NovelToon NovelToon
The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:273.8k
Nilai: 5
Nama Author: Seojinni_

Qin Yue, agen elit paling mematikan dari dunia modern, mati dalam misi. Ia terbangun di tubuh Putri Feng Xiuying—gadis cantik, lemah lembut, dan terkenal bodoh seantero istana.

Tapi dunia akan segera tahu bahwa kelinci mungil ini kini bertaring.

Pedangnya lebih cepat dari lidah bangsawan istana, dan kelicikannya bahkan bisa mempermainkan para pejabat tua.

Hanya satu orang yang tak bisa ia taklukkan. Jenderal Han Ziyu, pria dingin berjulukan "Serigala Salju."

“Ayo bertarung!”
“Maaf, aku tak melawan kelinci,” katanya dingin.

Tapi ketika kelinci itu mulai menggoda pangeran lain, serigala itu menggeram pelan.

“Kelinci milikku... tak boleh bermain di kandang rubah lain.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seojinni_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Racun Gu (2)

Racun Gu

Kata itu jatuh seperti petir.

Gu...

Dalam sekejap, seluruh aula seolah kehilangan udara. Beberapa bangsawan yang paham makna nama itu langsung menunduk lebih dalam. Wajah Permaisuri menegang, senyum anggunnya lenyap tanpa sisa.

Feng Tianshu memejamkan mata sejenak, lalu menatap Kaisar dengan pandangan berat.

“Racun yang bahkan istana dilarang menyentuhnya… siapa yang berani menodai malam ini dengan hal semacam itu?”

Wu Yao melangkah maju, pura-pura terkejut. “Racun Gu? Tidak mungkin… bukankah itu hanya cerita lama dari masa perang barat?”

Rong Yi menunduk dalam-dalam, suaranya tegas.

“Itu benar, Yang Mulia. Aku melihat gejalanya dengan mata kepala sendiri—demam tinggi, darah mengalir cepat, napas tersendat… tubuh menolak sadar. Jika tak segera diberi penawar, racun Gu akan membakar jantung dari dalam.”

Desas-desus kembali pecah, tapi kini disertai ketakutan.

Nama racun Gu bukan sekadar kisah, ia dikenal sebagai racun yang dicampur dari kutukan serangga dan obat perangsang.

Mematikan… dan memalukan.

Shen Lanyue menyipitkan matanya, suaranya pelan tapi cukup tajam untuk memecah ketegangan.

“Oh? Jika itu benar… artinya racun itu hanya mereda oleh sentuhan tubuh pria? Hm… mungkinkah ini berkaitan? Putri Bai dan Pangeran Keempat tak ada di tempat secara bersamaan.”

Beberapa orang menahan napas. Wu Yao tersenyum kecil, seperti baru menemukan celah untuk menusuk.

“Ah… sungguh kebetulan yang luar biasa, bukan?”

Kaisar menatap tajam, suaranya rendah namun bergetar menahan amarah.

“Cukup.”

Ia turun dari singgasananya, langkahnya bergema pelan tapi berat.

Tatapannya beralih pada Rong Yi.

“Di mana Xiuying sekarang?”

Rong Yi menunduk. “Di ruang istirahat sayap kiri, Yang Mulia. Tapi hamba khawatir…”

Tepat saat itu, pintu aula terbuka dengan keras. Seorang kasim berlari tergesa, nyaris tersungkur.

“Yang Mulia! Ruang istirahat… api menyala! Dan—ada seseorang di dalam!”

Rong Yi langsung mendongak, matanya membesar.

“Putriku!”

Kaisar menatap tajam, lalu tanpa pikir panjang, ia melangkah cepat menuruni tangga istana.

“Panggil pasukan! Padamkan apinya. Jangan biarkan siapa pun mendekat tanpa seizinku!”

Suara langkah berhamburan. Wu Yao dan Shen Lanyue saling berpandangan, senyum samar muncul di bibir keduanya.

Sementara Feng Tianshu berdiri tegap di tempatnya, pandangan tajamnya menembus arah pintu yang baru saja dibuka.

Tidak ada yang tahu, apa yang dia pikirkan.

***

Langkah Menuju Sayap Timur

Udara di koridor istana terasa menegang. Api dari obor bergetar diterpa angin malam, sementara langkah para pengawal bergema berat di lantai batu.

Kaisar berjalan paling depan, jubah naganya menyapu lantai, setiap langkahnya mengandung amarah yang ditahan. Di belakangnya, Feng Tianshu berjalan diam, tatapan matanya seperti sedang menilai arah badai.

Rong Yi mengikut di sisi mereka, wajahnya kaku, tangan mengepal erat di balik lengan bajunya.

Baru beberapa langkah, dari arah berlawanan, dua sosok muncul dengan cepat.

Putra Mahkota Wu Zeyan dan Han Ziyu.

Wu Zeyan menunduk memberi salam cepat, tapi matanya segera menatap Kaisar dengan cemas.

“Ayahanda… hamba mendengar kabar ada keributan di sayap kiri. Apa benar Putri Bai—”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Rong Yi menatapnya dalam, suaranya serak.

“Putri Bai diracun, racun Gu.”

Han Ziyu yang berdiri di sampingnya langsung menegang. Sekejap, darah mengalir deras ke kepalanya, wajahnya kehilangan warna.

“Apa?”

Suara itu hampir terdengar seperti raungan yang tertahan. Ia tak peduli pada tatapan Kaisar, tak peduli pada aturan. Tubuhnya bergerak tanpa sadar — dalam satu hentakan langkah ringan, ia sudah lenyap di balik bayangan dinding istana, menghilang secepat angin berhembus.

“Han Ziyu!” seru Feng Tianshu dengan nada tajam. Tapi suara itu tak mampu menghentikannya.

Kaisar hanya menatap arah Han Ziyu menghilang, napasnya berat. “Pria itu…” desisnya, setengah geram, setengah cemas.

Wu Zeyan masih berdiri di tempat, wajahnya kaku.

Gambar Xiuying sebelumnya terlintas dalam benaknya — senyum sopan gadis itu, mata jernih yang menatapnya tadi di pesta… lalu langkah goyahnya yang ia kira hanya karena mabuk ringan.

Dadanya terasa sesak.

Ia mengatupkan rahang, menahan sesuatu yang tak ingin keluar lewat ekspresi.

Dia tampak baik-baik saja… tapi aku tidak peka sama sekali.

Sementara pikirannya berputar, Feng Tianshu meliriknya sekilas. “Zeyan, simpan pikiranmu. Malam ini bukan waktu untuk merasa bersalah—melainkan untuk bertindak.”

Putra Mahkota menelan ludah, menunduk hormat.

“Ya, Kakek.”

Kaisar tak menoleh sedikit pun, hanya berkata dingin, “Cepat. Ke sayap timur. Siapkan tabib istana dan penjaga pribadi.”

Rong Yi mempercepat langkahnya.

Suara tapak kaki mereka berpadu dengan deru angin malam dan denting baju zirah para pengawal yang berlari di sepanjang lorong.

Langit di luar mulai berwarna merah keemasan—pantulan api terlihat dari kejauhan.

Sayap timur istana tampak samar di depan mata, dikelilingi asap tipis dan riuh para penjaga yang panik.

Wu Zeyan menatap arah itu dengan mata tajam, hatinya berdegup cepat.

Sementara Kaisar berhenti sejenak di ujung tangga batu, tatapannya dingin, namun dalam sorot matanya tersimpan kekhawatiran yang tak dapat disembunyikan.

Malam itu, seluruh istana tahu—

malam pesta telah berubah menjadi malam bencana.

1
Shela Pereira
tunguuuu kenapa pangil PUTRIKU
seharusnya kan TUAN PUTRI
ITU BIKI KITA JADI BINGUN

jadi kukira rong yi itu putru nya adal fengxiuu

gituuu
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
biasanya m c-nya nggak ada yang bisa diam
baru ini nemu MC yang pemalas🤣
Atoen Bumz Bums
aku terhura🫠
>AY<
dua kata gak sii
>AY<
lah, dia menyesal begitu saja kah?
>AY<
jadi ayah kandung nona bai siapa?
>AY<
🤣🤣🤣
>AY<
ya ampun, kocak 🤣🤣
>AY<
ya setuju
Ai
iyakan pewaris sifat xuiying si bungsu taotao plek ketiplek ibunya🤣🤣🤣sekalinya Up mlh tamat.. gmn klo aku kangen xuiying thor sepanjang Novel author yg aku baca plng suka karakter xuiying, santuy, nyeleneh tapi hebat apalagi soal menjatuhkan mental lawan lewat kata2, bahh tiada bandingannya 🤣🤣🤣xuiying the beat dan jendral han beruntung memilikinya🤣🤣🤣🤣...pengen nya masih lanjut trs ini thor/Sob/
Ai: /Sob//Sob//Sob/author aku blm ikhlas pisah sama xuiying😀ditunggu next novel my thor😍 klo bisa dilanjutin itu kisahnya 3 bocil keramat 🤭😄
total 2 replies
Ai
disaat banyak bawang tiba2 3 bocil keramat datang.... sptnya taoto adlh reinkarnasinya xuiying 🤣🤣🤣mereka plek ketiplek sama 😄
Ai
kok mengandung bawang semua sch thor/Sob//Sob//Sob//Sob/msh berharap mereka masih hidup disuatu tempat berdua dan bahagia sampai waktunya bisa bertemu Bay xuiying.. hny author yg bisa mengabulkannya 🤭
Ai
akhirnya Bay xuiying muncul lagi tp ada bawangnya 😄aku kira ibunya msh hidup dan bisa kumpul bareng xuiying dan ketemu para bocil keramat 🤭
Machsunatul Istianah
selalu kangen Bai xiuying dan Han ziyu, trimakasih Thor untuk cerita yang bagus 👍👍👍
Evi Marena
novel yg luar biasa,walau jarang up tapi selalu q tggu 😘 semangat authorrr semoga ada ada novel baru yg tak kalah bagus dari ini
😘😘
Retno Palupi
cerita nya bagus dan menghibur
Retno Palupi
terima kasih othor cerita nya bagus, semangat buat cerita baru, pengen ada cerita dari ibu xuying dan ayah angkatnya
Retno Palupi
semoga jendral bahagia
Retno Palupi
akhirnya xu Ying tau wajah ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!