NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Pertanyaan sang ibu membuat Arik bingung, bagaimana mungkin dia bisa memikirkan usulan itu untuk mencintai seorang gadis yang sama sekali tidak membuat nya tertarik.

"Arik! Apakah kamu masih mendengarkan Mami?" Panggil Nyonya Marisa untuk memastikan.

Arik hanya berdehem, lalu memutuskan untuk mematikan telepon nya, karena dia sudah tidak ingin membahas lagi tentang Maureen.

Nyonya Marisa yang masih berbicara tampak kecewa, saat melihat sikap putra sulung nya yang sangat keras kepala.

"Astaga! Arik memang sangat keras kepala," Nyonya Marisa gemetar kepala nya.

Melihat istri nya yang tampak menggerutu sendiri, Tuan Hans yang baru segera naik tangga menghampiri lalu mencecar beberapa pertanyaan.

"Mami, ada apa malam-malam seperti ini telepon siapa?" tanya tuan Hans penasaran.

"Papi, bikin Mami kaget saja. Tadi Mami habis hubungi Arik. Besok akan ada tamu penting jadi mereka harus menyambut-nya," Jelas nyonya Marisa.

Tuan Hans terdiam, dia setuju dengan cara istri dan ibu nya membuat Arik dan Maureen agar bisa lebih dekat lagi.

"Mami tidak usah cemas, percayakan saja semua pada mereka, sekarang kita lebih baik beristirahat." ucap tuan Hans.

Nyonya Marisa hanya mengangguk patuh, mereka berjalan ke arah kamar yang berada cukup jauh dari ruang tengah.

Bryan yang dari tadi menguping pembicaraan Papi dan Mami nya membuat dia terlihat sangat kesal. Karena seolah hanya Arik saja yang menjadi kebanggaan mereka.

"Kenapa lagi honey?" Gisel penasaran seraya mendaratkan tangan di bahu Bryan.

Bryan mendelik, dia sedikit kaget saat melihat Gisel yang tiba-tiba datang dari belakang. "Ssst! Jangan berisik nanti ada orang yang dengar," Bentak nya.

Gisel mengerucutkan bibir saat dia melihat Bryan marah. Tapi tentu saja ia selalu mempunyai cara agar membuat kekasih nya itu mau bercerita tentang apa yang telah di ketahui tadi.

Tanpa sungkan Bryan mengatakan jika tadi Papi dan Mami nya, mengatakan akan ada tamu khusus dari luar negeri yang harus di sambut oleh Arik dan Maureen.

Mendengar hal itu, seketika Gisel mempunyai ide licik untuk membuat acara itu kacau. Sementara Bryan ia sangat suka dengan ide Gisel.

"Ide mu bagus sekali honey!"

"Iya dong, gimana kalau kita bikin kesal tamu itu pada kak Arik dan istri nya," Bisik Gisel yang begitu bersemangat.

Bryan setuju, mereka berdua mulai merencanakan beberapa hal. Namun sebelum itu kedua nya mencari tahu tentang meeting besok dan diam-diam berjalan ke arah ruang kerja tuan Hans yang berada cukup dekat dari sana.

Arik yakin di sana akan ada beberapa hal penting tentang pertemuan sang kakak dan kolega penting dari Carlson Grup itu.

Dan benar saja, setelah membuka layar laptop Bryan melihat tentang jadwal jika kakak nya besok akan mengadakan pertemuan di sebuah vila pribadi mereka yang berada di dekat pantai.

Gisel yang sedang berjaga di depan pintu, dia melirik dan memastikan pada Bryan apakah kekasih nya itu sudah menemukan yang dia cari.

Bryan dengan cepat nya memotret alamat vila keluarga nya yang baru dan belum dia ketahui.

"Honey! Apakah sudah? Cepat takut nya Papi mu datang ke ini," ucap Gisel tak bosan mengingatkan.

"Sudah! Ayo kita pergi," ajak Bryan segera menutup layar laptop sang ayah.

Kedua nya segera pergi dari ruang perpustakaan setelah mencari tahu informasi pertemuan Arik dengan Mr. Andrew.

Beberapa menit kemudian.

Bryan dan Gisel akhir nya sampai di kamar mereka. Setelah mencari tahu jam dan tempat di mana Arik bersama tuan Andrew akan bertemu.

"Gimana honey, sekarang apa sudah ada rencana untuk membuat Papi mu kecewa pada kakak mu?" tanya Gisel masih menanti entah apa yang akan di lakukan oleh Bryan.

Bryan mendelik, lalu menjawab pertanyaan Gisel. "Tentu saja seperti nya kita kerjai saja mereka agar tidak sampai ke vila itu?" Celetuk nya penuh keyakinan.

Gisel sangat setuju dengan ide Bryan yang bisa membuat pertemuan penting itu jadi kacau. Dan akan menjadi kemungkinan besar kedua orang tua nya marah.

"Honey! Kamu cerdik sekali, sekarang sudah waktu nya kamu jangan mau kalah dengan kak Arik, karena yang lebih pantas menjadi pimpinan adalah kamu, selain fisik mu yang sempurna kinerja mu juga lebih bagus dari dia," ucap Gisel yg terus memanas-manasi Bryan.

Bryan terdiam, selama ini kakak nya yang selalu di kasih kepercayaan penuh atas perusahaan membuat hati kecil nya sangat iri.

"Kali ini aku tidak ingin mengalah lagi kak Arik. Aku ingin melihat diri mu hancur!" Seringai Bryan yg penuh kebencian.

Gisel memancarkan senyuman licik, dia sangat suka saat melihat Bryan yang begitu bersemangat untuk menyaingi kakak nya sebagai pewaris Carlson Grup.

"Bagus! Sayang! Setelah rencana ini berhasil baru pikirkan bagaimana mengambil hati Papi, Mami dan Oma. Agar memberikan kekuasaan itu pada mu!" ucap Gisel.

"Tentu saja honey!" ucap Bryan setuju, lalu membuka layar ponsel dan mengirim sebuah pesan perintah pada orang nya.

Dua hari kemudian.

Maureen baru saja akan bersiap ke kantor untuk menyerahkan desain gaun milik nya yang baru saja di sempurnakan, membuat gadis cantik itu terlihat sangat bersemangat.

Berharap semua harapan nya terwujud, apa lagi saat ini perusahaan ayah nya sedang tidak stabil. "Semoga saja pak Rey puas dengan hasil akhir ini," gumam Maureen seraya mengulum senyum saat menatap desain nya.

Baru saja Maureen di hampiri beberapa pelayan, di ingatkan untuk sarapan dulu. Ia menolak nya karena terburu-buru.

"Berhenti! Kau mau kemana Maureen?"

Seketika langkah Maureen terhenti, saat mendengar suara bariton yang berasal dari arah belakang. Perlahan memutar badan.

Kedua bola mata Maureen membulat, saat Arik membidik tajam ke arah nya. " Mas baru bangun? Oh iya, aku ada urusan penting di perusahaan jadi tidak apa kan aku pergi duluan?" tanya Maureen meminta ijin.

Arik mendengus kesal, saat melihat Maureen yang malah sibuk sendiri dengan pekerjaan nya sampai lupa, jika hari ini ada jadwal untuk menyambut kolega penting nya.

"Apa kau lupa?" Sindir Arik.

Feeling Maureen tidak enak, saat mendengar pertanyaan yang bernada sindiran itu membuat dia sangat tidak nyaman.

"Lupa apa mas apa ada hal yang penting?" Maureen berbalik tanya karena dia sangat tidak paham apa maksud perkataan suami nya.

Arik menghela nafas kasar, bahkan dia sempat mengusap kasar wajah nya sejenak dengan nada berat dia mengatakan, jika hari ini Maureen harus bersiap untuk ikut dengan nya menyambut kolega penting yang di perintahkan oleh ayah.

\*

Bersambung...................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!