arya di sela-sela mereka makan.

"oogghh., aku harus menggantikan Dokter Ayla jadi untuk malam ini akan lembur" ucap Angel.

"ooww., iya juga ya, kok aku tidak sadar dari tadi" ucap Arya sambil tersenyum memamerkan gigi putih nya.

"mmm., dokter bisa saja" ucap Angel sambil tertawa kecil

"uuppss., maksud aku Kak Arya" ucap Angel

"eee., Kak.? apa aku tidak salah dengar.?" tanya Arya sedikit bingung

"ya tidaklah, kan Dokter senior aku, jelas Dokter Kakak Aku lah" ucap Angel mencari cara agar sedikit sopan dalam memanggil nama Dokter Arya.

"mmm., ya sudahlah, mana enaknya saja sama kamu" ucap Arya menerima alasan Angel.

"kamu sudah selesai.?" ucap Arya seketika.

"mmm., uda nih Kak, kenapa.?" tanya Angel

"aku ada pertemuan di luar, tapi setelah itu aku akan kembali lagi kemari" ucap Dokter Arya melirik Ponselnya.

"untuk.. apa.?" tanya Angel

"maksud aku, untuk apa kemari lagi.?" tanya Angel lagi

"kan aku harus memeriksa pasien yang sekitar 5 jam yang lalu melakukan operasi bersama kamu" ucap Arya

"mmm., iya juga ya, ya sudah Kak Arya silahkan pergi biar aku saja yang bayar" ucap Angel hendak berdiri

"tidak, tidak, aku sudah bayar tadi kita tinggal pergi saja dan berpisah di Lobby" ucap Arya menahan tangan Angel untuk berdiri

"ooggh., baiklah yukk" ajak Angel

"nanti Kak Arya terlambat lagi" ucap Angel lagi

setiba di Lobby RS, Arya berhenti dan menghadap Angel.

"aku pergi dulu, kamu jaga pasien oke" ucap Arya tersenyum manis.

Angel hanya terpaku dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

di balik parkiran depan Lobby, Aditya yang baru saja turun melihat pemandangan itu, dan menebak-nebak siapa yang Dia lihat.

"bukankah itu Dokter Arya, kenapa dia bersama my Angel" gumam Aditya sambil memakai topi hitam dan juga masker.

saat Aditya memakai Hoddie nya, Mas Dewo membuka kaca mobil.

"Adit, kenapa belum pergi, sejam lagi kita harus ke..." ucap Mas Dewo terputus

Aditya langsung bergegas menuju Angel saat melihat Dokter Arya pergi.

"dasar itu anak, tidak pernah mendengar sampai selesai, apa salah ku sih" ucap Mas Dewo di dalam mobil sambil melihat Aditya yang sedikit cepat langkahnya.

Angel yang baru berbalik untuk menuju Lift, tiba-tiba di tarik oleh Aditya tanpa bersuara sempat Angel terkejut dan mengira Aditya adalah penjahat.

tapi meliha penampilan yang langsung bisa di tebak Angel, pasti ini adalah selebriti dan itu adalah Aditya Kekasihnya.

setiba di ruangan Angel, Aditya langsung membuka masker dan juga topinya.

terlihat wajah Aditya yang sedikit kesal, Angel yang sangat gembira melihat wajah Kekasih nya itu berubah saat melihat wajah masam Aditya.

"ada apa, tidak senang ya ketemu dengan ku.?" tanya Angel masih memperhatikan Aditya.

Aditya yang mendengar menunduk kan kepalanya meredam emosi yang sempat masuk.

"lebih tepatnya aku marah dengan diriku sendiri" ucap Aditya seketika melihat wajah Angel.

"mmm., maksudnya.?" tanya Angel lagi

kini membawa Aditya untuk duduk.

tapi Aditya balik menarik tangan Angel dan membuat Angel masuk kedalam pelukannya yang menghangatkan.

"aku tadi sedikit cemburu dengan Dokter Arya saat tersenyum padamu" ucap Aditya.

"oogghh., itu, aku kan menggantikan posisi Mba Ayla jadi tadi itu.." ucap Angel melonggarkan pelukannya.

"aku mendampingi Dokter Arya operasi bedah, dan sebagai gantinya kami makan bersama" ucap Angel sedikit tersenyum.

"mmm., kok senyum-senyum sih, suka yah kamu dengannya" ucap Aditya melihat reaksi Angel.

"lebih tepatnya aku suka kalau kamu cemburu" goda Angel dan memeluk kembali tubuh Aditya.

"kok kamu suka.?" tanya Aditya.

"itu tandanya kamu sayang banget sama aku dan sikap mu yang menguasai diriku aku suka" ucap Angel membawa Aditya duduk di sofa.

"dasar kamu" ucap Aditya mencubit gemas hidung Angel.

"oh ya, tumben kesini bukannya kamu masih ada off air ya.?" tanya Angel memberikan minuman soda.

"sedikit lagi waktunya, memangnya aku tidak boleh ketemu dengan my Angel yah.?" tanya Aditya meneguk minuman sodanya.

"boleh dong, malah aku senang, tapi kamu harus ingat identitas kamu seorang publik figur sayang" ucap Angel memperhatikan setiap gerak-gerik Aditya.

"iya sayang, aku selalu ingat itu, tapi kalau hanya kita berdua itu artinya aku milikmu" ucap Aditya sedikit menggoda dan bermaksud mencium Angel.

"apaan sih kamu gombal" ucap Angel menolak ajakan Aditya untuk di cium.

seketika ponsel Aditya berbunyi.

"pasti mas dewo, sudah kamu pergi, aku juga masih harus cek pasien" ucap Angel melirik jam di tangannya.

secepat kilat Aditya langsung mencium bibir Angel dan tersenyum manis.

"kamu itu ya, cerewet makanya aku cium" ucap Aditya tertawa kecil melihat reaksi Angel.

Angel hanya bisa terpaku dan mengedipkan matanya berulangkali.

"sudah aah., aku balik dulu ya," ucap Aditya dan sekali lagi Aditya mencium dengan lembut bibir Angel dan berlalu dari ruangan Angel.

Angel yang masih terpaku langsung tersadar saat Aditya menutup pintu.

buru-buru Angel menelepon kembali Kekasihnya itu.

"masih mau di cium, aku balik lagi ya keruangan mu" goda Aditya

"iiihh., kamu tuh yah, selalu saja gitu" ucap Angel sedikit kesal.

bagaimana tidak Aditya kebiasaan mencium Angel tanpa pemberitahuan.

"kalau aku kasih tahu kamu pasti kaya tadi nolak, makanya disaat kamu lengah aku cium deh" ucap Aditya agak pelan takut di degar orang,

"tahu aahh., ya sudah, hati-hati yah sayang" ucap Angel berubah lembut.

"mmm., bye my angel" ucap Aditya mengakhiri telepon mereka.

......

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*untuk para readers sejati yang selalu menunggu update dari "AULIA" maaf jika harus menunggu sedikit lama.

salam manis dari Author semoga selalu dukung Aku yah, caranya Vote, Like dan Coment untuk setiap Bab dari cerita "AULIA" oke... Gomawo Chinggu 😉

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!