NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action / Tamat
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual sang kakak dan karma yang berganda

Mansion De Luca kembali diselimuti aura "darurat medis" yang sangat akrab di ingatan Leonardo. Bedanya, kali ini ada seorang bocah berusia lima tahun yang merasa dirinya adalah komandan operasi perlindungan tingkat tinggi. Begitu testpack menunjukkan garis dua, Luciano segera mengaktifkan protokolnya sendiri.

"Paman Marco, aku butuh daftar makanan yang membuat bayi jadi pintar dan kuat seperti singa," ucap Luciano, berdiri tegak di depan meja kerja Marco dengan tangan bersedekap.

Marco, yang biasanya sibuk memantau rute logistik senjata, kini terpaksa membuka tab baru di komputernya: “Nutrisi Ibu Hamil Trimester Pertama”.

"Siap, Tuan Muda. Saya sudah mencatat bahwa bayam dan alpukat adalah prioritas," jawab Marco dengan wajah serius yang dipaksakan. "Apakah Anda ingin saya menyiapkan tim pengawal khusus untuk buah-buahan ini?"

"Tentu saja. Dan pastikan Ayah tidak membuat Bunda kesal. Kalau Bunda stres, adikku bisa pusing di dalam sana," instruksi Luciano dengan nada yang sangat mirip dengan cara Leonardo memerintah anak buahnya.

Hukuman Jilid Dua

Leonardo, sementara itu, sedang merasakan "keadilan alam". Sepertinya, janin kedua ini jauh lebih sensitif dibandingkan Luciano dulu. Jika dulu Luciano hanya menolak bau parfum, bayi kedua ini seolah menolak keberadaan Leonardo secara visual.

"Leo, bisakah kau memakai topeng atau setidaknya jangan menatapku seperti itu? Wajahmu membuatku ingin mual," gumam Olivia yang sedang berbaring lemas dengan kompres hangat di dahi.

Leonardo terpaku di ambang pintu. "Olivia, ini wajah yang kau cintai. Aku bahkan sudah mencukur janggutku agar tampak lebih lembut!"

"Bayinya tidak setuju, Leo. Pergi ke ruang kerja," usir Olivia pelan.

Leonardo berbalik dengan pundak lesu, hanya untuk menemukan Luciano berdiri di koridor dengan buku catatan kecil di tangannya.

"Ayah, kau melanggar Protokol Satu: 'Jangan membuat Bunda mual dengan wajah garangmu'. Sebagai hukuman, Ayah dilarang masuk ke kamar selama dua jam dan harus membantuku mencuci mobil mainanku," ucap Luciano tanpa ampun.

Leonardo menatap putranya, lalu menatap pintu kamar yang tertutup. "Aku adalah bos mafia paling ditakuti di Eropa, Luciano. Dan sekarang aku dihukum oleh istri yang sedang hamil dan anak yang belum lulus sekolah dasar."

"Itu namanya kepemimpinan yang demokratis, Ayah. Ayo, sabunnya sudah siap," balas Luciano sambil menarik tangan ayahnya.

Latihan Menjadi Kakak yang Baik

Di bawah bimbingan Marco, Luciano mulai menjalani "Latihan Dasar Kakak Hebat". Marco mengajari Luciano cara memegang benda pecah belah dengan hati-hati (sebagai simulasi memegang bayi) dan cara mendeteksi bahaya di sekitar Olivia.

"Ingat, Luciano, senjata utama seorang kakak bukan pistol, tapi kesabaran," nasihat Marco sambil membantu Luciano menyusun blok mainan untuk calon adiknya.

"Paman Marco, apakah aku harus mengajari adikku cara meretas CCTV seperti yang Paman ajarkan padaku?" tanya Luciano polos.

Marco tersedak kopinya. "Mungkin... kita simpan itu untuk kurikulum tahun depan, Tuan Muda. Fokuslah pada cara memberikan botol susu tanpa tumpah dulu."

Malam yang Menggelitik

Malam harinya, Leonardo mencoba menyelinap ke tempat tidur saat Olivia sudah terlelap. Namun, ia mendapati Luciano sudah tidur melintang di tengah-tengah ranjang, memisahkan posisi Leonardo dan Olivia.

Di tangan Luciano, ada sebuah papan kecil bertuliskan: "ZONA STERIL".

Leonardo hanya bisa menghela napas, pasrah tidur di sofa kecil di ujung ruangan. Ia menatap istri dan anak sulungnya, lalu mengusap perut Olivia yang masih rata dengan ujung jarinya secara sembunyi-sembunyi.

"Dua orang... aku akan menghadapi dua orang yang akan menyiksaku seumur hidup," bisik Leonardo dengan senyum paling tulus yang pernah ia miliki. "Tapi tak apa. Aku lebih baik disiksa oleh kalian daripada berkuasa di dunia yang sepi."

Luciano, yang sebenarnya hanya pura-pura tidur, tersenyum kecil di balik bantalnya. Operasi "Membantu Ayah Menjadi Pria Paling Sabar di Dunia" berjalan dengan sukses luar biasa.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!