NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #04

"Ayo Reina, setelah ini kita akan bertemu dengan kepala sekolah di rumah nya," kata papa Ferguson yang tadinya telah menghubungi kepala sekolah.

"Baik mas," jawab mama Reina singkat dan kemudian berjalan mendahului papa Ferguson.

Sementara itu sang suami yang selalu mencintainya hanya bisa geleng-geleng kepala dan memaklumi tingkah sombong sang istri.

"Bik kalau begitu Brayen juga permisi pulang ya, soalnya banyak tugas yang masih belum selesai," kata Brayen sambil bersalaman dan mencium punggung tangan bibik dan paman nya.

Sumi adalah adik dari ibunya Brayen hanya saja nasip ibunya Brayen lebih bagus karena menikah dengan ayah nya Brayen yang punya pekerjaan baguss dan posisi bagus di perusahaan Ferguson.

"Hati-hati Brayen jangan ngebut," kata sang bibik.

"Siap bik, Yuna gue pergi dulu," kata Brayen tak lupa berpamitan dengan Yuna.

"Iya hati-hati," kata Yuna lagi.

Setelah berpamitan dengan semua nya, Brayen pun akhirnya pergi dari rumah sakit tersebut.

"Bu mana uang nya, sini kasih semuanya ke aku," ucap Yuna yang tidak sabar menerima uang yang di berikan oleh papa Ferguson tadi.

"Ini Yuna, sebaiknya kamu istirahat ya nak biar cepat sembuh, jangan terlalu memikirkan uang," kata Bu Sumi menasehati Yuna.

"Apaan sih Bu, terserah aku dong ini kan uang aku," kata Yuna tidak mempedulikan ucapan ibunya.

"Sudah lah Bu, kalau begitu ayah kembali bekerja ya," kata pak Adi geleng-geleng kepala melihat Yuna yang selalu sehat ketika melihat uang.

"Iya pak, hati-hati ya," kata Bu Sumi kepada sang suami.

Sementara itu Yuna fokus menghitung uang. Ia terlihat sehat segar bugar melihat uang yang merah-merah tersebut.

Setelah selesai menghitung dan menyimpan uang tersebut Yuna pun mulai memainkan ponselnya, ia terlihat mengirimkan pesan kepada seseorang sambil tersenyum senyum sendiri.

Sementara itu di sisi lain.

"Astaga Clara Lo bisa gak sih kalau keluar pakai celana panjang baju panjang, tubuh Lo itu bisa bikin orang meleot," terlihat Nola yang mengomeli Clare yang saat ini datang ke rumah nya untuk menjemput Nola, entah kemana tujuan mereka mingu ini.

"Apaan sih biasa aja ini juga ada jaket di mobil, udah lah ayok nanti keburu siang gak puas deh main nya," kata Clara kembali masuk ke dalam mobil sport merah milik nya.

Nola hanya bisa mendengarkan kata Clara ia pun mendengus kesal dan kemudian masuk ke dalam mobil Clara yang setelah itu melaju kencang.

"Hari ini kita mau ke mana?" tanya Nola.

"Belanja dong," ucap Clara lagi.

"Asik, traktir ya," kata Nola.

"Beres," jawab Clara singkat.

Mereka pun segera pergi ke sebuah mall dan berbelanja dengan sepuas nya, Clara dan Nola sangat cocok karena mereka sama-sama anak orang kaya namun Nola tidak terlalu bandel seperti Clara.

Sementara itu di sisi lain.

"Maaf sudah membuat anda menunggu lama pak Adnan," kata papa Ferguson yang saat ini baru saja tiba di rumah kepala sekolah nya Clara.

"Tidak masalah pak, silahkan duduk," kata Adnan mempersilahkan tamu terhormat nya untuk duduk di Sofa ruang tamu rumah tersebut.

"Terus kasih," kata Ferguson yang kemudian duduk bersama dengan mama Reina di sebelah nya.

"Kedatangan kami ke sini, pak Adnan pastilah sudah mengetahui nya kan?" kata papa Ferguson kepada pak Adnan.

"Ya, saya mengerti pak, anda akhirnya menyetujui usulan saya,ini benar-benar membuat saya merasa di hormati," kata Adnan lagi.

"Ini semua demi Clara pak," sambung mama Reina.

"Saya mengerti buk," kata Adnan sambil tersenyum.

Mereka pun akhirnya membincangkan hal yang memang perlu di bincangkan oleh kedua belah pihak ini.

Adnan terlihat sangat bersemangat karena akhirnya papa Ferguson menyetujui keinginan nya untuk menjodohkan Clara dengan sang keponakan.

"Jika semua sudah setuju sebaiknya kami ingin bertemu dengan keponakan anda pak Adnan, apakah dia ada?" ucap mama Reina yang sudah cukup penasaran tentang siapa yang akan menjadi menantu nya.

"Ah iya, saya baru saja akan memanggil nya," kata Adnan yang kemudian hendak memagil sang keponakan.

"Zi ..."

"Paman memangil saya?" ujar seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan kemeja hitam di gulung selengan memperlihatkan kalau dia adalah pria dewasa yang bertubuh kekar, tidak terlihat seperti seorang guru. Tatapan tajamnya itu seperti seorang mafia di film-film.

"Zidan, ini adalah kedua orang tua dari Clara," ujar sang paman berdiri dari duduknya dan memperkenalkan Reina dan Ferguson.

"Selamat siang," kata Zidan singkat dan kemudian duduk di samping sang paman.

Mama Reina dan papa Ferguson teridam melihat sosok Zidan yang katanya akan menjadi menantu mereka, dia memiliki wajah yang tampan dengan hidung mancung, namun aura nya sedikit berbeda tatapan nya tajam setajam mata elang ia juga punya kulit putih seperti Clara dan bulu mata yang panjang terlihat seperti bulu mata Clara.

"Pak Ferguson, nyonya Reina, ini adalah keponakan saya, namnya Zidan,dia adalah orang yang saya maksud pak," kata Adnan yang menjelaskan namun anehnya Adnan sama sekali tidak mirip dengan Zidan sedikit pun tidak ada kemiripan di antara mereka sebagai paman dan keponakan.

"Pak Adnan maaf, di mana kelaurga nya nak Zidan ayah atau ibunya? Apakah tidak bisa kami menemui nya hari ini?" kata papa Ferguson.

"Maaf sekali oak Ferguson, tapi kedua orang tua Zidan sudah lama meningal," ujar Adnan dengan berat hati.

"Astaga maaf kan saya sudah lancang bertanya," ujar Ferguson lagi.

Namun wajah Zidan masih saja terlihat cuek dan tidak terlalu perduli dengan kedua orang yang akan segera menjadi mertua nya itu.

Hal ini membuat mama Reina negeri karena memang Zidan terlihat galak dan keras.

Singkat cerita mereka pun akhirnya pulang dari rumah kepala sekolah setelah selesai berbincang-bincang masalah pernikahan kontrak berkedok perjodohan.

"Mas aku khawatir," kata mama Reina yang saat ini duduk di samping papa Ferguson yang sedang mengemudi mobil.

"Apa yang kau pikirkan?" tanya sang suami sambil fokus mengemudi mobil.

"Laki-laki itu seorang guru atau seorang mafia? Dia terlihat galak dan mas, usia mereka sangat jauh Clara delapan belas tahun dan dia dua puluh delapan tahun dia juga mengerikan," kata mama Reina sambil bergidik negeri.

Ya, usia Zidan saat ini adalah dua puluh delapan tahun.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!