📌 update setiap Senin sampai dengan Sabtu pukul 23.00 WIB
Apa jadinya ketika seorang sahabat baik tidak sengaja melakukan hubungan cinta satu malam?
Caca dan Marshel saling berteman baik,dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.Mereka tidak sendiri, pertemanan mereka terdiri dari Caca,Marshel,jovan Andrew dan Mila . Sekelompok persahabatan yang harmonis suka dan Duka.
di suatu saat Caca terlibat one night stand dengan Marshel yang notabenenya adalah berteman, mereka tidak punya pilihan lain untuk menyembunyikan rahasia ini dari teman-teman mereka.Saat dimana mereka dihadapkan dengan permasalahan pelik tentang kehamilan Caca yang membuat kerenggangan dalam persahabatan mereka .Mampukah Caca dan Marshel menyelesaikan dengan baik dengan segala rintangan yang menghadang?
CEKIDOT--->
stay tune dan selalu berpikir positif gengs...✋
Instagram eunhyeayu90
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eunhyeayu90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 34
"selain mengajak mereka, tujuan ku juga mengajakmu... aku ingin kau dan aku..bisa liburan di Amerika bersama...aku bersungguh-sungguh...Caca... tolong, ikutlah dengan ku..." ucap Marshel dengan lirih
Caca menahan segala gejolak dalam dadanya,ia kemudian menarik nafasnya dengan berat.
Caca kemudian melangkah pergi meninggalkan Marshel, sedangkan Marshel terlihat putus asa dan kembali menahan lagi kesabarannya.
****************
Kedua anak kembar itu saling berfoto bergantian,Minho dan Junho memakai kaos putih.Marshel terlihat senyum manis dari balik fotografer yang memotret kedua anaknya.Tampan rupawan bibit unggul darinya begitu melekat di paras kedua putranya itu.Marshel kemudian melirik kearah Caca yang telah menyelesaikan wawancara untuk pembuatan paspor dirinya dan kedua anaknya.Trik nya memang kurang berhasil membuat caca dengan lapang dada menerima,tapi Caca yang terlalu baik untuk nya mau mempertimbangkan itu.
Saat setelah selesai mereka harus menunggu jadi, beberapa hari untuk mendapatkan paspor itu.Mereka keluar dari kantor imigrasi,Marshel menggandeng kedua putranya sedangkan caca sibuk bertelepon nan dengan orang kantor.
"apa kamu akan kembali ke kantor..." tanya Marshel kepada Caca
Caca melihat marshel ia kemudian mengangguk,Marshel pun terlihat menyadari kalau Caca hanya lah karyawan yang harus mengikuti SOP perusahaan.
"Minho dan Junho.. mama bekerja dulu ya... sampai ketemu nanti malam..." ucap Caca kepada kedua putranya.
Minho dan Junho terlihat mengangguk,Marshel kemudian melihat kearah Caca
"aku akan kembali ke pabrik setelah mengantarkan mereka pulang..."
Caca tidak menjawabnya tapi ia mengangguk, Ia kemudian pergi setelah kendaraan taxi online yang dia pesan datang.Marshel pun hanya bisa melihatnya dengan perasaan yang kecewa.
****************
Marshel pulang kerumahnya saat hari sudah larut, setelah perjalanan pulang dari Jakarta kemudian menuju pabrik untuk bekerja, Tubuhnya begitu remuk dan lelah.Dia melewati ibunya yang baru saja turun dari lantai atas,
"kamu Baru pulang??" tanya bu Lidya
"iya... banyak pekerjaan di kantor" ucap Marshel
"kamu berhasil membuat mereka ikut dengan kita ke Amerika??" tanya Bu Lidya
"iya ." jawab Marshel dengan lirih
Bu Lidya tersenyum penuh arti, beliau kemudian melihat kearah putranya.
"kamu menyukai Caca??" tanya Bu Lidya secara spontan
Marshel seakan tertembak oleh peluru nyasar, tidak ada obrolan apapun tiba-tiba ibunya bertanya hal seperti itu.Hal yang begitu mencurigakan baginya apalagi ibunya menunjukkan ekspresi wajah yang penuh arti
"Mama tidak biasa nya bertanya hal seperti kepada ku...apa yang mama rencana kan??" tanya Marshel
"kamu benar-benar...masak kamu mencurigai Mama mu sendiri.. yang benar saja" ucap Bu Lidya
"entah ini perasaan yang sesungguhnya atau tidak...aku juga belum sebegitu yakin... tapi aku sudah mulai tertarik dengan Caca saat kami bertemu dengannya untuk pertama kali..." ucap Marshel
Bu Lidya kemudian menggeleng kan kepalanya, karena merasa anaknya begitu konyol.pertama kali mereka bertemu adalah saat Caca yang saat itu berusia 7 tahun sedangkan Marshel berusia 9 tahun.Di usia sangat kecil untuk mengenal cinta, Anaknya malah mengungkapkan ketertarikan nya dengan Caca.
"kau sudah sangat putus asa hingga mengatakan hal konyol seperti ini kepada mama...??"
"Tapi kenyataannya seperti itu .. tapi seperti yang mama ketahui, aku masih belum yakin dengan perasaan ku.." ujar Marshel
"Mama anggap kamu menyukainya Marshel... sudah jangan bodohi mama..." ujar Bu Lidya
Beliau kemudian pergi meninggalkan Marshel yang berdiri mematung, melihat ibunya yang tampak aneh membuat nya semakin waspada akan suatu hal.
****************
New York city,
Tiba saat keberangkatan ke Amerika,Caca terlihat begitu cantik dengan pakaian Musim dinginnya, kedua putra nya pun terlihat gemas dan tampan.
Rombongan yang terdiri Pak Steven, Bu Lidya,Mitzy ,Marshel dan juga kedua putra kembar nya.Mereka menuju hunian yang berasal di pusat kota New york.Bukan hal murah, karena mereka menyewa rumah untuk tempat tinggal sementara selama 10 hari di sini.
"papa dan mama akan tidur di lantai bawah...Mitzy kamu di lantai atas...Marshel Kamu kamar di lantai bawah..Caca..kamu diatas kamar mu berdekatan dengan kamar Mitzy... segera lah masuk ke kamar kalian..." ucap Pak Steven
"baik..kak..." jawab Mitzy dengan bahagia.
Minho yang berada di gendongan pak Steven tampak bahagia , sedangkan Junho berada di gendongan Marshel.
"aku ingin tidur dengan mu kek..." ucap Minho kepada pak Steven
"tentu sayang...ayo kita masuk ke kamar dulu.." ucap Pak Steven dengan wajah yang sumringah.
Bu Lidya kemudian meraih Junho untuk ikut dengan nya, "ayo Junho..ikut dengan nenek ke kamar bersama Minho..."
Junho menggelengkan kepalanya,jari jemari nya semakin merekat mencengkeram jaket yang digunakan Marshel
Bu Lidya hanya bisa menghela nafasnya berat.sedangkan Caca hanya terdiam melihat kearah keadaan anak-anaknya yang berbeda keinginan.
"misa natal kita akan menuju ke st.pathrick cathedral pukul 7 ...aku harap kamu segera bersiap.." ujar Bu Lidya kepada Marshel
Setelah mengatakan itu,Bu Lidya sempat melirik kearah Caca.
"Pada malam ini biasanya Umat Kristen dan Katolik akan melakukan ibadah atau Misa di gereja. Tradisi Malam Natal berasal dari liturgi tradisional Kristiani yang dimulai sejak matahari terbenam,Misa bukanlah hiburan,. Ini adalah menyembah Allah yang mencipta kita dan menyelamatkan kita. Ini adalah kesempatan untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas semua yang telah Dia lakukan bagi kita." jelas Bu Lidya Caca,
beliau Yakin jika Caca tidak memahami budaya dan juga tata cara merayakan malam natal.Beliau ingin memperkenalkan keyakinan yang di anutnya kepada Caca.Wajah nya saat menjelaskan tampak berbinar dan penuh kedamaian.
Caca terdiam membisu,ia tidak tahu lagi maksud bu Lidya mengatakan itu kepada nya.caca bukan orang yang memiliki sikap penasaran dengan ketentuan orang lain, teman-teman nya banyak yang berbeda keyakinan de nya,tapi ia mampu bertoleransi dan saling menjaga agama nya masing-masing.
Bu Lidya kemudian pergi menuju ke kamar nya menyusul suaminya.Sedangkan Marshel mengarahkan pandangan nya ke arah Caca.sesuai dengan prediksi nya, ibunya tidak akan menerima cuma-cuma kehadiran Caca pada saat liburan kali ini, Ibunya pasti bertujuan memprovokasi Caca agar tertarik dengan keyakinannya.
"kamu tidak usah mendengarkan ucapan mama..." ucap Marshel
"tidak ada yang salah apa yang diucapkan, setiap agama mengajarkan kebaikan dan meng-agungkan Tuhannya masing-masing..." ucap Caca
Caca kemudian berjalan menyusuri tangga menuju ke kamarnya.Ia membuka pintu dan masuk begitu saja.ia berulang kali menetralisir dada nya yang berdetak dengan kencang,
"menyerang atau memprovokasi??Tante Lidya...kamu begitu berbeda dengan dirimu yang dulu..." ucap Caca dengan senyuman yang merasa dipermainkan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo gengs..masih aktif dan setia kan di Novel ini? terus dukung karya aku ya.. dengan cara like komen dan juga vote.sarangheo💋
Instagram eunhyeayu90
penyampaiannya cukup bagus mudah dimengerti.
sukses terus karyanya ❤️