Zenon adalah Anak SMA biasa tapi di balik itu dia punya kekuatan luar biasa. pada suatu hari dia naik bus tapi dia dipindahkan oleh Sage bernama Alicia ke dunia lain.
Zenon di sini terbangun di bus ada gadis bernama tamika dan tujuan mereka untuk kembali ke dunia asal mereka dengan selamat.
bagaimana caranya zenon melakukan itu dengan kekuatan nya sebelum ke dunia lain mari kita lihat.
genre nya: Harem, fantasi, overpower, sistem, romance, action, itu saja mari kita baca novel nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nazri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
persiapan perang
zenon, jaine, tamika lagi jalan jalan di kota untuk melihat aktivitas di sini.
"wow kota seketika jadi normal ya zenon padahal akan ada perang." kata jaine
Zenon pun Ingat sesuatu.
"hmm apa elzi sudah memberi tahu para dua desa tempat mereka akan menjadi tempat perang." kata zenon yang ingat ini.
"well kata elzi dia sedang mengevakuasi para warga desa di sini." kata tamika.
Zenon pun menatap tamika.
"jadi dia memberitahu mu dulu." kata zenon yang terkejut dia belum di beritahu duluan sama elzi.
"well tadi elzi meminta ku untuk memberitahu mu." kata tamika.
"ok sekarang mari kita kembali ke istana." kata zenon. zenon, tamika dan jaine pun berjalan kembali ke istana.
Zenon pun menatap jaine dan tamika.
"kalian berdua pergi dulu siapkan peralatan untuk perang di dua desa itu." kata zenon.
tamika dan jaine pun pergi mempersiapkan peralatan.
Zenon pun berjalan ke tempat elzi.
Setelah sampai dia membuka pintu.
Elzi pun senyum melihat Zenon.
"wow padahal aku sudah suruh seseorang untuk memberitahu mu untuk bertemu tuan zenon."
"tapi kau datang duluan rupanya." kata elzi.
Zenon pun senyum dan duduk.
"so apa persiapan udah siap?." kata zenon yang bertanya apa para warga desa Sudah di evakuasi.
"ya para warga desa dalam perjalanan menuju kota... Para pasukan kerajaan juga banyak jumlah nya." kata elzi yang memberitahu zenon jumlah pasukan musuh.
"jadi jumlah banyak kan... Jadi seberapa banyak?." kata zenon yang menatap muka elzi
"mereka berjumlah empat puluh ribu pasukan sementara Kita cuma berjumlah dua puluh ribu pasukan." kata elzi yang sudah tau perbandingan jumlah.
"apa ini hasil dari recruit dari para penduduk." Kata zenon.
"ya betul ini hasil recruit dari rakyat." kata elzi.
Zenon pun berdiri.
"kalau begitu mari kita mulai peperangan." kata zenon dengan senyum dia pun berbalik menatap zenon pintu dan dia menghilang elzi tidak melihat dia karena di tutup oleh pasir.
setelah itu sekarang zenon, tamika, jaine di desa satu.
Sementara di desa dua ada elzi dan Anastasia.
Sekarang zenon lagi bersiap mempertahankan desa.
"nice sekarang tembok ini akan menahan untuk sementara waktu." kata zenon.
zenon pun berjalan jalan di seluruh di seluruh desa dan masuk ke tempat istirahat zenon dan bertemu jaine lagi masak.
"jaine di mana tamika." kata zenon yang bertanya di mana tamika.
"dia sedang pergi untuk bertemu elzi katanya dia punya urusan sama elzi." kata jaine lagi memasak.
"kau tau aku orang nya suka melakukan hal yang tak terduga." kata zenon berjalan ke jaine pelan pelan.
"well kau ini emang gak bisa di prediksi." kata jaine dan tiba-tiba di peluk zenon.
"ya aku orang nya gitu." kata zenon dan jaine dengan muka merah pun menatap muka zenon.
Zenon pun mencium nya setelah ciuman.
"so lanjut di sini ya." kata zenon dengan senyum.
"maksud mu di sini tapi apa para tentara akan mendengar kita nanti?." kata jaine yang khawatir.
"santai." kata zenon.
Jaine pun senyum baiklah.
Sekarang tamika kembali setelah dua jam.
Dan dia melihat zenon dan jaine di pintu.
"Yo aku kembali." kata tamika dan dia memeluk zenon.
zenon pun senyum.
"oh dah kembali rupanya." kata zenon dengan senyum tamika juga melihat muka jaine yang merah dan senyum terus saat melihat zenon.
"jaine kenapa muka mu Merah dan senyum." kata tamika yang penasaran.
"emm... Itu tidak papa kok hehehe." kata jaine sambil menggaruk kepala dia.
"ok aku mau masuk ya." kata tamika.
Dan zenon menghentikan dia.
"jangan masuk dulu sebentar." kata zenon dengan senyum nya.
"kenapa??." kata tamika yang penasaran.
"udah jangan pokok nya." kata zenon.
Dan zenon pun menatap jaine dan berjalan hendak berbisik.
Zenon pun menatap tamika.
"jangan didengar ya." kata zenon.
"ok baiklah." kata tamika.
Zenon pun berbisik.
"oi sudah di bersihkan atau belum jaine." kata zenon yang bertanya.
"belum si tapi aku akan membersihkan nya dulu." kata jaine yang langsung masuk untuk membersihkan rumah.
Tamika pun menatap zenon.
"jadi kalian ngapain dua jam yang lalu." kata Tamika.
"udah jangan di bahas." kata zenon.
To be continue.
"..........," kata si Ipin.