NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Tantangan kasus baru yang sulit

Kantor kejaksaan Agung, Jakarta.

Baru saja masuk ke dalam gedung kantornya dan berencana naik ke lift di lantai lima di mana ruang kerjanya berada, Marcus Hotman sudah menegur pria itu menepuk bahu Arkanendra keras.

"Selamat Pagi bang, hari ini sepertinya kita akan makin sibuk"

"Iya selamat pagi juga pak Marcus" Arkanendra menggeleng masa bodoh, mengamati surat kabar yang disodorkan oleh Marcus barusan.

"Apa ini?"

"Kasusnya yang kamu tangani itu padahal baru di vonis oleh pengadilan kemarin, dan berita soal kasus banding Suhendra itu sudah ramai disurat kabar dan internet" Sambil menunggu lift Arka membaca headline surat kabar itu dan berdecak kesal.

"Adimas? Pantas saja kemarin dia mengatakan padaku, sampai jumpa di sidang banding"

"Seriusan?? dia mengatakan itu? Ya ampun pengacara ambisius itu sepertinya tak pernah mau dikalahkan sama siapapun" Marcus geleng-geleng, telah lama dia mendengar sepak terjangnya Adimas, dan belum sekalipun berkesempatan berada dalam satu ruang sidang dengan pengacara muda itu.

Selama ini Marcus hanya mendengar soal cerita itu dari jaksa senior di kantornya ini.

"Aku siap kok menghadapinya, dia mau kemanapun membawa kasus ini tak masalah" Arka masuk ke dalam lift, setelah memberikan koran pagi itu lagi pada Marcus.

"Kamu harus berhati hati padanya bang, dia orang ambisius yang tak mudah menyerah kalah"

"Iya aku tahu, tenang saja pak jaksa" Dua sahabat dekat itu terkekeh, saat pintu lift terbuka mereka berpapasan dengan Brigjen Rangga Dewanto, Letnan Syarif, dan polwan cantik bernama Krisera, ada apa tiga petugas kepolisian dari Polda itu berada di kantor kejaksaan.

"Selamat pagi pak Arka dan pak Marcus"

"Oh iya selamat pagi pak Rangga"

"Kami berencana akan menemui anda berdua pagi ini"

"Eh benarkah?" Arka dan Marcus saling bertatapan heran dan sama sama mengangguk.

******

Ruang kerja jaksa.

"Ini Kasus penjualan gelap wanita ke luar negeri? Ya ampun apa itu semacam penyelundupan orang ke luar negeri secara ilegal?" Tanya Marcus specheles.

"Iya itu benar pak...." Arkanendra membaca dokumen kasus itu dengan serius, kaca mata minus terlihat membingkai hidung mancungnya dan saat ini mereka tengah bicara serius bertiga, Arka, Marcus dan Rangga. Sebelum nya mereka melakukan meeting tentang kasus baru itu.

"Target kita kali ini adalah seorang penjahat kejam dari Hongkong bernama Tha Xhelin, dia WNA, rasanya kasus ini sedikit sulit karena orang itu lebih licin dan cerdik daripada Suhendra" Arka manggut-manggut 

"Wow, jadi dia bukan warga negara ini?" Tanya Marcus lagi.

"Adiknya yang terlibat dengan kasus ini, menikah dengan Nunik Sutarsih seorang wanita WNI, dan otomatis dia tentu saja Tha Xhelin itu sering berada di Jakarta untuk mencari korbannya"

"Nama nya saja artinya pohon yang besar, sepertinya ini bakal jadi tugas berat?" Marcus terkekeh sok tau.

"Dia mengimingi pekerjaan dan gaji tinggi pada para gadis cantik dan masih belia di daerah desa dan pelosok, lalu membawa mereka ke ibukota, lalu mempekerjakannya di club malam sebagai wanita penghibur, sebagian lagi dia bawa secara ilegal ke Hongkong dan daratan cina untuk dijual bekerja di rumah hiburan"

"Astaga, ternyata ada orang sekejam itu?" Arkanendra manggut-manggut, dia membaca data DPO target kepolisian Polda metro jaya kali ini. "Dia sering berada di club malam elit di kota ini, dan melakukan. Semacam pesta terlarang dengan teman-temannya sekaligus menyewa wanita" Rangga berujar sembari mengusap wajah tampannya resah.

"Ah jadi begitu Brigjen------" Marcus mengangguk, belum paham kenapa tiba-tiba reserse yang juga direktur tindak pidana yang berdinas di Polda metro jaya itu berkata begitu. "Kepala kejaksaan meminta saya memilih jaksa tangguh dari sini untuk membantu menyelesaikan kasus ini dan saya langsung memilih anda berdua"

"Eum tak masalah, saya bersedia sepertinya kasus seperti ini cukup menarik dan menantang" Arkanendra manggut-manggut setuju.

"Iya saya bersedia juga bergabung membantu pihak kepolisian, untuk menangani kasus ini" Marcus terkekeh jumawa dengan seringai rekan kerjanya, dan Rangga langsung menatap serius dua jaksa muda itu.

"Jadi dalam minggu ini kita akan segera bergerak, dia akan melakukan pesta terlarang dengan wanita-wanita, pada sabtu malam di sebuah club malam elit yang selama ini juga menjadi markas rahasianya, jadi siapa di antara anda berdua yang bersedia menyamar untuk hadir di pesta terlarang itu?"

"Oh pesta terlarang seperti apa?"

"Kami menyebutnya s3ks party" Jawab Rangga tak yakin . "Ah menyamar ya? sepertinya----"

"Hah apa?? Kami berdua!!" Marcus dan Arka memekik bersamaan.

Rangga, sang Brigjen hampir terjengkang saking kagetnya, karena teriakan keras dan histeris dua jaksa muda itu, ada-ada saja hanya menyamar begitu saja kenapa bisa histeris begitu.

"Yak kenapa harus memilih kami sih!?"

Arkanendra masih berteriak kaget karena merinding, mendengar akan berada di tempat terkutuk seperti itu.

"Ya tuhan meskipun aku suka wanita tapi aku tak pernah sekalipun berada di terlarang yang banyak perempuan tak berbusana, ampuni aku ya tuhan" Seakan berdoa Marcus mengusap wajah tampannya frustasi berharap jangan dia yang berada di sana.

"Kepala kejaksaan tadi meminta saya memilih salah satu, di antara anda berdua, kalian h berdua kan Jaksa yang tangguh"

"Pak Brigjen seharusnya beliau berpikir dulu sebelum mengirim salah satu dari kami, apa alasannya coba meminta salah satu dari kami menjadi umpan? Kenapa bukan dia saja yang menyamar?" Arka geram juga dengan Agung Andre Wiryawan kenapa suka sekali membuatnya sibuk dan ini malah dia harus menghadiri jamuan seperti itu, astaga.

"Kebanyakan jaksa di sini telah menikah dan punya istri, karena tugas ini sangat riskan jadi hanya anda berdua yang cocok karena masih lajang, dan prestasi kerja juga bagus"

"Aish Alasan yang aneh, Sorry saja saya tak mau, cari saja orang lain" Arka menolak.

Marcus juga buru buru menggeleng ikutan menolak, begitu Arka mencicit kesal.

"Hanya salah satu dari kalian saja kok, yang satunya bersama saya dan petugas polisi lainnya mengawasi di dekat lokasi"

"Aish Marcus kamu saja yang menyamar, bukankah kamu suka di tempat yang banyak wanita cantik dan seksinya.

"Eh apa!!? gak mau! Enak saja, aku tak sudi di sana, disuruh interaksi dengan wanita malam, huh selama ini aku menjaga asetku dengan baik kok, bisa gawat jika Anita tahu"

"Aset kepalamu!! Bukankah kamu yang paling suka mengobral -perkututmu__ itu untuk tidur sama wanita cantik? Kamu saja yang menyamar!"

"Huh jika aku tidur dengan wanita, itu harus berstatus pacar atau teman kencanku, bukan wanita malam, no aku tak sudi di sana!"

"Pokok nya, Aku juga tak sudi berada di sana" Rangga beralih menatap Arka lagi setelah menatap Marcus, seakan-akan dia seperti orang bodoh yang menjadi penonton adu mulut dua jaksa tampan itu.

"Lalu siapa yang ke sana?! Huh karena kamu lebih muda harus mau mengalah dari Abangmu ini" Arka lagi-lagi memerintah

"Enak saja, bang kamu itu kan lebih tua dariku, jadi kamu saja yang pergi! Kamu juga kan lebih pengalaman"

"Tidak!! Kamu saja Marcus----"

"Kamu----"

"Kamu saja-----"

"Kamu!!"

"Stop, stop !!.....berhenti kalian bertengkar!!!" Rangga berteriak, meremas kepalanya, telinganya panas dan wajahnya merah, sejak tadi melongo bodoh menjadi penonton perdebatan dua jaksa tampan itu, seketika dua jaksa itu langsung diam karena sadar dengan tingkah bodoh mereka.

"Kalian melakukan undian batu gunting kertas saja, yang kalah pergilah ke sana" Rangga berujar frustasi dengan lirih.

"Hah apa?!? Kok undian, gak mau!" Kaget Arka.

"Hey kok sampai pakai di undi segala sih?" Marcus mengacak-acak rambut hitamnya melirik Arka dengan frustasi, semua juga tahu dia sering kalah jika di suruh suit begini.

Contohnya seperti kejadian dua tahun lalu saat peristiwa dua tahun lalu. Saat itu mereka bertiga—Arka, Marcus, dan Syarif—datang ke lokasi penangkapan seorang pelaku pembunuhan. bukannya segera menyelamatkan si pria pembunuh pacar dari Wanita penghibur itu yang berusaha bunuh diri dengan gantung diri, Alih-alih segera masuk. Malah di depan pintu kamar tiga jaksa tampan, sekaligus aneh itu malah mengundi siapa yang akan masuk duluan. Karena kalah permainan suit, Marcus terpaksa maju terlebih dahulu.

"Aduh semoga saja bukan aku yang kalah" Marcus terus menunjukkan wajah frustasi dan cemasnya, saat mereka bertiga keluar dari ruangan dan bertemu dengan Krisera yang membagikan tiga gelas kopi panas, wajah tampan Arkanendra dan Marcus terlihat mirip pakaian yang belum di cuci.

"Gimana pak apa sudah ada kesepakatan baik dengan mereka?" Krisera berbisik pada Brigjen itu, dan menatap gusar wajah Arka yang tegang. "Akan di lakukan undian setelah makan siang nanti"

"Eh undian apa?" Tanya Krisera kaget.

"Mereka semua menolak, seperti dugaanmu" Rangga terkekeh, menyesap kopi panasnya.

"Huh, jaksa dasar yang tak profesional sama sekali, saya saja bersedia, ini kan demi harga diri para wanita agar tak terus terusan di jadikan budak pemuas nafsu"

"Jadi... Bu Krisera, apakah kamu juga..." Tanya Arka tergagap.

"Benar. Saya akan ikut menyamar dan menjadi rekan satu tim dengan salah satu dari kalian. Kita harus bertindak cepat untuk mendapatkan bukti yang kuat," Jawab Krisera mantap.

"Apa? Anda ikut juga?!" Seru Arka dan Marcus terkejut.

"Iya....saya akan menyamar langsung bersama salah satu dari anda berdua di acara pesta terlarang itu, kita harus bergerak cepat untuk mendapatkan informasi"

"HAH APA KATAMU!!??"

1
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!