Setelah terpeleset kulit pisang, Nadia pindah memasuki dunia sebuah novel. Ia menempati tubuh kakak tiri dari pemeran utama wanita.
Kakak tiri ini tokoh jahat yang tergila-gila pada Pemeran utama pria. Memaksa pemeran utama pria menjadi tunangannya, Mengatur kegiatan, membuntuti, mempermalukan, dan melabrak semua teman wanita yang mendekati tunangannya. Perilakunya membuat semua orang termasuk keluarganya membencinya.
Pemeran utama pria muak padanya dan diam-diam jatuh hati pada pemeran utama wanita yang lembut. Mengetahui hubungan mereka, Kakak jahat merencanakan kecelakaan untuk membunuh pemeran utama wanita.
Tapi rencananya terbongkar. Tak hanya diusir dari keluarga, wanita jahat itu dijebloskan ke penjara selama 10 tahun, lalu mati dan mayatnya dimakan anjing.
Nadia bertekad untuk merubah nasibnya. Memutuskan pertunangan lebih awal dan ingin membalas dendam pada mereka yang menyakitinya.
Tapi paman pemeran utama pria mulai mengganggunya.
"Gadis, ayo kita menikah."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismasama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUKA?
Setelah memeriksa hasil dividen sahamnya Nadia cukup puas. Setelah dipotong 5 miliar sebelumnya, kini ditabungannya tersisa 37 miliar. Hasil dividen saham selama 3 tahun.
Uang itu rencananya akan ia gunakan untuk mengembalikan pinjaman 10 miliar Liam dan sisanya akan ia simpan untuk membeli saham. Karena mengetahui isi novel, Nadia sebenarnya tau akan prospek dan bisnis apa saja yang menguntungkan saat ini dan di masa depan. Hanya Nadia tak ingin terlalu mencolok. Bila ia selalu beruntung, orang lain mungkin akan mencurigainya. Ia juga tak ingin memanfaatkan pengetahuannya akan novel dan merebut keberuntungan orang lain untuk dirinya sendiri. Nadia hanya akan merenggut dan mengganggu keberuntungan para pemeran utama.
Dengan tiga tindakannya sebelumnya dalam perusahaan game, pembelian tanah dan investasi film, Nadia sudah mengambil 3 keberuntungan pemeran utama pria. Tindakannya sudah merubah tatanan novel ini yang akan menimbulkan efek domino yang tidak Nadia ketahui dan akan menjadi kelemahannya di masa depan.
Untuk itu Nadia harus bersiap. Selain membangun kekayaan dan kekuatan, ia juga harus menggandeng orang-orang kuat untuk berada di sisinya. Nadia memikirkan ayah asli pemilik tubuh ini. Sebenarnya Nadia tak menyukai karakter lelaki itu yang plin plan. Tapi ia akan mencoba membuat lelaki itu memihaknya. Dengan hasil dari ketiga proyek yang diambilnya, Nadia yakin bisa membuat Darmawan terkesan. Namun ia tak keberatan bila Clara dan Ibunya lebih dahulu mempengaruhi laki-laki itu. Toh pengaruh dan kekayaan laki-laki itu tak terlalu besar di negara ini.
Dalam novel disebutkan saat Kevin mengambil alih Steward Group ia bisa memasuki kelompok elit muda dari generasi terkuat di negara ini. Kekuasaan keluarga mereka seperti naga. Menyebar di dalam maupun luar negeri. Kejayaannya sangat berpengaruh hingga keputusan mereka bisa berdampak terhadap ekonomi, hukum dan politik dalam negeri.
Nah, akan menyenangkan bila Nadia bisa mengenal mereka. Tapi dengan posisinya saat ini yang seperti remah rengginang, bahkan dengan prospek perusahaan gamenya, Nadia masihlah bukan apa-apa. Gadis itu menggelang.
Memikirkan nama besar lainnya Nadia menulis dan melingkari sebuah nama
Liam.
Nadia masih bias terhadap lelaki ini dan masih bingung harus menempatkan ia di posisi mana. Kawan atau lawan. Di satu sisi Liam berkali-kali tampak membantunya. Tapi di satu sisi, ia adalah bagian dari keluarga pemeran utama pria.
Dalam novel tak disebutkan bagaimana hubungan lelaki itu di keluarganya. Baik atau buruk. Tapi melihat isi novel yang memaparkan bahwa lelaki itu meninggalkan posisinya untuk Kevin dan pergi ke luar negri sepertinya hubungan mereka baik....
Tapi dari tindakan lelaki itu sebelumnya yang mengungkapkan skema di restaurant sepertinya lelaki itu tak mempedulikan keponakannya...
Nadia tak mengerti
Akan bagus bila Liam ada di pihaknya. Lelaki itu baik, cerdas dan juga tampan. Tapi kalau lelaki itu tau tujuan Nadia adalah menghancurkan kehidupan Kevin, menjatuhkan derajat dan perusahaannya, seperti apakah reaksi lelaki itu?
Liam membesarkan perusahaan dan terlihat mencintainya. Bila ada wanita gila yang ingin menghancurkan keponakan dan perusahaannya, bukankah Liam akan melawannya?
Mereka akan menjadi musuh.
Tapi.... Mata Nadia bergetar. Mengingat kejadian beberapa waktu lalu di dalam lift.
"Aku cemburu." Nadia masih mengingat wajah serius Liam saat mengatakannya.
Ketika Nadia meminta penjelasannya saat itu Liam berkata. "Aku cemburu. Aku tak menyukainya saat kau memasak untuk orang lain. Aku tak menyukai saat kamu merawat orang lain. Aku hanya ingin kamu melihat dan memperhatikanku. Maafkan aku terlalu impulsif. Aku akan memperbaikinya." Kemudian lelaki itu pergi.
Nadia dengan serius memikirkan perkataan lelaki itu, juga perilakunya sebelumnya. Setelah merenung lama ia memikirkan sebuah kemungkinan.
Mungkinkah.... Liam menyukainya?
Nadia terdiam. Merinding pada kesimpulan narsisnya. Sekali lagi Ia mempertimbangkannya dengan hati-hati tapi masih memiliki kesimpulan yang sama. Jawabanya itu belum terlalu benar... Tapi ia harus mengkonfirmasinya.
Nadia mengetukan jarinya ke meja. Bagaimana caraku mengkonfirmasinya?
* * * * * * *
"Bos, agen kita sudah mengkonfirmasi bahwa ada masalah dengan proyek pembangunan kereta itu." Dika menyimpan laporan di atas meja.
Liam memeriksanya. "Kalau begitu batalkan pengajuan proposal kita. Steward Group tak akan mengikuti tendernya."
"Berita ini mungkin akan menimbulkan sedikit goncangan di bawah dan direksi."
Liam berdecak. "Aku akan menjelaskannya dalam rapat direksi. Kalaupun mereka tak setuju, yah... Aku tidak peduli."
Dika menatap bosnya yang duduk mengangkat kaki di mejanya. Sikap santainya bertolak belakang dengan ekspresinya yang serius mempelajari dokumen.
"Bos... Itu...." Dika tampak ragu.
Liam mengangkat wajah dan mengeluarkan ekspresi bertanya.
"Perusahaan Kevin... Keponakan anda, mengikuti tender itu."
"Oh?" alis Liam terangkat. Tampak tertarik.
"Apakah kita harus menghentikannya?"
Liam berfikir sesaat lalu menyeringai. "Tidak perlu. Biarkan saja dia. Kita harus membiarkan dia belajar dan bertumbuh. Dia perlu merasakan kegagalan bila ingin kuat. Kita tak selalu bisa menyokongnya."
Dika mengangguk. "Aku bersyukur karena kita mengetahuinya lebih awal. Kalau kita mengikuti tender itu, dengan posisi kita di industri ini, kemungkinan perusahaan kitalah yang akan mengerjakan proyeknya. Aku tak tau kerugian sebesar apa yang akan kita alami." Dika merinding membayangkannya.
"Bos, instingmu sangat kuat. Anda memang sangat berbakat!" Dika mengacungkan kedua jempolnya. Memuji dengan sungguh-sungguh.
Tidak, diapun akan tertipu. Liam terdiam. Kalau gadis itu tak mengingatkannya... Kerugian dari proyek ini akan cukup untuk menggoncang posisinya dan menorehkan aib dalam karirnya.
Tapi, Nadia... Bagaimana gadis itu bisa tau?
Liam sudah memeriksanya. Gadis itu tak berkecimpung di industri ini. Dia juga tak memiliki relasi hebat yang bisa memberikannya informasi penting. Terlebih di masa lalu, dia bodoh dan tak tahu apapun.
Fikiran Liam terganggu oleh nada dering dari handphone asistennya.
Dika mengangkatnya "Halo.. Nona Nadia? Ya ya... Anda di lobi perusahaan??"
Liam menoleh. Nadia?
Lanjut dong kk🙏🙏
dalangnxa...🙄🙄
lumyn buat nmbh model usaha..😁😁