NovelToon NovelToon
I'M Not A Savior

I'M Not A Savior

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Kontras Takdir
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: FantaRiyah

Dikhianati oleh adik angkatnya, di penghujung kematiannya sang ratu iblis menggunakan kekuatan terakhir untuk melakukan perpindahan jiwa.

Jiwa ratu iblis berkelana untuk mencari raga baru dan masuk ke dalam tubuh anak bungsu kaisar yang disebut aib karena lahir dari hubungan gelap kaisar bersama wanita penghibur.

Mengisi raga baru, ia bertekad untuk merebut kembali posisinya sebagai ratu iblis sekaligus membersihkan namanya sebagai aib keluarga kekaisaran. Tapi, apa yang harus dilakukannya ketika sebuah masalah muncul, dimana tubuh baru itu diberkahi oleh dewi penyembuhan yang kemudian dirinya digadang-gadang akan menjadi saintess menjanjikan bagi kekaisaran? Padahal kenyataannya ia adalah ratu iblis, sosok yang jauh dari kekuatan suci apalagi penyelamatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantaRiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34| Bertemu Qearis

...SELAMAT MEMBACA...

Hah ...

Uap tebal mengepul setiap kali Seana mengembuskan napas. Dada gadis itu naik turun seiring darah terus menetes dari tulang jari yang dipakai menghantamkan tinju berkali-kali, mungkin ratusan kali perhari.

Setelah satu tahun setengah berlalu, akhirnya dia bisa mengalahkan naga es yang membuatnya harus menggigil dalam waktu cukup lama. Tidak seperti dua monster lainnya, naga es itu cukup tangguh sehingga Seana harus kalah berkali-kali dan kembali lagi untuk melawannya tanpa niat menyerah sama sekali.

Hari ini, semua usahanya itu berhasil. Naga es akhirnya tumbang dengan kepala retak, sepasang sayap nyaris habis dilalap api hitam lalu uap yang mengepul di tubuhnya perlahan sirna dan pulau Milvi tidak lagi membeku, suhu normal telah kembali.

Seana lompat turun dari atas kepala naga itu kemudian menoleh ke belakang, mendapati Asha, Isha, dan Geas yang sepekan lalu telah berhasil menaklukkan dua monster lainnya.

"Gila. Aku yakin Kak Zielda pun tidak akan mampu membunuhnya." Geas berkomentar.

"Apa dia mati?" Asha bertanya.

Seana geleng kepala sambil berdiri di samping mata kanan si naga es. Mata biru si naga terlihat lemah, kelopak matanya hanya terangkat sedikit demi memandangi Seana. Gadis kecil yang mati-matian dan pantang menyerah melawannya selama satu tahun setengah itu benar-benar mengerikan.

"Aku memiliki kontrak dengan naga ini jadi tidak bisa membunuhnya walau aku ingin sebab dia sudah menyiksa kita di suhu ekstrem." Seana melirik dingin naga es.

"Lalu bagaimana dengan kalian?" Seana memandangi ketiga kakaknya.

Asha dan Isha saling pandang lalu melakukan toss kemenangan. Dua makhluk yang mereka kalahkan berkat bantuan Geas telah resmi menjadi familiar mereka namun tidak seperti familiar lain, milik mereka hanya mampu dipanggil di lautan lepas, tidak bisa di daratan walau begitu jika nanti mereka berhadapan dengan seseorang dekat perairan yang membentang luas, pemenangnya adalah mereka.

"Kita sudah seharusnya pulang, kan?" tanya Geas.

Seana angguk kepala. "Kita akan bersiap karena sepertinya para eksekutif baru saja kembali setelah melihat pertarungan kita."

Dua eksekutif yakni Fris dan Jake melakukan tugas mereka dengan baik tapi kedua tidak sepenuhnya berada di Milvi selama tiga tahun penuh. Mereka hanya akan datang setiap 3 bulan sekali dan memantau selama seminggu sebelum kembali lagi ke Akademi untuk melapor. Hari ini mereka akan kembali ke akademi dan memberitahu hal gila lainnya, membiarkan pihak akademi mengirim kapal untuk menjemput kepulangan tim Seana.

Geas, Asha, dan Isha segera melesat ke goa yang menjadi rumah mereka selama tiga tahun terakhir sementara Seana menendang leher naga raksasa perak yang tengkurap lemas di tanah.

"Hei, cepat tunjukkan dirimu. Aku ini perlu menyembuhkan pulau Milvi dari jejak pertarungan kita." Seana berujar.

Naga es mendengus malas. Lambat laun cahaya keperakan menyelubungi tubuh tak berdayanya, volume tubuh pun mengecil saat itu dan kemudian terbentuklah seorang pria berambut perak berkilau dengan mata biru jernih seperti Seana. Dia tidak memakai apapun, telanjang bulat.

"Hm... Ternyata kamu tampan juga, ya." Seana memuji.

Naga es itu mengerutkan dahi dan langsung meraung dengan kesal sambil menutupi bagian intim di antara dua pahanya. "Dasar bocah mesum! Kemana matamu itu melihat!"

Seana mendengus sambil memutuskan pandang dari sana. Yah, seharusnya dia memuji tampan sambil melihat wajah hanya saja bagian besar itu sungguh mencolok.

"Jangan panggil aku bocah mesum. Sekarang aku adalah mastermu." Seana menginterupsi.

Naga es memalingkan wajah dengan kesal. Pertarungan kali ini dia dijebak oleh Seana. Bocah manusia itu berkata bahwa ini adalah pertarungan terakhir jadi berniat mengajukan taruhan yang mana jika dia kalah maka naga es bisa mengambil jiwanya yang diberkati dewa Panacea, menjadi yang terkuat di benua tapi jika sebaliknya maka naga es harus tunduk sebagai budaknya.

Seharusnya dia menolak ketika bocah itu percaya diri mengajukan taruhan. Yah, apa boleh buat karena sudah terlanjur, itu pikirnya.

Shaa~

Pepohonan, tanah, dan segala sesuatu yang hancur akibat pertarungan kembali seperti sedia kala berkat kekuatan panacea Seana. Mau dilihat berapa kali pun kekuatan yang setiap kali digunakan memunculkan partikel-partikel cahaya keemasan itu sangat indah dan terlihat seperti keajaiban.

"Ikutlah denganku. Tidak bagus membiarkanmu telanjang seperti itu." Seana langsung melangkah lebih dulu untuk ke goa.

Naga es bangkit. Tubuhnya yang tinggi dan gagah berdiri tegap dan mulai melangkah sambil menaruh kedua tangan menelungkup untuk menutupi pusakanya.

"Siapa dia!" pipi Isha bersemu melihat pria amat tampan di bawa Seana masuk ke dalam goa.

Seana segera melempar salah satu pakaian Geas pada naga es lalu menghalangi pandangan Isha.

Naga es mendengus sambil memicing sinis pada Isha. "Anak mesum lainnya."

"Naga es."

"Dia?" ketiganya memandang naga es yang telah mengenakan pakaian Geas, sangat ketat ternyata.

"Tapi dipikir-pikir kalian sangat mirip." Isha berkomentar.

Naga es memiliki kulit bersih cerah, rambut peraknya lurus dengan panjang menutupi bokong, sepasang mata pun biru cerah seperti Seana. Mereka terlihat seperti saudara kandung.

"Siapa namanya?" Geas bertanya pelan dekat telinga Seana.

Ah, nama ya? Seana lupa memberinya nama. Jadi dia mulai berpikir keras. "Ah, bagaimana jika Sonol?"

Hah? Sudut bibir Naga es terangkat sinis. "bunuh saja aku," nadanya berubah ketus.

Hm... Seana kembali berpikir. "Kalau Ryver?"

Sepasang telinga naga es bergerak-gerak lalu dengan malu-malu dia melipat tangan depan dada sambil buang muka. "Yah, tidak terlalu buruk."

...***...

"Sebentar lagi kapal akan sampai, kan?" tanya Isha.

Tiga hari telah berlalu sejak dua eksekutif meninggalkan pulau. Seana dan tiga saudaranya bersiap meninggalkan pulau.

"Ukh, terima kasih banyak. Kamu sudah bekerja keras melindungi kami." Geas merapatkan tubuh di dinding gua batu, mencium permukaannya dengan mata berkaca-kaca.

Ryver bergidik melihat tingkah Geas, jadi dia segera keluar setelah Seana dan dua lainnya keluar dari goa dan pergi ke bibir pantai menunggu kapal.

"Wah, pas sekali kalian yang menghampiri kami."

Eh? Seana tersentak. Mereka baru saja keluar dari lebatnya hutan pulau milvi dan mencapai tempat terbuka di bibir pantau namun disana sudah berdiri dua iblis.

Wanita iblis berkulit pucat dengan rambut cokelat kemerahan panjang agak ikal menyeringai di samping Nell, menunjukkan dua taring kecil dalam mulut.

Seana segera memandang Nell penuh tanda tanya. Mengapa Qearis bisa muncul di pulau milvi? Apa Nell berhasil membawa Qearis berpihak kembali padanya?

"Mereka iblis!" Geas sudah siap dalam posisi menyerang. Dia ingat salah satu dari mereka, sosok yang mengacaukan desa dan menculik Seana.

Seana langsung rentangkan sebelah tangannya di dada Geas, mencegah pria itu bertindak lebih dulu jadi Seana yang maju untuk mendekati Qearis tapi dalam seperkian detik tangan kiri iblis wanita itu terjulur ganas seolah hendak melubangi kepalanya. Untung saja dalam waktu bersamaan itu Ryver dan Nell telah berpindah posisi di hadapan Seana dan menghalau serangan.

"Nell?" Qearis mengerutkan dahi dengan terkejut dan bingung.

...BERSAMBUNG ......

1
MmhRuhyan Ruhyana
Semangat ya thor..
지성한
author ini gk ada lanjutannya kah? padahal bagus dan seru thor.
`Shara 💫
neneknya imuttt 💗
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya Thor?
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya thor
Danella Juanitha
sangat beruntung jika kita memiliki orang dalam apa lagi jika itu adalah KAKEK BUYUT 😂😂😂
Iswati
bikin ketawa ngakak coyyy🤣🤣🤣🤣
Farniyanti Farni
sangat bagusss 🤩🤩
hiro😼
Author kemana si? Udh 2024 masih ga up, padahal udh nunggu bgt
Nani Kurniasih
lah ini author kemana gak update update
rain
Luar biasa
rain
Biasa
Ifarim
SEMNGATT LANJUTTT🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ifarim
Ihhhh luu yg manupulasi lucaneee
Ifarim
busettt sonoll aneh bnget😭
Sartika Wati
lanjutt thor double up
panty sari
Thor lanjut dong
Black Moon
Thor, lama ga ada kabar? sehat, kan?
Udah 2 Minggu lebih ga up, lagi sibuk kah?
Aliyah Rengat
kapan lanjut Thor
Salma Cheng
mampir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!