Anna adalah Seorang gadis berusia 25 thn, putri dari Pak Ahmad dan Ibu Yuni, Anna perempuan yang sangat Baik, Sholeh, tegas, dan Kekeh atas Pwndirian nya.
Devan, Devan (27 Thn) dia adalah calon Bos besar di perusahaan, yang sangat di Impikan oleh Anna, namun Devan aladah orang yang sangat tidak suka dengan cara berpakaian Anna yang tertutup Sempurna, Devan ingin Anna merubah Penampilan nya,
Akan kah Anna menuruti Kemauan Devan untuk Mengubah cara Berpakaian nya ?? hanya Karna Anna sangat menginginkan sekali , berkerja di perusahaan Devan.
Yo lanjut unguk Membaca, Semoga Suka dan di tunggu vote, like dan coment nya.
Kisah mereka sangat menguras air mata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian Devan.
BAB 34.
Selama Devan sedang Menjalani tindakan Operasi, Anna sangat susah untuk di ajak Berbicara. Yang Anna lakukan hanya menggerakan bibir nya, Anna terus berdoa dan Berzikir dalam hati nya.
Ayah Anna menghubungi Orang rumah untuk ikut serta mendoakan Devan.
"Hallo .... Assalammualaikum, Bunda " ~ Ayah Anna
"Waalaikumsalam Yah ... " ~ Ibu Anna.
"Bunda, Tolong doa kan yang terbaik untuk menantu kita, Nak Devan sekarang sedang menjalani, Operasi. " ~ Ayah Anna.
"Innalilahi ... Benarkah itu yah ?? Anak kita bagaimana ?? " ~ Ibu nya Anna panik.
"Iya Bun, Nak Devan mengalami Penggumpalan cairan di kepala nya. Anna hanya terdiam saja Bun, Anna terus ber doa untuk Suami nya !! " ~ Ayah Anna terlihat sangat terpukul.
"Ya Alloh, Lindungi lah Anak menantu ku, Berikanlah kesembuhan untuk nya, dia Orang yang sangat baik dan Sholeh, Selamatkan lah dia ... Aamiin " ~ Doa Ibu nya Anna dalam Via Tlp itu.
"Aamiin Bunda ... Mudah-mudahan Semua nya Baik-baik saja. " ~ Ayah Anna pun menutup Sambungan tlp itu, sebelum Menutup tlp Ayah Anna menanyakan Cucu nya. Dan Ibu nya Anna menitipkan Pesan pada Anna. Agar bisa tenang.
Sudah hampir 2 jam Anna Terluntang-lantung di depan pintu ruangan Operasi itu. Badan Anna sudah lelah rasa nya, namun Hati Anna membuat tubuh dan pikiran nya tidak bisa tenang rasa nya, Tangan Anna sudah sangat merah saat itu, karna rasa cemas yang begitu besar, Anna terus saja Meremas-remas tangan nya.
Anna melihat Knop pintu Ruangan itu bergerak, tanda ada yang akan keluar dari ruangan itu.
Anna tak berani mendekat, Anna hanya memperhatikan saja, siapa yang hendak keluar. Ayah Anna langsung Berdiri terperanjat.
Ternyata Dokter Heru dan Pak Wijaya yang keluar. "Bagaimana Dok ?? Apa Semua Baik-baik saja ?? " Tanya Ayah Anna Tergesa-gesa.
Dokter Heru pun hanya tersenyum Lembut, kelihatan sekali saat itu Dokter Heru sangat Lelah. Dokter Heru tidak menjelaskan Apa-apa, Hanya memegang Pundak Ayah Anna dan Berkata. " Sabar ya Pak, Berdo'a saja !! " Dokter Heru pun pergi menuju Ruangan nya.
Anna langsung menghampiri Ayah Mertua nya.
"Pah, Apa semuanya Baik-baik saja ?? " Anna menatap Ayah mertua nya sangat sendu dengan Mata yang begitu sembab.
Pak Wijaya hanya tersenyum. "Operasi berjalan dengan Baik nak, cuma Dokter belum bisa menjelaskan lebih lanjut, Perlu waktu untuk melihat perkembangan Devan. " Ujar Pak Wijaya, sambil Menenangkan Menantunya tersebut.
Anna menghela Napas panjang yang sangat Berat. "Lelah sekali rasa nya. " Anna sampai lupa belum ada makanan yang masuk ke dalam perut nya. Anna meminta ijin untuk ke Mushola menunaikan Sholat dzuhur, setelah itu akan ke Kantin.
Ayah Anna dan Ayah Devan pun beranjak dari tempat duduk nya, untuk sejenak keluar mengisi Perut nya yang dari tadi sudah berisik. Mungpung Devan masih dalam pengawasan Team Medis.
Selang Beberpa Menit, Mereka pun tiba ke tempat Semula, ketempat dimana Devan sedang Berusaha mempertahan kan nyawa nya. Mereka pun Duduk kembali.
Tiba-tiba salah satu Perawat Lari tergesa-gera keluar dari Ruangan Devan.
Anna Panik, mencoba mempertanyakan Apa yang terjadi.
"Mohon Maaf sebentar Bu !! "Jawab Perawat itu, tergesa-gesa menuju ruangan Dokter Heru.
Anna Panik, begitu Pun Ayah Anna dan Ayah Mertua nya Anna.
"Ada Apa ini Pah ?? " Anna bertanya Pada Kedua Ayah nya.
Namun tidak Ada yang berusaha menjawab Pertanyaan Anna. Mereka hanya melihat ke arah kaca kecil yang ada di pintu ruangan itu. namun tidak terlihat sama sekali apa yang sesang terjadi.
Dokter tiba dengan sedikit Berlari, menuju ruangan Devan.
Anna menyambut Dokter Heru dengan rusuh.
"Ada Apa Dok, coba jelas kan !! " Dokter aheru hanya mengadahkan kedua tanngan ke ke arah Anna.
Anna terus memaksa Dokter Heru, Dokter Heru semaken keras berlari menuju Ruangan Devan. Lari ... Lari ... dan lari.
Hingga Anna di pegangi Oleh sang Ayah.
"Sabar ... Nak !! " Ucap Ayah Anna sambil Memeluk Putri nya.
"Mas Devan ... " Teriak Anna sangat Keras, Anna Tak perduli kalau dia sedang dalam Lingkungan Rumah sakit, yang Lirang sekali untuk Berisik.
TiT*********tttttt . Suara Monitor dalam Ruangan Devan berbunyi.
Ayah Devan yang mendengar nya, langsung terperanjat. Anna yang jauh dari ruangan Devan, kaget melihat Ayah mertua nya Tertunduk Lesu di Lantai.
Anna terdiam dalam tatapan nya, begitu Pun sang Ayah. " Yah, Pak Wijaya kenapa ?? " Tanya Anna pada sang Ayah.
Ayah Anna tidak merespon perkataan Anna, mereka langsung Berlari menghampiri Pak. Wijaya.
"Papah ... Papah kenapa ?? " Tanya Anna Gemetar dan Gugup.
Pak wijaya Hanya menangis tak bersuara, lalu berteriak. "Devan********" Suara tangis pun pecah dari mulut seorang Lelaki paruh baya itu.
Dokter pun keluar. Anna bangkit dari duduk nya, dan membiarkan Ayah mertua nya masih tertunduk di temani oleh Ayah nya.
Dokter Heru menatap sendu pada wanita yang kini ada di hadapan nya. "Mohon Maaf Bu, Kita sudah berusaha sebaik mungkin, namun Sang Maha Kuasa Lebih sayang pada Pak Devan. "
Duar******.
Petir menyambar hati dan tubuh Anna. Anna Ambruk seketika tanpa mengedipkan Mata Anna terus menatapi kenyataan pahit yang sedang ia hadapi saat ini. "Inallilahi waina ililahirojiun, " Ucal Anna getir sambil menutupi mulut dengan kedua tangan nya.
Sekuat tenaga Anna bangkit dan berlari menuju Brankar Suami nya. Anna di buat bisu seribu bahasa, setelah melihat orang yang di cintai dan yang mencintai nya, sudah terkapar tak berdaya, wajah nya pucat pasi, balutan Perban telah mengelilingi kepala Suami nya itu.
Anna sungguh tidak percaya, Sedikit demi sedikit Anna menghampiri tubuh sang Suami.
Anna membungkukan badan nya untuk mendekati wajah sang Suami, dengan getaran yang kini ada dalam tubuh nya, Anna mengangkat sebelah tangan nya untuk mengusap, kepala sang suami. Bergetar sangat jelas sekali tangan Anna.
"Pah ... Pah ... Pah ... " Anna Memanggil dengan nada getir namun Pelan, berhadap Devan menkawab nya.
Anna menatapi Wajah sang Suami. seketika wajah Anna terjatuh di dada Bindang sang Suami, Tangisan kini Pecah, Anna memeluk erat sang Suami.
"Pah .. katakan ini hanya lah Lelucon, Papah masih ada kan, Bunda tau Papah sangat Kuat ?? " Tubuh Anna seperti kehilangan nyawa nya, hampa, sangat tidak ada rasa, hanya hati nya saja yang tetasa sesak.
Tubuh Anna di Bangkitkan oleh Sang Ayah. "Tidak boleh begini Nak, Ikhlas kan, jangan Biarkan Air mata mu jatuh, di atas Tubuh suami mu itu, walau pun itu hanya satu tetes saja, itu tidak Baik Nak, Berdoa lah Antar kan Suami mu dengan doa tulus dari hati mu, itu yang Suami mu butuh kan sekarang. "
Anna hanya menangus di pelukan Sang Ayah. Sementara Pak Wijaya, hanya mengusap wajah dan Kepala Anak semata wayang nya, yang kini sudah tidak bisa Memanggil nya dengan sebutan Papah lagi. Tagis sudah memenuhi wajah Pak Wijaya.
"Nak, kenapa kau Pergi meninggalkan Papah mu, yang sudah Tua Renta ini. " Ujar peluh, sang Ayah sambil terus mengusap, Tubuh Devan yang sudah mulai mendingin.
"Mas kenapa kau Pergi tanpa Pamit. " Ucap Anna sangat sakit dan tak berdaya, rasa nyantuk berdiri Pun kaki Anna sangat susah untuk menopang nya, namun Sang Ayah terus menahan Tubuh Putri nya, agar tidak Ambruk le lantai.
Mereka bertiga terus meratapi Devan, yang kini hanya terihat Tubuh nya saja, tanpa Ada Devan di dalam nya.
mampir juga di karya ku kakak dan semoga bermanfaat kakak 🙏
ditunggu kelanjutanx🙏🙏🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
salam dari kamulah harapanku
BELUM SIAP MENIKAH(BADBOY VS GOODGIRL)
5 like untukkmu
mari kita lanjut baca lagiiiiii
*HUJaN DIBALIK PUnGGUNg
*SUAMiKU CEO GANAS