Dilarang Promo!!!
Menceritakan perjalanan Xue Rong, gadis cantik yang dicelakai oleh keluarganya. Sampai akhirnya dia ditolong oleh Xiao Yang, pria misterius yang tak asing baginya.
Pertemuan itu membuat keduanya menjadi guru dan murid. Seiring berjalannya waktu akhirnya Identitas Xiao Yang terungkap, hingga akhirnya Xue Rong memiliki perasaan pada gurunya.
Kisah Xue Rong yang mengarungi Benua Tujuh Bintang, menemui banyak rintangan demi mengikuti sang guru, Xiao Yang berkelana keliling dunia.
Ikuti kisah petualangan penuh romansa Xue Rong bersama Xiao Yang di Sweet Dragon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweet 34 : Istana
Menjelang malam, Xue Rong sudah memasak dan tentunya dia sudah mandi. Penampilan gadis ini sangat menawan dan membuat Xiao Lung tersenyum.
“Jadi namanya Xue Rong. Bibi Lung tidak sabar melihat anak dari keponakanku.” Tepat setelah Xiao Lung menyelesaikan perkataannya, Xiao Yang tersedak.
Air putih yang sedang dia minum hampir dia muntahkan. Xiao Yang memejamkan matanya dan mengelus dagunya.
“Hayo, jangan berpikir yang macam-macam Yang‘er...” Xiao Lung tertawa melihat keponakannya itu.
Xue Rong malu karena tidak memakai penutup wajah. Apalagi Xiao Lung selalu menggodanya dan menanyakan sejauh mana hubungan antara dirinya dengan Xiao Yang.
Xue Rong menyiapkan piring dan makanan yang telah dia masak. Dia juga membuat susu untuk Xiao Yang.
“Susu? Aku bukan anak kecil lagi, Rong‘er...” Keluh Xiao Yang karena mengira Xue Rong menggodanya.
“Bibi Lung yang menyuruhku.” Xue Rong melotot tajam menatap Xiao Yang.
“Kalau aku harus meminum susu. Tetapi susu...”
Xue Rong langsung mencubit lengan Xiao Yang hingga pemuda itu menjerit pelan.
Xiao Lung gemas melihat keponakannya yang terlihat akrab dengan Xue Rong. Setelah Xue Rong menyiapkan hidangan makan malam, mereka mulai makan malam bersama.
Setelah selesai sarapan, Xiao Lung menceritakan jika kedua orangtuanya dibunuh oleh kakak kandungnya.
Xiao Yin adalah ayah dari Xiao Yang sekaligus anak pertama dari Kaisar Yin sebelumnya, sementara Xiao Mu merupakan anak kedua dan anak terakhir adalah Xiao Lung.
Kaisar Yin saat itu mengangkat Xiao Yin sebagai Kaisar Yin. Tak lama setelah pengangkatan, Xiao Yin menikah dengan Yao Ye, ibu dari Xiao Yang. Beberapa tahun setelah menikah, Yao Ye hamil.
“Ayah dan ibuku tidak mengakui ibumu sebagai menantunya, Yang‘er. Hingga umurmu lima tahun, ayahmu yang terus didesak, memilih menitipkan, ah lebih tepatnya membuangmu ke Pulau Salju. Dasar laki-laki tidak berpendirian!” Xiao Lung meminum arak dan mengoceh sendiri, “Setelah dia menikah dengan Kakak Yeye, seharusnya dia siap melindungi kalian, tetapi musibah setelah kepergianmu adalah awal dari perbuatan anak bengis itu...”
Xue Rong terkejut melihat sifat Xiao Lung. Sementara Xiao Yang menambah makannya.
“Kenapa melamun? Aku tambah sup hangatnya.” Xue Rong justru terkejut melihat Xiao Yang tidak pernah menunjukkan kesedihan. Dia mencoba mengingat apakah Xiao Yang pernah menangis atau mengadu padanya.
Setelah berpikir lama, akhirnya Xue Rong sadar jika banyak bagian diri Xiao Yang yang belum dia ketahui.
Xue Rong mengambil sup hangat dan memberikannya pada Xiao Yang. Kemudian dia melihat Xiao Lung sudah tertidur.
“Setiap aku pulang selalu saja mabuk-mabukan.” Xiao Yang mengeluh. Kemudian menyantap sup hangat buatan Xue Rong dengan lahap.
“Yang‘gege, apakah aku juga ikut?”
“Hmm, tentu saja kau harus ikut. Aku akan menemui ibu. Dia baik, tenang saja. Cerita calon mertua galak itu tidak berlaku pada ibuku, mungkin hanya ayahku.”
Xue Rong tertawa renyah mendengar perkataan Xiao Yang.
“Bibi Lung adalah pemabuk sakti. Mungkin dua menit lagi dia akan bangun.” Xiao Yang menatap Xue Rong yang terkejut sambil tangannya memegang gelas.
Xue Rong mengisi air ke dalam gelas itu, “Yang‘gege, jika ada masalah. Kau bisa ceritakan itu padaku. Apakah aku tidak pantas menjadi teman ceritamu?”
Xiao Yang tersenyum kecut, “Cerita dari Bibi Lung benar apa adanya. Sebenarnya aku menyalahkan diriku atas kematian ibumu. Seharusnya aku malu, aku tidak pantas menemuimu.”
Xue Rong memegang tangan Xiao Yang dan hanya memberikan senyuman termanisnya.
Setelah dua menit, Xiao Lung bangun, “Yang‘er, Rong‘er. Kita pergi ke istana. Bibi Lung akan menemani kalian.”
Xue Rong tersedak karena tidak mengira perkataan Xiao Yang benar apa adanya. Xiao Lung terbangun setelah tertidur pulas.
Xue Rong memakai penutup wajah dan langsung menyambut tangan Xiao Yang yang mengulur padanya.
___
Xue Rong pernah berkunjung ke Ibukota Bulan Biru saat dia diadopsi oleh Keluarga Li. Tetapi dia tidak pernah berkunjung ke istana.
Pemandangan istana lebih megah dari tempat yang pernah dia lihat. Bahkan halamannya sangat luas.
“Istana dibagi menjadi beberapa wilayah. Apa kau melihat kediaman yang berwarna putih itu? Itu adalah rumah Bibi Lung.” Xiao Yang berbisik kepada Xue Rong.
Xiao Lung memperlihatkan lencana dan giok kepada penjaga istana. Kemudian mereka mempersilahkan Xiao Lung masuk bersama Xiao Yang dan Xue Rong.
Xue Rong mendengarkan cerita Xiao Yang sambil melihat dengan seksama memandang kemegahan Istana Yin. Istana Yin lebih megah dibandingkan dengan istana di Kekaisaran Hei.
Xue Rong memperhatikan sekitarnya. Bahkan rumah Bibi Lung saja sudah menyamai Kediaman Bangsawan Li. Tak lama tatapannya tertuju pada bangunan terbesar di Ibukota Bulan Biru.
Beberapa kasim dan dayang membicarakan dua orang yang berjalan di belakang Xiao Lung. Sudah bukan menjadi hal yang tersembunyi jika Xiao Lung dan Xiao Yin selalu bertengkar setiap kali bertemu.
“Pemuda itu tampan sekali.”
“Lihat, yang disampingnya juga cantik.”
Xue Rong dan Xiao Yang hanya saling berpegangan tangan, keduanya menghiraukan bisikan-bisikan para kasim dan dayang.
“Kita sampai.” Xiao Lung menatap tajam dua penjaga dan memberi tanda pada keduanya agar membuka pintu.
Xue Rong melihat bagian dalam istana yang luas. Tatapannya tertuju pada dua orang yang sedang mengobrol di ruang singgasana.
“Ibu...”
Xue Rong melirik Xiao Yang yang menggumam.
kpn.lanjut cerita ini
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
semangat nunggu sweet dragon😘😘