Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari yang baik
Waktu yang di tunggu - tunggu telah tiba, beberapa kain sutra telah tertata rapi begitu juga dengan beberapa wadah yang berisi bubuk lotus yang telah di giling sampai halus. Ling Mei menyajikan beberapa mangkuk oufen lotus yang di beri toping jujube dan buah strawberry kering.
Rasa manis alami dari buah buahan kering itu menambah cita rasa tersendiri, rasanya sangat enak dan cocok untuk putri bangsawan yang ingin menurunkan berat badan. Ling Mei menyebutkan manfaat dan kegunaan yang terkandung di dalam oufen lotus tersebut.
"Nona muda kami telah berhasil membuat satu pakaian bagus untuk and dan pangeran mahkota kenakan " ucap salah satu gadis dari desa tersebut.
Ling Mei tersenyum sambil mengucapkan kata terimakasih kepada mereka semua, Ling Mei mengajarkan mereka untuk memanfaatkan sesuatu yang ada di sana. Mereka yang pandai menjahit Ling Mei tugaskan untuk membuat pakaian dari kain sutra yang bagus dan menawan.
"Wah aku sangat berterimakasih kepada kalian " sahut Ling Mei sambil memuji keindahan pakaian yang sedang ia pegang.
"Kalian sudah bisa menjual barang - barang yang telah kita buat bersama ke daerah lain. Kalian harus bisa menunjukkan bahwa segala sesuatu pasti ada jalan keluar nya " ucap pangeran mahkota dengan bijak.
Para masyarakat di desa itu terlihat sangat bersemangat untuk melakukan kerjaan di setiap harinya, yang dulunya mereka berwajah murung kini nampak lebih ceria. Mereka tidak takut lagi dengan yang namanya kelaparan, semua sudah ada jalan nya dan mereka akan mereka akan menggunakan waktu dengan sebaik mungkin.
Ling Mei tersenyum menatap ke arah anak - anak kecil yng bermain dengan gembira, masa kecil mereka harus di hiasi dengan tawa dan kenangan yang baik. Betapa indahnya masa kecil mereka saat ini mungkin kedepan nya ia akan menciptakan suasana baik untuk anak nya.
Anaknya ? rasa nya sangat lucu jika memikirkan hal itu, Ling Mei takut untuk menikah apalagi terhadap keluarga bangsawan yang terbiasa memiliki selir yang banyak. Ling Mei tidak sanggup untuk di madu, lebih baik ia menikah dengan rakyat biasa asalkan ia mendapatkan cinta yang utuh dari kekasih nya kelak. Harta bisa di cari bersama - sama tapi kalau kesetiaan itu merupakan hal utama buat Ling Mei.
"Hei kenapa melamun " tegur pangeran ke lima.
"Aku tidak melamun, aku hanya bahagia melihat tawa dari anak - anak itu, akhirnya tugas kali ini selesai dengan cepat bahkan dengan sangat baik "
"Itu semua berkat dirimu " sambung pangeran ke Lima.
"Aku hanya melakukan tugas ku sebagai manusia yang baik , yaitu membantu sesama " balas Ling Mei.
"Kau terlalu renda hati " gemas pangeran ke lima yang mencubit pipi Ling mei yang berisi.
Ling Mei menatap ke arah anak buah bayangan nya, anak buahnya memberi sinyal bahwa ada hal serius yang ingin di bicarakan dengan empat mata. Melihat hal itu Ling Mei segera pamit dengan beralasan ingin ke kamar mandi.
"Salam Queen, kedatangan hamba membawa berita buruk, jenderal Ling saat ini sedang terluka dengan cukup serius seseorang memberikan racun tidur mematikan yang membuat jenderal Ling terjebak di alam mimpi nya ".
Ling Mei kaget , ia sudah menduganya pasti cepat atau lambat mereka akan bergerak menyakiti keluarga nya.
"Sial " umpat Ling Mei.
"Berikan air abadi ini untuk menetralisir rasa panas di tubuh ayah ku, usahakan kau memberinya tanpa diketahui oleh orang lain " ucap Ling Mei sambil menatap tajam membayangkan musuh nya ada di depan nya.
Aku akan memberikan kalian kematian yang menyakitkan. batin Ling Mei.