NovelToon NovelToon
Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Tetangga : Cinta Orang Kantoran Part 2

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:479.5k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Asmara dan Andra jarang mengobrol walau pun sudah 10 tahun bertetangga, dan rumah mereka berseberangan. Namun suatu kejadian tragis malah mendekatkan mereka. Herannya, masalah datang bertubi-tubi, sampai Asmara mendapati kalau Andra adalah Boss baru di kantornya.

Sejak itu mereka saling mengamati. Lagipula... Tetangga itu memang adalah CCTV terbaik, bukan?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asmara VS Adit

“Dalam hal ini, saya akan mempertimbangkan segala masukan dari kedua belah pihak. Silakan dimulai presentasinya, saya mungkin akan pasif di awal, tapi akan aktif di akhir.” Kata Pak David.

“Ba-" Rani hampir saja berdiri saat Andra mencegahnya. "Asmara yang akan presentasi, karena dia yang membuat slidenya."

"Ehm!" Asmara berdehem dan berdiri. Rani duduk sambil bersungut-sungut. "Baik Bapak-bapak, saya akan mulai presentasinya.” Asmara menunduk hormat lalu menyalakan slide yang sudah dipersiapkan.

Baru 10 menit menjelaskan, Adit mengangkat suara.

“Iuran JHT adalah sebesar 5.7% dari upah dengan ketentuan 2% ditanggung pekerja dan 3.7% ditanggung pengusaha atau pemberi kerja. Dalam hal ini Garnet berani subsidi 1% dan 3,5% sementara kamu tetap 3,7%. Kamu ini niat nggak sih jualan?” tanya pria itu.

Adit mencoba mengadu domba antara Kencana Life dengan perusahaan besar semacam Garnet Grup.

“Ya jelas kami niat kok Paaaak, ya kami mampunya segitu ajaaaah, Ketentuan perusahaan kebijakan kami diambilnya segini. Bapak kan tahu biaya operasionaaaal hihihihi!” desis Rani dengan gaya lenjenya. Ia merasa percaya diri karena Adit adalah pacarnya.

Andra hampir saja bicara untuk memperbaiki keterangan Rani, Namun Asmara menggelengkan kepalanya dan langsung mengambil alih panggung “Kalau bapak bisa lihat tabelnya hasil akhirnya tetap sama Pak, hanya saja 0,2%nya kami salurkan ke fasilitas kesehatan. Kalau bapak lupa, kami sudah bekerja sama dengan Garnet Medical Center, karena kami tahu Rumah Sakit itu yang paling baik pelayanannya. Jadi tidak ada gunanya terus menerus membandingkan kami.”

Adit terpaku mendengar penjelasan Asmara.

Inikah mantan istrinya?

Beginikah saat mantan istrinya bekerja?

Kenapa ia terlihat sangat cerdas?

Ah! Pasti Andra sudah mengajarinya berbicara. Asmara hanya Asmara. Penurut dan tidak menarik. Satu-satunya yang bagus hanya wajah dan dadanya. Begitu pikir Adit kemudian.

“Kalau semua berdasarkan ‘Ketentuan Perusahaan’ ya tidak akan ada meeting ini Bu Rani. Kami mengadakan pertemuan kan maksudnya untuk bisa mendapatkan dispensasi di luar Ketentuan Perusahaan kalian.” Desis Pak Galuh tajam.

Sementara, Pak Indra dan Pak Kevin yang dari tadi menonton diskusi, saling berbisik “Gue pegang Asmara, 100ribu.” Bisik Pak Kevin.

“Gue pilih Adit. Masa dia kalah sama sales asuransi?” desis Pak Indra.

Sementara Pak David, sesuai janjinya hanya berperan sebagai hakim. Ia hanya diam saja melihat mantan suami-istri itu berdebat. Dari sana ia bisa menggali informasi mengenai keputusan yang akan diambilnya.

“Terus kami untung dimana?” Adit masih berusaha menjaga gengsinya.

“Yudha Mas tidak perlu repot mengurusi pensiunan, yang pasti akan makan banyak waktu dan biaya tambahan. Semua sudah kami urus.” Kata Asmara sambil tetap tersenyum.

“Iuran Jaminan Pensiun-nya sih sama saja ya dengan Garnet, Bedanya di fasilitas. Saya rasa lebih untung kalau kita kerjasama dengan Garnet saja karena mereka memiliki rumah sakit sendiri.” Adit masih tidak mau kalah

“Meski begitu ada hal-hal yang dirasa berat untuk mereka sertakan, Pak Adit, seperti-“”

“Mereka menyediakan General Check Up tiga kali dan cover untuk ICU dua kali. Kamu kuatnya hanya di Gigi dan mata.” Adit memotong penjelasan Asmara. “Berapa kali sih kita ke dokter gigi dalam setahun? Jarang banget loh. Apalagi dokter mata. Kamu ini kalau mau cuan jangan keterlaluan banget begini dong. General Check up masa hanya sekali? ICU satu kali juga?” sambil mengerutkan kening Adit membolak balik proposal Asmara.

“Konsep kami lebih ke preventif Pak. Karena itu ICU hanya sekali.”

“Bapak maunya bagaimana? Nanti kami sesuaikaaaaan.” Kata Rani sambil mencondongkan tubuhnya dan memperlihatkan belahan dadanya ke arah Adit.

“Kami maunya ada tindakan yang lebih dari proposal. Hitung-hitungan saya malah lebih baik saya bikin sendiri perusahaan Dana Pensiun, daripada saya pakai rekanan seperti Kencana Life malah menggerus dana yang besar. Ya memang tidak repot tapi juga untungnya kecil.” Kata Adit.

“Kamu ngitungnya bagaimana sih, bro? Kamu pikir bikin perusahaan Dana Pensiun sendiri pakai daun? Sekali klik langsung ada. Kalau iya sudah dari dulu kita ada perusahaan sendiri.” Kekeh Pak Kevin.

Asmara menatap Andra. Pria itu memberi kode ‘masih kuat nggak?’, Asmara mengangguk sambil tersenyum.

“Tapi hitungan kamu tetap ada untung kan, Dit?!” Pak Indra ambil suara.

“Iya Pak, tetap ada, tapi hanya beberapa persen tidak sesuai ekspektasi.” Kata Adit. “Bisa lebih banyak nggak fasilitasnya dari Garnet?”

Rani angkat bicara, “Kalau bapak mau akan kami-“

“Cost kami tidak masuk pak.” Kata Andra menjegal Rani, keburu wanita itu bicara yang tidak-tidak. “Kalau pengusaha bilang, itu sama saja bunuh diri. Saya yakin yang ada di ruangan ini mengerti karena kita kan pengusaha semua.”

“Hehe, justru saya bakalan heran kalau kamu berani kasih lebih, kayaknya kamu memang berniat bangkrut hahaha!” kata Pak Indra mendukung ucapan Andra.

“Pak Adit, mohon saya jelaskan sedikit, karena saya dulu merawat Ayah dan Ibu yang sakit sekaligus.” Asmara sedikit menekankan kata ‘merawat, karena mau tak mau Adit pasti juga melalui masa lalu yang itu. Hanya saja ia tidak ikut andil, karena semua diserahkan ke Asmara.

“Pensiunan sangat butuh perawatan gigi, Pak. Kalium mereka mulai berkurang, dan mereka butuh makan enak untuk sehat. Bagaimana mau sehat kalau makan saja tidak enak, dan semua itu gara-gara gigi bermasalah? Kami menyediakan fasilitas tanam gigi resin sebanyak 30 gigi Pak, juga untuk pembuatan gigi palsu kualitas tinggi sebanyak 2 kali, kami harapkan hal itu bisa mengurangi rasa sakit yang mereka derita sampai ke kepala. Garnet membutuhkan kami untuk program ini karena mereka tidak berani. Biayanya terlalu tinggi dan terlalu merepotkan. Sementara kami membutuhkan dokter berpengalaman dari Garnet. Karena itu Kencana Life dan Garnet melakukan sindikasi.” Nada suara Asmara terdengar tegas namun tetap santun.

“Sementara hal sama untuk mata, kami berharap mereka dapat lebih lama melihat cucu-cucu mereka. Hiburan para pensiunan kan itu Pak. Melihat tumbuh kembang cucu-cucu, melihat anak-anak mereka bahagia. Karena itu biaya untuk General Checkup dan ICU kami tekan, Pak.” Lanjut Asmara.

“Pak Adit tahu tidak kalau pensiunan itu sebenarnya malas untuk General Checkup. Karena saat mereka tahu hasilnya mereka takut kepikiran. Nanti malah jadi stress dan sakit-sakitan padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Makanya lebih baik hati kita senang dulu, makan kita enak dulu, dari situ insyaAllah biaya ICU sekali saja.”

“Halleluyaaaaa!” seru Pak Kevin langsung berdiri. “Sudah langsung teken kerjasama saja lah Pak. Amethys ikutan lah!! Biar masa pensiun saya tenang!”

“Kamu tahu nggak sih Dit, kayaknya nggak tahu sih ya orang kamu masih muda. Tapi bagi kita yang usianya diatas 60an ini. Kalau General Check up itu kayak saya lagi nungguin di hisab. Otak itu pikirannya sudah ‘pleease Ya Allah jangan kanker dong, jangan diabetes dong, jangan jantung dong...” kata Pak Indra.

“Habis itu stress pas tahu kalau penyakit kita parah. Memang bener sih Check Up itu paketannya sama ICU.”

“Habis itu ngeliat tumbuh kembang anak, istri cantik senyum, makan enak, hati senang, sembuh lagi. Aamiin. Saya setuju lah sama Bu Asmara.” Kekeh Pak Indra.

“Seratus rebu gue, Pak!” Pak Kevin Cakra menadahkan tangannya ke Pak Indra.

“Elah...” gerutu Pak Indra sambil merogoh dompetnya.

**

1
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aprilinda
mantap cerita nya bagus, keren deh
Risma Wati
kereeeeennn👍👍👍
Sha_riesha
Selalu Bagus ❤️❤️❤️
Nining Chili
👍👍
another Aquarian
gak taulahh, kayaknya jiwa sikopet mulai nular.. kok aku ngerasa itu terlalu ringan untuk hukuman mereka ya. duo sikopet itu maksudnya..
another Aquarian
jadi inget kang Galon 🤣🤣🤣
another Aquarian
bisa multitasking, masak sambil akrobat pasang genting, nyuci sambil nyuapin anak, nyapu sambil dandan, dll.. manusia paling sakti di muka bumi.. 🤣🤣🤣
another Aquarian
aku malah kudu nangis.. pengorbananmu le.. cah bagus.. 😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
mulaiiiii
another Aquarian
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
ini... direkam dan dikirim ke Andra kan? yang didengarkan bareng mara di RS?
another Aquarian
kan masa labil eyang uti......
another Aquarian
sukaaaaa dehhh kalau boneka ucan dibawa-bawa.. keren banget caranya melepaskan suaminya dari istri pertama n kedua, tanpa menimbulkan permusuhan, malah semua dirangkul jadi keluarga besar..
aahh, aku ralat.. yang KEREN ADALAH MADAM @Angspoer
yakin madam makannya hanya nasi dkk doank? canggih banget sumpah isi otaknya.... aku padamu madam.. @Angspoer
another Aquarian
manisnya mereka..... 🥰
another Aquarian
apakah virus seven menular???? ataukah revan yang terlalu cerdas menyerap tingkah fakboi seven??? 🤣🤣🤣🤣🤣
another Aquarian
menyala uti Nimas 🔥🔥🔥
another Aquarian
dasar Kitty bocil bawel 🤣🤣🤣
another Aquarian
kan.. jadi ikut baper 😭😭😭😭😭😭😭
another Aquarian
wihhh, camer ini mah.. bude Nimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!