Kehidupan setiap orang tidak sama, jodoh, maut rezeki. Semua orang mendapatkan kadar yang berbeda.
Syaren, terpaksa menikah dengan Dimas, demi melindungi kakaknya, Yumna. Dia tahu, pernikahan ini bukan hal yang indah, Dimas hanya menginginkanya, hanya untuk bersenang-senang.
Bagaimana nasib Syaren? Apakah dia bisa menua bersama Dimas? Atau garis kehidupannya mengujinya lebih kejam lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Malik dan Pernikahan Yumna
Malik adalah sepupu Dimas. Dia anak Citra yang memilih tinggal di rumah Sakit Wisma Karena penyakitnya yang sering kambuh tiba-tiba.
Dimas sangat menyayangi Malik, apapun ia berikan untuk Malik. Begitu pula Malik, ia juga sangat menyayangi Dimas.
Malik dan Reyhan sama sama Donator di beberapa panti Asuhan. Walaupun Dimas dan Syaren berpisah karena ancaman kesehatan Syaren, Malik tetap akrab dengan Reyhan.
Andai Malik tak di vonis dokter, tak memiliki umur panjang, Reyhan pasti akan mencoba untuk menjodohkan dengan Yumna. Karena vonis dokter itu Reyhan meng urung kan niatnya. Ternyata vonis dokter belum terbukti, sekarang keadaan Malik mulai jauh membaik.
Saat ia melihat Dimas sudah bangkit dan beberapa kali Terlihat menggandeng wanita, Malik yang merasakan cinta Pada Syaren, membiarkan perasaannya.
Kesehatannya, semakin hari, makin membaik, mungkin karena perasaannya itu. Sekarang ia tinggal di rumah Dimas bersama mamanya dan sepupu lainnya. Karena kesehatannya yang jauh lebih baik.
***
Reyhan akan menjodohkan Yumna dengan sahabatnya Adly, Adly sangat setuju untuk menjadikan Yumna istrinya. Hari ini mereka menghadiri peresmian bangunan baru panti asuhan yang baru di rehab.
Yumna dan Adly mulai saling akrab, Syaren sungguh usil, dia selalu mengganggu Yumna dan Adly.
"Kak Adly, kakak ada bawa kipas angin?" Tanya Syaren.
"Engga, emang buat apa Ren?" Tanya Adly.
"Buat kipasin kak Yumna, kasian kak Yumna, dia hampir tenggelam sama keringatnya sendiri." seru Syaren, sambil lari dari hadapan Yumna dan Adly.
"Maafin Syaren ya kak Adly. Dia memang begitu orangnya." lirih Yumna.
"Iya ngga apa-apa." seru Adly.
Malik mulai mengatur strategi, mendekati Syaren. Entah kenapa detakkan jantungnya lebih kuat, dari biasanya.
"Hai Ren," sapa Malik
"Hai kak Malik." sahut Syaren.
"Ren, aku boleh tanya?"
"Silakan kak."
"Apa orang sakit sepertiku bisa mendapatkan cinta seorang perempuan?" Tanya Malik.
"Kenapa tidak?"
"Masalahnya perempuan itu akan menjadi janda muda, jika ku nikahi, karena penyakitku ini." seru Malik.
"Kalau memang garisan Tuhan dia menjadi janda, bukan garisan kak Malik." seru Syaren.
"Kok gitu?"
"Ngga ada jaminan orang sehat lebih lama hidup dari orang sakit kak, yang namanya maut, itu semua kan rahasia Tuhan."
***
Sejak acara itu Malik semakin gencar mendekati Syaren. di rumah pun, rona bahagianya bisa dilihat semua orang.
"Duh anak mama bahagia banget!" Seru Citra.
"Em engga mah biasa aja." sahut Malik
"Jangan-jangan kak Malik jatuh cinta ya?" Seru Amel. Wajah Malik yang putih menjadi memerah.
"Kamu sudah cerita, tentang keadaan kamu sama dia?" Tanya Citra.
"Dia sudah tau mah ...." sahut Malik.
"Apa kamu mau, mama lamar dia secepatnya?" Tanya Citra.
"Nanti aja mah." sahut Malik.
Malik segera pamit pada Citra, dia ingin menjalankan rencananya secepatnya. Dimas yang menuruni tangga tersenyum, melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Malik.
"Malik kenapa ma?" Tanya Dimas yang baru medekat.
"Biasa jatuh cinta!" Seru Amel.
"Aku ngga tanya kamu!" Seru Dimas.
"Sepertinya Malik jatuh cinta Dimas." sahut Citra.
"Bagus lah ...." sahut Dimas.
Pembicaraan mereka terhenti, saat ponsel Dimas berdering, terlihat nama Reyhan yang memanggilnya. Dimas langsung mengangkat panggilan dari Reyhan.
"Iya Rey." sapa Dimas.
"Dimas, apa benar kamu, sudah merelakan Syaren?" Tanya Reyhan.
"Benar Rey, aku benar-benar merelakan dia, carikan dia pendamping hidup yang benar-benar mencintainya." sahut Dimas.
"Baiklah aku lega mendengar hal ini, langsung darimu. Karena ada sahabatku yang meminang Syaren padaku." sahut Reyhan
"Terima saja, jika Syaren menerimanya." sahut Dimas.
"Iya, makasih Dimas." Sahut Reyhan
Telepon mereka ber akhir. Wajah Dimas nampak lesu, dia menyimpan kembali ponselnya.
"Kenapa Dimas?" Tanya Citra.
"Syaren akan di lamar orang mah," sahut Dimas.
Dimas langsung permisi, dia pergi kekamarnya.
*****
Di sudut lain.
Malam ini Malik dan Syaren janjian di sebuah cafe, cafe itu sudah di booking semua oleh Malik. Dia menyusun rencana untuk melamar Syaren, di sana.
Setelah Syaren datang, Syaren terkejut dengan dekorasi dalam cafe, yang beda dari biasanya, Setelah masuk semakin dalam, terihat lampu warna warni, membentuk kata:
Will you marry me?
Di sana, terlihat Malik berdiri, sambil memegang cincin. Dia berjalan mendekati Syaren.
Syaren menangis, dia sangat terharu dengan kejutan Malik, Malik terus mendekati Syaren dengan membawa cincin.
"Will you marry me?" Tanya Malik.
"Yes ...." jawab Syaren.
Malik langsung menyematkan cincin ke jari Syaren. Dari arah belakang, tiba-tiba Reyhan, Samantha, Yumna, dan Adly, muncul bersamaan.
"Kak Rey, kak Atha, kak Yumna, kak Adly, Kalian semua?" Seru Syaren. Dia sangat terkejut dengan kehadiran saudaranya dengan pasangan mereka.
Semua memberikan selamat pada Syaren dan Malik. Hati Reyhan sebenarnya ragu menerima Malik, namun melihat Syaren juga mencintai Malik, apa daya, ia tak mampu menolak.
"Malik, lamar adikku nanti secara resmi," seru Reyhan.
"Tentu kak ...." sahut Malik.
Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama.
*****
Seminggu lagi pernikahan Yumna dan Adly akan dilangsungkan. Mereka mulai sibuk mempersiapkan pernikahan Yumna, yang akan dilangsungkan di sebuah gedung.
Undangan pun sudah tersebar.
Pagi ini akad nikah Yumna di sebuah mesjid, Syaren membisu, tiba-tiba dia melihat kilasan bayangan masa lalunya. Dia Melihat meja akad Yumna. Syaren merasa sesak, dia segera membuang jauh-jauh bayangan itu.
Akad Nikah Yumna dan Adly, akan segera di mulai, Reyhan dengan lantang mengucapkan kalimatnya, disambut oleh Adly yang lantang mengucap akad, akhirnya, kata "sah" terdengar dari mulut kedua saksi.
Syaren tersenyum melihat kakak perempuannya menikah. Syaren lagi-lagi melihat kilasan bayangan masa lalunya.
Ia melihat dirinya mencium tangan seseorang namun bayangan orang itu kabur.
Brukkkk!
Syaren jatuh pingsan.
Acara yang tadi khusyu, berubah jadi tegang,
Reyhan langsung mengangkat Syaren, dia di bantu Malik.
"Apa dia teringat masa lalu?" Lirih Yumna.
"Apa dia akan melupakanku?" Tanya Malik.
"Mungkin ia mengingat sedikit masa lalunya,
tapi dia dan Dimas tidak saling mencintai, kamu tenang Malik. Ia menikah dengan Dimas hanya karena perjanjian, walau dia ingat, dia pasti akan bertahan bersama kamu." seru Reyhan.
Syaren perlahan mulai sadar.
"Aku kenapa?" Tanya Syaren.
"Kamu pingsan sayang." sahut Reyhan.
"Oh mungkin capek kali ya kak ...." seru Syaren
"Sudah, ini minum dulu." kata Malik, sambil memberikan air mineral pada Syaren. Syaren langsung meminumnya.
"Memangnya kenapa tadi?" Tanya Yumna.
"Aku merasa aku yang nikah kak, tapi kenapa aku ngga bahagia kak? Rasanya ... hanya ada rasa takut yang menyelimutiku, aku ngga tahan kak ...." air mata Syaren menetes, mengingat bayangan yang dia lihat sebelumnya.
"Kamu lihat Malik?" bisik Reyhan, pada Malik.
Malik mengerti, Syaren sangat tersiksa saat bersama Dimas.
"Syaren ... kakak ngga akan buat kamu ketakutan, kakak akan hujani hatimu dengan cinta." seru Malik,
Syaren langsung memeluk malik.
Reyhan ingin marah, melihat Syaren memeluk Malik, namun di tahan Yumna dan Adly.
"Makasih atas semua cinta kakak" lirih Syaren.
"Sama-sama sayang, kamu juga memberikan semangat baru di hidupku." sahut Malik.
Malam harinya, langsung di adakan acara resepsi pernikahan Yumna dan Adly.
"Aku akan memberi kejutan pada mamaku!" seru Malik sambil menggenggam tangan Syaren.
"Mama kakak datang kemari? Aduh aku jadi ...."
"Jangan khawatir sayang, mama aku tuh baik ... banget!" Seru Malik.
Di pelaminan, pasangan pengantin, nampak begitu mesra. Namun masih kalah mesra dengan Syaren dan Malik, yang selalu bersama. Tangan Malik tak pernah melepaskan tangan Syaren.
Beberapa wajah nampak senyum sumringah melihat Malik selalu bergandeng tangan dengan wanitanya. Mereka ingin mengejutkan Malik.
"Hai my broo!" Seru Dimas, yang ingin mengejutkan Malik.
Malik langsung berbalik dan memeluk Dimas.
lalu memeluk Citra serta 3 sepupu cantiknya.
"Sayang ... kenalkan, ini sepupu-sepupuku dan ini, mamaku." seru Malik.
Syaren pun berbalik.
DHUAARRR!
Rasanya jantung semuanya meledak, menyadari siapa perempuan yang bersama Malik.
"Syaren?!" Ucap semuanya bersamaan.
"Hai," sapa Syaren. Namun semuanya masih membisu.
"Kak Malik, sepertinya Syaren berada di tempat yang salah ...." Syaren melangkah mundur.
Citra menyadari kesalahannya, Citra langsung memeluk Syaren.
"Kami biasa memeluk sayang, terima kasih sudah mewarnai hidup anak tante." lirih Citra, menutupi, kecanggunganya.
Amel, Aira, dan Aleta juga bergantian memeluk Syaren.
"Apa kak Dimas keberatan?" Tanya Malik, dia berbisik pada Dimas.
"Tidak!" sahut Dimas.
Dimas undur diri dari mereka semua, dia mencari tempat yang sepi, untuk menelpon Joan. segera dia menelpon Joan, agar Joan membawa wanita, untuk menemaninya bersandiwara, untuk menutupi kekhawatiran Citra dan Malik.
Aura kebahagiaan terpancar di wajah Malik dan Syaren.
Setelah selesai berbicara dengan Joan, Dimas kembali bergabung dengan mereka semua.
"Kamu bagaimana sayang?" Tanya Citra, dia memandangi wajah Dimas
"Aku sudah punya calon mah, tapi aku proses pendekatan lebih dalam dulu." sahut Dimas.
Tidak berselang lama, seorang perempuan yang sangat cantik langsung Memeluk dan mencium Dimas. Melihat kemesraan Dimas dan wanitanya, membuat semuanya tenang.
Semuanya larut dengan kegembiraan Resepsi pernikahan Yumna dan Adly.
gampil bingittt