NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengganjal

Danu nampak menolehkan pandangannya, menyapu semua sudut ruangan yang ada di rumah dengan ukuran luas tersebut, mereka nampak mengendap-endap dengan perasaan sedikit resah, setelah memastikan tidak ada orang lain selain dirinya dan Alex akhirnya Danu mulai berbicara duluan dan memberanikan diri.

"Alex bagaimana aktingku tadi apa terlihat natural?" tanyanya sambil merunduk-runduk bersama sahabatnya.

"Kau cocok menjadi aktor utama untuk sebuah film keluarga, ckckckck" pujinya sambil terkikik. "Kalau aku bagaimana? apa aku sudah pantas menjadi pemeran antagonis?"

"Kau cukup lumayan, hanya kurang tinggi saja suaramu, kenapa kau memakai t-shirt? seharusnya kau memakai kemeja tadi agar terlihat lebih serius dan totalitas, hahaha" mereka berdua tergelak tawa, sungguh pemikiran dan tingkah laku absurd keduanya nampak tak sesuai dengan umurnya.

"Lex bagaimana bisa kau menjebak putramu sendiri dan dia masuk ke dalam perangkapmu dengan sempurna? juga kedua putra putri kita semalam memang benar-benar tidak berbuat yang macam-macam kan?"

"Kau tenang saja, aku sudah memasang kamera pengintai di mana-mana, tidak ada yang terjadi di antara mereka, baik Rey maupun Oliv mereka masih sama-sama orisinil, kalau Rey aku tidak tahu dia akan begitu ketakutan jika berada di rumah sendirian, baru satu malam aku dan istriku tinggalkan dia malah membawa Oliv ke sini. Kau tidak marah padaku kan sahabatku?" jelas Alex, mimik wajahnya kini terlihat datar, dia agak cemas menunggu jawaban dari Danu.

"Aiisshh aku tidak marah padamu, tenang saja bukankah kita memang ingin segera menikahkan mereka? aku bahkan tidak mengungkit perjanjianku dengan Olivia saat satu tahun yang lalu karena jika dia mengingatnya aku takut dia ingin membatalkan pernikahan ini"

"Oh syukurlah, sebaiknya kita sekarang bernapas lega akhirnya dua hari lagi mereka akan segera menikah, bagaimana segala persiapannya sudah siap kan?"

"Tentu saja, huahahuahaha" kedua pria paruh baya itu tertawa bahagia, rupanya kejadian ini memang sudah di rencanakan dengan matang, bukankah mereka adalah orangtua yang jahil? mereka tidak sadar bahwa tingkah polah keduanya ini nampak seperti kekanak-kanakan tapi mereka juga tidak peduli, yang terpenting bagi Danu dan Alex adalah keberhasilan perjodohan Olivia dan Rey putra putri mereka.

Keduanya berangkulan, saling memandang dan mengulas senyuman, sesekali mereka terlihat menepuk pundak lawan bicaranya masing-masing.

***

Hari sudah siang, matahari bersinar dengan teriknya. Olivia kini berada di perusahaan, meski terlambat datang tetapi ia tetap menyempatkan diri karena ada beberapa berkas penting yang harus di selesaikannya saat ini juga. Kebetulan ayahnya pun memberikan kelonggaran setidaknya hari ini saja untuknya bekerja, besok ia harus mempersiapkan diri menjelang pernikahannya yang mendadak dan akan di laksanakan lusa nanti.

Olivia nampak sedikit lesu, di bawah kelopak matanya terlihat menghitam walau begitu ia tetap gesit dalam mengoreksi dan memimpin rapat bersama jajarannya.

Ia menjatuhkan keningnya tepat di atas sebuah dokumen yang tebal, tepat setelah anggota rapat telah bubar dan pergi.

Tuk

Bunyi cangkir yang di letakkan di sampingnya, Olivia mendongakkan wajahnya perlahan.

"Capucino ya? terima kasih Rena, kamu adalah sekretaris paling pengertian" Olivia membangunkan dirinya dan memegang cangkir itu perlahan, ia meniupnya beberapa kali dan menyesapnya.

"Pelan-pelan manager, minumannya masih panas" ucap Rena yang melihat Olivia sedikit ngeri karena kopi yang baru saja dibuatnya itu masih menyebulkan hawa panas yang terlihat dari asap tipis keluar dari atasnya.

"Sengaja, ini agar rasa kantukku hilang" jelas Olivia.

"Oh, apa terjadi sesuatu sampai kak Oliv bergadang?" tanya Rena penasaran, keingintahuanya membuat Olivia terkejut, haruskah ia menceritakannya?

"Ah tidak ada apa-apa kok, aku hanya sulit tidur semalam" Olivia berpikir cepat, ia rasa ini adalah aib tak seharusnya ia menggembar-gemborkannya lagipula ini bukan suatu hal yang harus di ceritakan pada orang lain.

"Syukurlah jika kak Oliv baik-baik saja" lirihnya kemudian mereka saling melempar senyuman.

"Sebaiknya kita cepat kembali ke ruangan kita" ajak Olivia yang berdiri dan mulai melangkahkan kaki.

"Baik" Rena mengekor pada Olivia yang berjalan duluan, mereka hampir mencapai pintu keluar namun seseorang datang dari lawan arah dan hampir bertubrukan dengannya, beruntung keduanya sama-sama dapat mengontrol diri.

"Maaf Olivia, aku tidak melihatmu" ucap Rico menyadari siapa orang di hadapannya.

"Ah aku baik-baik saja kak, apa kak Rico akan menggunakan ruangan ini sekarang?"

"Hem, sepertinya ada barangku yang tertinggal saat rapat tadi pagi"

"Silahkan kak Rico mencarinya, aku sudah selesai dan akan kembali ke ruanganku" Olivia berpamitan dan beranjak pergi. Rico nampak berpikir dalam.

"Tunggu! Oliv!" dia menghampiri gadis itu kembali.

"Ada apa kak?" refleks Olivia memutar kembali tubuhnya.

"Maaf jika aku lancang menanyakan hal ini, apa kamu benar-benar serius bertunangan dengan anak sekolah itu?" Olivia tak menyangka pertanyaan inilah yang akan terlontar dari mulut kakak seniornya semasa kuliah dulu, ia hanya terkekeh mendengarnya.

"Iya kak bahkan dalam waktu dekat aku dan Rey akan menikah" Rico terdiam sesaat.

"Apa dia tipemu? maksudku aku pikir kamu akan berhubungan dengan seorang pria dewasa" Olivia mengulas senyumnya.

"Aku memang di jodohkan dengan Rey kak oleh kedua orangtua kami"

"Lalu kamu setuju saja?"

"Awalnya aku sempat menolak tetapi setelah mencoba beberapa bulan bersama dan saling mengenal, aku rasa Rey tidak buruk juga"

"Apa kamu jatuh cinta padanya?" tanya Rico blak-blakan.

Seketika rona merah mulai menyeruak dari kedua pipinya, terasa hangat terlebih ketika Olivia mengingat ciumannya tadi pagi dengan Rey. Ia belum menjawab pertanyaan terakhir dari Rico.

"Oliv" panggil Rico membuyarkan lamunannya.

"Eh maaf kak, aku sebaiknya harus pergi ke ruanganku segera, pekerjaanku sudah menunggu di sana"

"Baiklah"

Olivia pun pergi begitu saja sedangkan Rico, cukup untuk dirinya tahu jawaban dari pertanyaannya tadi, dari wajah Olivia saja Rico dapat menebaknya bahwa gadis itu sudah jatuh cinta kepada pria yang telah di jodohkan dengannya.

Memang ada kekecewaan dalam relung hatinya tapi pantang baginya untuk mengejar seseorang yang tidak menaruh perasaan bahkan bersikap normal padanya. Senior hanyalah senior tidak ada hubungan khusus antara dirinya dan Olivia. Sebuah senyum terukir tipis di wajah Rico, dia menerimanya bahwa telah di kalahkan oleh seorang anak kecil dalam memenangkan cinta Olivia.

"Yah sepertinya aku juga harus mencari daun muda" ucapnya kemudian tertawa.

***

Waktu bergulir dengan cepatnya, detik berganti menit, menit berganti jam dan siang berganti malam. Di luar langit sudah sangat gelap, Olivia nampak menunggu seseorang yang mengatakan akan menjemputnya, padahal ia malu bertemu dengan orang ini, apa yang di lakukannya pada Olivia masih begitu jelas dalam ingatannya, bahkan sesekali Olivia mengelus bibir ranumnya menggunakan ibu jarinya, sentuhan dan tautan bibir Rey seolah masih melekat di sana.

Cekitt

Sebuah Mobil menepi dengan sempurna.

"Cepat naik" ucap Rey setelah menurunkan kaca mobilnya, Olivia berjalan memutar dan kedua kakinya melenggang mulus menaiki kendaraan roda empat mewah itu.

"Wah kau berganti mobil lagi cebol?" ujar Olivia merasa takjub dengan isi di dalam kendaraan ini. Sepertinya ia lupa akan rasa malunya tadi.

"Ini milik kakakku" jawabnya sambil tersenyum smirk seolah membanggakan diri.

"Sangat keren, cebol bolehkah aku mengendarainya?" rayu Olivia memasang senyum manisnya.

"Tidak boleh, biar aku saja" tolak Rey.

"Iisshhh sekali saja biarkan aku menyetir"

"Ini mobil dengan kecepatan tinggi, kalau belum terbiasa kau akan kerepotan"

"Aku biasa mengebut! kau ini memang pelit, menyetir saja tidak boleh. Ayolah satu kali saja cebol" rengek Olivia belum berhenti membuat Rey belum mau melajukan mobilnya.

"Jangan Olivia"

"Rey satu kali" Olivia mulai mendekatkan dirinya dan memegang kemudi.

"Tidak boleh!"

"Pelit! cepat satu kali saja!" Rey menyingkirkan tangan Olivia dari kemudinya namun tangan itu bergerak dengan cepat dan memegangnya kembali.

"Olivia!"

"Rey!! jika belum di penuhi aku akan merengek terus sampai dapat!" Olivia semakin bersikeras ia bahkan berusaha menyikirkan tubuh calon suaminya, mendorongnya agar keluar dari kursi pengemudi namun lelaki itu juga nampak keukeuh dengan pendiriannya, terjadi acara dorong mendorong cukup lama hingga akhirnya Olivia menaikkan kakinya, maksud hati ingin merebut kursi ia malah duduk di atas pangkuan Rey.

Mereka tersadar dengan posisi ini pun langsung diam mematung.

Jantung keduanya berdebar kencang, wajah Olivia dan Rey pun memerah.

"Apa kau sangat ingin kita bermesraan? aku bisa saja melajukan mobilnya namun aku takut kita akan mengalami kecelakaan karena aku tidak bisa melihat jalanan" ucap Rey kemudian membuat Olivia menurunkan kembali tubuhnya.

"Siapa juga yang mau bermesraan!! aku juga tidak nyaman duduk seperti barusan, rasanya di bokongku tadi seperti ada mengganjal!! upss!!" Olivia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Mengganjal? apa maksudmu ada yang mengganjal?" tanya Rey tak mengerti.

Olivia menggelengkan kepalanya cepat.

"Cepat jalankan saja mobilnya!! aku ingin pulang!!" kilah Olivia kemudian memalingkan pandangannya, ia bahkan membuka kaca mobil di sampingnya dengan lebar. "Panas! kenapa mobil mewah ini terasa sesak!" keluhnya sambil mengeluarkan sedikit kepalanya ke luar jendela.

Rey hanya terkekeh melihat tingkah laku calon istrinya.

***

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!