NovelToon NovelToon
Guru BK Itu Ternyata Jodohku

Guru BK Itu Ternyata Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: dira.aza07

Nafisha merasa hidupnya baik-baik saja.

Meski sering terlambat, sering dihukum guru BK, dan kerap terlibat masalah karena membela teman-temannya, setidaknya ia masih bisa menjalani hari-harinya bersama Rendi—sahabat yang selalu ada untuknya.

Sampai suatu hari semuanya berubah.

Sebuah kesalahpahaman membuat nama Nafisha menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Dan tanpa sepengetahuannya, kedua orang tuanya telah menyiapkan keputusan yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Perjodohan.

Lebih buruk lagi, pria yang dijodohkan dengannya adalah Andrea—guru BK yang paling sering menghukumnya di sekolah.

Nafisha tidak pernah membayangkan harus hidup berdampingan dengan pria menyebalkan itu.

Namun semakin keras ia berusaha menjauh, semakin sering takdir mempertemukan mereka.

Mampukah Nafisha menerima takdir yang telah ditentukan untuknya? Saat guru BK yang selalu membuatnya kesal itu ternyata adalah pria yang harus bersanding dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dira.aza07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Nafisha akhirnya bisa terlepas dari tangan Reksa, ia berlari menuju ruangan satpam. Tapi Reksa dengan cepat kembali menahannya, sebelum Nafisha benar-benar memasuki ruangan Satpam. Lalu, Reksa menarik paksa tubuh gadis itu menjauh dari ruangan satpam atau cctv tersebut.

"Lepas Sa!" teriak Nafisha.

Lalu Reksa membawanya menuju ruangan kosong, dan tubuh Nafisha di sudutkan di tembok.

"Dengar Naf, ini bukan soal berani atau tidak, melainkan kamu akan dapat masalah," ujar Reksa.

"Masalah apa sih yang kamu maksud?" geram Nafisha.

"Tidak semua data bisa diminta, meski kita ada dalam masalah. Kecuali para guru itu bisa dan mudah, dulu ada yang kena masalah padahal dia benar-benar diganggu," timpal Reksa.

"Ya sudah kita ke Andrea!" ujar Nafisha.

"Andrea juga tetap manusia yang tidak mudah mendapatkan data, ia harus serangkaian prosedur dan penjelasan kepada satpam itu," ujar Reksa.

"Ah ribet!" protes Nafisha.

"Aku ada cara," ujar Reksa lalu berbisik di telinga Nafisha.

Nafisha melengkungkan senyumannya.

"Aku sih setuju," jawab Nafisha lalu mereka melakukan tos.

Mereka keluar dengan culingak-culinguk, takut ada yang melihat mereka masuk ke ruangan kosong dan ditanyai secara detail.

Setelah aman mereka kembali berjalan secara beriringan ke kelas. Mereka belajar seperti biasa saat bel masuk berbunyi.

Beberapa jam kemudian, waktu pulang tiba. Nafisha yang sudah benar-benar merasa lebih baik pun mulai melakukan aksinya bersama Reksa.

"Pak, cape yah? Aku punya kopi sama rokok dan cemilan, mau ga?" tanya Reksa sambil menyodorkan itu semua di depan satpam.

Satpam itu menyipit. "Kamu mau nyogok Bapak ya?" ucap satpam itu curiga.

"Nyogok buat apa? Saya inget di rumah ada rokok nganggur, Bapak saya nggak merokok, ya sudah saya minta saja, inget Bapak. Kalau kopi ya belilah. Masa ada rokok nggak ada kopi nggak lengkapkan," ucap Reksa santai.

"Baik kalau gitu terima kasih, Bapak seduh sekarang ya," ucap satpam itu berdiri mengambil kopi.

Pria itu berjalan menuju ruangan satpam yang berada di depan dekat gerbang, lalu ia mengambil gelas plastik dan menyeduhnya. Setelah itu membawa keluar dan berbicara dengan Reksa.

Nafisha yang telah menunggu moment itu di mulai, ia berjalan dengan mengendap-endap, lalu membuka cctv di komputer tepat di Jam dan hari yang sama di mana Tina telah tidak sengaja menyenggol mangkuk bakso yang tengah ia pegang.

Sambil memajukan dan memundurkan laju video dalam layar komputer, kepala Nafisha sedikit-sedikit melengok ke arah jendela melihat apakah satpam itu masih bersama Reksa.

Detik demi detik, menit demi menit berjalan twrasa Waktu begitu cepat. Sementara data di tangannya belum ia temukan dengan pasti, karena tepat dikejadian itu. Nafisha harus mengecek beberapa jam sebelumnya. Hingga ia mengikuti Tina dalam alur mundur di dalam video cctv di layar komputer itu.

Telapak tangan Nafisha terasa dingin dan berkeringat tidak seperti biasanya. Kakinya di ketuk-ketuk ringan di atas keramik dalam ruangan itu. Tangannya terasa begitu dingin tapi anehnya keringat mulai terasa bercucuran di dahinya.

Cuaca kali ini, tidak sedang mendung ataupun hujan, tapi rasa dingin di tangan Nafisha sudah terasa sedang di tempat yang begitu dingin.

Nafisha semakin bergemetar kala dirinya terus mengikuti langkah Tina di dalam video. Selain terus melihat kaca, Nafisha pun melihat ke arah jam tangannya.

"Cepat dong!" panik Nafisha sambil melihat ke arah layar komputer.

Tanpa Nafisha sadari, ada seseorang dengan langkah tegap menghampiri ruangan satpam.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!