Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suka Dan Duka
Malam ini Jagat berdiam diri di depan gerbang asrama Arina. Dia berusaha menarik belas kasihan dari Arina.
“Ar, Tuan muda mu ada di depan itu loh, kasian udah dari sore tadi dan sekarang kayaknya mau hujan.” ucap salah satu siswi yang sama sama tinggal di asrama tersebut.
Entahlah kata kata itu menyadarkan Arina, tentang hubungan mereka sebenarnya, Tuan dan asisten pribadinya. Sakit memang, tapi itulah faktanya.
Dengan wajah yang sembab dan mata yang bengkak karena kelamaan menangis Arina turun menemui Jagat.
Jagat langsung berdiri dari motornya, “Maafin aku Ar, Jangan kayak gini, Aku nggak suka.” Jagat langsung memeluk Arina dengan erat.
“Pulanglah.”
Hujan deras langsung turun seolah tau duka diantara mereka saat ini.
“Ar, aku nggak suka sama Elona.”
“Jagat, sejak awal kita nggak ada hubungan apapun.”
“Ada, aku suka sama kamu.”
“Hanya suka.”
“Ar, aku serius, jika nikah nanti kamu yang bakalan ku nikahi.”
“Kita berbeda Jagat, Kamu Tuanya dan Aku Budaknya.”
“Kamu ngomong apa sih, Kamu segalanya buat ku Ar,”
Arina tersenyum hambar, “Tapi faktanya aku nggak sepenting itu kan Gat, kamu bohongi aku selama ini, kamu sembunyikan semuanya tentang kita, dan faktanya ada wanita lain yang bisa memiliki mu selamanya.”
“Enggak Ar, aku milikmu Ar.”
“Pulanglah Gat, cukup perasaan ku aja yang kamu hancurkan, jangan masa depanku, aku yakin eyangmu nggak akan tinggal diam jika tau kamu di sini, jadi aku mohon, pergilah, menjauh lah dariku.”
Air mata mereka mengalir deras tetapi tersamarkan oleh derasnya air hujan.
“Ar aku mohon, tetaplah di samping ku sampai kapanpun, Aku cinta sama kamu Ar.” Jagat saat ini berlutut di hadapan Arina dengan wajah yang benar-benar memohon.
“Jika kamu cinta sama aku tolong buktikan.”
“Iya aku akan buktikan, aku suruh nunggu sampai umurku 18 itu karena kamu gadis yang bakalan aku lamar Ar.”
“Jauhi Aku Jagat, jika kamu benar-benar mencintai ku, tapi jika kamu masih kayak gini, dan menghancurkan masa depanku, Aku akan membencimu seumur hidupku.” Ucap Arina dengan yakin dan tegas.
Jagat langsung terduduk lemas di antara derasnya hujan yang terus membasahi tubuhnya, Arina langsung menepis tangan Jagat yang masih memegang nya sejak tadi.
Arina berlari meninggalkan Jagat yang masih terdiam membeku, begitu juga dengan Arina hatinya sangat sakit, tapi dia lebih cepat untuk sadar diri, Arina langsung masuk kamar dan menguyur dirinya dengan air, dia kembali menagis sejadi jadinya.
“Ini yang terbaik Arina, ini yang terbaik.” Ucapnya terus menerus meyakinkan dirinya sendiri.
“Kamu sudah benar Arina.”
“Jangan sedih lagi.”
“Ada Ibu yang harus kamu bahagiakan dan membuatnya bangga memiliki anak seperti mu Arina.”
“Sakit hati ini pasti berlalu.”
“Ini yang terbaik untukmu dan Jagat Arina.”
“Jagat juga berhak mendapatkan yang terbaik.”
“Jika terus bersama nya, hubungan kalian sudah nggak sehat.”
“Ayo bangkit Arina, ini keputusan yang benar.”
Arina terus memeluk dirinya sendiri, dia mengajak seluruh jiwanya dan tubuhnya untuk mengikhlaskan semuanya.
“Ini hanya secuil suka dan duka perjalanan hidupku saat bersama Jagat, yang harus ku ikhlaskan mulai detik ini, yakin besok akan dapat yang lebih lagi, dan semuanya pasti berlalu seiring berjalannya waktu.”
Arina kembali memeluk dirinya sendiri sambil menangisi keadaan, di iringi dengan belaian air yang mengalir membasahi tubuhnya.
“Sakit Banget Tuhan.”
...----------------...
...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...