NovelToon NovelToon
Unreasonable Ceo

Unreasonable Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Vampire / Chicklit / Tamat
Popularitas:310.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Quinsha bocah kecil yang tak di inginkan kelahirannya oleh ayahnya, Salman Cakra Negara. Bangsawan tinggi yang demi mendapatkan hak waris, harus menikahi wanita yang telah di jodohkan oleh keluarga besarnya.

Sementara Salman Cakra Negara diam diam telah menikahi Lusiana wanita yang ia cintai dan Memiliki seorang putri bernama Quinsha.
Untuk merahasiakan pernikahannya dengan Lusiana. Quinsha di kucilkan di sebuah pulau terpencil hanya di temani seorang pengasuh setia yang di sebut Romo. Dalam asuhan Romo, Quinsha tidak hanya belajar menulis dan membaca, dia juga di ajari ilmu bela diri.

Dalam lima belas tahun, kemampuan Quinsha semakin berkembang dan mampu membangkitkan inti alam dalam memanfaatkan unsur angin, api tanah dan air. Romo meninggal di usia Quinsha 15 tahun.

Quinsha meninggalkan pulau tersebut pergi ke kota besar untuk menelusuri orang tua kandungnya. Namun Quinsha yang lugu dan tidak tahu bagaimana kehidupan di kota besar, takdir telah mempertemukannya dengan dua pria yang sama sama memiliki kekuatan supranatural. Arkana Devin, pemimpin perusahaan Moon Silver yang memiliki musuh bebuyutan bernama Bramantio Anderson, pemimpin perusahaan Blood Moon.

Kedua pria tersebut, tidak hanya melibatkan Quinsha dalam perseteruan, juga melibatkannya dalam cinta segitiga yang berujung pertemuan Quinsha dan keluarga besarnya.

Bramantio Anderson, "Kau milikku, darahku. dan dosaku"

Arkana Devin, "Aku menyukai tantangan. Dan tantangan itu adalah Kau!"

Hal yang tidak di sukai Quinsha. "Kalian berdua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Arkana berlari lalu terbang tinggi dan menginjakkan kakinya di tanah tepat di samping Quinsha.

Quinsha terkejut dengan kehadiran Arkana, ia menoleh dan tersenyum kecut.

"Sejak mengenalmu, hidupku sudah seperti buronan." Kata Quinsha dengan nada kesal.

Namun Arkana hanya diam, mengabaikan kata kata Quinsha. Tatapan nya tajam dan waspada memperhatikan gerakan musuh yang semakin lama semakin banyak dan tak terhitung jumlahnya. Angin berhembus dengan kencang, debu beterbangan membuat Arkana dan Quinsha menyipitkan mata.

"Apa yang mereka inginkan sebenarnya?" tanya Quinsha mulai bersiap siap mengepalkan tangan dan fokus ke depan memperhatikan musuh.

"Simpan pertanyaanmu, bukan saatnya kau bertanya. Memangnya kita sedang sekolah? apa kau tidak lihat?" jawab Arkana dingin.

Quinsha mengerutkan dahi menoleh ke arah Arkana sesaat. Untuk pertama kalinya Quinsha melihat pria itu terlihat sangat serius.

"Terserah!" balas Quinsha.

"Auuuuuu!!!"

Lolongan dari ribuan klan werewolf yang semakin banyak berdatangan, mata merah menyala, gigi taring yang runcing, siap mengoyak tubuh Quinsha dan Arkana.

"Hahahaa!" suara tertawa terbahak bahak membahana, namun sosok itu belum nampak.

"Tep!"

Suara kaki menginjakkan tanah. Tepat di hadapan mereka, Dominic, Altarik dan Alexander berdiri, tersenyum menyeringai.

"Arkana, kau di pihak mana? seharusnya kau berada di pihak kami untuk mendapatkan gadis itu!" seru Altarik lantang.

"Tutup mulutmu!" bentak Arkana maju selangkah berada di depan Quinsha.

"Rupanya kau membelot terhadap Klan mu sendiri tuan muda Arkana!" ucap Akexander menatap tajam Arkana.

"Bukan urusanmu!" balas Arkana.

"Bleddaarrr!!"

"Bleddaarrr!!

Tiba tiba saja langit terlihat mendung, angin berhembus lebih kencang dari sebelumnya. Gemuruh guntur terdengar bersahutan sedangkan tiada hujan.

Arkana tersenyum, tengadahkan wajahnya menatap langit. Ia tahu, kehadiran Bramantio akan di sertai gemuruh guntur yang saling bersahutan.

"Sungguh kalian tidak punya malu! aku masih pemimpin kalian!"

Semua ketua klan yang ada di tempat tersebut mencari sumber suara yang sangat familiar.

"Tep! sosok Bramantio tiba tiba hadir di antara mereka, menatap tajam, matanya berubah menjadi iris memancarkan energi yang sangat kuat.

"Serahkan saja gadis itu kepada kami!" seru Alexander.

"Rupanya kau sudah merasa hebat, berani sekali meminta Quin kepadaku!" ucap Bramantio marah.

Bramantio mengulurkan tangannya ke atas bersamaan munculnya petir menyambut telapak tangannya yang terbuka.

Altarik, Dominic, Alexander mundur beberapa langkah dan memerintahkan para sekutu menyerang.

"Bleddarrr!!"

Petir berwarna biru menyambar klan werewolf, Bramantio mundur ke belakang, menarik tangan Quinsha lalu memeluknya dengan erat.

"Jangan pergi dariku, tetap di sampingku. Mereka semakin banyak," ucap Bramantio terus mengayunkan tangannya melemparkan petir berwarna biru. Quinsha menuruti apa kata Bramantio, memeluk tubuh pria itu dengan erat. Meski hawa panas dalam tubuh Bramantio sangat terasa di tubuh Quinsha.

Sementara Arkana berlari dengan kedua tangan di hempaskan ke kiri dan kekanan bersamaan dengan bola api ke arah klan Vampire.

"Duarrrr!

"Bleddaarrr!!"

Angin berhembus kencang, asap tebal membumbung tinggi. Pohon satu persatu tumbang terkena sambaran petir. Aroma daging terpanggang sangat menyengat. Lolongan serigala terdengar memekakkan telinga ketika mereka meregang nyawa akibat bola api dan sambaran petir.

Sementara Dominic diam memperhatikan jalannya pertarungan, mencari celah bagaimana menculik Quinsha dari dekapan Bramantio.

Beberapa menit berlalu, pertarungan belum menunjukkan tanda tanda ada yang menyerah. Namun detik berikutnya, Bramantio yang mulai panik melihat Quinsha kepanasan akibat energi petir yang ia keluarkan. Akhirnya merubah formasinya, matanya yang berwarna irish berubah menjadi hitam gelap.

Wajahnya tengadah menatap langit, tatapannya tajam bersamaan dengan bola api berwarna biri dari atas langit berjatuhan menghantam musuh. Bramantio mengeluarkan energi berwarna biru dari tubuhnya untuk melindungi Quinsha dari bola api biru.

"Duarrr, Duarrr, Duarrr!!"

Mendapat serangan ribuan bola api, satu persatu musuh mati terbakar lalu meledak, sebagian mencoba melarikan diri.

Atalarik diam diam meninggalkan tempat, begitu juga Alexander menyusul Atalarik. Sementara Dominic menggunakan energi pelindung, lalu ia berlari secepat kilat meninggalkan tempat pertarungan.

Bramantio menggendong tubuh Quinsha ke bawah pohon yang tak jauh dari tempat itu. Melihat Quinsha lemas dan tak sadarkan diri, Bramantio menggigit bibir bawahnya sendiri. Darah segar menetes dari bibirnya. Lalu ia dekatkan wajahnya, mencium bibir Quinsha dan memberikan darahnya supaya tertelan oleh Quinsha.

Beberapa menit kemudian ia telah selesai memberikan darahnya, ia menyeka sisa sisa darah di bibir Quinsha dengan ujung pakaiannya.

"Maafkan aku, Quin. Aku terpaksa melakukan ini.." gumam Bramantio pelan, lalu memeluk tubuh gadis itu dengan erat. "Aku harap, suatu hari nanti kau bisa menerimaku dan darahku yang sudah mengalir di dalam tubuhmu."

"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Arkana dari arah belakang.

"Sebaiknya kita pulang." Bramantio berdiri tegap menggendong tubuh Quinsha.

"Baiklah!" sahut Arkana.

Keduanya menghilang dalam satu kedipan mata, dan kembali ke dimensi manusia.

1
yusuf syaifullah
makan somay,burjo,sumsum trus minumnya luwak mantab 😀
murniati cls
udah seperti itu masih keras kepala
arry desember
etdah udah tamat aja thor
Margaretha Sukmawati
Queen kpn sie lo pintar msh aja lo nyebelin. seharusnya lo cari tau knp lo di kejar untuk di tangkap mereka. dan lo harusnya cari tau tentang asal usul lo. ceritanya terlalu di ribetkan
Margaretha Sukmawati
hhhhhjhjh Queen stok sabar aja ya
Margaretha Sukmawati
Queen punya kekuatan tapi ko ga di pergunakan untuk melawan. katanya bisa ilmu bela diri tapi kaya cwe lemah
minega
kayanya males ngasih nama🤣🤣
Unyu Unyu 😍
masih ada up ternyata
melani sujarmo
lanjut
Intan Nuraeni
Naomi bandel sih
Mela Wati
emang naomi blm paham juga ya klo dirinya bukan manusia...harusnya naomi bisa bertarung lebih hebat atuh thor....
Risfa
Auuuu makin seruuu maak 😍
Risfa
lahh Naomi ngilang lagii 😂
Mela Wati
ya tuhan kasihannya bram sm quen...ayo arkana kamu pasti bisa, naomi sptnya yg bisa selametin ortunya...
Neng ajja
lanjut
sofie
semoga arkana bisa selametin quin
Elisa sundari
😘😘 up yg banyak kak
Erli
lanjut.
Erli
lanjut
Mela Wati
wah jangan2 bram sm quinza dikeroyok....tp gk bakalan klah klo bram harusnya...ntu naomi bukannya jatuh cintanya sm arkana thor hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!