NovelToon NovelToon
TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

TAK TERKALAHKAN SETELAH DIUSIR KELUARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.


Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .



Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.


Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.


Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.


Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.



Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29 kekuatan antar jenius

Arena beladiri kota Jiangqi.

Terlihat di tengah tengah arena dua pemuda saling bertarung dengan sengitnya, keduanya terus menerus saling jual beli serangan .

Tidak ada satupun yang mau mengalah, karena masing masing dari mereka membela negara yang menjadi peserta anggota empat negara.

" Shu Lei menyerah saja , kamu sudah tidak bisa lagi bertarung !" Teriak seorang pemuda berjubah biru dengan tangan mengarah ke tenggorokan Shu Lei .

" Jiang Tian aku tidak akan kalah , matipun layak bagiku !" Serunya dengan wajah suram .

Shu Lei adalah wakil peserta kompetisi dari negara Shu , dekat dengan perbatasan Dinasti Qing, memiliki kekuatan alam Emas level sembilan yang sempurna , satu langkah menuju emas Hitam yang kuat.

Jiang Tian tertawa meremehkan, matanya yang tajam menatap dengan setengah wajah ke arah Shu Lei .

" kalau begitu kamu harus turun dari turnamen ini dengan paksa !!"

Jiang Tian mencengkeram tombak hitam yang menjadi senjata andalannya , satu langkah langsung tiba di depan Shu Lei yang tidak bisa berbuat apa apa .

Di tepi lapangan arena, berdiri seorang wanita muda , matanya mengkristal berwarna biru muda, dingin tak tersentuh .

" rekan negara Jiang, bisakah anda melepaskan peserta dari negara Shu kami !" Shu Bingxi berkata pelan, tidak ada aura ataupun kekuatan yang memaksa jiang Tian untuk melepaskan peserta dari negara shu .

Hanya perkataan halus yang menyentuh setiap hati pria , begitu pula dengan Jiang Tian yang sudah siap membunuh lawannya .

Srekk..

Hufh..

Jiang Tian menahan nafas, lalu menyimpan kembali senjata tombak hitam yang ada di tangannya ke dalam cincin penyimpanan.

" peserta negara Jiang, Jiang Tian berhasil mengalahkan peserta negara Shu , Shu Lei " pembawa acara membacakan hasil pertandingan yang baru saja dimenangkan oleh Jiang Tian.

Prokk

Prokk..

Beberapa tepuk tangan terdengar nyaring , terutama dari negara Jiang, para pendukung sangat antusias dan membanggakan jagoan mereka dari negara Jiang.

" pertandingan selanjutnya, Qi Han melawan Jiang Zhengzin, dua pangeran dari negara Jiang dan negara Qi yang memiliki kultivasi setara bersiap untuk bertarung !"

Para penonton langsung heboh , mereka tahu bahwa kedua pangeran yang akan bertanding di atas arena itu adalah rival berat yang tidak mau mengalah satu sama lain, kecuali para utusan dari kedua negara memisahkannya .

Jiang Zhengzin menggenggam pedang berwarna biru giok , matanya yang tajam tampak sangat percaya diri saat memandang ke arah lawannya, seorang pemuda yang memiliki aura yang sama .

Kultivasi alam Emas hitam level lima, dan aura gelap di sekitar menjadi lebih suram menekan .

"Pangeran Zhengzin hari ini aku tidak akan mengampuni dirimu sampai kamu meminta ampun menyerah!" Kata Qi Han , pangeran negara Qi.

" belum tentu aku kalah pangeran Han , kamu masih sama seperti empat tahun yang lalu , sedangkan aku sudah mencapai kemajuan yang signifikan.. !"

" ouh , kalau begitu aku ingin lihat apa kemajuanmu.. !!"

Keduanya seketika langsung bertarung , dua pangeran yang ada di atas arena menggunakan senjata yang sama , yaitu pedang panjang yang tajam mengkilat.

Trang .

Trang..

Jiang Zhengzin mengayunkan pedang panjang ke arah bahu kanan dari Qi Han , namun sang pangeran dari negara Qi itu tidak ceroboh , ia melakukan akrobatik yang cukup tinggi dan tebasan pedang Jiang Zhengzin hanya mengenai pilar arena turnamen.

Mata tajam Jiang Zhengzin berkilat saat serangan pedangnya tidak mengenai sasaran .

" pangeran Han jangan hanya berkelit, apakah kamu tidak malu dengan adikmu sendiri " kata Jiang Zhengzin mencoba menyulut amarah dari pangeran berusia 25 tahun itu.

Qi Han hanya menyeringai tipis , " menghindar adalah seni kekuatan yang bagus , aku sudah mempelajarinya sejak lama " katanya dengan mata bangga .

Hahahaha...

Para penonton dan peserta tertawa nyaring saat mendengar ucapan dari pemuda yang notabene adalah seorang pangeran kerajaan.

" sialan... !"....

Di tempat duduk khusus para peserta dari negara Qi , beberapa orang hanya bisa menepuk jidat tanpa bisa menahan rasa mengeluh dalam hati mereka .

" kakak ketiga tidak bisa diajak serius, apakah dia tidak takut kena hukuman ayah !" Gumam halus wanita muda berusia 19 tahunan.

Matanya yang indah menatap lama ke arah arena , namun dalam pikirannya tidak tertuju ke arah sana , memikirkan seseorang yang telah lama hinggap dalam hatinya .

" tidak lama lagi pernikahanku dengan pangeran kedua akan datang, tapi aku merasa ada yang janggal !"

" semoga saja tidak terjadi apa apa "

Qi Caier hanya bisa pasrah dengan nasib yang terjadi dalam hidupnya, ia awalnya berfikir untuk berkelana ke berbagai negara dan luar Dinasti, namun aturan dan pengaturan pernikahan antar putri kerajaan dengan pangeran Dinasti sudah lama tertanam dan dibuat menjadi piagam plakat perjanjian abadi.

Ia tidak bisa kabur dalam takdirnya , bila ia melakukan hal itu , nasib ayah dan kerajaannya akan terancam dan tidak bisa berdiri kokoh di tengah tengah keempat negara dan kekaisaran Qing.

Brugghh....

Pikirannya tersadar dan matanya yang berwarna putih melihat bahwa itu adalah ledakan yang cukup keras .

" pangeran Zhengzin kamu sudah kalah .. !" Katanya dengan menghapus darah di bibirnya yang pucat .

Nafasnya terlihat tersendat- sendat, seakan tidak bisa lagi menghadapi kehidupan yang sedang dijalaninya .

" pangeran Han , aku belum kalah , luka di dadaku ini masih dangkal, tidak dalam , dan kamu juga terluka sama sepertiku " Jiang Zhengzin menusukan pedang panjangnya ke lantai arena, mencoba berdiri, namun ia sangat sulit untuk melakukannya.

Semua penonton menahan nafas saat melihat betapa brutal pertarungan antar dua pangeran dari negara Qi dan Jiang.

Secara kompak mereka berdiri, memberikan tepuk tangan kehormatan bagi keduanya yang telah memperlihatkan pertarungan yang sangat ganas .

" kedua pangeran memenangkan pertandingan, negara Jiang dan Qi , seimbang... !!".

Matahari mulai terbenam, satu persatu penonton dan peserta jenius muda beranjak dari tempat duduknya , beberapa pembicaraan santer membicarakan pertandingan antara negara Qi dan Jiang.

" saudaraku, besok pertandingan semi final, pangeran Wu Haiji dan putri sembilan Qi Caier akan bertanding...!"

" benar, keduanya memiliki kekuatan kultivasi alam Emas Hitam level tujuh , dan putri Caier tidak bisa diremehkan "

" ah mendengar bahwa putri kesembilan negara Qi akan menikah setelah pertandingan turnamen antar negara ini membuat hati kita gembira " ucap salah satu pemuda dengan nafas tertahan.

" siapa yang akan menikah !"

Ketiga pemuda yang sedang berbincang itu serempak menoleh ke belakang, mata mereka menyusut saat melihat siapa yang bertanya itu.

" ketua gunung... halo ... !" Sapa salah satu pemuda dengan suara terbata bata.

" siapa yang mau menikah ?" Tanya Jiang Hao sekali lagi..

" itu Yang Mulia putri kesembilan Qi dengan pangeran kedua ,Qing Wei !" Jawabnya dengan nada takut.

Jiang Hao terdiam , mata merahnya begitu merah , " maaf saya kasar saat bertanya tadi .. !"

Jiang Hao langsung berjalan meninggalkan ketiga pemuda yang sudah penuh dengan keringat dingin yang deras .

" ya tuhan , binatang ganas itu akhirnya pergi .. !"

1
Ihya Ilmi
Kapan updatenya thor
Andi Akhasay: Coba baca novelku kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!