NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nophie

DALAM PROSES EDIT, MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANNYA

mature content 💏
harap bijaksana dalam membaca, usia diharapkan diatas 18++


menjadi istri kedua bukan keinginanku, karena sejatinya aku tak ingin berbagi
~alana mahen~

aku mencintai sahabat masa kecilku disaat aku juga memuja wanita lain
~narendra sakabumi~

yang suka baper akan cerita poligami lebih baik melewatkan cerita ini
~author~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34. Witing Tresno Jalaran Soko Kulino (Cinta Datang Karena Terbiasa)*

“Maaf, Yarr!  Kalau aku kelihatan terlalu mesra sama Saka, ehm maksudku mas Rendramu… Kamu kan tahu kami adalah teman masa kecil, jadi..” Alana salah tingkah dan bingung bagaimana menjelaskan kejadian tadi,

sedangkan Saka hanya memilih untuk terdiam dan menghela nafasnya dengan perlahan.

“Gak pa pa, Al! Kamu tahu gak selama aku sakit aku belajar ilmu baru. Namanya ilmu IKHLAS!

Ikhlas yang gak mudah, karena aku adalah manusia biasa. Tapi aku berusaha

menimbun pahala supaya ketika aku gak ada di dunia ini, orang mengenang aku

sebagai pribadi yang baik.” Potong Yara dengan cepat, dan mengusap air mata

bandel yang lolos dari mata nya yang cantik.

Saka tidak bisa berucap apa apa, ia tahu kepedihan Yara. Saka hanya bisa memeluk Yara.

Sewaktu Yara meminta Saka untuk menikahi Alana, Saka sudah mengatakan hal itu

bahwa itu mungkin bisa lebih menyakitkan kalau melihat suami yang mendua. Saka

adalah laki laki yang normal, ungkapan pribahasa Jawa yang mengatakan cinta

karena terbiasa itu benar. Dan Saka merasakan itu. Alana yang selalu menjadi

bagian dalam perjalanan hidup di masa lalu Saka. Apalagi sekarang Alana lebih

dalam mengisi dan melayani bukan hanya hasrat Saka yang tidak pernah bisa

dipuaskan oleh Yara karena sakit Yara yang sudah lama, tapi juga melayani  segala kebutuhan yang lainnya.  Saka juga tidak bisa mengabaikan Alana yang saat ini mengandung darah dagingnya. Saka tidak pernah ingin ada dalam posisi seperti ini.

Alana dan Saka hanya terdiam, mereka tidak bisa berkata apa apa. Di satu sisi, Saka tidak

bisa mengabaikan Alana, karena Alana juga istri sahnya, Alana bukan

selingkuhannya. Di sisi lain, Saka juga tidak bisa menyalahkan Yara yang

cemburu melihat dirinya bersama Alana, sekalipun sebenernya Yara sendiri yang

mengusulkan hal itu.

Suasana menjadi canggung dan  membuat Alana kian

salah tingkah, melihat Saka hanya diam dan memeluk Yara dengan erat, Yarapun

hanya bisa mengusap air matanya terus menerus keluar tanpa kompromi.  Alana pun beringsut keluar dari kamar tanpa pamit, ia hanya tidak sanggup melihat Yara sedih karena keberadaannya.

Diluar, Alana tidak tahu harus kemana… ia hanya berusaha berjalan cepat menyusuri

lorong panjang Rumah Sakit menuju lift. Ia hanya ingin keluar dari tempat itu,

walau ia tidak tahu kemana arah tujuannya. Dadanya sesak dan kepalanya tiba

tiba berputar, ia berusaha meraih kursi yang terdekat dengannya agar dia bisa

duduk. Tapi tubuhnya oleng, dan tidak seimbang, saat itu ada tangan kokoh yang

menyangga tubuhnya dan kemudian menariknya dalam pelukan hangat nya. Aroma

parfum maskulin yang sangat ia kenal mumbuat ia tahu siapa yang merengkuhnya dalam pelukan.

“Sayanggg… kenapa kamu lari? Tidak tahukah kamu kalau itu bisa sangat berbahaya buat kamu

dan bayinya ? “ tanya Saka dengan intonasi nada datar, dan lembut.

“Aku… aku..” Alana tak sanggup menjawab Saka, ia hanya berusaha mengurai pelukan Saka, membuat Saka semakin  mengeratkan pelukannya.

“Lepaskan aku, Sak!!” sergah Alana dengan suara ketus. Saka menjauhkan tubuh Alana dari pelukkan nya tapi ia masih mencengkeram kedua lengan Alana dengan kuat, tatapan matanya menunjukan keheranan. Bukan nada ketus yang buat Saka menjadi heran, tapi karena panggilan Alana kepada Saka yang kembali seperti saat Alana menjadi sahabatnya.

“Sayang…?” gunam Saka tak percaya.

“Aku sudah pernah bilang padamu kan? Ini tidak akan berhasil. Gak ada orang yang mau

berbagi kasih sayang suami. Begitupula dengan Yara dan aku.” Jelas Alana dengan

suara sendu. Ada rasa sakit disana, mungkin ada rasa penyesalan juga.

“Sayangg…aku masih suami kamuu. “

“Aku harus bagaimana, Sakaaa!” sentaknya frustasi.

“Nyonya Alana Perdana, nama kamu saja sudah berubah, kamu itu istri aku!” peringat Saka dengan suara tertahan.

“Kembalilah ke Yara, Sak… ia lebih membutuhkan kamu.” Alana mendorong tubuh Saka yang sedikit limbung diterpa ucapan Alana yang serasa menghunjam jantungnya.

Saka hanya diam, dan menarik tangan Alana keluar dari tempat itu, wajah Saka memerah,

rahangnya mengeras. Alana tahu Saka marah dengan ucapannya. Tapi ia mengurai

kebenaran. Saka hanya menarik dan menggandengnya. Keluar dari rumah sakit dan menghentikan taxi dan memerintahkan supir taxi membawa mereka pulang ke apartemen.

Perjalanan dari rumah sakit ke apartemen sangatlah dekat, tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai ke apartemen yang mereka tinggali.

Tittt…

cekrek, Saka pun mendorong Alana masuk kedalam apartemen dan mengunci pintu

apartemen itu dengan kode yang Alana tidak tahu.

Alana hanya diam dan membisu, ia juga tidak bergerak kemana mana, ia hanya berdiri mematung didekat pintu keluar.

Saka memandangnya dengan tatapan marah, tapi Saka berusaha keras untuk menahan gejolak emosi di dalam dadanya.

“Sayang..”panggil Saka dengan suara tertahan, ia menahan emosi yang sangat menyesakkan.

Ia tahu Alana saat ini sedang labil, Alana terpengaruh dengan hormon kehamilannya.

“Sayang kemarilah..” nada suara Saka melembut. Alana hanya diam, menunduk dan meremas remas ujung kemeja yang ia pakai. Saka pun menghampiri istrinya dan memeluknya. Alana bingung harus merespon apa, ia sangat ingin menikmati sentuhan suaminya tapi disisi lain ia merasa bersalah karena suaminya bukan miliknya sendiri.

Saka mengeratkan pelukannya, mencium kening, pipi kemudian bibir Alana dengan

lembut, mencecapnya seakan bibir Alana adalah barang berharga yang mudah pecah,

dan memandang wajah Alana yang ditangkupnya dengan kedua tangannya.

“Dengarkan aku! Biar kuulang… Aku mencintaimu, kamu juga mencintaiku, kamu istriku SAH!! Kamu bukan selingkuhanku. Kamu bukan orang ketiga yang hadir diantara aku dan Yara. Jangan ganti posisimu dari istri sahku menjadi cuman selingkuhan. Saat kamu memanggil aku dengan nama saja, berarti kamu tidak menghormati ikatan pernikahan suci kita. Kamu berdosa karena mempermainkan pernikahan…”

“Maafkan aku, aku .. akuuu” potong Alana sambil menangis, isak tangisnya semakin keras terdengar, saat Saka memeluknya dan menaruh kepala Alana di dadanya.

“Cinta kita hadir sewajarnya, kita tidak bisa menghindarinya, witing tresno

jalaran soko kulino, cinta datang karena terbiasa bersama, makan bersama, minum

bersama, bahkan tidur bersama.” Jelas Saka dengan lembut.

“ Aku pernah mengatakan ini pada Yara, dia bersedia menerima resiko itu, asalkan dia dapat menimang anak kandungku walaupun dari wanita yang lain, kemudian dia memilih kamu.” Lanjut Saka menjelaskan.

“Jadi kebersamaan kita membuat cinta kamu tumbuh buat aku ya, Bby? Bukankah kita sudah bersama dari kecil? Dulu kamu ga suka sama aku? Kamu cuman anggap aku sahabat saja kan?” tanya Alana dengan polos. Bak tamparan di pipi, perkataan Alana bagi Saka. Apa harus ngomong sekarang? Kayaknya telat juga deh.

“Sini duduk dulu, kalau kamu berdiri ntar dedeknya cape.” Kata Saka sambil membimbing Alana untuk duduk di sofa apartemennya itu. Ia berniat menjelaskan pada Alana, tapi..

“Itu Junio berdiri terus kok gak cape sih, Bby?” tanya Alana dengan polos, setelah tadi

dia secara tidak sengaja menyenggol benda keramat Saka yang mengeras saat mencicipi bibir Alana tadi.

“Kamu menggodaku?” tanya Saka dengan senyum smirknya.

“Enggak, aku tadi ga sengaja nyenggol Junio, ternyata dia sudah keras.” Jelas Alana dengan

wajah tanpa dosa, setelah dia duduk berdua di sofa itu.

“Hmmh, okelah… jadi kamu mengerti? Sudah gak labil sedih sedih gak jelas? “jelas Saka lagi. Jujur dia menahan hasrat untuk mengasah Junionya, karena ia ingin Alana mengerti dan tidak salah paham lagi.

“Iya aku ngerti! Cinta kamu datang karena kita terus bersama, makan bersama, minum

bersama, tidur bersama bahkan mandi bersama.” Ulang Alana dengan polosnya.

“Stop!! “ sentak Saka.

“Apa??” tanya Alana terkaget karena suara Saka yang keras..

“Ayo kita mandi bersama.” Ajak Saka sambil menggendong tubuh Alana ke kamar mandi tanpa

menunggu jawaban Alana.

.

.

.

TBC

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Noerlina Akbar
Biasa
aisyahcantik
kenapa juga alana mau ikut....
Sivia
kasian Raya....
Aslamiah
ya alloh bisa ditukar gk sih mertua seperti itu dg mertuaku.knp aku punya mertua yg hatinya kaya nenek lampir.ya Alloh maafkan aq jadi membandingkan🤦😭
Jessica
ceritanya menarik
japodoll
Kangen cerita alana dan saka, aku ngulang lagi bacanya… butuh waktu lagi nyari novelnya karna sempat ngilang di noveltoon ku
Nining Fitriyanti
bagus cerita nya
Ana Susana
❤️❤️❤️❤️❤️
Endah Sri Rahayu
ayahnya saka blm tau masa lalu yara dulu ..menurutku pernikahan yara dn saka nga sah ...karna yara dulu blm cerai dgn suami pertama gara gara paman yara sampai anakny yg d lahirikan tidak tau
Tety Tety
kok gak ngerti yg di komen i apa ya kak😊
zahra ou
suruh siapa bangun usaha. urusan bojo sakit ada suster ada dokter. seenggak nya 1bln 2 mnggu kan bisa. 2mnggu di mbok tuwek. hamil jg berat p lg kalo lg pengen nyium ketek suami😁😌
Erlangga Saputra
author hebat..selesai sudah rasa sakit yg yara rasakan.
Erlangga Saputra
thor bikin saka cemburu terus biar saka makin bucin sm allana.dn cepet lupain yara.kl bisa bikin yara ketemu sm anak kandung nya biar bisa pergi dengan tenang..
Erlangga Saputra
author.udh yara jangan di bikin sembuh kasian juga saka cape.dan allana juga kasian dari awal hamil anak pertama kurang perhatian.
Erlangga Saputra
author.yara kasian kenapa lama di siksa sm penyakit nya..kenapa ga di iklasin aja yara biar ga merasakan sakit lg..dan saka bahagia sm allana dn anak2 nya
Erlangga Saputra
lucu abisss ya sama gesrek nya berdua.
Wahyu Kartikasari
sempat kepikiran sih
Wahyu Kartikasari
mungkin kecebong nya saka ekornya 9 😂😂
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!