NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:957
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Panik!

Sera melihat ke arah pintu yang sudah hampir didorong.

Bersamaan dia menemukan sepasang celana panjang dan baju lengan panjang yang warnanya pudar.

Gadis itu memilih pakaian serba lengan panjang dengan sengaja—agar kulitnya yang mulus tidak terlihat, sehingga mereka tidak akan curiga bahwa dia bukanlah Sarah yang asli.

Takut kedapatan, dia buru-buru langsung membuka pakaiannya yang membuat Sean langsung membuang muka berlawanan arah dari gadis itu.

Gadis ini... Apa dia benar-benar tidak menyadari keberadaanku? Bagaimana bisa dia membuka pakaian tepat di hadapanku?! batin Sean, tubuhnya tiba-tiba terasa panas meski dia berusaha tetap tenang.

Saat pintu hampir terdorong, Sera berlari mengunci pintu setelah dia selesai memakai pakaiannya.

"Sarah! Kenapa pintunya kau kunci!" Rika semakin geram menggedor-gedor pintu itu.

Sera kembali mendekati kotak obat. Dia mengambil perban dan membungkus pergelangan tangannya sendiri tepat di posisi yang sama dengan luka di pergelangan tangan kakaknya.

Lalu dia berjalan menuju meja rias kecil disebelah kasur, mengambil alat rias sederhana, dan mulai menggambar luka lebam di wajahnya. Sama seperti yang ada di wajah Sarah. Dia melakukanya dengan cepat meskipun sebenarnya jauh dari kata mirip, yang penting dia terlihat lebam.

Saat merasa semuanya sudah selesai, Sera menghela napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih berdebar-debar. Dia melangkah menuju pintu, siap untuk membukanya—namun belum sempat tangannya menyentuh gagang pintu...

BRAK!

Pintu itu terbuka dari luar dengan kasar, hingga menabrak dinding di belakangnya. Bahkan kunci kayu pintu itu terlepas.

"Apa kau tuli?! Aku sudah memanggilmu berkali-kali di luar!" teriak Rika sambil membentak Sera yang berdiri dihadapan.

"Maaf..." Hanya satu kalimat yang keluar dari bibinya.

Dia ingin sekali menghajar wanita paruh baya itu. Tapi dia kembali teringat, belum saatnya, kalau dia gegabah semuanya akan berantakan. Jangankan untuk balas dendam, bahkan dia bisa diusir sekarang juga kalau sampai semuanya terbongkar.

"Bodoh! Di luar ada kakek tua itu datang! Dia ingin menemuimu!" bentak Rika lagi dengan wajah sinis.

Sera mengangguk pelan, berusaha menahan tatapannya agar tidak terlihat curiga.

Rika menoleh ke arah ranjang di belakang Sera, di mana ada sosok yang tertutup selimut terlihat berbaring diam. Rika mengerutkan dahinya, mulai curiga.

"Siapa itu?" tanya Rika sembari menunjuk ke arah kasur.

Sera melirik sejenak ke arah belakang.

"Itu... tidak ada siapa-siapa..." jawab Sera, berharap Rika tidak akan menyelidiki lebih jauh.

 

"Tidak ada siapa-siapa?"

Rika justru menatapnya semakin tajam, tatapan Rika seperti sedang mencari celah.

"Kamu selingkuh dari Adrian?" tanya Rika penuh selidik.

Sera menggeleng cepat, "Tentu saja tidak. Aku tidak mungkin selingkuh, Bu."

"Jangan berbohong kamu Sarah! Pasti ada laki-laki yang kamu sembunyikan di sini kan?!" tuduh Rika yakin.

Wanita itu ingin masuk, namun segera ditahan oleh Sera.

"Bu, laki-laki siapa yang Ibu maksud? Jelas-jelas semenjak menikah dengan Mas Adrian, Sarah sudah tidak punya teman lagi. Apalagi laki-laki, Bu..." ucap Sera berdiri di depan Rika, berusaha menghalangi langkah wanita itu.

Rika mendengus kasar, menatap Sera.

"Cih! Aku tidak percaya omonganmu itu! Aku bukan anak kecil yang mudah kau kelabui, bodoh!" bentak Rika.

Tanpa menunggu jawaban, Rika menerobos masuk melewati Sera, langkahnya menuju ranjang.

Dia berhenti tepat di samping kasur, tangannya terulur dan memegangi ujung selimut yang menutupi sosok Sarah.

Rika bersiap menarik selimut itu.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!