NovelToon NovelToon
Doctor Dom

Doctor Dom

Status: tamat
Genre:Dokter Ajaib / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:75.2k
Nilai: 5
Nama Author: dee Irma

Kecelakaan membuat nyawanya masuk dalam tubuh seorang anak SMA yang menjadi korban saat menolong seorang gadis saat terjebak tawuran siswa.
Mengetahui dirinya telah meninggal, Dom tidak bisa menerima hal itu. Terutama saat dia mulai sering bermimpi buruk yang membuatnya tidak nyaman.
Dom yang seorang dokter bedah ternama, sekaligus dokter peneliti obat obatan, yang memiliki laboratorium, serta pewaris tunggal dinasti dari keluarga yang bergerak di bidang farmasi, harus bisa menerima kenyataan bahwa raganya telah tiada.
Dom menjalani kehidupan sebagai anak SMA, sambil menyelidiki kematiannya sendiri.
Dalam perjalanannya menyelidiki, banyak hal yang tak terduga dialaminya.
Penghianatan, rahasia keluarga, dan teman membuat hidup Dom yang sebagai Arthur semakin berwarna.

Ikuti terus kisahnya hanya di sini.
Jangan lupa like dan komentarnya, baca secara urut juga ya.

Terima kasih 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar

Dom terus merenung memikirkan semua yang dialaminya selama ini. Dirinya yang selalu memikirkan pekerjaan, tenggelam dengan kematian kekasihnya, Jane karena virus, yang membuatnya terobsesi.

Seharusnya dia bisa mengiklaskan kematian Jane, dan bisa lebih dekat dengan keluarganya. Untuk menikmati makan bersama dengan orang tuanya pun sangat susah, padahal mereka selalu ada di rumah sakit.

Lalu, kematiannya, dan sikap Stella yang berubah. Dom sadar, Stella berbuat itu karena dirinya juga. Namun, yang membuat Dom tak mengerti adalah mengapa Stella tega membunuhnya?

Dom akan mencari tahu alasan Stella melakukan ini semua. Dom merasa, hidup kembali dalam tubuh Arthur, pasti ada alasan tersendiri. Dom akan memperbaiki semuanya mulai saat ini.

Dom tak ingin menyia nyia kan kesempatan hidupnya kali ini. Terlebih, pengorbanan Lea. Wanita itu telah menghukum dirinya sendiri, namun Arthur tidak bersalah. Dom akan melakukan sesuatu untuk kesempatan hidupnya dalam wujud seorang Arthur. Masa depannya masih panjang.

Dom menghela napas dalam dalam, menatap sejenak kembali foto Arthur dan ibunya.

"Terima kasih. Aku akan memperbaiki semuanya, maaf, aku sempat benci padamu."

Dom meletakkan pigura itu, lalu beranjak dari sofa, menuju pintu.

Sejenak dia berhenti di depan pintu, menyeka air mata, dengan mengusap usap wajahnya.

Perlahan, Dom membuka gagang pintu, lalu menatap ke arah dapur yang terdengar sangat berisik.

"Kakak Arthur!" Seru Ana sambil berlari menuju Dom.

Dom tersenyum mengulurkan tangannya menyambut Ana.

Bocah kecil itu, lalu menuntun Dom menuju ke kursi.

"Kak Lucy membuat mi goreng yang sangat lezat. Pangsitnya juga enak. Aku suka pangsit rebusnya." Ana menujuk makanan yang ada di meja makan.

Dom menatap ke arah meja makan, ada mi goreng pada sebuah mangkuk besar, lalu sup pangsit pada mangkuk satu lagi.

Ada bagian meja yang bertabur tepung, dan saat melihat Lucy, sontak Dom tergelak karena melihat wajah Lucy yang tercoreng tepung di mana mana.

Melihat keponakannya tertawa saat melihat Lucy, Rea pun ikut menatap Lucy dan ikut terbahak. Ana juga tak kalah tawanya.

Lucy menatap mereka sambil berkacak pinggang, dan mengusap wajahnya, tanpa sadar, dia menambah goresan tepung pada wajahnya lagi.

Semua yang melihat Lucy kembali tertawa.

"Astaga, ada apa dengan kalian ini!?" Ucap Lucy dengan kesal.

Dom meraih lengan Lucy dan menariknya menghadap cermin.

Melihat pantulan wajahnya sendiri di cermin, Lucy ikut tergelak. Lalu mencorengkan sisa tepung pada tangannya ke wajah Dom.

"Astaga Lucy!" Teriak Dom terkejut. Dom yang tak terima balas berlari ke dapur mengambil tepung, dan berlari mengejar Lucy, menorehkan tepung ke wajah Lucy.

Lucy langsung membalas kembali.

"Hai, kalian!" Kali ini teriakan tujuh oktaf, lebih tepatnya suara teriak melengking khas Rea mulai terdengar.

Dom dan Lucy langsung berhenti dan perlahan menghadap Rea sambil memamerkan gigi mereka alias nyengir.

"Kalian ini sudah besar, masih berkelakuan seperti anak anak. Apa kalian tidak malu dengan Ana?"

Ana terkikik geli penuh kemenangan melihat dua kakak besar di rumah itu diomeli mamanya.

"Arthur, kamu harus makan! Ini Lucy yang memasak. Belum dicoba, sudah membuat kerusuhan."

"Tunggu, aku akan membersihkan wajahku dulu." Dom bergegas menuju kamar mandi.

Lucy yang sedang di kamar mandi membersihkan wajahnya juga melirik Dom.

"Kamu sudah baikan?" Tanya Lucy sambil mendekati Dom dengan suara lirih nyaris berbisik.

Dom mengerutkan dahinya menatap Lucy.

"Perasaanmu. Aku tahu, kamu pasti sangat kehilangan ibumu, dan mendapatkan kejutan dalam waktu yang bersamaan."

Lucy menatap Dom, sambil menyeka wajah Dom dengan handuk basah supaya bersih.

Sejenak Dom terdiam menatap Lucy.

Entah mengapa jantungnya tiba tiba berdebar kencang, dan dia menelan air liurnya sendiri saat menatap mata Lucy.

Sudah sangat lama dia tak merasakan perasaan seperti ini. Ah, ini hanya perasaan biologis Arthur saja! Elak Dom, yang masih berusaha untuk berpikir secara rasional tanpa melibatkan perasaan.

"Sudahlah, biar aku membersihkan wajahku sendiri. Terima kasih, Lucy." Sahut Dom sambil mengambil handuk di tangan Lucy.

Lucy tersenyum.

"Aku senang, kamu bisa tersenyum lagi. Kamu terlihat lebih tampan, jadinya!"

Lucy menyerahkan henduk ke tangan Dom, lalu memperhatikannya.

"Kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Dom sambil melihat pantulan Lucy pada cermin.

Lucy menggelengkan kepala sambil tersenyum, wajahnya terlihat merona. Lalu pergi meninggalkan Dom.

Dom hanya geleng geleng kepala melihat tingkah aneh Lucy.

*

"Arthur, ini cobalah. Semua masakanku." Ucap Lucy dengan bangga.

"Iya, Lucy beberapa hari ini belajar memasak dengan Oma Liu, dia juga mendapat resep rahasia masakan Oma Liu. Hebat sekali dia." Puji Rea.

"Masakan Kak Lucy enak sekali!" Ana ikut memuji Lucy.

"Pangsit ini, buatanmu sendiri?" Tanya Dom tak percaya.

Lucy mengangguk dan tersenyum bangga.

"Cobalah!" Lucy menaruh semangkuk pangsit rebus, lalu sepiring mi goreng di depan Dom.

Dom mulai menyuap ke mulutnya. Sejenak dia mengunyah seolah berpikir seperti seorang kritikus makanan.

Lalu, menatap Lucy tanpa ekspresi, membuat Lucy penasaran akan pendapat Arthur tentang masakannya.

Dom meneguk segelas air, lalu menyuap kembali pangsit ke mulutnya dan memakan hingga habis.

"Astaga Lucy, bisakah, aku meminta satu mangkuk lagi?" Pinta Dom sambil menyodorkan mangkuk.

Lucy tersenyum lebar, buru buru dia segera mengambil mangkuk dari tangan Dom, dan menuang pangsit rebus buatannya ke dalam mangkuk.

Dom kembali menikmati makanannya. Selama dua hari kemarin, Dom sama sekali belum memakan apa pun. Lalu, sekarang Lucy membuat mi goreng dan pangsit rebus, terasa sangat nikmat sekali.

Lucy menaruh panci berisi pangsit rebus di atas meja di depan Dom. Lalu membersihkan dapur tang terlihat sangat kotor usai dia memasak.

"Lucy, temanilah aku makan. Nantiaku bantu membersihkan dapur itu."

Ucap Dom dengan santai, sambil memakan mi goreng dengan menggunakan sumpit.

"Nah, benar Arthur. Selesai makan, bantu Lucy membereskan dapur. Oya, bibi ada pekerjaan ke luar kota dua hari. Ana, bibi titipkan di rumah Opa Liu."

"Baik, Bibi. Hati hati di jalan." Tukas Dom.

"Dengar, jangan lupa menggunakan pengaman saat bercinta. Bibi maklum, saat seusia kalian jiwa muda bergelora. Tapi, tetap jaga diri kalian ya. Masa depan kalian masih panjang." Pesan Rea sambil tersenyum menggoda Lucy dan keponakannya.

"Kami tidak pacaran!" Sahut Dom dan Lucy berbarengan.

"Ah, sudahlah. Kalian memang sangat menggemaskan."

Rea kembali menggoda keponakannya itu, lalu membawa sebuah koper dan tas ransel keluar dari kamarnya.

"Bibi, sungguh aku tidak berhubungan dengan Arthur. Lagipula aku sudah memiliki kekasih." Sanggah Lucy sambil menghalangi Lucy.

Rea tersenyum.

"Aku tinggal dulu. Jaga diri kalian ya. Jangan lupa, saling berkabar."

"Bibi juga!"

Rea berlalu sambil menggandeng Ana keluar dari unit apartemennya.

Kini tinggal Dom dan Lucy yang sedang menikmati makanan.

"Cukup bagus kinerjamu kali ini Nona Lucy." Puji Dom sambil menatap Lucy.

"Terima kasih, Tuan Arthur!"

"Kamu sungguh menerima Nick?"

Lucy diam. Lalu menaikkan bahunya, seolah enggan menjawab sambil membereskan piring dan perkakas kotor lain.

Lucy mencuci perkakas, dengan rambut disanggul asal, ada anak rambut yang tak terikat, terlihat menggoda Dom. Terlebih, saat Lucy menyeka keringat di kening dengan tangannya, sungguh pemandangan yang sangat cantik.

1
MyFamily
mungkinkah Dom anak adopsi
wayang
terimakasih 😊😊😊 telah menghibur 😊😊😊🙏🙏🙏 walaupun diluar ekspektasi endingnya 😂😂😂 🙏🙏🙏 AQ pikir cerita berhubungan dengan doc. dom
wonder mom
tersisa 1 g y? modelan Domi a.k.a Arthur. meski sdh beralih body dan genre pun kesetiaannya tak tergoyahkan. 11 tahun. di dunia nyata, 1 bulan jg udh cari yg baru
wonder mom
jodoh tu g kemana. meski harus pake alur balik bin jungkir dlu. y ttp ketmu
Putri Ayu pertiwi
jurus paling ampuh nyosor bibir ya dom
wonder mom
menarik
Firdaus Tjahyono
lanjut Thor minim 1 hari satu bab /Facepalm/
Firdaus Tjahyono
menarik sekali alur ceritanya
¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman A.♉ ⏤͟͟͞R
jalan cerita yg menarik smoga sampe end ya thor
Ayu Octaviany
next Thor...
ari sachio
tegang bet akuhhhh kek lg nontong film horor 🤭
Nurul Hikmah
ujian
Nurul Hikmah
ngeces lg
Nurul Hikmah
yaa tdk terus terang.. kurang seru
Nurul Hikmah
lanjutkan thor 😂
Nurul Hikmah
bibi datang
Nurul Hikmah
saling berhubungan saudara
Nurul Hikmah
alasan
Nurul Hikmah
keras kepala
Nurul Hikmah
hahaha 🤣... terus terang saja... bahwa pindah raga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!