♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epilog page 17
♡LOVE IN VALMOR♡
Dengan cepat Alena mengganti pakaian yang telah dipersiapkan oleh Furi sebelumnya...
Gugup dirinya terburu-buru mengganti pakaian...namun tak lama Avan kembali kekamar mereka dan suasana canggung pun terjadi lagi kepada mereka...
Dengan wajahnya yang menunduk Avan pun tidur dikasur yang dipersiapkan untuk mereka dengan gugup...
"Kau...kau tidurlah disampingku...aku tidak akan melewati batas guling ini...ini adalah batas ki..kita!" (Ujar Avan dengan gugup sambil menaruh guling ditengah-tengah kasur tersebut)
Alena terdiam dan perlahan ia pun merebahkan dirinya disamping Avan...
Namun dengan cepat keduanya membalikkan tubuh mereka kearah yang berlawanan agar tidak saling berhadapan...
Sunyi diantara keduanya yang tampak tidak bisa tidur sedari tadi...
"[Apa-apaan ini?...ini sangat mematikkan!!...aku benar-benar tidak bisa bergerak...sepertinya tubuhku keram karena sedari tadi berposisi miring seperti ini!!...kecanggungan ini benar-benar membuatku gila!]" (Ujar Avan didalam hatinya dengan ekspresi kesalnya)
"[Ya tuhan!...apa yang harus kulakukan??...punggungku rasanya sangat gatal!!...tidak tidak!...aku tidak boleh bergerak sedikitpun!!...sumpah kecanggungan ini benar-benar...huaaaa!!!...gatal banget punggungku!!]" (Ujar Alena didalam hatinya dengan ekspresinya yang menahan gatal pada punggungnya)
Cukup lama keduanya menahan pergerakan mereka...hingga beberapa lama kemudian Alena yang tak lagi bisa menahan rasa gatal pada punggungnya tersebut...ia pun duduk dari berbaringnya ia dan berteriak dengan bahasa indonesia...
"Ya tuhan...aku tidak bisa menahannya lagi!!!" (Teriak Alena dengan bahasa indonesia sambil menggaruk punggungnya)
Saat mendengar Alena teriak mengatakan hal itu...Avan pun terkejut dan menatap Alena dengan ekspresi terkejutnya...
Terus menggaruk Alena hingga pakaian yang ia pakai sedikit terbuka...ia pun tersadar dengan tatapan Avan yang menatapi dirinya...
"Yaaa!!!...apa yang kau lihat??" (Teriak Alena dengan bahasa Indonesia)
"Apalagi??...apalagi yang bisa kulihat darimu?...kau benar-benar wanita aneh...tadi kau bilang tidak ingin malam bulan terjadi...tapi lihatlah sekarang...kau bahkan berteriak memintanya kepadaku!" (Ujar Avan dengan nada tingginya menatap pakaian Alena yang hampir terbuka) (dengan bahasa Valo)
"A..apa???...tidak!!!..aku tidak meminta itu kepadamu!!" (Saut Alena dengan teriak dan panik)
"Hah!!...benarkah?...baru saja kau berteriak tidak menahannya lagi!!...apa kau lupa??...hahahaha!!...inikah kepolosanmu Gadis bumi??...kau tidak perlu berteriak jika menginginkan hal itu...kau tau...aku adalah seorang pangeran...tentu saja hal itu harus kita lakukan...tidak perlu terburu-buru seperti itu!" (Ujar Avan dengan nada mengejeknya dan tertawa menatap Alena)
"[Pria ini benar-benar tidak waras!!!]" (Teriak Alena didalam hatinya menatap Avan dengan kesal)
"Sudahlah...aku mengantuk!...besok...besok kau bisa memintanya lagi...tidurlah...aku tau kau sangat menginginkan itu malam ini..tapi..." (Ujar Avan dengan tersenyum smirk sambil menarik selimut)
Belum sempat Avan menyelesaikan ucapannya...seketika Alena pun melemparkan guling tepat diwajah Avan...
"Apa kau tidak waras??!!" (Teriak Alena dengan bahasa indonesia)
"Yaa!!..apa yang kau lakukan??...berani-benarinya kau melemparkan guling itu kewajahku!!...apa kau sadar?...aku adalah pangeran mahkota negeri Valmor!!"
Tak terhiraukan oleh Alena ucapan Avan kepada dirinya...Alena pun mengambil bantal miliknya dan merebahkan dirinya disebuah sofa yang ada didekat kasur mereka...
"Kau sama sekali tidak memiliki sifat seorang pangeran!" (Gumam Alena sambil merebahkan dirinya disofa)
"Kenapa kau tidur disitu??...jika para binatu melihatmu disana besok...maka malam bulan akan diulang kembali!" (Ujar Avan dengan kesal menatap Alena tak menghiraukan ucapannya)
"Ya!..apa kau tidak mendengarkanku??!!" (Teriak Avan dengan bahasa Indonesia)
Dengan cepat Avan pun menghampiri Alena dan menggendongnya dengan paksa...
"A..apa yang kau lakukan??...lepaskan aku...lepaskan!!!" (Teriak Alena dengan panik)
Avan pun menurunkan Alena diatas kasur mereka...
"Kau harus tidur dikasur ini...jika tidak...tubuhmu akan sakit" (Ujar Avan sambil mengambil bantal miliknya)
"Tidak aku tidak ingin tidur dikasur ini denganmu!!"
Avan pun melemparkan bantalnya kearah sofa dan ia pun merebahkan dirinya disofa tersebut...
"Tidurlah!!...besok adalah hari yang berat untukmu" (Ujar Avan dengan matanya yang terpejam)
"Hah!...dia sangat aneh!!" (Gumam Alena dengan bingung)
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii