Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Kerumah Mama
Pagi hari...
Zahra bangun lebih dulu, dia membuka matanya. Dilihatnya wajah zein yang damai dalam tidurnya.
"kalau tidur seperti ini kau terlihat sangat tampan," bathinnya.
Tangan Zahra membelai pelan wajah Zein dari mata hidung dan turun ke rahangnya. Tampak bulu bulu halus yang belum sempat Zein cukur.
"Apa yang kau lihat, Apa aku terlalu tampan!" ucap Zein narsis.
Seketika Zahra langsung menarik tangannya,Dia malu ketahuan mengagumi wajah suaminya.
Zahra mencoba melepaskan pelukan Zein, tapi Zein malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Pagi sayang, " Zein mengecup kening Zahra.
Zahra tertunduk malu.
Zein suka sekali melihat wajah Zahra yang malu malu.
"Kenapa malu, semua yang ada di dalam diri aku ini milikmu, jadi kau bebas mau memegang dan menciumnya, ucap Zein menggoda Zahra.
Mendengar ucapan Zein wajah Zahra kembali memerah..
Zein tersenyum lucu. Dia jadi semakin ingin menggoda istrinya.
Bang.... eh hubby, yuk bangun kita belum sholat shubuh. Kali ini kita sholat berjamaah ya.
Zein melihat jam, dan kemudian dia mengangguk.
"Lepas donk," Ucap Zahra lagi.
"nggak mau, cium dulu."
" Kok hubby, jadi mesum gini!" Protes Zahra.
"Siapa yang mesum? Aku kan cuma minta dicium sama istriku sendiri, apa itu salah!"
Zahra terdiam. Dia memikirkan, Yang diucapkan suaminya.benar.
Cup... Zahra mencium pipi Zein kemudian lari ke kamar mandi.
Zein tertawa melihat tingkah istrinya.
Setelah selesai Zahra mandi, Zein menyusulnya mandi. Setelah itu mereka sholat shubuh bersama dengan zein yang menjadi imam.
Zahra sangat bersyukur, Allah mengabulkan doanya dan rumah tangganya masih bisa di selamatkan.
Zein dan Zahra sarapan bersama dimeja makan.
" Sayang.... setelah ini kita kembali Kerumah Mama ya?" ucap zein lembut.
Zahra menghentikan makan nya. "Bagaimana aku akan menghadapi mama. Apa dia akan menerima ku, padahal kemarin mama mengusirku" . bathin zahra
"Sayang, kok bengong sih. Kita kembali Kerumah Mama sebentar ya. Kamu nggak usah khawatir, ada aku dan aku akan melindungi kamu. Aku tau kemarin mama berbuat buruk padamu, maafkan mama, ya?" ucap zein.
Aku nggak papa, yang !" ucap Zahra pelan.
"Kamu bilang apa tadi?"
"Yang mana?"
"Itu barusan.."
" oh... Aku nggak papa"
"Bukan setelah itu."
zahra tersadar bahwa dia tadi memanggil Zein dengan sebutan "yang". Zahra kembali merona.
"Apa tadi setelah kamu bilang nggak papa?"
"yang.." ucap Zahra pelan.
"Aku suka panggilan itu, awas jangan kamu ganti lagi dengan Abang, aku nggak mau nanti dikira Abang tukang bakso lagi."
" ya ... yang." ucap Zahra.
setelah selesai makan, Zahra membereskan makanan dimeja dan mencuci piring kotor.
Zein sedang duduk menonton TV. Zahra datang dan duduk disebelah nya.
"Sudah siap, yuk kita pulang. Nggak enak kan sama Henry." Ucap Zein.
"Tapi kita ijin dulu sama dia yang.. Bagaimana pun dia sangat berjasa sudah menampung aku disini." Ucap Zahra.
"Ok aku akan menghubunginya. Kamu bersiap siap, ya. Ucap Zein dan dia langsung menelpon Henry.
Zahra merapikan barang barangnya dan juga merapikan kamar yang dia tempati beberapa hari.
Setelah selesai dia keluar dari dalam kamar dan menemui.Zein.
" Sudah?"
Zahra mengangguk. Zein menarik tangan nya
Zein tahu zahraa masih merasa sedih.
Diperjalan menuju ke rumah zahra diam saja. Dia nggak bisa membayangkan wajah dan amarah mama Zein.
Zein memarkirkan mobilnya di depan rumah. Dia menarik Zahra dan menggenggam tangannya erat.
Zein tahu bahwa Zahra ketakutan.
Zein mengetuk pintu
tok tok tok..
Pintu terbuka. Tampak mbok inem yang membukanya.
terimakasih sudah mampir ya. jangan lupa tekan tombol like and vote nya. Terimakasih
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari