NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir Masa Semampai

Rangkum dunia yang tidak terkendali, sebab ramai ini hanya fatamorgana. Kelamnya waktu, hari yang patah rapuhnya dedaunan. Kali ini pancaroba semusim berlanjut dalam ruang hampa. Tidak terkira pahit kelam kehampaan waktu mempererat dekrit kecam.

“Coba Perhatikan awan yang menggumpal di langit itu Aluna? sebab kau masih mempertanyakan kenapa bumi menangis meskipun akan berganti pelangi yang hanya sementara. Bersimpuh gemuruh jantung yang tidak lagi berdetak ini. Pernah bermimpi kehidupan bahagia. Tapi nasib atau takdirnya, aku hanyalah seonggok kayu yang terhempas melayang tanpa pijakan..”

Sosok makhluk halus yang sering melihat Aluna mencurahkan isi hatinya di dalam lukisan atau tulisan itu rupanya mulai di pelajari salah satu penghuni lain. Dari sekian banyaknya makhluk halus yang ingin bertegur sapa, berharap menganggap kehadirannya bahkan ingin menyerap energi khusus yang di miliki manusia indigo.

Bangsa lelembut yang sering di acuhkan Aluna, tetap kukuh mendekati sang pemecah masa ghaib. Aluna mengabaikannya, dia masih sibuk menyeka keringatnya. Berlanjut membuka lemari pakaian hendak berganti baju. Di terpaksa menggunakan jurus terakhir. Melotot seperti sepasang mata yang mau lepas, gerakan mata isyarat amarah. Sosok yang di sampingnya menghilang membalas raut wajah ketidak kesenangannya.

“Stop! Aku tidak mau dekat dengan satu makhluk halus. Baik, buruk atau perlakuan aneh tetap saja aku ini ingin menjadi manusia yang normal!” gumamnya mempercepat gerakan mengganti pakaian.

Siapa yang menyangka para dedemit, makhluk halus atau bangsa jin yang mulai netral ikut mempelajari kecanggihan teknologi. Mereka yang meniupkan hembusan merayu apapun guna mengubah dunia manusia lebih kelam, hasrat yang tidak terkendali atau membisikkan semua kesenangan sementara.

Peran manusia yang terlalu perasa, Aluna terkadang timbul rasa belas kasihan. Terutama pada tangisan wanita yang meringkuk di lorong panjang depan ruangannya. Dia menyeret kakinya yang berlumuran darah, ada borgol besi yang merantai kakinya. Tangisan kesakitan dalam tangisan meraung-raung.

“Tidak kah engkau mau membantu ku? Wahai putri raja yang dermawan? Aku hanya ingin berakhir dengan ketenangan..”

Lirih suara makhluk halus memelas dalam tatapannya yang mengerikan.

Aluna menutup kedua telinganya, dia berjalan melewati lorong yang terlihat semakin panjang. Dia gamang memikirkan misteri teka-teki Telaga biru, bunyi suara aneh di Istana sang ibu Suri dan penampakan makhluk yang berjaga di depan pintu kerajaan seakan mengejarnya.

Suasana ramai di depan Alun-Alun Istana

Penari-penari yang lemah gemulai menggerakkan tubuh menunjukkan penampilan mengikuti iringan musik memiliki unsur magis. Terkait dari tarian khas adat yang di bawakan sehingga berpengaruh, para makhluk di sekitar merasa terpanggil atau sosok penjaga lain yang merasuki.

Belum lagi aura para penari yang berbeda-beda. Rupa wajah cantik di selimuti penampakan lain, mereka menggunakan sebagai daya tarik tersendiri. Mereka tidak tau dampak buruk dan pengaruh negatif yang timbul di dirinya.

Dayang utama pendamping sang putri membantu memasangkan jubah kebesarannya. Sedikit tergagap, sang dayang mengutarakan permohonan memberikan ijin kepada sang putri memberikannya cuti selama beberapa hari.

”Kenapa dengan mu dayang Ming? Jika engkau mengalami kesulitan ekonomi maka aku akan membantu. Katakan lah, atau jangan-jangan engkau sedang sakit?”

“Maaf tuan putri, keinginan hamba menyampaikan keluhan ini teramat kelewatan batas” sang dayang menunduk ketakutan.

“Utarakan apa yang ada di benak mu. Dayang Ming, bukan kah engkau dayang sesepuh yang mendampingi ku sedari kecil? Tidak mungkin aku menghukum mu..”

Jawaban sang putri perlahan di sampaikannya. Sang putri menggiring duduk di kursi batu berukir bunga teratai. Ming menjelaskan alur permasalah yang menimpa putrinya. Anaknya yang berubah drastis tidak memperdulikan nasehat serta segala arahan darinya.

“Putri, setelah pukul dua belas Malam tepat hari ulang tahunnya. Wajah Fengsi berubah pucat dan memanggil-manggil neneknya. Kediaman tanah kelahiran hamba yang telah lama hamba tinggal dua puluh tahun lalu."

“Bisakah engkau menunjukkan fotonya pada ku dayang Ming? Sungguh aku tidak menjanjikan mu terlepas dari masalah ini. Tapi aku akan memberitahu apa keinginannya yang lain..” ucap sang Putri memperhatikan ekspresinya yang semakin gusar.

Siapa yang menyangka Fengsi menghadiri acara gebyar pesta bangsawan, sambungan acara megah menutup tragedinya di alam lain melihat kekacauan si pengacau penyihir hitam. Fengsi yang ikut menari lincah mengikuti gerakan musik. Tidak terkira dia sanggup menari hingga berjam-jam.

Setelah memberikan sebuah foto ke tangan sang putri. Dia menarik Fengsi dari tengah-tengah acara. Dia siap menanggung resiko hukuman seberat-beratnya karena merusak acara penting raja.

“Fengsi sadar lah ini ibu. Kamu menari tanpa jeda. Feng!” bentak Ming menyadarkan anaknya.

Dua dayang lain yang ikut menarik karena Feng mau melanjutkan tarian. Feng melotot melihat kedatangan Aluna, wajahnya sangat kesal seakan mau memukul. Tenaganya yang sangat kuat melepaskan beberapa tangan yang menahan tubuhnya.

Tepat di depan saat akan memukul, Feng tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“Cepat pindahkan ke ruangan Teratai” ucap Aluna.

Sosok lain berenergi kental menguasai jiwanya. Tidak memungkinkan semua sebab berdampak dari pewaris ilmu atau penjaga sang nenek. Ibu darai dayang Ming yang baru saja di katakan. Wajah wanita itu belum di tunjukkan oleh sang dayang. Tapi ketika Aluna mengucapkan kata Burma, maka Fengsi membuka matanya lagi sambil berteriak.

Mulutnya di bungkam karena takut mengundang perhatian para tamu. Sang putri meminta mereka supaya tidak terlalu kuat menekan. Dia mengusap bagian atas kepala Feng lalu memanggil namanya.

“Tuan Putri, tolong antarkan aku ke rumah nenek” kata Feng sambil menangis.

“Hiks, hiks Feng. Tuan putri, hamba mohon bantu Feng..” Ming penuh harapan, namun dia siap menerima apapun jawabannya.

“Dayang Ming, anak mu Fengsi di tunggu Burmanya sebagai pewaris ilmu. Jika engkau mengijinkan, dia akan menuju jalannya sendiri. Tapi sebaliknya, kita tidak tau sebab akibat lain mana yang terbaik untuk Fengsi. Ada banyak makhluk-makhluk yang memanggilnya, sebelumnya aku ingin bertanya apakah Burma masih hidup?”

“Menjawab putri, sepulang dari rumah adat ibu hamba. Tidak pernah lagi terdengar kabar tentangnya, waktu itu Fengsi banyak mengalami gangguan ghaib. Terlebih lagi, letak lokasi teramat jauh. Hamba tidak tau rahasia apa yang ada di rumah adat tersebut.”

“Ming, pertimbangkan lagi. Kalau belum siap melepaskan Fengsi maka engkau harus siap menerima hal aneh yang ada di dalam tubuhnya..”

Beberapa dayang meninggalkan ruangan, mereka membungkam mulut rapat-rapat karena tidak mau terjun dalam masalah Feng. Atas persetujuan Aluna, Ming membawa Feng pulang ke Rumahnya. Aluna sendiri belum mengetahui penangkal, syarat menjauhkan makhluk-makhluk ganas yang mengikuti Feng atau mengeluarkan dia dari masalahnya.

“Apakah aku harus memulai perjalanan Raga Sukma? Atau mempertanyakan sendiri secara langsung dengan para makhluk tersebut? Namun Ayahanda dan ibunda Ratu pasti tidak menyetujui aku selangkah meninggalkan Istana” gumam Aluna.

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!