Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merajuk Koo
Pagi hari.
" Ngga kenapa nggak bangunin gue seperti biaaanya?? " tanya Ira kesal karna Rangga tak membangunkannya.
" Gue udah bangunin, loo nya aja yang ngebo." Ucap Rangga tak kalah kesal, karna dari tadi Rangga bangunin Ira nggak direspon sama sekali oleh Ira, sekarang??? yang disalahin malah gue.
" Tapikan lo punya cara lain klo gue nggak bangun," ucap Ira masih kesal.
" Udah gue lakuin semua. Tapi lo apa?? nggak ada respon sama sekali?! sekarang malah gue yang disalahin, gimana sih?? " ucap Rangga.
" Tauk ahh, sebel gue." Ucap Ira.
" Serahh lo. Gue kagak peduli, " ucap Rangga.
" Berangkat nggak?? " tanya Rangga, tak ada jawaban dari Ira.
Ira langsung melangkahkan kakinya pergi dari apatermen. Rangga hanya geleng geleng kepala melihatnya.
Dimobil hanya kehening yang menyelimuti, sampai akhirnya tiba diparkiran skolahan.
Ira bergegas pergi dari mobil menuju kekelasnya.
" Raaa eii tungguin." Teriak Rangga, tak direspon oleh Ira. Rangga berlari menjajarkan langkahnya dengan Ira yang tertinggal jauh.
" Raa tung guin." Ucap Rangga nggos nggosan.
" Maaf lahh Raa, jangan kek gini!! " ucap Rangga saat hampir sampai didepan pintu jelas.
" Raa nggak baik diemin suami kek gini, apalagi hanya gara gara hal sepele kek gitu. " Ucap Rangga mampu membuat langkahkan Ira berhenti.
Ditatapnya manik mata Rangga dengan lekat.
" Ngga maafin gue," ucap Ira lirih sambil menundukkan kepalannya.
" Iya gue maafin, tapi jangan diulangin lagi ya Ra. Nggak baik kayak gitu" ucap Rangga mendapatka anggukan dari Ira. Dipeluknya tubuh mungilnya Ira.
" Ehemmmm Ehemmmm, masihh Pagi sayangg!! " ucap Siska dari belakang pintu.
" Pagii dunia tipu tipu. " Ucap Rizki memelas.
" Pagi dunia nyata yang tak akan pernah seperti dunia mimpi yang terasa nyata." Ucap Rizki lagi, Erick hanya diam tak menyauti ucapan teman temannya mungkin dia masih kesal dengan apa yang dilakukan oleh Ira dan Rangga kemarin. Oliv sama Bastian?? jangan ditanya lagi! pasti tidak akan menyauti sama sekali.
" Ya udahh yokk masukk!! bentar lagi bel 🔔" ucap Siska. Dianggukin oleh semuanya.
Saat jam pelajaran Ira memperhatikan Erick yang hanya diam dari tadi.
" Ngga. " Ucapnya berbisik.
" Apaan?? " ucap Rangga. Rangga memilih pindah tempat duduk disamping Ira, agar bisa menjaga Ira.
" Perhatiin dehh! " ucapnya.
" Apaan yang diperhatiin?? " tanya Rangga.
" Itutu tu lihatt! " jawab Ira sambil menunjukkan ke arah Erick.
" Kenapa?? " tanya Rangga.
" Ada yang anehkan sama Erick?? dari tadi diem mulu." Ucap Ira.
" Hemmm apa dia marah sama kita ya Ra?? karna kemarin?? " ucap Rangga.
" Entahlahh gue juga nggak tau. Mungkin sihh, nanti coba kita tanya ama dia. " Ucap Ira mendapat anggukan dari Rangga.
Bel 🔔 🔔 🔔 berbunyi pertanda istirahatt dimulaii.
Ira and the gang berada dikantin biasa.
" Rickk" ucap Ira berbisik.
" Hemmm? " hanya deheman .
" Loo marah ama gue dan Rangga?? " tanya Ira, tak dijawab oleh Erick.
" Erickkkkkk!!!! " ucap Rangga berbisik
" Apaan?? " ucap Erick.
" Loo nggak bisa marahkan sama gue?? hemm?? " tanya Rangga, tak mendapat jawaban dari Erick.
" Erickkkkkk???? " ucap Rangga sekali lagi.
" Nggak." Ucap Erick, memang dari dulu Erick tidak bisa jika disuruh marah sama Rangga berlama lama. Entahlah mungkin Erick sudah menganggap Rangga seperti saudaranya sendiri.
" Yaa gitu dongg. " Ucap Rangga.
" Kalian tau nggak?? " ucap Erick.
" Apaan?? " jawab berdua kompak.
" Sandal gue ketinggalan du apatermen loo!! " ucapnya memelas. Ira dan Rangga hanya tertawa berdahak dahak sampai mengundang banyak perhatian orang yang ada disana.
" Kalian bahas apaan sihh??" tanya Siska.
" Nggak ada," ucap Ira.
" Sandal aja dipermasalahin. Cihh, kere bener. " Ucap Rangga.
" Bukan begitu masalahnya Ranggaaaaaa." Ucap Erick.
" La. Terus?? " tanya Ira.
" Kemarin gue jadi bahan bulyan banyak orang saat keluar dari apatermen loo nggak pakek sandal." Ucap Erick ketus, Rangga dan Ira kembali tertawa berdahak dahak.
" Hahhahahahaa, mass mass kenapa nggak pakek sandal?? nggak punya yaa?? " ejek Ira.
" Hahahahha, mas cogan cogan kok nggak pakek sandal?? kere banget sihh," ejek Rangga.
" Halahh serahh loo, Percuma gue ngomong sama lo." Ucap Erick mendengus kesal.
" Hahahhaha nggak nggak Rick, kita cuma bercanda." Ucap Ira.
" Yaa klo soal itu, maafin kita ya?? " ucap Ira lagi, dibalas anggukan oleh Erick.
" Yahhh gitu dong! " ucap Rangga menepuk bahu Erick, Erick hanya menyengir kuda.
" Kalian bertiga bahas apaan sih??" tanya Siska.
" Nggak ada." Jawab Ira, Siska hanya memanyunkan bibirnya, semua yang disana tertawa berdahak dahak melihat tingkah Siska.
.
.
.
Klo ada masalahh diiselesaikan baik baik. Jangan pentingkan ego masing masing, jangan gengsi!!!!!
Jika memang salah Minta Maaflah!! jika dia yang salah coba kasih tau dengan cara baik baik.
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong