NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik detik menegangkan

Hari ini Isabella dan Damian akan pergi ke tempat acara berlangsung. Tapi dari semalam Isabella tidak bisa tidur. Isabella selalu berdoa agar dirinya dan Dominic tidak bertemu selama mereka berada disini.

Sungguh Isabella harap-harap cemas dengan itu.

Tapi sesampainya di temapat acara, Bella mengerutkan dahi nya melihat nama hotel nya.

"Bella Laurent" gumam Isabella. Nama hotel nya seperti nama nya saja. Atau mungkin perasaan nya saja.

"Nama hotelnya sama dengan nama Mommy" celetuk Damian yang di angguki oleh Isabella.

Pertandingan di mulai di jam 8.00 pas, banyak keluarga yang datang atau peserta yang sudah berdatangan.

"Sayang nya Mommy, semangat yah, kalah atau menang nanti, Mommy akan sangat bangga kepada Dami."

Damian tersenyum dan langsung memeluk sang Mommy.

"Terimakasih banyak Mommy. Dami mencintai Mommy"

"Mommy juga sangat, sangat mencintai Dami." Isabella melepaskan pelukan nya lalu mencubit hidung Damian yang mancung seperti pria itu dengan gemas.

"Semangat hidup Mommy"

"Tentu Mom"

Isabella dan Damian keluar dari mobil sewaan mereka lalu masuk ke dalam acara karena pertandingan juga akan segera dimulai. Apalagi mereka hanya satu minggu berada di kota ini.

Tapi jelas Isabella merasa aneh, seperti perasaan yang tidak enak. Ia merasa akan terjadi sesuatu tapi tidak tahu kenapa.

"Ah mungkin aku aja yang terlalu overthinking" Gumam Isabella.

Damian dan Isabella berpisah, karena Damian harus berada di bagian peserta, sedangkan Isabella di bagian kursi penonton tapi dasar ada hubungan dengan peserta. Dan di tengah-tengah penonton ada ruang khusus untuk petinggi yang di undang di acara ini.

Lalu Isabella duduk di bagian depan jadi dia membelakangi kursi tamu khusus.

Tapi yang bikin membangongkan adalah Damian yang paling kecil. Rata-rata yang ikut lomba adalah anak Smp ke atas. Membuat perhatian ter-arah kepada Damian.

Sejenak keresahan hati Isabella menghilang saat melihat putra nya yang duduk di bagian peserta. Rasa bangga menyelimuti hati Isabella.

Dirinya terus memberikan semangat dan ciuman jarak jauh kepada putranya. Damian tersenyum melihat sang Mommy.

Jangan salah, Damian adalah anak yang cerdas dan pintar. Dan kepintaran nya itu menurun dari Dominic. Usia nya yang baru menginjak 5 tahun sudah mendapatkan prestasi yang banyak, bahkan hasil dari pertandingan sang putra lah yang membuat kehidupan mereka lebih baik sejak setahun terakhir ini.

Damian itu tidak perlu berguru, cukup melihat 1 kali contoh atau pernah dia baca maka akan di ingat oleh Damian.

Bisik-bisik terdengar karena ada nya Damian di pertandingan ini. Ada yang tidak yakin dengan nya dan ada yang juga kagum melihatnya, apalagi ketampanan anak itu sangat terlihat jelas.

Dominic datang dengan Jeremy sebagai donatur dan pemilik hotel ini. Walaupun matanya menatap lurus tapi tetap saja ia memperhatikan sekitar.

Dominic memicingkan matanya dengan tajam saat melihat 3 baris ke depan. Disana ada seorang wanita yang hanya terlihat dari rambutnya yang sedang melambaikan tangan nya ke arah peserta.

Dan jelas itu seorang anak kecil yang sangat mencolok. Terlalu tampan dan wajah yang familiar? dari ujung rambut bahkan garis rahang.

Deg...deg...deg...

"Ah anak itu sepertinya mirip..."

Jeremy dan Dominic langsung saling melihat satu sama lain. Mereka saling pandang dan kemudian saling mengangguk satu sama lain.

Cukup saling tatap menatap. Pikiran kedua pria itu sudah tahu akan kemana pembicaraan itu.

"Saya akan mengecek nya Tuan" ucap Jeremy tanpa basa-basi lagi. Jeremy pun segera pamit undur diri.

Dominic tidak bodoh. Anak itu jelas terlihat mirip dengan nya tapi versi mini. Dan cuma orang buta yang tidak bisa melihat kemiripan mereka.

Dan wanita yang berada di depannya juga terasa familiar, ia tahu itu siapa.

Itu wanita nya, kekasihnya yang menghilang. Dari rambutnya saja Dominic sudah tahu bahwa itu Isabella.

Tapi kenapa dia berada disini? ini adalah pertanyaan yang ada di benak Dominic sekarang.

Seseorang ingin datang untuk menyambut Dominic tapi Dominic mengkode tidak perlu. Yang tadi niat nya datang untuk formalitas saja kini tidak mau pulang jika penasaran tidak tertuntas.

Siapa anak itu? kenapa bisa mirip dengan nya? dan kenapa Isabella wanita yang dirinya cintai berada di tempat pertandingan untuk anak-anak ini?

Karena para penonton ini semua rata-rata adalah keluarga peserta.

Acara telah dimulai sembari menunggu Jeremy datang membawa informasi. Mata Dominic terus melihat dimana perdebatan antara peserta dan juga antusias Isabella.

Dominic menahan matian-matian agar kaki nya tidak melangkah ke arah Isabella. Perasaan nya sungguh campur aduk.

"Aku tidak akan melepaskan mu sayang dan tolong maafkan aku." Dominic mengepalkan tangan nya.

Dari postur dan gerakan Isabella, Dominic tahu bahwa wanita itu senang senang. Dominic sangat tahu tentang itu.

Matanya memanas menahan air mata.

"Tuan!"Panggil Jeremy yang membuat lamunan Dominic buyar. Lalu Jeremy duduk di samping Dominic.

"Sudah dapat informasi nya?" Walaupun Dominic berucap, tapi matanya tak lepas ke arah Damian.

"Sudah, nama anak itu Damian Salvatore. Di utus mewakili sekolah Tk xxxx dari desa Asterrar. Dan ini sesuai dugaan Tuan. Nama orang tua siswa nama Ibu Isabella Laurent dan nama Ayah tidak tercantum." Jelas Jeremy yang membuat Dominic semakin panas hati.

"Damian Salvatore" Gumam Dominic. Itu nama belakang keluarganya. Garis keturunan Salvatore. Dia punya anak dari wanita yang dirinya cintai?

Dominic saat ini tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaan yang ia rasakan. Terlalu dalam, menusuk, senang dengan bersamaan merasa bersalah yang amat dalam.

Dominic tidak tahan, ia butuh penjelasan, meminta maaf dan menjelaskan. Pria dengan tubuh tegap dan gagah itu berjalan ke depan ke arah panggung yang membuat semua orang menoleh ke arah nya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Tentu saja mereka tahu siapa Dominic, pria raja Bisnis di kota Itali ini. Dengan sejuta bisnis nya yang belum ada bisa menandingi nya.

Tidak ada yang berani menegur, jika ada yang berani, maka nama kalian akan menyandang nama Almarhum. Bahkan sekalipun Jeremy tidak berani.

Isabella pun mendadak bingung, kenapa MC nya menjadi diam. Acara yang berdebat itu pun terhenti.

"Bella...."

Isabella langsung menoleh ke belakang mendengar suara yang memanggil nama nya.

Deg...

jantung nya hampir berhenti, pria yang di hadapannya ini....?

"D-dominic.." lirih Isabella. Tidak menyangka dan terkejut bukan main.

Semua orang menyaksikan, penguasa negara ini menghampiri seorang wanita yang mana Dominic tidak pernah di kabarkan dekat dengan wanita. Bahkan dia kabarkan gay karena di umur 38 tahun, pria itu belum menikah.

Tubuh Isabella gemetar, bingung harus bagaimana. Dia ingin kabur tapi kaki nya terasa berat untuk melangkah.

"Aku merindukanmu" Mata Dominic langsung memerah, menahan diri agar tidak memeluk wanita nya.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!