NovelToon NovelToon
Dia Yang Dipilih

Dia Yang Dipilih

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Suami Tak Berguna / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:66.2k
Nilai: 5
Nama Author: Call Me Na

Menolak menikah dengan alasan belum siap membuat davion extra sabar menanti kesiapan dari kekasihnya anabia. Hingga akhirnya davion mengetahui jawaban sesungguhnya dari penolakan itu. Parahnya lagi kedua mata davion menjadi saksi pergulatan nikmat anabia dan vano. Jika sudah begini relung hati siapa yang tak terluka?. Beriring bergulirnya waktu sosok sonali hadir di dalam kehidupan davion dengan desakan pernikahan dari kedua orang tua mempelai. Hidup seatap dengan orang yang tak di cintai dan tak di kenal membuat mereka acuh tak acuh satu sama lain. Apa lagi sonali yang memiliki tambatan hatinya bhalendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak akan memberikan sonali pada mereka

"Ma ..", panggil papa arya pada istrinya.

"Ya pa", mama gulsi menoleh.

"Papa sudah membuat keputusan bahwa papa akan menerima permintaan mas abram", papa arya mendekati istrinya yang berada di meja rias.

"Apa?", mama gulsi kaget membalikkan badannya.

"Apa papa tidak memikirkan sonali?. Dimana hati nurani papa?", mama gulsi menatap tajam suaminya.

"Papa memikirkan sonali tapi papa juga merasa tak enak hati jika harus menolaknya ma", papa arya mengungkapkan.

"Kalau papa memikirkan sonali kenapa papa tega memberikan putri kecil kita pada mereka?", mama gulsi mengalihkan pandangannya.

"Ma mengertilah papa merasa tak enak hati menolaknya ma", papa arya berlutut dan menggenggam tangan istrinya.

"Hanya karena tak enak hati menolak permintaan seseorang lalu papa akan mengorbankan sonali iya begitu?", amarah mama gulsi tak terkendalikan lagi. Ia tak habis pikir dengan suaminya ini rela mengorbankan putri kandungnya sendiri.

"Papa selama ini melarang keras sonali untuk berpacaran bukan? Tapi kenapa papa dengan mudahnya akan memberikan sonali pada mereka hiks.. hiks..", air mata mama gulsi mengalir deras.

"Ma tenang lah", papa arya kembali menggenggam tangan istrinya. Tapi dengan cepat mama gulsi menepis tangan suaminya. Papa arya menjadi bingung dengan situasi ini.

"Ma tenang lah semua akan baik - baik saja ma", bujuknya pada sang istri.

"Mama tidak akan memberikan sonali pada mereka pa, tidak akan pernah", mama gulsi berlalu meninggalkan papa arya di dalam kamar.

Mama gulsi memasuki kamar putrinya sonali. Ia melihat sonali tertidur pulas, kini air matanya mengalir lebih deras lagi mengingat keputusan suaminya barusan. Tak terbayangkan olehnya sonali akan menikah muda. Sonali yang manja yang tak tau apa - apa, yang selalu merengek di saat ke inginannya tak terpenuhi, bagaimana mungkin seorang ayah rela memberikannya kepada seseorang untuk menjadi istri dari putranya. Bagaimana mungkin seorang ayah tak menaruh iba pada putrinya sendiri demi memenuhi keinginan hati lainnya. Sungguh tak terduga olehnya suami tercintannya rela mengambil keputusan seperti itu. Mama gulsi mendekati putrinya lalu tangannya terangkat mengusap lembut kepala sonali. Lama ia mengusap lembut kepala sonali dan menghujani ciumannya di wajah cantik sonali. Beruntung sonali tak terbangun oleh aksi mama gulsi yang menciuminya terus menerus. Tiba - tiba saja mama gulsi menguap oleh rasa kantuk yang melanda, ia pun memilih naik di atas ranjang sonali untuk tidur bersama sonali malam ini.

Di lain tempat tampak sepasang kekasih sedang berjalan menuju parkiran usai menghadiri sebuah acara.

"Van aku pengen suatu saat nanti kita seperti itu merayakan ulang tahun pernikahan bersama", anabia tersenyum membayangkan dirinya dan vano suatu saat seperti itu. Vano hanya menoleh padanya tak menjawab apa pun.

"Kita akan pulang ke rumah ku", kata vano memasuki mobil.

"Baiklah", anabia menyetujui, ia merasa tak keberatan dengan permintaan vano. Sebab ia sudah terbiasa bermalam dengan vano dan tentu itu tanpa seizin bu mayang ibunya anabia. Sesampainya di rumah vano mereka turun dari mobil dan melangkahkan kedua kaki mereka ke dalam rumah vano.

"Cepat bersihin dirimu dan jangan lama", vano meminta anabia terlebih dahulu membersihkan dirinya sementara ia menunggu di dalam kamar sambil berbalas pesan dengan wanita - wanitanya. Vano beberapa kali tersenyum membaca dan membalas pesan itu. Tak lama anabia keluar dari kamar mandi menandakan ia telah menyelesaikan rutinitasnya. Melihat itu vano pun memasuki kamar mandinya, ia merasa tubuhnya berkeringat dan lengket walau hanya beberapa jam di acara yang mereka hadiri tadi. Sedang anabia mengambil pakaian di dalam lemari untuk di kenakannya, lalu ia menaiki tempat tidur untuk segera melepas kantuk. Akan tetapi baru saja beberapa menit berlalu ia terlelap dengan tidurnya tiba - tiba saja ia di kejutkan dengan lemparan handuk yang di lakukan vano tepat di bagian wajahnya. Mata anabia pun terbuka lebar melihat vano sudah berkecak pinggang di hadapannya.

" Siapa yang menyuruh mu tidur?", tanya vano marah.

"Tapi aku sudah ngantuk van, besok saja ya", kata anabia yang paham kamana arah pikiran vano.

"Aku tidak suka penolakan dengan alasan apa pun", vano mendekati anabia.

"Ta- tapi van, aku lelah sekali malam ini", jelasnya agar terlepas dari vano malam ini.

"Layani aku", vano membuka paksa piyama anabia dengan kasar dan melemparnya asal ke sembarangan tempat. Anabia tak bisa berbuat apa pun selain menurut dan mematuhinya. Dan terjadilah penyatuan itu lagi.

Ke esokan harinya sonali bangun dari tidurnya. Ia kaget melihat mama gulsi yang sedang tidur di sampingnya. Berkali - kali ia mengucek matanya yang tak gatal guna memastikan siapa yang sedang bersamanya di ranjang.

"Loh mama kenapa tidur disini?", tanya sonali pada dirinya sendiri melihat mama gulsi masih tertidur. Ia pun bangun dan membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Tak lama sonali masuk ke dalam kamar mandi mama gulsi pun terbangun dari tidurnya. Ia tak mendapati putrinya di ranjang, samar terdengarnya suara percikan air dari dalam kamar mandi dan dapat di pastikan mama gulsi bahwa putrinya saat ini sedang mandi. Kemudian ia bangun dan beranjak memasuki kamarnya, disana ia juga tak mendapati suaminya. Ia memeriksa kamar mandi tapi tak juga mendapati suaminya. Ia berpikir bahwa suaminya saat ini sudah berada di meja makan. Mama gulsi pun mandi dengan segera, agar bisa menyusul suaminya di meja makan. Sedang papa arya sudah selesai sarapan dan memilih pergi bekerja tanpa menunggu istrinya. Sebelumnya papa arya melihat mama gulsi tidur bersama putrinya di kamar sonali. Papa arya memang sengaja tak membangunkan istrinya sebab ia tau istrinya masih marah padanya. Setelah menyelesaikan ritual mandinya dan berpakaian kemudian sonali keluar dari kamar tidurnya. Dan disaat itu bersamaan mama gulsi juga keluar dari kamar setelah selesai membersihkan diri.

"Ma", panggilnya.

"Son kamu baru selesai mandi?", tanyanya melihat sonali berpenampilan segar.

"Iya ma, mama tadi malam kenapa tidur di kamar sona?", tanyanya berhenti di depan pintu kamarnya.

"Ia mama pengen aja tidur sama kamu tadi malam", jawab mama gulsi mendekati sonali.

"Oh sona pikir mama bertengkar sama papa", tebakan sonali benar.

"Nggak kok, udah yuk kita turun ke bawah", mama gulsi menarik pelan tangan sonali. Sonali mengikut berjalan beriringan bersama mamanya. Akan tetapi sesampainya mereka di meja makan, mama gulsi tak mendapati suaminya. Hanya ada arega yang tengah makan sendirian. Arega memang selalu pergi sendiri ke kantor tanpa papa arya dan tanpa supir. Dari dulu arega memang tidak terbiasa dengan menggunakan jasa supir. Tak heran sewaktu arega berada di luar negeri pun ia tak menggunakan jasa supir. Baginya menegmudi sendiri lebih nyaman dan leluasa.

1
Rrr
akhirnya bhalendra tidak akan pernah menjadi penggangu lagi
Rrr
wkwkwk setelah sekian lama sonali baru tau sekarang siapa mantan kekasih nya davion
Rrr
akhirnya hazel dan arega nikah juga
Ati Hutabarat
penyesalan memang selalu datang diakhir
Rrr
mampus lo anabia, baru nyesel lo kan
Rrr
berani nggak lo deketin arega lagi?
Rrr
mantabbb
pembaca
Alur cerita yang berbeda, ini luar biasa /Good/
Ati Hutabarat
semoga arega juga suka sama hazel
Ati Hutabarat
Doble up Thor
Ati Hutabarat
gaskeun mas Uno,jangan kasih kendor,menyala mas Uno🤣🤣🔥🔥
Ana Wijayati
mana up nya Thor.... semangat yaaa
Tutiks
Alhamdulillah akhir nya up juga ....lanjut lagi dong up nya
Ana Wijayati
semangat up thoor
Ana Wijayati
mana up nya thoor
Ana Wijayati
senengnya Davion dan Sonali.... akhirnya mereka saling mencintai dan sebentar lagi akan ada Davion junior
Ana Wijayati
egois amat si Davion
Ati Hutabarat
tenang aja ma,hazel diantar calon mantu mama ko🤗🤗🤣🤣🤪🤪
Ati Hutabarat
hazel sama arega aja
Kasih
Luar biasa sekali👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!