Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
Setelah selesai menonton mereka melanjutkan mengobrol bersama
"Ehh gimana kalo ngobrolnya di rumah gue aja" ucap nara
"Boleh" ucap rio
Mereka semua naik ke dalam mobil pasangan masing masing dan berangkat menuju rumah nara
Sesampai di rumah
Mereka masuk kedalam kediaman alexander
Rio, geo, renold, ronald terkagum kagum melihat betapa besarnya rumah adik, teman, dan leadernya itu
Hiasan hiasan di dalam dan luarnya membuat siapa saja terpana baik dari dalam maupun luar mansion ini
"Ini rumah lo nar, gila gede banget" ucap rio
"De lo dapet rumah segede gini dari mana" tanya ronald
"Kerja" ucap nara
"Kerja apa yg dapat menghasilkan uang, oleh anak 4 tahun" tanya renold
"Model luar negri dan,,, " ucap nara
"Privasi" lanjut nara
Duo R saling pandang dan menggedikan bahu tidak peduli
Mereka duduk di sofa ruang tamu
"Sarah, naya, audi, kesha, ikut gue keruang baca" ucap nara
Mereka semua pun pergi ke ruang baca, meninggalkan pasangan mereka
"Ada apa nar" tanya sarah
"Duduk dulu" ucap nara
Nara mengambil amplop yg berisi informasi informasi yg telah ia dapatkan
Nara memberikan amplop tersebut pada sahabatnya
"Baca " ucap nara
Sarah menerimanya dan langsung membacannya
Mata Sarah membulat melihat bukti bukti yg ada di tangan nya
Brak
"Sialan kita di tipu sama cabe murahan itu" ucap sarah sambil menggebrak meja
Naya langsung merebut bukti tersebut dan membacanya bersama sahabatnya yg lain
Nara mengambil leptopnya dan memasang flashdisk yg berada di amplop tersebut dan memperlihatkan rekaman cctv 14 thn lalu di kediaman Smith
"Kalian musuhin gue karena ini kan" ucap nara
Sahabatnya menonton rekaman cctv itu dengan seksama
Sarah dkk terkejut, ternyata cecil sedang mengadu domba mereka
"Sialan" umpat sarah
"Dasar chili" umpat audi
"Gue ketipu" umpat naya
"Jadi gini, gue kumpulin kalian kali ini, ada tugas buat kalian"
"Entah misi ini termasuk misi level mana, misi ini bisa menjadi misi mudah atau misi sulit"
"Jika kalian tidak bersedia tidak apa apa, kalian bisa keluar dari ruangan ini sekarang" ucap nara dengan wajah serius
Sahabat nara tersenyum miring
"Kami ini tidak selemah yg kau bayang kan" ucap sarah
Nara tersenyum misterius
"Hahaha, kalian emang sahabat gue" ucap nara
"Jadi gue minta kalian bersikap seperti biasa memusuhi gue, gue minta kalian deketin cecil dan cari informasi sebanyak banyak nya" ucap nara
"Sedang gue dan angga disini terus memantau pergerakan musuh, jika ada apa apa langsung hubungi gue" ucap nara
"Untuk kali ini itu saja, jika ada informasi lain kalian segera beri tahu gue" ucap nara
Sahabat nara mengangguk, mereka semua keluar dari ruang baca dan menghampiri angga dkk
"Ada apa yang" ucap rio pada kesha
"Misi" bisik kesha pada tunangan nya itu
Mereka semua mengobrol hingga larut malam
"Eh udah malem aja nih, kita belum makan malem" ucap rio
"Kagak usah ngode yo, bilang aja lo laper" ucap geo
Semua memutar bola mata malas, sedangkan yg merasa niat nya terbongkar malah cengengesan
"Yaudah kalo gitu gue masak dulu" ucap nara
"Kita ikut" ucap sahabat nara sambil berdiri mengikuti nara
"Enggak enggak, nanti yang ada dapur gue kaya kapal pecah" ucap nara
"Kalian tinggal makan aja, biar sm bibi gue yg masak" ucap nara
Sahabat nara mengangguk dan kembali duduk di samping pasangannya masing masing
Nara memasak bersama bi ijah (salah satu maid), sedangkan yg lainnya berbincang bincang
"Ayoo masakannya udah jadi" teriak nara
Sahabatnya dan angga datang, lalu langsung duduk di kursi makan
"Angga nya mana" tanya nara
"Lagi ke kamar mandi dulu katanya" ucap ronald
Tak lama angga datang dan langsung duduk di samping nara
Mereka semua makan dengan tenang
Selesai makan
"Bi tolong bersihin yh" ucap nara kepada bi ijah
"Baik non" ucap bi ijah sambil membereskan piring piring kotor
"Terima kasih bi" ucap nara di balas anggukan oleh bi ijah
"De" panggil ronald pada nara
Nara berhenti melangkah
"Apa" tanya nara
"Abang mohon kam-" ucapan ronald terpotong oleh nara
"Kita bicarakan di teras" ucap nara langsung menuju teras
Ronald, Renold dan angga menuju ke teras mengikuti nara
"Ngapain lo disini ngga, ini urusan keluarga " ucap renold
"Gue juga keluarga kalian" ucap angga
"Keluarga apa" tanya ronald
"Adik ipar" jawab angga langsung pergi menghampiri nara yg sedang menikmati halaman mansionnya yg cukup luas
"Apaaaa" teriak renold
"Berisik" ucap nara
Renold langsung bungkam mendengar suara adiknya itu
"Lo berdua mau ngomongin apa" ucap nara
"De abang mohon, abang kangen banget sama kamu, mommy sama daddy juga kangen sama kamu, kamu pulang yah" mohon ronald
"Atas dasar apa gue harus kembali, sedangkan kalian sendiri yang ngusir gue" ucap nara dengan nada dingin
"Abang mohon de, kita tau kita salah ngusir lo dari rumah" ucap renold
"Atau jangan jangan, setelah kalian liat gue berhasil tanpa kalian, kalian buat gue balik dan ngambil harta gue dan inget kalian bukan hanya ngusir gue dari rumah, tetapi menghapus nama gue di Kartu Keluarga" ucap nara dengan mulut tajam nya
"Dan apakah gue harus kembali ke keluarga yg lebih percaya anak angkat sendiri di banding anak kandung" tanya nara
"Kalian pasti sudah tau pasti jawaban gue, ini semoga bisa membantu kecurigaan kalian" ucap nara melemparkan flashdisk pada ronald
Ronald menangkapnya dengan sempurna
Nara langsung pergi meninggalkan mereka semua
Angga masuk ke dalam mansion menyusul nara
"Kalian kalo mau nginep kamarnya kayak biasa, yg cowo tanya sama bi ijah, gue duluan ke kamar" ucap nara langsung pergi ke kamar nya
Angga mengejar nara yg sudah memasuki kamar, namun di hentikan oleh sarah
"Et et, lo apain nara sampe kaya gitu" tanya sarah yg menghadang angga
"Tanya aja sama pacar kamu itu" ucap angga langsung menyusul nara ke dalam kamar
Sarah dan yg lainnya saling pandang
"Kita tanya aja sama duo R" ucap audi di balas anggukan oleh semua
Ronald dan renold datang dengan tertunduk bersalah
"Sebenarnya ini ada apa" tanya naya
Duo R duduk di sofa
"Jadi dulu itu kami punya ad-" cerita renold yg terpotong oleh ucapan sarah
"Intinya" ucap sarah
"Jadi nara itu adik kita, gue udah mohon sama dia, tapi di gak mau balik dan malah ngasihin flashdisk ini" ucap ronald
"Coba lihat dulu" ucap naya sambil berjalan mengambil leptopnya di kamar yg biasa ia tempati saat menginap
Sarah menyambungkan flashdisk itu pada leptop naya dan terputarlah rekaman cctv kediaman Smith 14 tahun yg lalu
Duo R terkejut bukan main, mereka salah mempercayai orang, dan itu membuat mereka semakin merasa bersalah pada adiknya itu
"Sudah kita pikirkan lagi besok okey, sekarang kita tidur dulu" ucap sarah
Sarah menyimpan flashdisk itu di saku ronald
"Bi kamar buat mereka di mana" ucap naya
"Di lantai dua, di kamar sebelah yg non pakai" ucap bi ijah
Sahabat nara mengangguk, sarah membawa ronald dan naya membawa renold menuju kamar yg di maksud bi ijah
Mereka menemani kekasihnya hingga terlelap dan kembali tidur di kamarnya bersama kesha dan audi
___________________________
Sedangkan di kamar nara dan angga
"Apa gue terlalu kasar yah sama mereka" tanya nara sambil memandangi dirinya di depan cermin
"Enggak, lo gak salah" ucap angga sambil memeluk nara dari belakang
"Tapi ngga seharus nya gue gak bilang kayak gitu ke mereka" ucap nara
Angga membalikan tubuh nara menghadap dirinya dan mengecup puncak kepala istrinya itu
"Kamu gak salah, ini semua sudah seharusnya kamu lakukan" ucap angga
"Udah sekarang tidur" ucap angga
Mereka berbaring di kasur dan mematikan lampu kamar
"Nar" panggil angga
"Hmm" dehem nara
"Pengen yang kaya kemarin malem" ucap angga sambil tangannya yg mulai menggerayangi tubuh nara
Mata nara membulat
"Enggak" jawab nara singkat
"Yang,,," ucap angga dengan mata puppy eyes nya
"Enggak, atau tidur di luar" ucap nara sambil menunjuk pintu keluar kamar
Angga cemberut dan kembali memejamkan matanya
Melihat angga yg sudah tertidur, nara ikut menyusul ke alam mimpi
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini