NovelToon NovelToon
Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Beda Usia
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Terlahir di tempat menjijikan, melihat sang ibu menjajakan cintanya pada pria hidung setiap hari membuat Livia muak, ia pun nekat kabur melarikan diri. Hingga bekerja di sebuah perusahaan dan bertemu dengan seorang pria baik hati yaitu seorang CEO tampan penuh karisma dengan usia yang juga cukup matang bernama Olivier.


Mereka menjalin hubungan cinta, hingga suatu saat sang CEO melamar gadis itu. Namun ketika datang menemui Revita, Oliver kaget sekaget nya, karena ternyata Revita adalah mantan pacarnya dulu.


Revita yang membenci kelahiran Livia, tersenyum penuh kemenangan. Dia setuju saja menerima pernikahan tersebut.


Namun ketika akan melakukan pemberkatan di gereja, ada seseorang yang menghalangi pernikahan Livia dan Oliver.

Kenapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar

"Mau kah anda memberikan kesempatan kepada saya untuk menunjukkan jika saya serius?" tanya Lucan untuk yang kesekian kalinya, karena sedari tadi Olivia belum memberi jawaban kepada nya.

Olivia tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.

"Apa itu artinya yes?!" tanya Lucan memastikan.

"Iyes," kata Olivia dengan senyum malu-malunya.

"Bisa katakan sekali lagi Nona, saya tidak mendengarnya," kata Lucan sambil mendekatkan telinganya ke Olivia yang duduk di sampingnya.

"Iyes!"

"Apa sekali lagi." Lucan semakin mendekatkan telinganya, berharap Olivia membisikan sesuatu di telinganya.

Karena kepala Lucan semakin mendekat, Olivia mendorong kepala tersebut agar menjauh, Lucan langsung meraih tangan Olivia, kemudian mencium tangan tersebut dengan romantis.

"Terima kasih Nona, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," kata Lucan dengan tatapan berbinar.

Mereka berdua pun saling melempar senyum malu-malu, sementara Lucan sudah mulai berani menggenggam tangan Olivia.

Selama beberapa saat mereka hanya diam karena merasa begitu gugup setelah menjadi sepasang kekasih.

Ehm, tiba-tiba terdengar suara deheman dari belakang mereka.

Lucan dan Olivia kaget dan langsung menoleh karena mereka kenal suara deheman itu.

Lucan dan Olivia sontak membelalakkan bola matanya ketika melihat kedatangan Oliver dan Arzeta yang kini sudah berdiri di belakang mereka.

Lucan segera melepaskan genggaman tangan nya.

"Oh begini rupanya pekerjaanmu Lucan, kau berani-beraninya menggoda putri ku," kata Oliver sambil menatap Lucan dengan sinis.

Lucan hanya bisa menundukkan kepalanya.

Oliver dan Arzeta duduk di hadapan mereka berdua. Keduanya tertunduk karena Olivier terus saja mengamati mereka secara bergantian.

"Jadi ini pekerjaan kamu, saat aku tidak ada. Aku menyuruhmu untuk menjaga Olivia, bukan untuk merayunya," tukas Oliver.

"Tuan, maaf saya lancang karena telah membawa nona Olivia tanpa seizin Tuan. Saya pernah datang kemarin ke rumah tuan, bermaksud untuk mengatakan hal ini." Lucan masih gugup saat itu.

"Mengatakan hal apa?!" gertak Oliver.

Keadaan hening beberapa detik.

"Saya ingin mengatakan kepada anda, jika saya ingin mendekati Nona Olivia. Saya menyukai Nona Olivia sejak pertama kali melihatnya, hanya saja saat itu .... " Lucan tak berani melanjutkan kata-katanya.

"Oh jadi Sudah lama kamu menyukai Olivia?"

"Iya Tuan, Baru kali ini saya berani mengatakannya. saya siap menerima hukuman apapun yang Tuan berikan, tapi tolong berikan saya kesempatan untuk membuktikan jika saya memang bersungguh-sungguh mencintai nona Olivia," kata Lucan dengan tegas.

Entah dari mana Lucan mendapat keberanian mengatakan kalimat itu secara lugas dan tegas.

Kedua pria tampan saling bertentangan mata.

"Tuan, saya berjanji akan membahagiakan Nona Olivia, saya akan menjaga dia dengan sungguh-sungguh, tolong berikan kesempatan kepada saya," ucap Lucan masih menatap Oliver.

Oliver diam, bola matanya berpendar menatap Lucan. Oliver mengenal Lucan sudah sejak lama, sejak Lucan magang di kantornya, sampai ia diangkat menjadi asisten kepercayaannya, itu semua karena sifat Lucan yang amanah, jujur dan tidak pernah aneh-aneh. Lucan juga anak buah yang penurut.

"Memang kamu bisa membahagiakan Olivia? bagaimana caranya?" tanya Oliver.

Lucan menelan ludahnya untuk mengatur kata-katanya.

"Saya memamg tidak sekaya anda Tuan, tapi saya akan berusaha untuk mencukupi kebutuhan Nona Olivia, membahagiakan dengan cara saya sendiri."

Olivier masih menatap Lucan tanpa berkedip. Ia bermaksud untuk membuat Lucan gentar, agar Lucan menyerah.

Tapi sepertinya Lucan tidak gampang menyerah. Justru Oliver yang menyerah.

"Ya sudah, itu tergantung Olivia. Jika dia menyukai kamu, silahkan saja kalian melakukan pendekatan, tapi hanya sebatas pendekatan, tidak boleh kebablasan."

Lucan dan Olivia rasa kaget sekaligus bahagia, mendengar ijin yang di berikan Oliver. Mereka berdua pun saling melempar senyum.

Lucan merasa lega, akhirnya ia bisa mengatakan maksudnya dan langsung mendapatkan sambutan dari Olivia dan Oliver.

'Baiklah, kebetulan hari ini kita bertemu di sini, Ada yang ingin Papi bicarakan pada kamu Olivia."

"Ada apa Pi?" tanya Olivia, ketegangan sudah tidak tampak di wajah Olivia dan Lucan.

"Papi akan segera menikah," kata Oliver seraya tersenyum.

Olivia memutar bola mata malasnya.

"Olivia sudah tahu Pi, sudah dapat bocoran dari Zeta."

Oliver tersenyum senang.

"Berarti kamu setuju dong ya, kalau Papi menikah dengan Arzeta?"

"Memangnya kalau Olivia nggak setuju Papi bakalan batalin rencana pernikahan itu?" Olivia balik bertanya.

"Ya nggak dong. Papi sudah berumur Olivia, jadi kamu tak bisa menghalangi keinginan tapi untuk menikah."

"lah kalau begitu ngapain tanya Olivia, Papi mau nikah, nikah sajalah. Livia juga bahagia jika melihat Papi dan sahabat Livia bahagia."

"Asik! sini peluk Papi." Olivier merentangkan tangannya.

Olivia pun beranjak memeluk Oliver.

"Kamu memang paling pengertian sama Papi," kata Oliver sambil mengusap punggung Olivia yang berada dalam pelukannya

"Papi juga paling pengertian sama Livia."

'Tentu dong, apapun akan Oapi lakukan untuk kebahagiaan kamu."

"Terima kasih Papi," kata Olivia yang terharu.

Setelah drama pernikahan mereka yang gagal, baru kali ini Olivia membuka hatinya menerima Olivier.

Lucan dan Arzeta saling melempar senyum, bahkan Zeta memberikan kode pada Lucan untuk bisa melamar Olivia saat itu juga.

Meskipun ragu Lucan kembali meyakinkan dirinya untuk bisa melamar Olivia saat itu juga.

Olivier dan Olivia saling mengurai pelukannya. Olivier mengacak rambut putrinya itu. Sebelum Olivia kembali ke tempat duduknya.

"Ehm Tuan, jika boleh, bisakah saya melamar nona Olivia dalam waktu dekat"

Oliver sedikit kaget mendengar penuturan Lucan tersebut.

"Apa? kamu ini sudah dikasih hati minta paha!" dengus Olivier. " Olivia belum boleh menikah, tunggu kuliahnya selesai."

Lucan tersenyum. "Tidak apa-apa Tuan, yang penting lampu hijau sudah saya dapatkan, tinggal masalah waktu. saya juga harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa meminang putri Tuan, benarkan begitu?" tanya Lucan .

"Ya syukurlah kalau begitu," sahut Oliver sambil menyeruput minuman hangat yang baru saja tiba di meja mereka.

Olivia dan Lucan kembali saling melempar senyum, diam-diam Lucan kembali menggenggam tangan Olivia dengan lembut.

***

Bastian yang kesal terhadap Olivia segera melaporkan kejadian yang baru saja ia alami kepada Nyonya Regina.

Bastian menghubungi Nyonya Regina melalui sambungan telepon.

"Jadi Olivia jalan sama pria lain?" tanya Nyonya Regina dengan setengah emosi.

"Betul Oma, Bahkan dia menolak untuk pulang bersama saya. Saya khawatir pria yang bersama Olivia itu memanfaatkan kepolosan Olivia."

"Benar kata kamu sekarang banyak orang yang ingin memanfaatkan kesempatan, dengar ya Bastian kalau kamu ingin mendapatkan Olivia, sebaiknya secepatnya kamu bawa keluarga kamu kemarin untuk melamar cucu saya."

"Siap Oma, secepat mungkin saya akan melamar Olivia."

"Baguslah kalau begitu makin cepat makin baik," pungkas Nyonya Regina sambil menutup teleponnya.

"Yes! dengan mudah aku bisa mendapatkan kamu Olivia, makanya kalau jadi perempuan itu jangan sok jual mahal," gumam Bastian.

Bersambung

.

1
Tutik Lestari Nasa
knp udh ga pernah up novel lagi kak Mel??
Tutik Lestari Nasa: judul apa kak soalnya di ketik nama kakak ga ketemu
total 2 replies
Ibnu Muhammad
bagus juga ini, kak minta saran juga dong komen di novelku
Desy Rs Azuz
Orang yg kamu agung2kan
Lia_Sriwijaya
nyonya regina ayolahhhh buka hatimu, lihat n sadari keadaannya... bahagia kan cucumu
Lia_Sriwijaya
syukurinnnnnnn bastiannn... cari sampe kelibang semuut tuhh nyonya...
Lia_Sriwijaya
Bastian itu jahattttt
Hanum Anindya
sehRusnya sadar tuh mak Lampir eh malah nggak sadar sadar🤦‍♀️
Hanum Anindya
syafakillah kakak😊
Hanum Anindya
alhamdulillah nyonya Regina tahu kalau bastian pelakunya, semoga saja nyonya regina bisa menerima lucan.
Hanum Anindya
yupz pasti bastian yang ketangkap, jangan sampai lubang deh!
Hanum Anindya
kalau mau m🤣lak😡kan sesuatu itu berpikir dulu bastian, kam😡 nggak akan pernah berhasil
Hanum Anindya
adegan apa kak🤔🤣🤦‍♀️
seru!
Hanum Anindya
🤣🤣🤣🤣
aithornya udah nikah belum nih! kalau aku nggak ada ritual mandi setelah akad langsung tanjab gas🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
👑Meylani Putri Putti: hihi gak sabar bgt ya
total 1 replies
Hanum Anindya
laki laki yang baik😍pokoknya idaman banget deh rela melindungi dan menyuruh olive telpon supirnya.
👑Meylani Putri Putti: Alhamdulillah say
total 3 replies
Hanum Anindya
makanya jangan pamer dulu tuh! nggak malu ya 🤣🤣🤣
Hanum Anindya
nyonya Regina egois banget sih! kalau ketemu boleh aku jitak😡
Hanum Anindya
semoga saja Olivia sama lucan saja deh!
Hanum Anindya
agresif banget tuh bastian🤦‍♀️
Desy Rs Azuz
Yeah dikasih tahu cepat gih tlp supir
Desy Rs Azuz
Keluar dari Mobil gih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!