Rossa adalah seorang gadis belia yang masih duduk di bangku SMA, Usianya baru beranjak 16 tahun, Rossa yang memiliki sikap yang sopan ,juga berparas cantik, menjadi idola disekolahnya, banyak kakak kelas dan juga Teman sebaya yang mengejar cintanya.
Rossa yang lebih memikirkan perasaan orang lain. dan selalu bersikap takk tegaan pun, sering membuatnya terjebak dalam cinta .
Hidup dari keluarga sederhana dari seorang ibu yang berprofesi sebagai seorang guru SMP, Rossa menjadi Anak yang mandiri, hidup tanpa sempat merasakan kasih sayang seorang ayah, menjadi anak tunggal didalam keluarganya.
berulang kali jatuh bangun dalam sebuah hubungan ,membuatnya menjadi orang yang kuat menghadapi segala masalah. Sampai akhirnya Rossa pun bertemu dengan pendamping hidup yang tidak pernah diduganya
Sebuah pernikahan yang tidak pernah terpikirkan olehnya , menikah dengan seorang dokter bedah yang bersikap acuh terhadapnya, seorang Randi Sanjaya. putra dari pengusaha terkenal dikotanya saat itu.
***
mohon dukungan nya untuk Author dalam menyelesaikan novel terbaru ini. semoga dapat diterima oleh semua pembaca🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Rossa yang pagi itu masih sibuk memilih baju pun bergegas mengenakan bajunya dan mengeringkan rambutnya dengan handuk , buakkanya memakai bedak dan lipstik Rossa malah berjalan kearah kamar mandi, dan berdiri tepat di pintu kamar mandi yang sedang digunakan Randi.
Tak perlu berdiri lama disana yang ditunggu pun membuka pintu kamar mandi , dan betapa terkejutnya Randi saat itu, begitu membuka pintu sudah ada orang didepannya , hampir saja Randi terjatuh karena terkejut dan mundur secara tiba-tiba.
Sedangkan Rossa malah bersikap biasa saja, bahkan masih berdiri didepan kamar mandi tanpa bergeser sedikit pun saat itu, Randi punya firasat tidak enak, sepertinya gadis didepannya akan memberikannya banyak pertanyaan.
" Kenapa kamu berdiri didepan pintu, bikin kaget mas saja ?
" Rossa lagi nungguin mas keluar dari kamar mandi.
" Baru juga mas masuk kekamar mandi kamu udah kangen !
" Siapa juga yang kangen sama mas, Rossa mau bicara sama mas ! " dengan nada sedikit jutek.
" Ya sudah bicara saja, " saat itu Randi hanya menggunakan handuk, dan satu handuk disangkut dibahu kanan untuk mengeringkan rambutnya, Bahakan saat itu dada bidangnya pun ikut tertutup.
" Mas keluar dulu, bagaimana mau bicara, apa kita bicara dikamar mandi ?
" ya.. boleh juga, kan bisa sekalian mandi.
" Ish mesum banget seh mas ini, Rossa pun menarik handuk yang dibahu Randi untuk memukulnya ,kebetulan Randi sudah berada di pintu dan ingin keluar dari kamar mandi.
Dan Rossa yang tadi sedang marah pun seperti terhipnotis karena melihat beberapa kotak persegi yang ada ditubuh Randi ,
Rossa pun terpaku untuk beberapa saat, baru pertama x dia melihat dengan jelas dada bidang pria dewasa yang ada dihadapan nya.
sebenarnya sah-sah saja, karena mereka adalah suami istri, tapi karena keduanya seakan bukan siapa-siapa membuat mereka jadi merasa Canggung satu sama lain.
Randi yang melihat Rossa sedang termenung dihadapannya pun membuyarkan lamunan Rossa dengan menjentikkan jari didepannya.
" katanya mau bicara, kok ngelamun udah seperti patung Pancoran aja !
" ish... mas jahat banget , masa Rossa disamain dengan patung Pancoran.
" Habisnya kamu mandangin mas sampai segitunya, kamu terpesona dengan ketampanan mas.
" Rossa liatin mas bukan karena terpesona tapi karena mas itu mesum, sengaja ya... mau pamer kotak dadu disini ? nih handuknya !
Masih belum mengerti dengan maksud Rossa saat itu, dan Randi pun hanya menerima saja handuk yang diberikan Rossa kepadanya dengan kesal.
" Kotak dadu apa? kalo ngomong jangan pakai bahasa kiasan ,mas bukan guru bahasa Indonesia.
" Itu... maksud mas apa" sambil menunjuk ke arah dada dan perut sixpack milik Randi.
" Apa... ? emangnya ada apa dengan badan mas ? gak ada apa-apa
" ish mas... ini loh maksud Rosso, kenapa pamer dada gak malu apa? " Tampa sengaja Rossa malah memegang dada Randi yang masih polos saat itu belum mengenakan bajunya.
" jadi, kamu tergoda melihat mas gak pakai baju ? gimana kalo sekalian gak pakai handuk ? " Randi malah tambah menggoda Rossa yang terlihat kesal.
" siapa yang tergoda mas aja yang gak malu ,gak pake baju kok malah santai aja sikapnya.
" Kan sama juga sama kamu !
" Sama apanya, ya bedalah mas.
" Dimananya beda, sama aja. tadi kamu juga biasa aja pakai handuk didepan mas " bicara sambil berjalan melewati Rossa yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi.
" Kapan Rossa melakukan itu ?
" tadi habis mandi... " bicara dengan santai sambil mengambil baju dari lemari.
" Berarti mas tadi ngintip Rossa ganti baju ?
" ngapain mas susah-susah ngintip kalo buka mata mas sudah mendapatkan suguhan untuk cuci mata.
Berjalan dengan wajah cemberut Rossa duduk dipinggir tempat tidur nya, dengan bibir manyun, kesal ternyata Randi tadi sudah lama bangun saat dia belum mengenakan baju, Randi yang sudah mengenakan baju kemeja lengan pendek mengambil celana jeans-nya, saat berbalik arah karena ingin kekamar mandi untuk mengenakan celana nya melihat wajah Rossa yang sedang cemberut.
Berjalan ke arah Rossa yang masih duduk dipinggir tempat tidur, Randi pun ikut duduk disana disamping Rossa dengan membawa celana jeans ditangannya.
" Kenapa tidak bibir, mau menggoda mas lagi ?
karena memang sedang kesal , juga malu Sama Randi karena tadi pagi hanya menggunakan handuk, Rossa mengambil guling dan memukul Randi, beruntung Randi cepat menghindar.
" kayaknya ini jurus jitu istri mas ya... kalo marah suka lempar bantal, bisa habis bantal dirumah kita kalo kamu sering-sering marah tuan putri !
" Mas kenapa gak bilang kalo udah bangun, kan Rossa malu mas.
" hahahaha... kalo mas bilang berarti mas gak bisa melihat pemandangan yang sejuk dong pagi-pagi.
" Mas..... " Rossa meninggikan suaranya dan mau melempar Randi apaki bantal lagi, tapi keburu dihentikan oleh Randi saat itu.
" Eits.... jangan, nanti bantalnya rusak, kasian si mbok kan betul bantal,jadi nambah kerjaan nya.
" Terserah mas... " bangun dari duduknya dan pergi keluar kamar.
" Mau kemana?
" Pergi...
" gak jadi kita beli oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta ?
" gak...
Dengan sedikit berlari kecil Rossa turun kelantai bawah.dan Randi pun melanjutkan untuk mengenakan pakaiannya.
****
Dilantai bawah, mbok Darmi sudah menyiapkan sarapan untuk kedua majikannya. saat sedang membereskan ruang tamu simbok melihat Rossa turun dari lantai atas.
" selamat pagi non...
" pagi mbok...
" lho... mukanya kenapa lagi non ditekuk gitu ?
apa den Randi pergi lari pagi lagi ?
" gak mbok...
" Lantas kenapa ? gak baik pagi-pagi cemberut gitu ?
" Rossa kesal mbok sama mas Randi ?
" Yang bikin kesal nya itu apa ? ayok cerita sama si mbok.
Mbok Darmi mengajak Rossa untuk duduk ditaman belakang rumah,meninggalkan pekerjaan nya sebentar. mbok Darmi sepertinya cukup paham tentang situasi pernikahan kedua majikannya. dia dan Rossa pun duduk dibangku teras belakang sambil melihat bunga yang sedang bermekaran.
" sekarang non cerita sama mbok, apa yang den Randi lakukan. nanati biar si mbok bilang dengan tuan besar.
" mas Randi mbok... bikin Rossa kesal.
" sebenarnya... jadi istri itu berat non.jadi harus banyak sabarnya.
" Tapi mbok... sebenarnya Rossa belum mau jadi istri, Rossa gak ngerti mbok.
" non Rossa jangan suka ngambek, gak baik.
" Tapi kan Rossa kesal mbok.
" non... namanya istri itu, tugasnya berbeda dengan pacar.
" Maksud mbok .. ?
" ya kalo pacar, tugasnya cuma nemani jalan-jalan dan makan-makan saja kan ?
" kok simbok tau ?
" ya... gini-gini si mbok kan pernah muda juga. pernah tau Maslah cinta-cintaan gitu !
" hmmm" menganggukkan kepalanya pelan.
" Jadi non, kan sekarang sudah jadi istri . tugas non itu sudah berubah bukan hanya jalan sama makan berdua aja, non kan sudah dewasa pasti non paham kan ?
" mbok... Rossa itu masih belum mengerti masalah rumah tangga itu, mbok kan tau Rossa itu baru kelas 2 SMA" Rossa keceplosan dia lupa kalo tak ada orang lain yang tau kalo dia masih duduk dibangku kelas 2 SMA.
Si mbok yang mendengar semua itu pun sedikit kaget, tapi si mbok bersikap biasa saja, walaupun saat itu dia berpikir kalo Rossa dipaksa menikah dengan den Randi , banyak hal-hal yang terpikir oleh mbok Darmi saat itu.
" mbok kenapa diam ? apa Rossa salah bicara ?
" enggak non... gak ada yang salah.
"menurut mbok, apa Rossa harus menjadi istri yang seperti apa untuk mas Randi ?
Saat keduanya larut dalam pembicaraan, mereka tak menyadari kehadiran Randi saat itu disana, mendengarkan keluhan dari istri kecilnya .
" non... istri itu harus patuh pada apa yang dikatakan suaminya, karena mbok yakin semua yang dikatakan nya itu demi kebaikan non
" mbok..
" iya non..
" Tapi Rossa masih ingin sekolah.
" iya non, itu bisa non bicarakan dengan den Randi, yang penting tugas non melayani semua keperluan den Randi, seperti menyiapkan bajunya ,menyiapkan sarapan. apa non Rossa bisa masak ?
" bisa mbok, dulu Rossa sering bantu mama didapur, memasak dan juga beres-beres rumah .
" Berarti itu bukan hal yang sulit untuk non, hanya mungkin belum terbiasa saja.
" iya mbok, Terimaksih atas nasehat mbok, semoga Rossa bisa ya mbok. hari ini kami akan kembali ke Jakarta mbok, mbok do'akan ya... Rossa dan mas Randi bisa akur.
" Iya non, do'a terbaik dari mbok untuk den Randi dan non Rossa.
" iya mbok terimakasih.
Karena melihat Rossa sepertinya sudah selesai bicara dengan mbok Darmi. Randi pun datang untuk memanggil Rossa karena akan pergi berbelanja oleh-oleh, sekalian juga ingin mengajak sarapan.
" Rossa...
" Iya mas.. " sambil mengalihkan pandangannya ke arah suara. aura ngambeknya pun seketika hilang setelah bicara dengan mbok Darmi.
" jadikan kita beli oleh-oleh ?
" iya mas jadi. " Rossa bangun dari duduk nya disamping mbok Darmi setelah minat izin pada mbok Darmi untuk pergi.
Rossa dan Randi berjalan berdampingan dari taman belakang menuju meja makan, karena memang keduanya belum sarapan pagi. Rossa yang tadi sedang marah seketika melunak dihadapan Randi, Rossa berinisiatif mengambil kan randi sarapan dan menuangkan air mineral kegelas Randi .
Melihat perubahan sikap Rossa dalam sekejap, Randi pun tak menolak sama sekali Rossa mengambilkan sarapannya, dia hanya diam tak ingin membuat gadis didepannya menjadi marah, mungkin diusia nya saat ini Rossa masih labil, sering cemberut dan kadang baik kembali , tak bisa ditebak.
Mungkin untuk saat ini adalah waktunya randi benar-benar menjadi seorang lelaki dewasa untuk bisa menjadi suami seorang gadis kecil
Kenalin aku author baru di noveltoon mampir ya kak di novel baru aku berjudul Suamiku gila kerja🤗🙏
semangat nulisnya dan sehat selalu
makin kesini jadi gak suka alur ceritanya.
Diawal kan kakeknya yg maksa Randi utk nikah sama Rosa, padahal Rosa msh sekolah.
Sekarang kakeknya juga yg maksa Randi utk pisah dgn Rosa padahal Rosa lagi koma.
Kok gak punya hati, padahal usianya sdh tua, bkn jadi bijaksana.
maaf ya Thor... gak lanjut
asisten dadakan hadir😘
mampir yuk
semangat selalu💪