Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SIM
Aku berangkat ke kampus dengan suasana hati yang belum bagus, ditambah kaki yang masih ngilu membuatku malas untuk beraktifitas.
Hari ini pun suasana kampus sedikit berbeda, tak ada lagi sosok dosen idaman para mahasiswi, tak ada lagi kehebohan di kelas setiap dia mengajar.
Semua kembali biasa saja.
Bisik-bisik gosip ramai terdengar bahwa ada mahasiswa baru dari luar negeri, yang masuk fakultas otomotif di kampus kami.
" Vina,, Vinaaa Vinaaaa" teriak Putri sambil menunjuk seseorang yang turun dari motor sport, nya
" itu kan,,, EVAN. " bisikku lirih.
Ternyata mahasiswa yang ramai diperbincangkan adalah Evan.
" hay ladies." sapa Evan yang lalu menghampiri kami.
Semua mata tajam memandang iri.
" kok dia bisa kenal Vina the gank si!" ucap seorang wanita dengan mata sinisnya.
" Evan, lu kuliah disini." tanyaku masih tak percaya.
" ya seperti yang lu liat." jawab Rey penuh semangat.
Jujur aku senang bisa sedekat itu dengan Evan yang sekarang.
Dia kembali setelah sekian lama kami terpisah.
Kami banyak tertawa jika bersama, ya setidaknya bisa melupakan sakit hatiku sekarang.
" siapa sih Vina itu! " ucap Mauren geram.
Mauren adalah mahasiswi senior yang mulai terusik dengan keberadaan Vina dan teman-temannya.
Dia menganggap dirinya bintang kampus, jadi kalau ada wanita yang lebih cantik darinya, dia merasa tersaingi.
............
Vina n the gank keluar dari kampus setelah kelas selesai.
Evan dengan motornya setia mengawal para gadis yang berada di mobil Putri.
Mereka akan menuju caffe tempat Indah bekerja.
Kini sudah tidak ada rahasia diantara mereka.
Putri mendukung semua keputusan Indah untuk bekerja di caffe.
" Put, gue ajarin nyetir donk? " ucapku tiba-tiba
" apa!!!!, lu serius." saut Putri kaget
" iya gue pengen lebih mandiri." sambungku lagi.
Putri mengangguk nurut.
..........
Akhirnya Putri mengajari Vina mengemudikan mobil.
Vina bersemangat untuk bisa melakukannya.
Tak butuh waktu lama, ia bisa mengemudikan mobil sendiri, dan mendapatkan SiM A pertamanya.
"akhirnya, gue dapet SIM." teriakku kegirangan sambil memamerkan kartu SIM ku kepada Evan dan Indah.
" wah, balapan nih kita." celetuk Evan
" gassssss" ucapku sambil menepuk pundaknya.
Evan menunggingkan bibirnya, dia senang Vina bisa kembali ceria seperti dulu.
..........
Rey dan Vina memang satu rumah, tapi mereka jarang sekali bertemu.
Mereka bertatap muka hanya saat subuh tiba. Kemudian Rey akan bekerja lalu pulang saat Vina sudah terlelap.
Hari libur pun Vina memilih menghabiskan waktunya bersama para sahabatnya, daripada bersama suaminya.
Rey tak pernah mengeluh, dia tak ingin memaksakan apapun pada Vina, malah cenderung dia memanjakan istrinya itu.
" kamu gak kuliah dek?" tanya Rey yang menjumpai Istrinya tengah berolahraga dengan mesin treadmill
" hari ini gak ada kelas." jawabku sambil mengusap keringat diwajahku.
" mau dirumah aja?" tanyanya lagi
" belum tau, kenapa emang?" tanyaku balik.
" ya kalau mau pergi ngomong aja, nanti kakak usahain pulang cepet, takutnya bosen dirumah sendiri." jelas Rey.
" iya" jawabku singkat.
Aku mencium tangan suamiku sebelum dia berangkat.
Kak Rey akan mencium keningku tapi aku buru-buru menghindar.
" keringetan kak." ucapku lalu pergi sembari membawakan tas kerjanya.
Kak Rey sudah berangkat, tinggallah aku sendiri di apartmentnya.
Ku buka ponselku lalu ku cari nomor ayah.
Tuuuttuuuututttttut
" hallo sayang ada apa? " jawab ayah
" yah, beliin Putri mobil donk." sautku to the point
" mobil? buat apa? Kamu aneh-aneh aja." jawab ayah santai
" Vina serius yah, sekarang Vina udah punya sim A." jelasku lagi
" besok ayah ke rumah, kita obrolin lagi." jawab ayah lalu mengakhiri panggilanku.
Aku sudah bertekat untuk memiliki mobil sendiri, dan tak akan pernah merepotkan kak Rey.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak