⚠️ PENGUMUMAN PENTING
Novel ini masih dalam proses revisi total, jadi mohon maaf jika ada nama tokoh yang berbeda.
Mohon untuk bijak menanggapi.
Memiliki pernikahan yang bahagia adalah mimpi setiap manusia, namun mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk saat Yoora
mengetahui Jung suaminya, meminta izin
padanya untuk menikahi kekasihnya...
Konflik pun dimulai setelah Jung berhasil
menjadikan Aeri istri ke-dua nya....
Ikuti kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeon Nury, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Bersama Leo Part 3
Namsan Tower
Leo kembali menggandeng tangan Yura segera memasuki Area Namsan Tower.
Namsan Tower merupakan salah satu destinasi wisata populer di kota Seoul. Tempat ini terletak diatas gunung Namsan dengan ketinggian 479 meter diatas permukaan laut, dan menjadi landmark paling mencolok di Seoul.
Namsan Tower mulai dibangun pada tahun 1969 dengan tujuan untuk difungsikan sebagai pemancar radio dan televisi. Baru pada tahun 1980 menara ini dibuka untuk umum dan dijadikan objek wisata yang menawarkan pemandangan indah kota Seoul dari puncak menara.
Pengunjung dapat melihat lanskan kota Seoul dari Observatorium yang berada diketinggian sekitar 138 meter. Diatas menara juga terdapat sebuah restoran yang berkapasitas 184 orang. Sehingga dapat menikmati keindahan kota Seoul sambil menikmati hidangan lezat.
Leo dan Yura mulai memasuki area Oled Tunel sebuah lorong yang dikelilingi oleh layar OLED pertama di dunia yang menampilkan beberapa tema video dengan kualitas gambar yang memukau.
"Wah keren sekali..." seru Yura merasa takjub.
"Kau suka?" tanya Leo
"Hmmm aku suka" Yura mengangguk samar.
Leo masih menggenggam erat tangan Yura seolah tak ingin melepaskannya.
"Apa kau pernah kemari sebelumnya?" tanya Leo penasaran.
"Pernah dua kali" jawab Yura santai.
"Dengan siapa?" tanya Leo dingin. Yura yang menyadari perubahan nada bicara pria itu mulai menatap Leo dengan menyipitkan matanya.
"Kau ingin tau?" ledek Yura menggoda.
"Cepat katakan" tekan Leo mulai heboh sendiri.
"Baiklah dengarkan aku Tuan Leo, aku pernah kemari sebelumnya, pertama saat aku berusia 10 tahun dan itu bersama Ayahku" jelas Yura.
Leo seketika menahan senyum saat mendengar jawaban Yura, namun ia belum puas karena Yura belum memberitahu yang kedua ia pergi dengan siapa.
"Lalu yang kedua" Leo masih penasaran, Yura menyipitkan matanya menatap Leo.
"Kau masih ingin tau?" ledek Yura lagi menggoda Leo.
"Ish... sudahlah", Leo memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya di dada, Yura tersenyum sepertinya prianya sedang merajuk.
"Ya ya baiklah," Yura menangkup wajah Leo
"Yang kedua__" Yura menjeda kalimatnya sejenak "aku pergi denganmu" lanjutnya.
Seketika Leo tersenyum cerah, wajahnya memancarkan kelegaan yang begitu besar, tiba-tiba
cup~
Leo mengecup bibir Yoora sekilas.
"Ayo kita lihat tempat lain" ucap Leo santai meninggalkan Yura yang masih termangu dengan pipi merah merona.
Hufh... Yura menghela nafas kemudian
menyusul Leo.
Kini Leo dan Yura melewati Bridge of Love jembatan cinta yang dihiasi oleh gemerlap lampu warna warni dimalam hari.
"Wah lihatlah indah sekali" seru Yura terkagum dengan keindahan jembatan yang dilewatinya, sangat cocok dilewati untuk pasangan yang sedang jatuh cinta.
Leo hanya melirik sekilas wajah cantik Yura.
wanita ini membuat ku semakin menginginkannya malam ini .
Batin Leo.
"Sayang ayo kita kesana" tunjuk Yura pada suatu tempat bertuliskan Hello Kitty Island
Leo mengernyit Hello Kitty, ia hanya pasrah yang penting tidak rumah hantu lagi.
"Kau suka Hello Kitty?" tanya Leo.
"Dulu saat aku masih kecil" jawab Yura seadanya.
"Sekarang apa yang kau sukai?" tanya Leo lagi.
"Tidak ada" jawabnya singkat lalu berjalan mendahului Leo masuk kedalam.
"Wah bagus sekali" ucapnya memutar tubuhnya, karena bukan hari libur jadi tempat itu sedikit sepi.
"Sayang tolong ambil fotoku" memberikan ponsel barunya pada Leo. Karena belum sempat di charge akhirnya ponselya pun mati. Dengan senang hati Leo menawarkan untuk
menggunakan ponsel miliknya.
Leo siap dengan kamera ponsel ditangannya, sementara Yura, gadis itu bingung harus berpose seperti apa, karena gemas tiba-tiba Leo merangkul pundak Yura.
cekrek
Akhirnya Leo berhasil mengambil foto keduanya. Yoora nampak terkejut.
"Bagaimana denganku, apa kau tidak
menyukaiku?" tanya Leo tiba-tiba, membuat Yura gelagapan.
"Ehm..." Yura berdehem, mengalihkan pembicaraan.
"Sayang ayo kita ketempat lain" ajaknya pada Leo.
Leo dan Yura menuju ke tempat yang dipenuhi dengan gembok cinta. Tempat ini adalah tempat favorit bagi para pasangan kekasih. Biasanya mereka akan memasang kan gembok yang ditulisi nama pasangan kemudian di dikunci, dan kuncinya akan dibuang dikotak tempat pembuangan kunci
yang sudah disediakan. Kotak tersebut akan mengarah kearah bawah gunung.
Leo dan Yura memasang satu gembok yang sudah disiapkan oleh Yura. Dulu ayahnya sempat membelikan untuknya, dan jika saatnya ia dewasa nanti ia harus memasangnya dengan seseorang yang ia cintai. Dan Yura selalu membawa gembok itu kemanapun ia pergi.
Dan kebetulan sekali saat ini Leo membawanya ke tempat ini. Tempat yang sangat ingin ia kunjungi, dan mewujudkan keinginan sang Ayah.
"Kau boleh membuangnya" memberikan kuncinya pada Leo
Leo menatap kunci itu, kemudian beralih menatap wajah Yoora lekat.
"Untuk apa aku melakukan ini?" tanya Leo santai.
"Agar cinta kita tetap abadi suatu hari nanti" jawab Yura penuh percaya diri. Entah kenapa malam ini ia merasa bahwa Leo adalah miliknya seutuhnya.
"Baiklah, kalau begitu jawab dulu pertanyaan ku, apa kau menyukaiku?" kali ini nada bicara Leo menjadi sangat serius.
Seketika tatapan Yura berubah nanar, kini mereka berdiri berhadapan saling memandang satu sama lain.
"Bagaimana denganmu, apa kau juga menyukaiku?" bukannya menjawab Yura justru berbalik menanyai Leo.
Inilah saatnya Yura harus mengetahui tentang isi hati Leo terhadapnya, dan mendengarkan sendiri dari bibir Leo. Yura sudah mempersiapkan hatinya jika kemungkinan besar jawaban Leo tidak sesuai dengan keinginannya.
Leo menatap wajah Yura intens, ia sedang meyakinkan hatinya bahwa ia menyukai wanita dihadapannya saat ini.
Kata hatinya selalu mengatakan jika ia sangat menyukainya, namun sesuatu yang menahannya terlalu kuat, dan ketidakberdayaan dirinya untuk melawan membuatnya melukai wanita itu.
Kini ia sangat yakin bahwa ia bisa mengatakan yang sebenarnya tentang isi hatinya saat ini.
"Ya.. aku menyukaimu, sangat menyukaimu" ucap Leo yakin.
"Aku sangat mencintaimu Yura istriku" tekannya tegas dan penuh penekanan.
Yura yang mendengarnya mulai berkaca-kaca. Ia menggigit bibir bawahnya agar air matanya tertahan. Ia mencoba untuk tidak menangis.
"Apapun yang terjadi padaku nanti, kumohon padamu jangan tinggalkan aku, bahkan saat aku tidak sadar akan diriku sendiri, kumohon untuk tetap disisiku" kali ini Leo yang mulai berkaca-kaca.
Yura semakin tidak bisa membendung air matanya lagi, kali ini ia mengijinkan air matanya untuk meluncur begitu saja.
"Maafkan aku, selama ini aku selalu menyakitimu, menempatkanmu dalam posisi yang sulit, tapi percayalah semua itu diluar kendaliku, sekali lagi kumohon maafkan aku istriku" kali ini air mata Leo lolos begitu saja.
Yura yang melihatnya segera mendekati Leo, mengusap air mata nya yang jatuh menggunakan tangannya sendiri.
"Aku sudah lama memaafkan mu sebelum kau memintanya" lirih Yura merasuk dipendengaran Leo.
Leo menatap kedua mata Yura secara bergantian, terpancar jelas aura ketulusan pada wajah seorang Yura. Dengan cepat Leo meraih tengkuk Yura menariknya mendekat padanya kemudian mencium bibirnya.
Hingga menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.
"Omo mereka berciuman"
"Daebak... romantis sekali"
"Aku juga ingin dicium"
Bunyi suara beberapa pasangan kekasih yang berada disekitar Yura, namun keduanya tidak menghiraukan, justru asyik berciuman.
Leo semakin memperdalam tautannya pada bibir Yura, sedangkan Yura juga membalasnya.
Lama berciuman, akhirnya Leo mulai melepasnya kemudian menarik tubuh Yura dalam pelukannya.
"Saranghae (aku mencintaimu)"
"Saranghandago (aku mencintaimu)"
"Saranghandanikka (aku mencintaimu)"
Ucap Leo berkali-kali, kali ini Yura melepas pelukannya lalu menatap lekat pria itu,
"Kenapa?" tanya Leo.
"Apa kau suka nonton drama,? caramu mengucapkan barusan membuatku teringat suatu drama, apa kau menirunya" Yura menyipitkan matanya.
"Mana ada.., itu dari lubuk hatiku sendiri" ucap Leo berkilah.
*T*api kata-katanya memang aku meniru
hihihi, dalam hati Leo terkekeh.
Leo kembali menarik tubuh Yura.dalam dekapannya, kali ini ia tidak ingin melepaskannya lagi. Saat sedang hanyut dalam pelukan masing-masing, tiba-tiba
terdengar bunyi
kkkruuukkkkk......
🍁🍁🍁
**KOMEN,VOTE,LIKE,...
KHAMSAHAMIDA ❤️❤️❤️**
sedih..
Slalu penasaran terus