NovelToon NovelToon
Adinda

Adinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: AzieraHill

COVER FROM PINTEREST
.
.
Dinda tidak mengingat apa yang terjadi pada dirinya, dia hanya mengingat bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan dan tak hanya itu, dia masih mengingat jelas ketika pria yang dia cintai itu merenggut masa depannya. Namun dengan tatapan mata pria itu, Dinda bisa memastikan bahwa ada jutaan rahasia yang tidak dia ingat. Termasuk tentang bayi perempuan yang baru dia lahirkan. Bayi itu..., sangat mirip dengannya dan pria brengsek itu.

"Dia anak kita yang ke dua, Dinda," ucapnya dan mulai dari situ Dinda merasa semakin gila karena tidak bisa mengingat apapun.

Bagaimana dia bisa mempunyai anak ke dua sedangkan anak ke satu pun dia tidak mengingat siapa namanya.


PERHATIAN!
Cerita ini memiliki alur maju-mundur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Aku melihat jam di dinding kamarku. Pukul 3 sore Daniel belum juga kembali dari kantornya. Perutku terasa seperti sakit sekali. Melilit atau mungkin seperti ada sesuatu yang membuatku meronta-ronta ingin teriak, menangis dan perasaan lainnya. Apa mungkin ini sudah saatnya aku melahirkan.

Aku mengambil air minum di atas nakasku. Mencoba meminumnya sebanyak mungkin kemudian menarik napasku dalam-dalam dan mengeluarkannya. Semoga rasa ini cepat mereda dan Daniel segera datang ke rumah.

"Mami," kudengar suara seseorang. Matt terlihat tengah mengucek matanya dan menghampiriku.

"Kau sudah bangun, Sayang?" tanyaku padanya.

Matt menganggukkan kepalanya dan merangkak naik ke atas ranjang. Dia memelukku dan mencium perutku yang membuncit.

"Mah, adikku perempuan ya Ma?" tanyanya dengan kepala yang dia tenggakkan ke arahku. Aku mengelus pipinya sejenak dan mencium keningnya.

"Kita lihat saja ya nanti. Dokter kan hanya bisa menebak lewat pemeriksaan USG, tapi Tuhan yang memberikan, mungkin bisa berkehendak lain," kataku memberinya pengertian.

Matt terlihat tersenyum ke arahku hingga kemudian air di wajahku berubah menjadi sebuah kecemasan. Perutku terasa sakit sekali.  "Mah, kenapa?" tanyanya dan aku sudah yakin sekali kalau ini kontraksi dari bayiku.

"Sayang tolong hubungi Papamu, Nak. Bilang pada Papa kalau Mama akan melahirkan," ungkapku dan aku lihat Matt sudah beranjak pergi dari ranjang. Dia berjalan ke luar dan lari ke arah lantai bawah.

Daniel janji akan menemani persalinan anak ke 2 kami, tapi kenapa dia jam segini pun belum datang. Aku seharusnya sudah pembukaan pertama 'mungkin'.

Aku pun keluar kamar mencoba memapah jalanku satu persatu meski aku rasa sakit sekali perutku ini. "Matt...," lirihku saat di ambang pintu. Aku lihat Matt sedang berbicara. Kakinya seperti bergetar dan ikut khawatir dengan keadaanku yang seperti ini.

"Matt...," panggilku lagi. Matt segera lari ke atas tangga dan menghampiriku.

"Mah, Papa lagi ada di perjalanan," lapornya dan aku mengangguk mengerti. Untuk sesekali aku mencoba melangkahkan kakiku untuk menuju lantai bawah. Tangga yang lumayan panjang ini membuat Matt memegang tanganku erat sekali.

"Ma!" dia melirik ke arahku. Mempercayai pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga Mama yang paling dia sayangi. Dia memang terlihat tampan seperti Papanya dan aku percaya bahwa Matt tak akan pernah meniru sifat buruk Papanya. Semoga!

"Tin..., Tin...,"  kudengar suara klakson mobil di luar rumah.

"Sayang kau di mana?" itu suara suamiku.

"Pa!" Matt berlari melepas tanganku dari pegangannya untuk meneriaki Daniel dan saat itulah aku melihat Daniel yang muncul dengan Clara.

Clara bersama Daniel?

"Aaaaaaaa," pandanganku tak berfokus pada pijakanku. Yang ada aku memperhatikan Daniel dan Clara yang datang bersama.

Aku kehilangan kendali hingga hanya ada suara teriakan dari Daniel yang bisa kudengar untuk terakhir kalinya.

"Dinda!"

"Mami!"

Aku terjatuh dari tangga lantai dua rumahku dan aku mulai merasa bahwa tubuhku melayang.

"Sayang sadarlah. Aku minta maaf karena terlambat. Sungguh aku takkan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa-apa denganmu."

.............................................

"Maaf aku mengganggu kalian," aku menolehkan kepalaku dan mendapatkan Daniel bersama Clara. Clara? Wanita itu tengah menimang anakku. Ohh tidak bisa. Dia yang menyebabkanku seperti ini. Seharusnya dia tahu kenapa aku bisa kehilangan ingatanku.

Gilang terlihat tersenyum ke arah mereka. "Kau apakan istriku, huh?" tanya Daniel pada Gilang yang hanya ditanggapi sebuah tawaan dari keduanya.

Aku membenarkan dudukku di bantu Fika. Saat tepat Daniel akan menyentuhku. Cepat aku menjauhkan tangannya. "Kemarikan anakku!" suaraku tajam melirik ke arah Clara yang tengah tersenyum ke arah bayiku dan pudar begitu saja saat mendengar suaraku.

Dia diam bergeming. "Kemarikan!" kataku lebih keras seperti paksaan sampai Daniel melirik ke arahku.

Clara masih diam saja hingga rasanya aku ingin menangis karena milikku tak kunjung dia berikan. "Kemarikan!"

"Dinda!" kudengar suara Daniel yang membentakku hingga aku rasa nafasku tak beraturan.

Fika berjalan ke arah Clara. Dia mengambil anakku dan membawanya keluar.

"Biarkan kami ber dua saja sebentar," kata Daniel yang langsung kutolak.

"Tidak!" Gilang ingin menghampiriku tapi tangan besar Daniel mencegahnya.

"Tinggalkan kami, aku mohon!" ungkap Daniel tak sama sekali melihat Gilang. Dia malah menatapku dengan tatapan yang aku benci sekali. Aku menangis dan Gilang hilang dari pandanganku.

"Lalu untuk apa dia di sini?" aku berteriak ke arah Daniel saat Gilang dan Fika keluar tapi Clara tak keluar.

Aku memukul dada Daniel dengan suara tangisan yang menyeruak. "Aku keluar," ungkap Clara dan aku sahuti dengan ganasnya.

"Yaa kau harusnya keluar dari awal!" teriakku dan Daniel menarik tanganku agar berada di dekapannya. Aku meronta memaksa Daniel melepaskanku, tapi Daniel semakin memeluk erat diriku.

"Kenapa?" bodohnya dia bertanya kenapa?

"Seharusnya aku yang bertanya kenapa?" kataku masih dengan oktaf yang sama bahkan mungkin suaraku bergetar saat tangisanku semakin menyesakkan dadaku. Apa aku menjalani hidup seperti ini. Merasa tersingkirkan hanya karena wanita ****** seperti Clara. Bahkan Daniel lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Clara dibanding aku. Begitukah? Apa masa laluku begitu menyedihkan, hingga tak ada kisah bahagia yang patut harus kukenang.

 Aku pikir nama NILDA di setiap anakku itu adalah singkatan "Daniel Dinda" dan kemungkinan besar lainnya saat aku tak sadar bahwa akan ada nama DARA di tengah-tengah nama anak "Daniel dan Clara". Jika memang itu ada, kenapa Clara tak menimang anaknya saja, kenapa yang dia timang harus anakku?

"Lepaskan aku!" teriakku saat Daniel masih memelukku. Aku menangis layaknya anak kecil tapi tak dia pedulikan.

"Lepaskan aku..., aku mohon," kataku lagi dan aku mulai merasa kalau ada seorang dokter yang datang untuk menyuntikku. Aku mulai melemah dan pandanganku pun kabur. Aku tak sadarkan diri.

......................................

 

 

1
Praditta
Seruuu
Reni Rachmawati
keren
lee ailee
trauma dan.kesakitan apa yg sudag Daniel torehkan kepada Dinda sampai ingatan 5 tahunnya hiang....kok aku mulai nyesek ya sama nasib Dinda
lee ailee
banyak pertanyaan dibenakku thor baca novel ini tapi aku menikmati alurnya tidak membosankan so enjoy aja
lee ailee
ayahnya kok bisa nitipin anak gadis sama laki.laki singel khan bahaya ini mah
Winda Nurmayani
ya kecewa..ceritanya pendek skl..padahal ceritanya bagus
Heni Ratna
jadi penasaran😊
Wish Me luck
aku baru baca thor, tp menurutku ini memang bagus..alurnya mengalir aja, ngga yg terlalu dipaksakan, pemilihan kata sama bahasanya jg ringan, mudah dipahami. karya yg kayak gini yg aku suka. tata bahasa mu jg bagus thor, jd pembaca jg bisa menyelami jln ceritanya, ngga yg lu gue gt tp ringan. ini kalo dibuat film bagus sih, kita hrs mikir tp ngga yg terlalu berat. dr jalan ceritanya jg nguras emosi, aku dr awal yakin dia bakal happy end..tp cerita happy end nya itu lho, ngalir dan ngga maksain cerita..soft bgt..salut aku thor
Herni Kurnianingsih
kok panggilan nya august,kaya nama cowok🤔.jadi nya kaya manggil nya agus🤭🤭
Seathy Diman
keren lah... butuh kekhusuan untuk mencermati dan memahami isi dan alur ceritanya.. relax tenang santai.. jgn terburu2 untuk mendapatkan feel nya..
TOP epribadeeeeehhhh ...👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Seathy Diman
jadi mantan nya tuh sepupu ya..?... 🤔🤔🤔🤔🤔
Nofriyanti Vivi
novel ini,sungguh mmbuat ku deg2 ser,setiap bait kata sampai akhir cerita ini💕,mmbcnya penuh dg ketelitian sehingga endingnya happy,the best untuk mu thor😘.💕💕.
pink magenta
jujur pas baca sinopsis aku gemes. ini cerita apa coba bikin penasaran. alur yang maju mundur syantiiiiikkk dibuat apik banget karrna penulisan yang rapi juga no typo huhuu aku terharu. ga berasa terus dibuat tertarik buat baca lagi dan lagi buat mecahin rasa penasaran ini yang mana bagian yang mana maju terus mundur terus sekarang. aaahhhh kamu hebat thor..pokonya vote like buat kamu.
Rita Zhu
aduh Thor...jgnlh berendam air panas...seger kagak...melepuh Iya..😀..
Jenni Manullang
👍👍👍👍👍👍👍
Wiko Wiko
🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀dinda... kirain kamu gadis baik2, ternyata segampang itu jatuh kepelukan pak tua...!!!
Angrani
kpan lnjut lgi thor
Silvana Maria Supit
crita ini apa maju mundur terus sampai tamat khaa,,?
suci lestari
lnjt
suci lestari
mmpir dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!