NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut

Pagi itu, Alisha terbangun oleh suara berisik yang berasal dari sebelahnya. Ia mengucek matanya dan menoleh ke arah Giovan.

"Ughhh, Gov!" seru Alisha.

Giovan yang sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper, mendongak menatap Alisha.

"Kau sudah bangun?" tanyanya sambil melanjutkan kembali kegiatannya yang sempat tertunda tadi.

"Hm, kau sedang apa?" tanya balik Alisha seraya menyenderkan kepalanya di bantal.

"Aku sedang membereskan baju, pagi ini aku akan ke luar negeri," jawab Giovan.

Mata Alisha seketika melebar. "Apa, keluar negeri?!" pekik Alisha yang langsung duduk.

"Iya!"

Giovan menutup koper miliknya dan menarik ritsletingnya. Alisha segera turun dari ranjangnya dan berniat mendekati Giovan. Namun..

"Kalau begitu, bia.. Awww!" ucapan Alisha terhenti karena tiba-tiba saja kakinya tak mampu berjalan dan area miliknya terasa perih.

"Ssshh, sakit sekali," lirih Alisha yang terdengar jelas oleh Giovan.

"Kau diam-diam saja, lupa apa semalam habis ngapain!" ujar Giovan.

Blussh.

Pipi Alisha tiba-tiba saja merona, terutama saat dia menyadari bahwa tubuhnya belum terbalut pakaian untuk menutupi kepolosannya.

"Iya, iya."

"Nih, pakai dulu baju kamu!"

Alisha segera mengambil daster yang Giovan berikan padanya dan memakainya.

"Kau akan ke mana tadi?" tanya Alisha kembali.

"Luar negeri," jawab Giovan acuh tak acuh.

"Iya, ke mananya?"

"Rusia."

"Dengan siapa?"

"Kakek."

"Hanya berdua?"

"Ya."

"Aku ikut, boleh?"

Giovan yang sedang memasang tali sepatunya sempat terhenti, dan memandang wajah istrinya.

"Boleh, kan?" tanya Alisha dengan senyuman manis di bibirnya. Namun, jawaban suaminya membuat senyuman Alisha sirna.

"Tidak!" jawab Giovan singkat, padat, jelas.

Giovan segera bangkit dari tempatnya duduk dan menghampiri Alisha. "Aku mungkin akan lama, jadi kau baik-baik di sini."

Tangan Giovan terulur untuk mengelus belakang rambut Alisha. "Aku pergi dulu."

"Tapi.."

Cup.

Tanpa diduga Giovan justru mencium kening Alisha, dan membuat Alisha sendiri mematung. Dia agak tak percaya saat Giovan mencium keningnya.

Sedangkan Giovan segera menjauhkan mulutnya dari kening Alisha.

"Aku pergi dulu," pamit Giovan.

Kepala Alisha mendongak untuk menatap wajah suaminya, yang sedang menatapnya juga.

SREKK.

Tiba-tiba saja Alisha menarik dasi Giovan, dan membuat tubuh Giovan maju mendekati wajah Alisha.

Cup.

Kini giliran Alisha yang mencium bibir Giovan sekilas. Ia menatap telinga Giovan yang tampak memerah.

Lalu melanjutkan aksinya untuk melumat kecil bibir suaminya. Awalnya Giovan hanya diam, tapi akhirnya dia terlena juga oleh Alisha.

"Umhh..."

Alisha hampir kesulitan bernapas, karena ganasnya ciuman Giovan. Giovan sendiri sepertinya tidak ingin melepaskan Alisha sebelum keduanya sama-sama kehabisan napas.

Hingga suara ketukan pintu membuat keduanya terhenti.

Tok. Tok. Tok.

"Tuan Giovan, Tuan Edward sudah menunggu Anda."

Tok. Tok.

Giovan dan Alisha sama-sama menatap ke arah pintu, lalu Alisha mengalihkan perhatiannya pada Giovan.

"Sudah ditungguin tuh," ucap Alisha.

Giovan menundukkan kepalanya di ceruk leher Alisha. "Hm, aku pergi dulu," gumam Giovan.

Saat Giovan ingin bangun dari tubuh Alisha, Alisha justru menahannya. "Sebentar, kau harus ku kasih tanda."

Kepala Alisha mendekati leher Giovan, dan dengan sengaja ia menggigit kecil leher suaminya itu.

"Ssshh, Lis," desis Giovan.

Bukan sakit, Giovan justru terangsang dengan aksi istrinya itu.

"Dah, sana. Aku hanya memberikan tanda merah saja, untuk memberitahukan orang-orang jika kau sudah memiliki istri yang cantik."

Giovan diam. Ia fokus memandang wajah Alisha yang terlihat berbeda dari sebelum mereka menikah sampai sudah menikah seperti sekarang.

Tok. Tok.

"Tuan Giovan??"

Giovan tersentak kaget. Pria tampan itu menatap ke arah pintu sambil berdecak kesal.

"Lihat saja, akan ku pecat dia!" ucap Giovan.

Alisha terkekeh kecil.

"Pergilah," seru Alisha.

"Hm, kau baik-baik di sini. Kalau terjadi sesuatu, hubungi aku."

"Ya."

Giovan mengambil sesuatu dari dalam laci, dan menyerahkannya pada Alisha.

"Ambil lah ini. Kedua pistol ini mempunyai kelebihan masing-masing," ucap Giovan.

Alisha segera mengambil dua pistol yang Giovan berikan. "Apa kelebihannya?" tanya Alisha.

"Satu pistol ini dia beracun. Jika kau menembakkannya pada orang lain, kemungkinan dia akan meninggal. Namun, tidak langsung meninggal, melainkan menunggu beberapa detik dulu."

"Untuk yang satunya lagi, dia pistol kematian. Kenapa disebut kematian? Karena jika orang yang kamu tembak menggunakan pistol tersebut, dia akan langsung mati. Tapi, matinya hanya 2-3 jam saja, tergantung daya tubuhnya masing-masing," jelas Giovan.

Alisha mengangguk mengerti. "Baiklah, aku mengerti."

"Hm, gunakanlah sebaik mungkin kedua pistol itu. Jika kau ingin menahan musuh tanpa membunuhnya, maka gunakan pistol kematian. Tapi jika kau ingin membunuhnya langsung, maka pakailah pistol beracun itu."

"Ya, aku paham."

"Kalau begitu aku pergi dulu."

Giovan menarik koper miliknya dan menatap Alisha yang tersenyum. "Hm, semoga kau baik-baik saja."

"Kau juga."

Tok. Tok.

"Tuan Gov.."

"Hah, iya!!" teriak Giovan setengah kesal.

Alisha tertawa kecil melihat Giovan, lalu ia memandang pistol di tangannya.

"Pistol ini, dulu aku sangat sulit untuk mendapatkannya. Tapi sekarang dengan mudahnya aku bisa dapat," gumam Alisha.

Alisha menerawang jauh. Dia bisa menggunakan pistol kematian ini untuk membunuh sahabatnya dan mantan kekasihnya dulu.

"Dendam itu masih ada! Bahkan sampai aku dihidupkan kembali," batinnya.

---

Giovan menuruni tangga, dan dia melihat koper Kakeknya yang sudah tak ada.

"Ke mana Kakek?"

"Astaga, Gov, Kakek-mu sudah dari tadi menunggu di mobil!" ucap Emeline.

"Iya kah?"

"Iya! Sudah, sana cepat kau hampiri. Nanti bisa ngamuk Kakek-mu karena kau yang lelet!"

"Iya, iya."

Giovan menatap ke arah satu pelayan. "Kau ke mari!"

"Iya, Tuan."

"Siapkan sarapan untuk Alisha, dan bawa ke kamarnya. Dia tidak bisa turun ke bawah karena kakinya yang sedang sakit," titah Giovan.

Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya. "Baik, Tuan."

Setelahnya Giovan segera pergi, meninggalkan Emeline yang diam-diam tersenyum lebar mendengar perkataan Giovan yang perhatian pada Alisha.

"Semoga rumah tangga kalian selalu diberkati oleh Tuhan," batinnya.

---

"Kakek."

Edward yang sedang memejamkan matanya langsung menatap tajam Giovan. "Astaga, Giovan, kau lama sekali!"

"Kamu tidak berpamitan dulu pada Alisha," ucap Giovan yang sengaja menggunakan nama istrinya agar Edward tak jadi marah.

"Ohh, Kakek kira kamu ke mana! Ya sudah, kalau begitu kita jalan sekarang!"

"Hm."

Giovan bernapas lega karena Kakeknya tak jadi marah.

---

"Markasku hancur oleh Giovan dan kakek tua itu!"

"Markasku juga! Bahkan bahan-bahanku ludes olehnya!"

"Kalian masih mending markas! Aku, rumah, markas, dan istriku yang sedang hamil pun dibuat mati oleh The Dangerous Devil!!"

"Sepertinya kita bertiga memang harus bersatu untuk menghancurkan The Dangerous Devil."

"Hm, aku setuju!"

"Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa menghancurkan The Dangerous Devil?"

"Kita gunakan orang yang menjadi kelemahan Giovan, dan juga Edward!"

"Siapa?"

"Alisha!" jawabnya sambil menyeringai kecil.

---

"Haaahimm!" Alisha tiba-tiba bersin. "Dih, siapa nih yang lagi ngomongin gue!" gumam Alisha.

---

"Alisha, istri Giovan?"

"Ya, dia adalah kelemahan keluarga itu!"

"Bukankah Giovan sangat membencinya? Kita semua tahu rumor itu, karena istrinya jelek."

"Hm, Giovan memang membencinya, tapi Edward..."

"Kalian tahu, Edward sangat menyayangi menantunya yang jelek itu. Bahkan dia menyiapkan ratusan bodyguard tersembunyi untuk menantunya!"

"Kalau begitu, berarti kita harus menculiknya!"

"Jangan, jangan kita culik. Tapi kita bunuh secara langsung!"

"Bagaimana caranya?"

"Aku dengar pagi ini Giovan dan Edward sedang ada misi di Rusia. Dan itu artinya mereka tidak ada di mansion-nya."

"Lalu, maksudmu kita menyusup ke sana?"

"Ya. Kita harus datangi mansion-nya, sekalian kita buat habis seluruh keluarga itu!"

"Baiklah, aku setuju!"

"Aku juga."

Mereka bertiga adalah musuh-musuh Giovan, orang yang pernah berurusan dengan Giovan dan juga orang yang dengki atas pencapaian The Dangerous Devil.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!