Catarina hamil.
Kenyataan itu adalah mimpi terburuk dari banyaknya mimpi buruk yang terjadi dalam hidupnya, Dan mimpi paling buruk dari yang terburuk adalah.. Ia mengandung benih majikannya sendiri! Sosok Leonard.
Leonard adalah sosok iblis yang bersembunyi dibalik kedok seorang 'pengusaha sukses' Bagaimana tidak? dibalik topeng menawannya, ia menyimpan sisi gelap yang mengerikan. Sementara Catarina terlalu polos dan naif untuk mengartikan siapa Leonard yang sesungguhnya.
Hingga satu kejadian terjadi, kejadian fatal dimana Leonard membuat Catarina menyerah dan memilih pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AIPARIDAH JAISAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L-34 Pacar rumor Leonard
Bangun pagi hari ini terasa begitu berbeda, bukannya merasa segar dan fresh. Catarina justru merasakan butek luar biasa serta matanya yang masih mengantuk.
Dalam setengah kesadarannya, Catarina bermimpi mendapatkan kecupan-kecupan kecil ditubuhnya namun gadis itu tak ambil pusing, memilih menyibakkan selimut yang dipakainya.
Tapi...
Tunggu, sejak kapan tiga kancing piyamanya terbuka semua, apa terbuka sendiri? heran.
Catarina melangkah kaki menuju lemari kaca berniat mengambil sisir, namun bayangan di kaca membuatnya kaget.
Sejak kapan pula celana piyamanya terbalik begini?! pantas saja tidak nyaman, ternyata terbalik. Apa selama tidur kemarin-pun piyamanya terbalik? bukan hanya itu, Catarina dibuat tak bisa berkata-kata melihat tanda kemerahan memenuhi lehernya hingga kebawah, ia sibak piyama yang dikenakan hingga muncul tanda-tanda merah baru yang bertebaran memenuhi bahu sampai bawah payu daranya.
Ini tidak bisa dibiarkan, pasti ulah Leonard si sinting itu. Yang sayangnya adalah ayah dari anak yang ia kandung.
"T-tuan leonard, dasar orang gila!" ucap Catarina seraya melanjutkan umpatannya dalam hati, tak mungkin ia melanjutkan ucapannya frontal, ia tak berani.
"Shh," ringis Catarina merasakan sakit pada bekas gigitan yang bersarang dilehernya, sungguh iblis Leonard.
Ketukan pintu mengalihkan perhatian Catarina yang tengah memandangi memar memar jejak di area lehernya.
"Masuk," perintah Catarina singkat.
Datang Sheena dan Dorothie yang membawa beberapa hidangan sarapan, Sheena tersenyum lebar.
"Aku akan membantumu mandi hari ini, tuan Leonard yang memintanya." ucap Sheena dengan senyuman jahilnya.
"Tidak! t-tidak usah!" tolak Catarina cepat, lagipula ia tak terbiasa dibantu mandi. Memang ia anak kecil apa?
"Tidak usah membantuku mandi, aku bukan anak kecil!" ucap Catarina melihat Sheena dan Dorothie yang saling cekikikan ditempat.
"Baiklah nona Hunter~ saya hanya akan menyiapkan air hangat saja." Ucap Sheena menggoda dengan nada mendayu.
Memerahlah wajah Catarina malu, "Jangan panggil aku begitu."
"Kenapa nona hunter?" ucap Dorothie sengaja.
Catarina sudah memberikan tatapan mautnya, sementara mereka tertawa karena sudah berhasil menjahili sang nona.
"Oh ya, beberapa hari lagi kita sudah bisa mengunjungi taman bunga." Ucap Sheena excited.
"Benarkah?" ucap Catarina sedikit senang.
"Emm," Sheena mengangguk, "Tuan muda menyuruh beberapa orang untuk menghidupi kembali tempat itu, lagipula memang tidak terlalu parah, hanya diusili oleh seorang macan."
"Hanya? hanya kau bilang?!" Dorothie menyahut sembari melotot.
Lagipula harimau adalah hewan yang paling ditakuti Dorothie di
muka bumi.
"Sheena, kau pikir hewan itu hanya kucing biasa? dengan sekali membuka mulut saja kau akan habis." Nyinyir Dorothie.
Seana tertawa kecil.
"Ck, kau jahat sekali! cangkemmu itu ya, tidak bisa direm." Dengus Sheena, "Oh ya, aku tidak bisa bekerja untuk hari besok. Aku harus menghadiri pertemuan ditempat makan kakakku."
"Kakak? kau punya kakak ya?" tanya Catarina ingin tahu.
"Kau tidak tahu?" Dorothie melotot.
"Tentu saja dia punya! kakaknya tampan lagi kekar, baik, berbahasa sopan, dan pastinya sangat manis. Siapa ya namanya.. emm, avansa?" pikir Dorothie.
"Vanza, nama kakakku vanza. Dia juga sudah lama bekerja dengan tuan Leonard disini." Ucap Sheena.
"Oh ya, itu dia. Namanya vanza." Dorothie mengangguk, entah kenapa ia malah selalu mengingat merk mobil.
Catarina membulatkan mulutnya menjadi huruf 'O' baru tahu temannya ternyata memiliki saudara yang bekerja disini.
"Baiklah sudah-sudah, mohon dimakan sarapannya nona." Dorothie menengahi sembari meletakkan sarapan diatas nakas, kemudian berlalu disertai Sheena
_________
Sementara ditempat lain, tepat di lantai tertinggi sebuah gedung. Terdapat seorang pria dengan balutan suit licinnya tengah duduk gagah pada singgasana miliknya.
Pria itu tengah memutar pena menggunakan jari panjangnya seraya tengah berpikir besar.
Selama ini Leonard hanya tutup mata akan kehamilan Catarina, bukan ia tak tahu. Bahkan sebelum datangnya ke mansion, Leonard sudah menyuruh bawahannya untuk menyembunyikan kehamilan Catarina agar tak terendus media atau sampai diketahui oleh keluarga Hunter.
Selama ini, sekeras mungkin Leonard menjelaskan jika status Catarina hanya seorang pelayan, tak lebih.
Namun beberapa menit yang lalu, justru ia kalah cepat dengan ayahnya sendiri yang ternyata sudah mengetahui sedari lama tentang hubungannya dengan Catarina.
Beberapa menit yang lalu...
"Tuan muda."
Panggilan itu membuat Leonard yang tengah serius mengerjakan berkasnya teralih, dilihatnya Vanza– sang assistent.
"Tuan besar datang kemari dan meminta pertemuan dengan anda."
Leonard menaikan sebelah alisnya bingung, tumben sekali ayahnya mau repot-repot datang kemari?
Ia lepaskan kacamata yang menempel diwajahnya, kemudian melangkahkan kaki menuju ruang pertemuan dimana terdapat seorang pria yang sudah tidak bisa dikatakan muda namun cukup gagah itu hadir.
Lucifer, memandangnya tajam seolah mengintimidasi seraya menyesap cerutu yang mengepul ditangannya.
Leonard duduk dihadapan pria itu seraya memandangnya tanpa kehangatan sedikitpun.
"Apa yang kau perlukan?" tanya Leonard tanpa basa-basi ataupun menanyakan kabar, karena ia sangat tahu ayahnya pasti baik-baik saja karena ada tepat didepan matanya.
"Kau seharusnya tahu sebab kedatanganku kemari," Lucifer membenarkan sedikit kerah bajunya.
"Berhenti main-main, kau bukan bocah. Aku sama sekali tak memerintahkanmu untuk menghamili seorang gadis."
Ucapan Lucifer yang mengetahui tentang kehamilan Catarina cukup membuat Leonard sedikit kaget, namun ekspresinya biasa saja.
Ayahnya memang tidak bisa diremehkan.
"Kau memang tidak menyuruhnya, aku hanya memenuhi permintaan ibu yang terus menerus meminta cucu." Jawab Leonard kalem.
"Dengan cara menghamili seorang gadis kecil?"
Leonard mengangkat bahunya, "Dia bukan gadis kecil dimataku."
"Ya, karena matamu sudah bermasalah sedari dulu." Lucifer menyesap cerutunya.
"Sembunyikan kehamilan gadis itu dari siapapun, jangan sampai khalayak mengetahui apalagi musuhku. Mereka akan mengincar keturunan Hunter, dan itu akan menjadi sebuah kelemahan." peringat Lucifer.
"Media hanya harus tahu jika kau memiliki satu orang kekasih," ucap Lucifer.
Merujuk pada media yang akhir-akhir ini merumorkan adanya hubungan seorang desainer berkebangsaaan Amerika-Nesya yang berpacaran dengan Leonard.
Rumor itu semakin hari semakin ramai karena Leonard sama sekali tak membantah atau mengklarifikasi apapun seolah membenarkan.
Lagipula itu hanya rumor tak penting, pikir Leonard.
Mereka memang pernah menjalin sedikir asrama, dahulu kala. Karena Nesya dekat dengan Tasya yang notabenenya adalah sepupu jauh Leonard sekaligus teman dekat semasa kecil.
Mereka memang pernah bertemu beberapa kali dan terlibat kedekatan. Namun itu terputus karena Leonard yang terlalu malas lagipula Nesya terbilang wanita yang sangat-sangat bukan tipenya.
Jelas-jelas Tasya dan Nesya adalah dus gadis sosialita yang hobinya meroasting kekurangan orang lagi mengumbarnya, apalagi mereka pernah terlibat kasus pembullyan semasa perkuliahan dulu.