NovelToon NovelToon
Obat Tidur Dalam Minumanku

Obat Tidur Dalam Minumanku

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:94k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Kakinya baru saja menginjak pintu masuk area bermain di mana putrinya berada, namun Jihan di kejutkan dengan suara Clara yang sedang bermain boneka beruang.

" Ayo lebih cepat sayang aku hampir sampai. " ucap Clara dengan suara khas anak kecilnya.

" Kamu sangat hebat sayang. " ucap Clara lagi sambil menggoyangkan boneka beruangnya ke kanan dan ke kiri.

Degh...

Jihan diam mematung di ambang pintu mendengar celotehan Clara, Jihan bukan anak kemarin sore yang tidak mengetahui suara apa itu, tapi siapa yang sudah berani berbuat tak senonoh di rumahnya sampai putri kecilnya mengetahui hal itu. Jihan murka dan juga emosi terhadap siapapun itu yang sudah berani mengotori otak polos putri kecilnya dengan suara laknat itu.

Sementara selama ini Clara tidur di dalam kamarnya sendiri yang di apit oleh kamar kedua saudarinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dari rumah

Bagas sudah mantap ingin menceraikan Jihan karena menurutnya Jihan sudah tidak ada lagi gunanya karena semua uang tabungan milik Jihan sudah ada di tangannya. Jihan menatap benci ke arah sepasang manusia yang tidak memiliki hati seperti Bagas dan Jelita.

Jihan menghapus air matanya lalu ia mulai melangkah pergi menuju ke kamarnya untuk membereskan semua pakaian miliknya.

" Ingat hanya bawa pakaian milikmu saja jangan coba-coba jadi pencuri dengan membawa barang-barang yang ada di rumah ini. " ucap Bagas yang ternyata mengikuti Jihan sampai ke kamar begitu juga dengan Jelita.

Jihan tidak habis pikir bagaimana bisa ia di bilang mencuri sedangkan semua yang ada di rumah ini di beli dengan menggunakan uang miliknya, tatapi ya sudahlah Jihan tidak ingin menghiraukan ucapan Bagas yang sangat menyakitkan, karena saat ini hatinya sudah mati akibat ulah dari mereka berdua dan di tambah lagi dengan kalimat talak yang Bagas ucapkan dengan begitu mudahnya.

Setelah memasukkan semua pakaian ke dalam koper, Jihan keluar dari dalam kamar melewati Bagas dan Jelita yang masih bermesraan di tengah ambang pintu kamar. Apa Jihan akan langsung pergi? sudah tentu tidak karena ia akan membawa Clara bersamanya.

" Mau kemana kamu? " cegah Bagas ketika Jihan akan menuju ke kamar Clara.

Lagi-lagi Jihan tidak menghiraukan perkataan dari Bagas yang sangat tidak penting menurutnya, dengan langkah yang pasti Jihan menuju ke kamar Clara yang ternyata putrinya baru saja bangun tidur.

" Clara sayang ayo kita pergi dari sini ya? " ucap Jihan yang sambil mengusap lembut wajah Clara dengan sayang.

Setelahnya Jihan mengeluarkan koper dari samping lemari Clara lalu memasukkan semua pakaian Clara ke dalamnya.

" Kita mau kemana Ma? Kita mau jalan-jalan ya? " tanya Clara dengan raut wajah bingung sekaligus bahagia.

" Iya sayang, makanya Clara cepetan siap-siap bantu Mama? " jawab Jihan yang masih fokus membereskan pakaian milik putrinya.

Sedangkan di ambang pintu Bagas sedang berkacak pinggang marah saat melihat Jihan yang berniat untuk membawa serta putri mereka Clara.

" Jangan coba-coba kamu bawa Clara pergi dari rumah ini karena dia anakku? " ucap Bagas dengan lantang.

Jihan yang sudah selesai berkemas langsung menggendong tubuh mungil Clara lalu membawa dua koper kecil miliknya dan milik Clara dengan satu tangan.

" Minggir! " Bentak Jihan untuk yang pertama kalinya selama mereka menikah.

" Kamu tidak boleh membawa Clara! Dia anakku dan Clara hanya akan tinggal bersamaku. " sahut Bagas yang ingin merebut Clara dari gendongan Jihan namun dengan cepat Jihan menghindar.

Jihan menyunggingkan senyumnya sembari matanya terus menatap tajam ke arah Bagas yang benar-benar sangat tidak tahu diri.

" Anak kamu? hey berkacalah kamu Bagas, sejak aku hamil sampai Clara sebesar ini apa kamu pernah mengeluarkan uang seribu rupiah pun untuk Clara? tidak pernah Bagas kamu selalu meminta ganti setiap apa saja yang sudah kamu berikan untuk Clara! Dan sekarang kamu mau dia tinggal bersamamu? Mau kamu kasi makan apa dia? Makan angin? " Tutur Jihan dengan wajah yang merah padam.

" Berani kamu Jihan? " Murka Bagas yang tangannya sudah naik ke atas dan siap melayangkan tamparan untuk Jihan.

Clara yang ketakutan langsung memeluk erat tubuh Mamanya dan menyusupkan wajahnya di dada Mamanya.

" Tampar aku Bagas tampar? Biar sekalian aku laporkan ke polisi dengan tuntutan tindak KDRT. " Ujar Jihan dengan berani tanpa rasa takut sama sekali.

" Aaaakkkhhh brengsek kamu Jihan. " teriak Bagas murka.

Jihan langsung mengambil kesempatan untuk keluar dari dalam kamar Clara dan menuju ke pintu keluar.

" Jangan kamu bawa Clara Jihan? " Bagas masih berusaha mencegah Jihan yang sudah berada di area carport.

Jihan terus melangkah hingga ia selesai memasukkan koper ke dalam bagasi dan meletakkan Clara yang masih ketakutan di dalam mobilnya. Jihan yang baru saja akan membuka pintu mobil tangannya langsung di cekal oleh Bagas.

" Jangan coba-coba untuk melarang ku membawa Clara! atau aku akan menuntut rumah ini ke pengadilan, walau pun kamu pemilik di atas sertifikat itu, tetapi aku punya semua bukti pembelian rumah ini. " ucap Jihan sambil menyentak tangan Bagas dengan kasar.

Bagas langsung terdiam karena ia tidak mau kehilangan rumah ini, Jihan kembali menyunggingkan senyumnya yang penuh akan luka di saat mata hatinya yang selama ini tertutup baru saja terbuka dengan sangat lebar, jika laki-laki yang selama beberapa tahun ini menyandang status sebagai suaminya tak lebih dari seorang laki-laki brengsek materialistis yang berwujud manusia namun memiliki sifat benalu.

" Dengarkan aku suatu saat nanti kalian berdua akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang sudah kalian lakukan padaku! " ucap Jihan untuk yang terakhir kalinya.

" Sumpah dari kamu tidak akan pernah manjur Jihan dan sekarang selamat menjadi janda? " sahut Jelita yang sedari tadi hanya diam sambil melambaikan tangan mengejek ke arah Jihan.

Sekali lagi Jihan menatap benci ke arah mereka berdua dengan berbagai sumpah serapah di dalam hatinya, setelahnya Jihan langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya bersama Clara dengan sebuah luka menganga lebar di dalam hatinya. Jihan fokus mengendarai mobil namun kedua netra nya sudah berkaca-kaca dan air mata sudah menumpuk di pelupuk mata, namun sebisa mungkin ia mencegahnya jangan sampai jatuh karena ia tidak boleh lemah di hadapan putrinya.

" Mama tidak apa-apa? " Clara yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa memberanikan diri untuk bertanya karena ia merasa ada yang aneh dengan kedua orangtuanya.

" Mama tidak apa-apa Clara sayang. " Jihan memaksakan senyumnya walaupun senyum kepalsuan yang sedang ia tunjukkan.

Jihan terus memacu laju roda empatnya menuju ke rumah Ibunya karena saat ini hanya Ibunya lah tempat Jihan kembali dan tempat Jihan untuk pulang. Setelah sampai di depan rumah Ibunya Jihan segera turun namun setelah mengetuk pintunya berkali-kali keadaan terasa sunyi seperti tidak ada orang di dalamnya.

Baru saja Jihan ingin menghubungi Ibunya tetangga yang tadi siang membantu mengantar Juwita ke rumah sakit menghampiri Jihan.

" Assalamualaikum Jihan, maaf Ibu kamu tidak ada di rumah. " ucapnya memberitahu.

" Wa'alaikumsalam Abang tahu gak Ibu pergi kemana? " tanya Jihan.

" Tadi Juwita pingsan jadi Abang mengantarkannya ke rumah sakit xyz. " Jawabnya yang membuat Jihan terkejut.

" Astaghfirullah. " sahut Jihan yang benar-benar sangat terkejut.

Rasa khawatir langsung merasuk ke dalam hatinya dan setelah mengucapkan terima kasih, Jihan segera pergi meninggalkan rumah Ibunya menuju ke rumah sakit xyz untuk melihat kondisi Juwita. Dengan kecepatan sedang Jihan membelah jalanan di malam hari yang lumayan lengang. Setelah memarkirkan mobilnya Jihan menggendong Clara dan mereka masuk ke dalam rumah sakit, namun sebelum itu ia bertanya pada suster dimana kamar rawat milik adiknya.

1
mahira
terima kasih kk
Bunda SB: sama-sama kakak
total 1 replies
Ria Lita
mampus lu Jihan gak percaya sih bodoh nya kebangetan
Ria Lita
kayak Jihan juga pintar lah buka tu otak biar pinter nya nbah dikit
Ria Lita
tapi emang Bagas nya aja yg gila masa semua 3 beradek di santap semua emang gak orang lain apa
Dwi Setyaningrum
duh othornya kasi pemeran utamanya bego nih..🤪
Dwi Setyaningrum
disini Jihan jd kyk org bego..Juwita kalau punya pacar berarti tiap MLM mskkan pacarnya kedlm rumah dong dan Jihan ga berpikir smpe segtunya hanya mikir pacarnya ga mau bertanggungjawab sdh slesei ga diselidiki lebih tuntas..🤪🤪
ceuceu
Sukur deh Jihan di usir tanpa harta,orang bodoh ya di bodohi wajar lah,makan tu cinta Jihan
ceuceu
muak sama Jihan bodohnya kebangetan,ga respect sama sekali sama Jihan,istri terbodoh andai ada di dunia nyata.
baguslah di selingkuhi poroti Bagas abisin aj harta Jihan wanita oon
ceuceu
pantes Bagas bebas selingkuh,Jihan nya bodoh.
baik boleh tapi harus cerdas,masa sekelas pemilik butik bodoh,ga ada firasat ga curiga.
ayu cantik
y
sukensri hardiati
enak banget nasib bagas thor...
sukensri hardiati
ibu apaaan itu....
Dwi Fadilah
Luar biasa
NiedaSofian
Naaa.. begok
NiedaSofian
Bila dia mau nyadar kebusukan suaminya oii!!
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
wah... parah ni Bagas. 3 bersaudara dimakan semua
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
kakanya ada main SM bagas?? parah...
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
kyaknya kakak nya jg ada main SM bagas
Nady Henio Usry
semoga si bagas ketiban sial, jahat banget sm istri
Nenk Jelita
lah end enak bAGAS gt donk
Bunda SB: di penjara mana ada enaknya kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!