NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh empat

Kernyitan di kening xavier menebal heran, mengapa omanya dan geraldine bisa datang barengan ke kantor.

"kamu mau kemana?" tanya dang oma begitu tiba di hadapan xavier,

"ayo masuk ke kantormu, ada yang ingin kami bicarakan!"

Tangan xavier dihela begitu saja oleh omanya, mau tak mau xavier hanya bisa pasrah.

Geraldine yang berjalan di belakangnya menunduk, sepertinya wanita itu menutupi rasa malunya.

"kamu mau kemana?, jangan bilang kalau kamu mau menemui wanita itu?"

Nyonya wina langsung memberondong cucunya dengan pertanyaan yang ia sendiri sebenarnya sudah tahu jawabannya.

Xavier mengernyitkan keningnya lagi, menatap omanya heran. Ia tahu kalau neneknya itu sakit hati pada diandra, tapi nada suaranya barusan sangat aneh.

"duduklah..!" perintah nyonya wina, menyadari kalau cucunya hanya menatapnya curiga.

"ada yang ingin oma bicarakan denganmu"

Xavier duduk dengan tatapannya yang masih penasaran, sesekali melirik ke arah geraldine yang mulai gelisah salah tingkah.

"kamu mau menemui diandra kan?"

Xavier menoleh, nyonya wina menatapnya serius.

"oma harap kamu menemui dia, hanya untuk memperjelas status killian, xavi.."

"apa maksud oma?" xavier mulai merasa tak enak hati, pikirannya mulai berpikir yang tidak-tidak.

Keberadaan geraldine semakin menguatkan praduganya,

"bawa killian pulang, dan menikahlah dengan aldine"

Bola mata xavier membola sempurna, walau dia sudah menduga, namun tetap saja xavier terkejut mendengarnya.

"oma tidak menyukai wanita itu!"

"emangnya oma yang akan menikahi, diandra!" jawabnya dingin, omanya sampai terperangah tak percaya.

"oma berhenti mencampuri hidupku.., kumohon"

Geraldine mengangkat kepalanya, menatap xavier tak percaya. Nada suara pria itu, terdengar putus asa penuh permohonan.

"bertahun-tahun aku mematuhi semua permintaan oma. Oma minta aku putus dari cathy, aku patuh. Tapi kali ini, aku mohon oma.."

"xavi..." panggil nyonya wina lirih, mata cucunya terlihat begitu memelas.

"diandra melahirkan putraku, wanita itu juga tak membiarkan pria lain menjadi ayah untuk killian, apa menurut oma dia tak pantas untuk kucintai?"

Nyonya wina tak menjawab, hanya menatap cucunya lekat. Kali ini sepertinya xavier benar-benar jatuh cinta, berapa banyak wanita yang pernah dekat dengan cucunya itu, semuanya tak sesuai kriterianya.

Ia melarang dan xavier mematuhinya, namun kali ini, sorot mata itu, kilat mata xavier benar-benar penuh semangat. Ia tahu, sangat tahu kali ini hati xavier benar-benar tak tergoyahkan.

Geraldine, wanita itu masih menatap xavier. Sorot matanya sendu, ia tak menyangka sama sekali, ternyata xavier sangat mencintai chef itu. Sia-sia ternyata usahanya, membujuk nyonya wina untuk tetap membiarkan dia menjadi tunangan xavier.

Tapi xavi.." ujar nyonya wina berusaha membujuk, walau ia tahu kali ini pendirian xavier sangat teguh. Tak enak hati rasanya melihat geraldine yang sedang duduk gelisah di antara mereka.

"aldine sangat mencintaimu!"

Xavier menoleh, menatap geraldine yang tergeragap.

"aku juga sudah bicarakan ini dengan aldine, oma" ujarnya kembali menoleh ke omanya.

"aldine juga tahu, aku mencintai diandra. Bukan begitu dine?"

Aldine tergeragap kembali, kepala wanita itu mengangguk ragu, "tapi xavi..."

"aku juga udah mengatakannya padamu kan, kalau aku tak bisa memberimu apapun!" mata xavier menelisik, seakan meminta wanita itu menjawab dengan jujur.

Kepala geraldine kembali mengangguk ragu, xavier menoleh kembali ke arah omanya. Tiba-tiba ia berdiri,

"hhhhhhh" desahnya sedikit kasar, "oma sudah lihat sendirikan?" tanyanya sembari melangkah ke arah pintu.

"aku tak mau mendengar ucapan apapun tentang diandra dari oma, kali ini aku mohon dengan setulus hatiku, oma" pintanya sesaat sebelum menutup pintu, ia mengucapkannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah keduanya yang tak bersuara sama sekali.

Terdengar hembusan nafas nyonya wina berat, begitu pintu itu menutup.

"maaf aldine!, sepertinya oma tak bisa membantumu sama sekali!"

Geraldine menatap sendu, namun wanita itu mengangguk pelan.

"nggak apa-apa, oma. Aku akan berusaha sendiri"

"kamu tidak menyerah?" mata tua nyonya wina menyipit,

Geraldine menggeleng, "sampai xavier benar-benar menikahi perempuan itu, aku akan tetap berusaha meraih cintanya, oma"

Nyonya wina kembali menghela nafasnya berat, ia mengelus lengan wanita anggun itu, seakan memberikan kesabaran untuk geraldine.

<<<<<<<<<<>>>>>>>>

Berulangkali xavier berdecak kesal, kesal melihat omanya yang benar-benar tak memahaminya sedikitpun, dari sekian banyak orang yang dekat dengannya, apalagi omanya adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki, bukankah seharusnya omanya itu yang memahami xavier.

Sebenarnya xavier sudah berusaha memaklumi kekesalan omanya, ia juga memahami kekesalan omanya itu, karena diandra raib tiba-tiba tanpa penjelasan apapun.

Tapi hatinya saat ini benar-benar membara, marah, bisa-bisanya oma membawa geraldine dan memprovokasinya di depan wanita itu.

Mau tak mau, walau terlihat kasar xavier harus mengatakan isi hatinya, agar wanita itu dan juga omanya tahu, kalau hatinya saat ini hanya tertuju pada diandra dan putranya, sedikitpun dalam benaknya tak pernah terpikir untuk menerima perasaan geraldine, walau yah jujur ia mengasihani wanita itu.

Xavier tahu, kalau apa yang diucapkannya tadi terdengar kasar, namun ia harus melakukannya. Xavier tak mau geraldine berharap padanya, dan xavier tak mau memberi wanita baik itu harapan kosong, ia memang bejat, namun xavier bukanlah pria jahat.

Tanpa sadar, karena berisiknya isi kepala xavier, mobilnya sudah berada di depan rumah diandra lagi, mata xavier menatap lekat rumah itu.

Kali ini warungnya sudah sepi, gerobaknya juga sudah kosong, sepertinya dagangan diandra sudah habis.

Tak ada siapapun di teras rumah itu, sepi. Xavier melirik arlojinya, ternyata sudah pukul 5 lewat. Pantas saja sepi, sudah sore ternyata.

Xavier turun dari mobilnya perlahan, pintu rumah diandra terbuka lebar, ia menjengukkan kepalanya hati-hati.

Samar-samar xavier mendengar suara dari dalam rumah, sepertinya suara killian sedang bermain.

Xavier melangkah lembut, tak bersuara. Benar, bocah tampan itu sedang asyik bermain mobilan di dalam kamar. Posisi bocah itu membelakangi pintu, xavier tersenyum berdiri di ambang pintu.

"lian..." panggilnya lembut, mata xavier berbinar indah.

Killian memalingkan tubuhnya, senyum bocah tampan itu langsung mengembang indah, menunjukkan gigi putihnya.

"om xavi..." teriaknya melompat dari ranjang, berlari ke pelukan pria itu riang.

Xavier mendekap erat, mengangkat tubuh gempal itu dan memeluknya erat, ia menciumi pipi gempal itu gemas.

"om xavi kangen, bocah tampan!"

Killian yang memeluk erat leher xavier mengangguk setuju, "lian juga om"

"xavier...!"

Xavier menoleh kaget, suara yang memanggilnya barusan juga tak kalah kagetnya. Perlahan xavier memutar tubuhnya tanpa menurunkan killian dari gendongannya, wajah pria itu langsung berubah.

Tak ada lagi senyuman, keceriaan tadi hilang begitu saja.

"kamu...kamu.., kenapa?" diandra tergeragap, wajah cantiknya memias.

Plastik di tangannya terjatuh tanpa sadar, berserakan di lantai.

"apa kabar, di?" tanya xavier dengan suara berat dan dingin, senyum sinis tersungging tipis di ujung bibirnya, smirk itu terlihat menyeramkan.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!