NovelToon NovelToon
Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Romantis / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:551.5k
Nilai: 5
Nama Author: Otamega

Langit membawaku ke dunia ini
Sekali lagi aku kembali
Dan Sekali lagi melihat hancurnya dunia ini
Di hadapkan dengan dua pilihan, berdiri di depan menjadi pemenang atau berdiri di belakang menjadi pecundang
Benci Rindu dendam Cinta
Aku bangkitkan sebuah legenda
Kembalinya Legenda Naga!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otamega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34. Tujuh Belas Tapak Naga

Sudah dua hari berlalu sejak ujian kedua ini berlangsung, jauh di kedalaman hutan dan dekat aliran sungai terdapat seorang pria sepuh yang masih melatih murid barunya dengan sebatang ranting pohon “Salah..! bukankah sudah kukatakan untuk tetap menahan kuda-kudamu..?”

“Ba-baik Guru” Shou Yan menahan kuda-kudanya dengan dua batang pohon seukuran orang dewasa berada di pundaknya “Kenapa guru jadi suka marah..? berbeda saat pertama kali bertemu”

Lu Ming yang awalnya mengitari Shou Yan menghentikan langkahnya dan menjawab pertanyaan dari muridnya “Jika aku tidak meminta dengan cara yang halus, apa kau mau menjadikanku gurumu..?”

Pernyataan dari Lu Ming membenarkan tebakan dari Shou Yan bahwa ia akan bersikap baik saat ada maunya, selama mengumpat dalam hati ia melihat Lu Ming berjalan menjauh bersamaan dengan terbitnya matahari “Guru mau kemana..?”Shou Yan berteriak untuk menghentikan niatnya yang akan meninggalkan sendirian

Mendengar teriakan dari Shou Yan, Lu Ming tetap melanjutkan jalannya tanpa menoleh ke belakang sampai akhirnya tidak terlihat lagi namun masih terdengar suara yang menggema di udara “saat terbitnya matahari, lanjutkan latihanmu dengan metode 9 yin”

Shou Yan menoleh di sekitarnya untuk menemukan sumber suara dari Guru Lu namun tidak menemukannya “Baik Guru” ia meletakkan dua buah pohon kayu yang berada di pundaknya sebelum duduk bersila dan melanjutkan latihan 9 yin miliknya

Sambil memejamkan mata, Shou Yan merapalkan sebuah kalimat yang berjejer rapi di pikirannya “ Cahaya turun mengarungi Lautan.. Aliran darah mengalir ke dalam tubuh..”

Selama Shou Yan meditasi sambil merapalkan setiap kalimat yang ia bacakan membuat tubuhnya menjadi semakin hangat bahkan sampai mengeluarkan asap

Selama hampir dua belas jam Shou Yan terduduk bersila meskipun ia sempat menghentikan meditasinya di saat mengisi perutnya yang sedang kosong

Shou Yan mengeluarkan energi yang terkumpul di sembilan titik yang berada dalam tubuhnya lalu mengeluarkannya melalui ke dua telapak tangannya “Hyaa..”

Hempasan energi yang di keluarkan Shou Yan membuat pohon di sekitarnya menjatuhkan setiap helai daunnya. Shou Yan berdecak kagum sambil melihat kedua telapak tangannya “Aku merasa,, tubuhku menjadi lebih bertenaga”

“Akhirnya kau sudah mencapai tahap kesembilan”

Shou Yan menoleh dan menemukan seseorang yang ia tunggu “Guru..!” Ia berdiri dan tidak sabar menunggu untuk latihan selanjutnya “Guru, apa latihan kita selanjutnya..?”

“Ahemb”

Lu Ming batuk pelan saat mengetahui muridnya masih bersemangat bahkan tidak menunjukkan ekpresi kelelahan “Jika itu orang biasa maka ia akan terbaring lemas” batinnya

Aliran sembilan yin atau biasa di sebut dengan sembilan titik aliran tenaga dalam, bisa membuat siapapun orang yang mempelajarinya akan dapat menampung energi alam dengan sangat besar

Syarat untuk menyelesaikan tahapan terakhir ini harus bisa mengontrol, mengalirkan sembilan aliran tenaga dalam dan melepaskannya secara bersamaan

Mengeluarkan Energi yang lama dan menarik energi baru, akan membuat si penggunanya bisa memulihkan tenaga dengan cepat “Anak ini sungguh berbakat” Batin Lu Ming

“Guru..? Guru Lu..!?

“Ah,, baiklah” Lu Ming tersadar dari lamunannya dan memulai latihan terakhirnya “Baiklah Muridku,, aku akan mengajarkanmu tujuh belas Tapak Naga”

“Tujuh belas Tapak Naga..!? Shou Yan sangat antusias saat mendengarkan nama jurus yang keren “Aku Siap Guru..!” Shou Yan berdiri di belakang Guru Lu untuk melihat gerakan yang akan di peragakannya

“Apa kau mengerti Yan’er..?”

“Mengerti Guru”

Teknik pertama dari tujuh belas Tapak Naga ialah mengeluarkan dua puluh persen tenaga dan menariknya sepuluh persen energi dari alam kembali ke dalam tubuh

“Mengeluarkan..? dan menarik..?” Shou Yan berguman sebelum mengulang gerakan yang telah Guru Lu perlihatkan

Melihat Shou Yan yang sudah bisa mengingat dan memperagakan enam belas Tapak Naga membuat dirinya sangat bangga karena ia mampu menurunkan ilmunya pada murid barunya “Mungkin,, sudah tidak ada penyesalan lagi bagiku” Batin Lu Ming dengan senyuman lembut

“Guru,,?” Shou Yan yang melihat pria sepuh di sampingnya meneteskan air mata membuat hatinya tersentuh, entah kenapa tangisan kakek itu mengingatkannya akan kehadiran sosok ayah meski ia sendiri tidak tahu seperti apa wajah dari ayahnya “Kenapa guru menangis..?”

“Ah tidak, ini hanya embun malam” Lu Ming mengusap air matanya dan bertekad membulatkan tekadnya “Ini adalah jurus terakhir dari tujuh belas Tapak Naga” Lu Ming berbisik pada Shou Yan

Shou Yan mengangguk pelan sebelum mengerutkan keningnya ketika melihat Gurunya dengan posisi menyerang

“Siapkan kuda-kudamu Yan’er”

“Ba-baik Guru” Shou Yan tidak mengerti maksud dari Guru Lu namun ia tetap mengikuti arahannya

Keduanya memperagakan teknik pertama sampai ke teknik enam belas sebelum akhirnya sampai ke teknik terakhir

“Tapak Naga menyesal”

“Tapak Naga menyesal”

Guru dan Murid tersebut saling mengeluarkan jurus terakhir dari Tujuh belas Tapak Naga namun Shou Yan melebarkan matanya saat mengetahui Gurunya tidak bersungguh-sungguh mengeluarkan energi miliknya

Shou Yan ingin menarik kembali tenaganya namun sosok Naga yang tercipta dari energi sembilan yin terlanjur mengarah pada lawannya “Guru..!”

“Akhirnya.. aku bisa terbebas” Batin Lu Ming sambil memejamkan mata saat melihat jurus dari Shou Yan mengenai tubuhnya

Energi Naga tersebut menembus tubuh Lu Ming hingga menyeberangi aliran sungai sampai akhrinya mengarah ke langit dan menghilang

***

Ma Liang tidak bisa menahan emosinya saat ia masih memikirkan teman baiknya yang tak kunjung kembali padahal saat terbitnya matahari nanti akan menjadi akhir dari ujian kedua ini “Aku tidak percaya harus melakukan ini”

Ma Liang yang berada di seberang sungai mencoba untuk mencari Shou Yan dengan mengarah ke aliran sungai, mengingat ia pernah melihatnya berlari mengarah ke tempat ini “Ehm,, apa itu..?”

Ma Liang menyipitkan matanya saat melihat kilatan cahaya dan mencoba menghampirinya berharap jika di malam hari ia akan menemukan Shou Yan

Menyalakan api di tengah hutan saat malam hari bisa mengundang perhatian para hewan buas namun juga bisa menunjukkan kehidupan seseorang

Ma Liang mendengar gemuruh suara air yang menandakan sungai sudah dekat, serta kilatan cahaya yang membuatnya yakin di sana terdapat Shou Yan yang mendirikan tenda namun pandangannya mulai berubah ketika melihat kilatan cahaya yang awalnya kecil menjadi kebih besar

“apa itu sebenarnya..?” Ma Liang mengintip dari balik semak belukar dan menemukan kepala naga mengarah di atas kepalanya “Setannnn….Aaaagggggghh”

Ma Liang berteriak keras sampai suaranya mengecil dan akhirnya pingsan

***

“Guru,, Guru,, Guruuuu,,!?” Shou Yan menghampiri Lu Ming yang tubuhnya semakin memudar

“Maafkan aku Yan’er..” Lu Ming berharap jika Muridnya dapat memaafkannya karena telah berbohonng dengan menyembunyikan kenyataan bahwa dia adalah Arwah dari tengkorak yang pernah Shou Yan temui sebelumnya

“Jangan pergi guru,,,” Shou Yan sudah mengetahuinya sejak hari kedua saat Guru Lu pergi dengan terbitnya matahari dan kembali lagi saat sudah terbenam, namun semua itu tidak menghalangi Shou Yan untuk menjadi muridnya

“Yan’er,, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu, mendekatlah”

Shou Yan menuruti keinginan dari Gurunya dan mendekatkan telinganya, sejenak mata Shou Yan terbuka lebar saat mendengar pernyataan dari Lu Ming “Orang tuaku masih hidup..!?”

Shou Yan ingin menghentikannya namun kedua tangannya hanya menemukan butiran debu dari tubuh Lu Ming “Guruuuu…”

“Jadilah Pendekar yang kuat dan penuhi takdirmu” Lu Ming meninggalkan sebuah cincin dimensi miliknya sebelum akhirnya menghilang seutuhnya

1
arya
Luar biasa
Rohmad Purwanto
keeeerrreeeeen
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
terus berkarya dan tetap semangat 👍👍👍👍
Maaaaantaaaaap
Yan Gege harus menang
NICE 👍👍👍👍👍👍
kompetisinya kok terus kapan perangnya dg golongan hitam
Keren dan bener keren tor
keeeerreeeeen
Jooooooooooooozzzss
mana mungkin membiarkan Yan Gedenya terkurung disel
jangan mundur kejarlah Yan Gege putri
usil sama Monster
wkwkwkwk sedih juga menahan kerinduan sama Yang Gege
Shou Yang harus bangkit tunjukan Pada Hwa er untuk menang
Kerinduan yg terbayar.. he.. he.. he
Hantu Kaisar Ming he... je... he
Mantap... mogok tidak mau keluar karena rindu Sou Yan
cincin dari gurunya kenapa tidak pernah dibuka bahkan tidak pernah tersentuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!