NovelToon NovelToon
Cadar Yang Ternodai

Cadar Yang Ternodai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Hamil di luar nikah
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Baiti Jannati

Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.

Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.

Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.

"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."

Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?

***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.

Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Napas mereka memburu, raut wajah yang penuh dengan rasa khawatir terlihat jelas.

"Bagaimana keadaan Mauren?" tanya Ardi dengan napas tersengal. Sungguh mereka dari lobby berlari agar cepat sampai di tempat Mauren di rawat.

"Alhamdulillah Om, Mauren sudah sadar.." sahut Mita, ia mengenal baik Ardi dan Zahra. Mereka orang tua yang sangat perhatian terhadap Mauren, rasa kasih sayang dan cinta tercurahkan. Ia pun ikut merasakan karena di perlakukan mereka seperti Mauren.

Tanpa banyak bicara mereka pun masuk ke dalam ruangan Mauren.

Langkah mereka terhenti melihat pemandangan sepasang manusia yang tidur sambil berpelukan.

Mereka saling lirik dan tersenyum.

"Biarkan mereka beristirahat." Bram duduk di sofa. Memperhatikan pasangan yang begitu nyenyak nya tertidur.

Mita, Aldo, Riski dan Alfa pun masuk ke dalam.

Mereka ada yang duduk di sofa dan ada yang duduk di lantai karena sofa nya sudah penuh.

"Bagaimana dengan cewek itu?" Marina menatap tajam Alfa. Alfa meneguk saliva nya dengan susah payah.

"Beres tan!"

"Bagus, kurang ajar sekali mereka sampai memperlakukan menantu kesayangan ku seperti itu." desis Marina.

"Nanti setelah Mauren dan Leo bangun, ajak tante ketemu sama mereka.."

"Baik tan.."

Mereka pun melanjutkan perbincangan, sesekali Alfa dan Mita beradu mulut. Mereka hanya terkekeh melihat nya apa lagi mereka tau Alfa tidak akan meladeni cewek yang ingin mencuri perhatiannya.

Tapi dengan Mita, ia sungguh berbeda. Ia bahkan meladeni ocehan Mita. Tercipta percikan api di mata keduanya.

"Dasar kanebo kering!"

"Cih, buntal sialan!"

Mereka saling pandang. Pandangan mereka bertemu.

Ck,, diperhatikan baik-baik ini buntal imut juga apa lagi lesung pipi nya. Eh, apaan coba.. Cih gak ada bagusnya sama sekali.

Hah, gila!! Baru sadar ini kanebo ganteng juga.

Mereka berdua menjadi pusat perhatian, tidak ada yang berbicara.

"Ekhem, ekhem.. Duh berasa panas." Riski sambil memainkan tangannya di depan seperti kipas.

"Dunia serasa milik berdua yang lain pada numpang.." Aldo terkekeh geli. Seketika tawa mereka pecah.

Keributan itu mengganggu tidur salah satu insan yang asik berlayar di alam mimpi.

"Berisik!!" suara serak Leo menghentikan keributan itu.

Leo mengecup kepala Mauren, tangannya mengelus lembut perut Mauren, Mauren tidak terganggu dengan hal itu.

Yang sehat ya, nak.

Leo pun beranjak dari ranjang itu, ia masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan wajah terbengong melihat kelakuannya yang begitu hangat terhadap Mauren.

Beberapa menit kemudian Leo keluar dengan tampang yang segar, rambut sedikit basah menambah kesan maskulin.

Leo pun duduk di lantai, tidak mungkinkan dia mengusir salah satu orang tua yang duduk di sofa.

"Leo mama minta agar keamanan Mauren di perketat lagi, jangan sampai kalian kecolongan seperti ini lagi. Mama hanya takut Mauren mengalami trauma." Rasa khawatir menyeruak dalam hati Zahra, ia tahu pasti bagaimana Mauren keadaannya yang seperti ini akan mengalami nya goyah.

Ketidakadilan yang di derita nya, pelecehan yang dialami nya, selalu ia tanggung sendiri. Ia selalu menampilkan senyum di depan mereka semua.

Tapi Zahra tau anak nya itu menyimpan luka batin di hati nya, hanya Allah sebaik-baiknya obat.

Kalau dia mengingat masa lalu sewaktu Mauren berumur 15 tahun, keadaan Mauren yang menyedihkan.

Ia tidak mau!!

**Flashback**

3 orang remaja yang bercanda riang dengan pakaian yang minim rok di atas lutut, tampilan yang seksi dengan wajah yang begitu cantik. Tak jarang banyak gombalan yang terlontar dari para lelaki. Pakaian yang mereka gunakan salah satu brand ternama dengan harga yang mahal.

Mereka menelusuri setiap toko di Mall dari toko tas, sepatu, aksesoris dan pakaian.

Semua yang menarik di mata mereka, mereka beli dengan menghamburkan uang orang tua nya.

Setelah puas berbelanja mereka pun pulang mengendarai mobil keluaran terbaru tanpa mereka sadari, beberapa lelaki mengikuti dari belakang, melewati jalanan yang sepi.

Mereka di hadang di jalanan dengan mobil hitam itu, mobil hitam yang mendadak berhenti di depan mereka. Salah satu wanita yang mengemudi itu terkejut ia menginjak rem seketika.

"Astaga! Pelan sedikit, Sis.." desis nya pada kawannya itu yang bernama Siska.

"Sorry Ren, mobil di depan tiba-tiba berhenti." jelas nya.

"Ck, bikin kesal aja itu orang.." sahut kawannya bernama Rere.

Lelaki yang berjumlah 4 orang keluar dari mobil itu, mereka membawa senjata tajam dan pistol.

Mereka menggedor jendela mobil, 3 remaja di dalam itu ketakutan.

"Aaa..aku takut, Ren!"

"Tunggu, jangan di buka Sis. Aku menghubungi papa ku dulu.."

Mauren sibuk menelpon orang tua nya, sedangkan kawan nya yang lain sudah menjerit ketakutan.

📞📞

"Pah, tolongin Mauren. Mauren takut!!" telpon yang sudah tersambung itu pun Mauren ucapkan dengan napas yang memburu, suara nya bergetar.

"Halo, sayang. Kamu dimana? Suara apa itu sayang?" tanya Ardi panik.

"Jl.xx.."

"Pah tolong.. Aaaaaaa!!!" ponsel yang di pegang Mauren terjatuh di dekat nya duduk, ia pun mengambil ponsel dan di sembunyikan nya dalam jaket jeans yang di kenakannya.

"Mauren,,, Maurenn, nak!" teriak sang papa di kala mendengar kaca yang terpecah dan teriakan sang anak dan kawanan nya itu.

"Ren! Sis! Aaaaaaaaaaaaa...."

PRANK!!

PRANK!!

PRANK!!

kaca mobil di pecahkan menggunakan batu, salah satu lelaki berkaus merah.

Mereka di seret keluar dari mobil, dan di bawa ke rumah kosong yang berada di dekat jalan itu.

"Tolong...tolong!!"

"Sakit b*go!"

"Lepasin kita, dasar br*ngsek!!" umpat Mauren kesal setengah mati plus rasa takut yang melingkupi diri nya.

Pah, tolongin Mauren.

Mereka pun masuk ke dalam rumah kosong yang memang sudah mereka sediakan sedari awal. Mereka selalu melaksanakan aksi seminggu 2 kali mencari remaja agar memuaskan syahwat mereka. Kursi, tali, serta kasur sudah siap.

kedua tangan ketiga remaja itu sudah di ikat dan duduk di kursi.

"Bro, pilih satu dulu.." perinta kawannya.

"Ini aja bro.." tunjuk nya pada remaja yang rambutnya pendek sebahu. Yaitu Rere.

2 lelaki itu mendekat ke arah Rere, Rere memberontak. Ia di seret dan di banting di atas kasur.

"Rere,, Rere.." teriak Mauren

"Hikss..hikss.. Lepaskan kami." Siska menangis sesegukan.

Mereka pun melakukan aksi nya terhadap Reni, di depan Siska dan Mauren.

"Jangan! Aaaaa.. Hikss.. Hiksss... Manusia laknat." sumpah Rere.

Rere di gilir mereka karena mereka kurang puas, sampai salah satu dari mereka membenturkan kepala Reni ke dinding.

Rere tergeletak di lantai, ia pingsan. Tubuh nya seperti macan loreng dan beberapa lebam di tubuhnya.

"Aaaaaa... Hiksss...." Siska berteriak kencang sambil menangis.

"Hiksss.. Rere,, Rere,,, bangun Re!!"

Mereka pun mendekat ke arah Siska, target selanjutnya. Mereka memperlakukan hal yang sama terhadap Siska, mereka merenggut, melecehkan serta melakukan tindak kekerasan terhadap mereka berdua. Siska sudah tergeletak di lantai dengan darah mengucur di pelipis, bibir, dan hidungnya.

Mauren melihat Siska, Siska pun berucap tanpa suara.

"Pergi Ren!." sebelum ia menemui kegelapan. Mauren menggelengkan kepalanya tanda ia tidak setuju. Bagaimana bisa ia meninggalkan kawannya yang seperti itu.

Mereka pun mendekat ke arah Mauren.

"Jangan! b*go, g*blok, anj*ng.." teriak Mauren pada sekumpulan lelaki bejat.

Papa di mana, hikss.. hikss... Mauren takut.

Mereka menyeret paksa Mauren, Mauren di banting di atas kasur.

"Jangan mendekat!"

"Pergi kalian!"

"Manusia biadab!"

"Aaaaaaa...."

Pakaian Mauren sobek di bagian bahu menampilkan bahu mulus yang begitu menggugah selera.

"Ck, cantik, manis, mulus.." membelai wajah Mauren.

"Cuihh!!" Mauren meludah lelaki yang membelai wajah nya

"Sialan kau!"

PLAK!!

PLAK!!

PLAK!!

"Aaaaa....."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut gak nih?, Wkwkkww. Jangan lupa like, komen, rate and vote ya. Tinggalkan jejak kalian😘. Maaciw^^

Tbc*

1
Endah Windiarti
bagus ceritanya
etihajar
bisa bisa nya abis d lecehkan tifurbpules trs mndi santai trs GX kabur heran dm alur cerita nya
riby_chan
Baca kedua kalinya mesti 😭😭😭
Nur Ayni
maaf yah thor, setauku tdk zina krn nikahnya sah. coba deh cari lagi referensinya.
riby_chan
Next lagi thorr.. Jan lama" ceritanya baguss 😘😘
Sarinah
baru saya puas baca novel penuh dengan nasehat, bukan cuma peluk cium doang. terimakasih anda telah menjaga saya.😍😍😍
aldaaaa13
thorr lnjut thorr biar Mauren sm Leo bahagia,trs jg Alfa sm Mita biar bhagi biar sm"bahagia
Neulis Saja
Thor, keep up spirit and keep working
Neulis Saja
ko kepikiran yah ada Ketut yg tak tahu diri
Neulis Saja
kenapa ortunya tdk ngasih tahu kalau yg menghamili anaknya adalah leo
Neulis Saja
ngidamnya bener2 ngerjain org 😄
Neulis Saja
Thor, bisa aja 😂
Neulis Saja
good job lah Mauren sekali2 dikerjain 🤣
Neulis Saja
Thor, thank you so much 🙏🙏🙏
Neulis Saja
next
Neulis Saja
mauren doen't know that he Will marry Leo
Neulis Saja
namanya juga lagi hamil
Neulis Saja
jangan2 si bapak itu calon suami mauren
Neulis Saja
next
Neulis Saja
great you Thor ngetik di hp tapi dibacanya enak kirain di laptop
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!