Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Pengecut
"Cih, aku tidak menyangka kak Dev yang dulu sangat penyayang kini tak jauh dari seorang iblis. Memangnya kak Risa tuhan?!, Sampai sampai kak Dev mengharuskannya hamil secepat mungkin. Kau terlalu pengecut kak"
"Apa kau bilang?!" Dev emosi, tanpa sadar pria itu mencengkram pergelangan lengan adiknya.
"Lihatlah, kau sudah menjadi pria kasar dan pemaksa. Suatu hari kakak akan menyesal saat kak Risa sudah pergi meninggalkan kakak"
"Apa katamu, kau sudah berani mengancam rupanya"
Vina tersenyum sinis
"Ingat kata kataku ini sebelum kakak menyesal. Lagipula apalagi yang kakak cari. Kakak sudah punya uang banyak, jabatan, istri cantik. Dan setelah kakak mendapatkan semuanya lalu kakak mau membuang kak Risa begitu saja? Mungkin saat ini kakak masih bangga dengan sikap keras kakak. Tapi nanti jika kak Risa sudah tidak ada, aku adalah orang pertama yang akan menertawakan kebodohanmu kak" ucap Vina tajam lalu segera pergi dari hadapan kakaknya.
Ia tak menyangka kakaknya yang sangat lembut dan penyayang kini berubah menjadi laki laki jahat seperti itu.
Dev mengacak rambutnya frustasi.
Pria itu segera keluar dari rumah dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Shitt sialan aku lupa tidak menanyakan rumah sakitnya" geram Dev.
Dev melacak sendiri ponsel istrinya dan ternyata Risa sedang dirumah sakit A.
"Kenapa tidak kerumah sakit milik keluarga Alexander saja?" Gumam Dev.
Setaunya rumah sakit A bukan rumah sakit yang besar. Perusahaannya bahkan memberikan dana bantuan pada rumah sakit itu karna memang tujuan dibangun rumah sakit itu untuk membantu mereka yang tidak memiliki biaya cukup untuk berobat.
Sesampainya di rumah sakit, Dev berjalan santai menuju ruangan istrinya.
Ia melihat Risa sedang mengusap tangannya yang terdapat jarum infus.
"Ehemm" Dev berdehem membuat Risa mengalihkan pandangannya.
"Kak Dev?" Risa kaget. Bagaimana bisa Dev tau jika ia ada disini.
"Sakit apa?" Tanya nya singkat.
"Siapa yang memberitahu kak Dev kalau aku disini?" Tanya Risa balik tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
"Vina" jawab Dev singkat.
"Ohh" Risa hanya ber oh ria saja.
"Pasti Vina mengatakan bahwa aku sedang sekarat, makanya kak Dev mau datang. Kalau tidak, mana mungkin kak Dev mau kemari" cerocos Risa.
Dev hanya diam tak menyahut
Ceklek
Seorang dokter memasuki ruangan itu.
"Wahh ini suami anda nyonya Risa?" Tanya dokter itu menatap Dev.
Risa hanya tersenyum menanggapi
"Kalau begitu lebih baik langsung program bayi tabung saja. Mumpung suaminya ada disini" saran dokter itu.
Lagi lagi Risa tersenyum
"Dia bos saya dok" jawab Risa ramah.
"Oh maaf, saya kira suaminya" jawab dokter itu tidak enak.
Dev mengernyit mendengar ucapan istrinya.
"Bos?" Gumam Dev dalam hati.
Memang benar sih kalau dia bos Risa. Tapi kan dia juga suami Risa, Gerutunya.
Dev semakin menatap aneh dokter yang menyuntik perut istrinya.
"Kenapa perutnya disuntik?" Pertanyaan itu hanya mampu dipendam Dev dalam hatinya sendiri.
Setelah dokter keluar, Dev hendak keluar dari ruang rawat itu.
"Kak Dev mau kemana?"
"Katanya aku bosmu? Jadi pulang lah" jawab Dev singkat membuat Risa mengerucutkan bibirnya sebal.
"Lagipula kak Dev pasti akan marah jika nanti muncul gosip pemilik perusahaan Alexander ternyata sudah menikah bla bla bla. Dan akhirnya kak Dev akan menyalahkanku. Lagipula bukankah kak Dev malu mengakuiku menjadi istri kak Dev?" Sindir Risa membuat Dev mengepalkan tangannya.
"Jangan memancing emosiku"
"Siapa juga yang memancing emosi kak Dev. Emang kak Dev aja yang emosian" sahut Risa balik.
semangat KA..